p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Sasara …." Kuukou menyebut nama pria yang baru saja mengecup pipinya dengan lembut./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Keduanya baru saja bersiap untuk tidur setelah seharian berkencan berkeliling Dotonbori. Melelahkan, tetapi juga mengasikan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Mereka sudah terbaring di sebuah kasur yang sama. Saling berhadapan. Saling bertatapan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Tangan Sasara bergerak memegang pipi Kuukou yang sedikit merona sehabis menerima kecupan singkat darinya. Ibu jarinya bergerak mengusap. Sasara memandangi keindahan seorang Harai Kuukou yang tepat berada di depannya. Netra sewarna emas milik Kuukou seakan memancarkan cahaya yang tidak pernah bosan Sasara lihat./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Sasara." Kuukou kembali memanggil./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Yang dipanggil tidak menjawab. Ia hanya meninggikan kedua alisnya sebagai tanda untuk Kuukou meneruskan ucapannya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Aku mau melakukan 'itu'." Kuukou berucap terus terang./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Kaget, tentu saja Sasara kaget. Di saat seperti ini Kuukou justru meminta hal tersebut. Memang bukan pertama kalinya, tetapi biasanya justru Sasara yang meminta dahulu. Dari pengamatannya, Kuukou tidak terlihat sedang terbakar nafsu. Ia terlihat seperti … ingin melampiaskan sesuatu dengan cara bercinta./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Tangan Kuuko menggenggam tangan Sasara yang masih menempel pada pipinya. "Tidak apa-apa jika kau tidak mau." Kuukou tersenyum lembut./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Tidak. Ayo kita lakukan."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Mereka bertatapan sejenak sambil mengembang senyum di bibir sebelum akhirnya mereka terpaut dalam sebuah cumbuan. Cumbuan yang semula lembut, perlahan berubah menjadi lebih panas sampai membuat Kuukou mendesah halus./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Tautan belum dilepas, tetapi Sasara sudah bergerak bangkit untuk menindih Kuukou. Barulah ketika mereka kehabisan oksigen cumbuan terlepas, menghasilkan jembatan saliva yang tidak lama setelahnya terputus./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Wajah Kuukou merona bahkan sampai ke telinga. Dengan lembut ia kembali menyebut nama Sasara, disusul Sasara yang ikut menyebut nama lawan mainnya. Kemudian mereka kembali bercumbu dengan Sasara yang mulai menyusupkan tangannya ke dalam piyama Kuukou sampai secara tidak sadar ia mulai menelanjangi Kuukou dan dirinya sendiri./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Kuukou terlihat tidak memberontak, justru kali ini lebih kooperatif sehingga proses awal mereka berjalan lancar. Ia lebih sering menyebut nama Sasara, padahal biasanya Sasara yang akan lebih banyak memanggilnya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""A-aah!" Kuukou sedikit menjerit ketika dua jari Sasara memasuki lubangnya dan secara sengaja atau tidak berhasil menyentuh titik lemahnya. Tangannya mencengkram bahu Sasara—yang sudah tidak dilapisi pakaian—dengan kuat sebagai pelampiasan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Sengaja Sasara menghentikan aksi kedua jarinya di bawah sana. Ia mendekati telinga Kuukou dan berbisik, "Kau baik-baik saja, Kuu?" anggukan diberikan oleh Kuukou./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Pemanasan dilanjutkan. Jemari Sasara kembali bergerak sementara di atas sana Sasara memanjakan puting Kuukou. Ia memberi jilatan lembut dan sedikit menghisapnya untuk memberi rangsangan tambahan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Yang Kuukou rasakan hanya nikmat. Perlakuan Sasara padanya benar-benar lembut kali ini. Ia melakukan persiapan pada lubangnya dengan sangat baik, seakan tidak ingin Kuukou kesakitan ketika barang utama memasukinya nanti. Sasara juga banyak memberi kecupan ringan untuk menenangkannya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Hnnghh … Sa … saraaa … ngghh …." desahan Kuukou terus datang, tetapi napasnya semakin tidak beraturan. Kuukou sering seperti ini ketika ia akan mencapai klimaksnya, dan Sasara sudah hapal kebiasaan Kuukou./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Sejenak ia meninggalkan puting Kuukou—yang sudah basah dan tegang akibat ulah Sasara—dan kembali mendekati telinga Kuukou yang ikut merona seperti wajahnya. "Bernapas, Kuu. Atur napasmu."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Tempo permainan sengaja dibuat lebih lambat agar Kuukou dapat mengatur napasnya terlebih dahulu. Ketika dirasa napas Kuukou sudah cukup normal barulah Sasara kembali berbisik, "Kita lanjut?" kembali Kuukou mengangguk sebagai jawaban "Iya."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Kuukou mencapai klimaks terlebih dahulu di tengah persiapan. Ia terengah-engah, kekurangan cukup banyak oksigen setelah klimaks tadi. Sambil memberikan waktu bagi Kuukou untuk beristirahat, Sasara mempersiapkan dirinya sendiri. Kejantanannya ia baluti dengan pengaman agar spermanya nanti tidak memenuhi Kuukou, sebab ia tidak mau Kuukou kerepotan karena ia seenaknya keluar di dalam tubuh Kuukou./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Sasara … masukan itu …." Kuukou dengan napas yang sudah lebih beraturan dan tenang menarik tangan Sasara./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Sasara tersenyum dan mendekatkan wajahnya dengan Kuukou. "Ada apa denganmu hari ini? Kau terlihat berbeda." sebuah kecupan singkat mendarat di pipi Kuukou./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Aku hanya sedang merasa … aku benar-benar mencintaimu." Kuukou mengalungkan tangannya di leher Sasara. "Aku mencintaimu, Sasara."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Kuu …." Sasara terdiam sejenak. "Kuu, aku juga mencintaimu. Sangat."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Keduanya kembali bercumbu singkat. Mereka melampiaskan perasaan mereka lewat sebuah cumbuan yang hanya berlangsung beberapa detik saja./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Aku masuk, ya?" Sasara mengarahkan kejantanannya di depan lubang Kuukou dan mendorongnya masuk ketika Kuukou memberikan ijin untuk Sasara masuk. /span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Sebisa mungkin Sasara tidak membuat Kuukou merasakan sakit, tetapi rasanya itu hampir mustahil. Kuukou menggigit bibir bawahnya sendiri untuk mengalihkan rasa sakit ketika Sasara mulai masuk, tetapi Sasara tidak menyukainya. Sasara berhenti ketika setengah kejantanannya sudah masuk./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Kuu, jangan gigit bibirmu begitu." salah satu tangan Sasara mengusap bibir Kuukou yang sudah tidak lagi digigit. Sasara mengernyitkan dahi melihat bibir Kuukou yang semakin memerah karena digigit pemiliknya sendiri. "Kau bisa melampiaskannya padaku, Kuu. Cakar saja aku jika kau mau."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Sasara tidak tega melihat Kuukou menyakiti dirinya sendiri seperti tadi./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Setelahnya Sasara kembali bergerak masuk. Perlahan, tetapi pasti. Dan Kuukou benar-benar menyakar bahu Sasara sebagai pelampiasan. Sakit, tetapi Sasara tahu bahwa yang Kuukou rasakan pasti lebih sakit. /span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Ketika seluruh kejantanan Sasara masuk, ia berhenti. Sengaja ia memberikan waktu agar Kuukou terbiasa dengan miliknya. Sekali lagi ia memberikan kecupan ringan di wajah Kuukou, sekaligus agar Kuukou sedikit melupakan rasa sakitnya di bawah sana./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Kuu, aku bergerak ya?" ketika dirasa Kuukou sudah siap, ia mulai menggerakkan pinggulnya. Permainnan dibuka dengan tempo lambat, terlihat sekali bahwa Sasara tidak ingin memberikan rasa sakit pada Kuukou./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Ngghh … Sa-Sasara …." Kuukou menarik leher Sasara agar ia dapat berbisik di dekat telinga Sasara. "em style="mso-bidi-font-style: normal;"I-it's okay. You can go harder tonight./em"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Sebenarnya Sasara ragu. Ia takut berlebihan sampai melewati batas Kuukou. Ia takut melukai Kuukou. Ia tidak mau Kuukou—kekasih tercintanya—terluka karena nafsunya sendiri./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""em style="mso-bidi-font-style: normal;"But/em, em style="mso-bidi-font-style: normal;"lemme know if you are at your limit./em"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""em style="mso-bidi-font-style: normal;"Sure/em."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Setelahnya barulah Sasara memberikan tempo yang lebih cepat. Ia juga mendorong kejantanannya agar masuk lebih dalam, memberikan sensasi yang lebih luar biasa pada Kuukou./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Ruangan terasa lebih panas seiring waktu berjalan. Desahan demi desahan dikeluarkan Kuukou, diselingi dirinya memanggil nama kekasihnya. Kuukou menikmatinya, sangat menikmatinya sampai ia sempat melupakan rasa lelahnya setelah seharian berkencan. Di sisi lain Sasara juga menikmati tubuh Kuukou yang berada dalam kendalinya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Keduanya memadu kasih dalam persetubuhan ini. Tidak ada yang merasa tersakiti atau menyakiti. Baik Sasara maupun Kuukou, keduanya sama-sama menikmati aktivitas ini sampai ronde pertama berakhir./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Tenaga mereka habis—pada ronde pertama dan terakhir mereka mala mini—mengingat hari ini mereka sudah menghabiskan waktu cukup banyak di Dotonbori. Keduanya sibuk berebut oksigen—yang masih ada di ruangan tersebut—setelah mendapat klimaks bersama. Netra mereka saling bertemu sesaat sebelum keduanya kembali bercumbu. Cumbuan yang lembut dan cukup untuk menyampaikan betapa mereka saling mencintai./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""em style="mso-bidi-font-style: normal;"Aishiteru./em"/span/p
p class="MsoNormal"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"-End-/span/strong/p
p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"-Narake-/span/strong/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Keduanya baru saja bersiap untuk tidur setelah seharian berkencan berkeliling Dotonbori. Melelahkan, tetapi juga mengasikan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Mereka sudah terbaring di sebuah kasur yang sama. Saling berhadapan. Saling bertatapan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Tangan Sasara bergerak memegang pipi Kuukou yang sedikit merona sehabis menerima kecupan singkat darinya. Ibu jarinya bergerak mengusap. Sasara memandangi keindahan seorang Harai Kuukou yang tepat berada di depannya. Netra sewarna emas milik Kuukou seakan memancarkan cahaya yang tidak pernah bosan Sasara lihat./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Sasara." Kuukou kembali memanggil./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Yang dipanggil tidak menjawab. Ia hanya meninggikan kedua alisnya sebagai tanda untuk Kuukou meneruskan ucapannya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Aku mau melakukan 'itu'." Kuukou berucap terus terang./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Kaget, tentu saja Sasara kaget. Di saat seperti ini Kuukou justru meminta hal tersebut. Memang bukan pertama kalinya, tetapi biasanya justru Sasara yang meminta dahulu. Dari pengamatannya, Kuukou tidak terlihat sedang terbakar nafsu. Ia terlihat seperti … ingin melampiaskan sesuatu dengan cara bercinta./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Tangan Kuuko menggenggam tangan Sasara yang masih menempel pada pipinya. "Tidak apa-apa jika kau tidak mau." Kuukou tersenyum lembut./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Tidak. Ayo kita lakukan."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Mereka bertatapan sejenak sambil mengembang senyum di bibir sebelum akhirnya mereka terpaut dalam sebuah cumbuan. Cumbuan yang semula lembut, perlahan berubah menjadi lebih panas sampai membuat Kuukou mendesah halus./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Tautan belum dilepas, tetapi Sasara sudah bergerak bangkit untuk menindih Kuukou. Barulah ketika mereka kehabisan oksigen cumbuan terlepas, menghasilkan jembatan saliva yang tidak lama setelahnya terputus./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Wajah Kuukou merona bahkan sampai ke telinga. Dengan lembut ia kembali menyebut nama Sasara, disusul Sasara yang ikut menyebut nama lawan mainnya. Kemudian mereka kembali bercumbu dengan Sasara yang mulai menyusupkan tangannya ke dalam piyama Kuukou sampai secara tidak sadar ia mulai menelanjangi Kuukou dan dirinya sendiri./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Kuukou terlihat tidak memberontak, justru kali ini lebih kooperatif sehingga proses awal mereka berjalan lancar. Ia lebih sering menyebut nama Sasara, padahal biasanya Sasara yang akan lebih banyak memanggilnya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""A-aah!" Kuukou sedikit menjerit ketika dua jari Sasara memasuki lubangnya dan secara sengaja atau tidak berhasil menyentuh titik lemahnya. Tangannya mencengkram bahu Sasara—yang sudah tidak dilapisi pakaian—dengan kuat sebagai pelampiasan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Sengaja Sasara menghentikan aksi kedua jarinya di bawah sana. Ia mendekati telinga Kuukou dan berbisik, "Kau baik-baik saja, Kuu?" anggukan diberikan oleh Kuukou./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Pemanasan dilanjutkan. Jemari Sasara kembali bergerak sementara di atas sana Sasara memanjakan puting Kuukou. Ia memberi jilatan lembut dan sedikit menghisapnya untuk memberi rangsangan tambahan./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Yang Kuukou rasakan hanya nikmat. Perlakuan Sasara padanya benar-benar lembut kali ini. Ia melakukan persiapan pada lubangnya dengan sangat baik, seakan tidak ingin Kuukou kesakitan ketika barang utama memasukinya nanti. Sasara juga banyak memberi kecupan ringan untuk menenangkannya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Hnnghh … Sa … saraaa … ngghh …." desahan Kuukou terus datang, tetapi napasnya semakin tidak beraturan. Kuukou sering seperti ini ketika ia akan mencapai klimaksnya, dan Sasara sudah hapal kebiasaan Kuukou./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Sejenak ia meninggalkan puting Kuukou—yang sudah basah dan tegang akibat ulah Sasara—dan kembali mendekati telinga Kuukou yang ikut merona seperti wajahnya. "Bernapas, Kuu. Atur napasmu."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Tempo permainan sengaja dibuat lebih lambat agar Kuukou dapat mengatur napasnya terlebih dahulu. Ketika dirasa napas Kuukou sudah cukup normal barulah Sasara kembali berbisik, "Kita lanjut?" kembali Kuukou mengangguk sebagai jawaban "Iya."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Kuukou mencapai klimaks terlebih dahulu di tengah persiapan. Ia terengah-engah, kekurangan cukup banyak oksigen setelah klimaks tadi. Sambil memberikan waktu bagi Kuukou untuk beristirahat, Sasara mempersiapkan dirinya sendiri. Kejantanannya ia baluti dengan pengaman agar spermanya nanti tidak memenuhi Kuukou, sebab ia tidak mau Kuukou kerepotan karena ia seenaknya keluar di dalam tubuh Kuukou./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Sasara … masukan itu …." Kuukou dengan napas yang sudah lebih beraturan dan tenang menarik tangan Sasara./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Sasara tersenyum dan mendekatkan wajahnya dengan Kuukou. "Ada apa denganmu hari ini? Kau terlihat berbeda." sebuah kecupan singkat mendarat di pipi Kuukou./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Aku hanya sedang merasa … aku benar-benar mencintaimu." Kuukou mengalungkan tangannya di leher Sasara. "Aku mencintaimu, Sasara."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Kuu …." Sasara terdiam sejenak. "Kuu, aku juga mencintaimu. Sangat."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Keduanya kembali bercumbu singkat. Mereka melampiaskan perasaan mereka lewat sebuah cumbuan yang hanya berlangsung beberapa detik saja./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Aku masuk, ya?" Sasara mengarahkan kejantanannya di depan lubang Kuukou dan mendorongnya masuk ketika Kuukou memberikan ijin untuk Sasara masuk. /span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Sebisa mungkin Sasara tidak membuat Kuukou merasakan sakit, tetapi rasanya itu hampir mustahil. Kuukou menggigit bibir bawahnya sendiri untuk mengalihkan rasa sakit ketika Sasara mulai masuk, tetapi Sasara tidak menyukainya. Sasara berhenti ketika setengah kejantanannya sudah masuk./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Kuu, jangan gigit bibirmu begitu." salah satu tangan Sasara mengusap bibir Kuukou yang sudah tidak lagi digigit. Sasara mengernyitkan dahi melihat bibir Kuukou yang semakin memerah karena digigit pemiliknya sendiri. "Kau bisa melampiaskannya padaku, Kuu. Cakar saja aku jika kau mau."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Sasara tidak tega melihat Kuukou menyakiti dirinya sendiri seperti tadi./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Setelahnya Sasara kembali bergerak masuk. Perlahan, tetapi pasti. Dan Kuukou benar-benar menyakar bahu Sasara sebagai pelampiasan. Sakit, tetapi Sasara tahu bahwa yang Kuukou rasakan pasti lebih sakit. /span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Ketika seluruh kejantanan Sasara masuk, ia berhenti. Sengaja ia memberikan waktu agar Kuukou terbiasa dengan miliknya. Sekali lagi ia memberikan kecupan ringan di wajah Kuukou, sekaligus agar Kuukou sedikit melupakan rasa sakitnya di bawah sana./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Kuu, aku bergerak ya?" ketika dirasa Kuukou sudah siap, ia mulai menggerakkan pinggulnya. Permainnan dibuka dengan tempo lambat, terlihat sekali bahwa Sasara tidak ingin memberikan rasa sakit pada Kuukou./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""Ngghh … Sa-Sasara …." Kuukou menarik leher Sasara agar ia dapat berbisik di dekat telinga Sasara. "em style="mso-bidi-font-style: normal;"I-it's okay. You can go harder tonight./em"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Sebenarnya Sasara ragu. Ia takut berlebihan sampai melewati batas Kuukou. Ia takut melukai Kuukou. Ia tidak mau Kuukou—kekasih tercintanya—terluka karena nafsunya sendiri./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""em style="mso-bidi-font-style: normal;"But/em, em style="mso-bidi-font-style: normal;"lemme know if you are at your limit./em"/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""em style="mso-bidi-font-style: normal;"Sure/em."/span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Setelahnya barulah Sasara memberikan tempo yang lebih cepat. Ia juga mendorong kejantanannya agar masuk lebih dalam, memberikan sensasi yang lebih luar biasa pada Kuukou./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Ruangan terasa lebih panas seiring waktu berjalan. Desahan demi desahan dikeluarkan Kuukou, diselingi dirinya memanggil nama kekasihnya. Kuukou menikmatinya, sangat menikmatinya sampai ia sempat melupakan rasa lelahnya setelah seharian berkencan. Di sisi lain Sasara juga menikmati tubuh Kuukou yang berada dalam kendalinya./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Keduanya memadu kasih dalam persetubuhan ini. Tidak ada yang merasa tersakiti atau menyakiti. Baik Sasara maupun Kuukou, keduanya sama-sama menikmati aktivitas ini sampai ronde pertama berakhir./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"Tenaga mereka habis—pada ronde pertama dan terakhir mereka mala mini—mengingat hari ini mereka sudah menghabiskan waktu cukup banyak di Dotonbori. Keduanya sibuk berebut oksigen—yang masih ada di ruangan tersebut—setelah mendapat klimaks bersama. Netra mereka saling bertemu sesaat sebelum keduanya kembali bercumbu. Cumbuan yang lembut dan cukup untuk menyampaikan betapa mereka saling mencintai./span/p
p class="MsoNormal" style="text-indent: 36.0pt;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;""em style="mso-bidi-font-style: normal;"Aishiteru./em"/span/p
p class="MsoNormal"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;" /span/p
p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"-End-/span/strong/p
p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"strong style="mso-bidi-font-weight: normal;"span lang="EN-US" style="font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"-Narake-/span/strong/p
