Hari baru

Ringkasan:

Jimin berubah

Jimin ingat ketika dia masih seorang udik pedesaan, baru di Seoul, polos dan bermata sipit dan pemalu, mudah bingung dengan pikiran sederhana tentang ciuman.Itu sampai dia menemukan adegan yang akan mengubah hidupnya seperti yang dia tahu.

Pertama kali dia bertemu Hoseok dan Taehyung, adalah ketika dia berjalan ke kamar asramanya suatu hari setelah kelas dibatalkan dan menemukan Taehyung yang hancur dengan indah diletakkan berlutut di pintu, bahu dan pipinya terjepit ke tanah, pantat tinggi-tinggi. saat dia merentangkan pipi pantatnya yang kemerahan untuk mengungkapkan lubang basah yang lengket, longgar dan bocor cairan keruh yang menetes ke bolanya yang jelas memar, bergumam bodoh mengatakan "Selamat datang k- kembali daddy..t- tolong taruh penismu di lu- lubang ku yang kotor, longgar dan pukul bola bodohku sebanyak yang kamu mau."Aman untuk dikatakan, Jimin segera pingsan dan kemudian mengetahui bahwa seluruh tampilan itu dimaksudkan untuk Yoongi, teman sekamarnya.

Hubungannya dengan Yoongi sangat sederhana. Mereka cukup menyukai satu sama lain dan saling menghormati privasi satu sama lain. Mereka terlibat dalam percakapan yang menyenangkan saat sarapan dan kapan pun mereka berada di ruangan yang sama dan Jimin berpikir bahwa Yoongi hanyalah pria keren yang menghabiskan banyak waktunya di studio atau di kamarnya. Mereka adalah teman sekamar bukan teman jadi bukan urusan Jimin apa yang Yoongi lakukan tapi setelah "insiden", seperti yang dia sebut itu, dia tidak bisa menahan rasa malu ingin tahu tentang itu semua. Jimin sudah tidak perawan lagi, tetapi dia mungkin juga menjadi satu dengan hanya satu pengalaman menyedihkan di bawah ikat pinggang literal dan metaforisnya.

Butuh waktu berminggu-minggu baginya untuk mengumpulkan keberanian untuk mendekati Yoongi, tetapi begitu dia melakukannya, pria itu menatapnya dengan keterkejutan yang tersembunyi di balik seringai dan alis terangkat.

"Kau ingin aku mengajarimu? Tentang seks?"Yoongi bersuara, terdengar sedikit geli. Jimin mengangguk malu-malu, pipinya memerah dan dengan sedikit lebih menggoda, Yoongi mengajarinya.Dia mengajarinya hal-hal sederhana, blow job, rimming, hal-hal yang menurut Jimin bagus, aman, mereka merasa baik tetapi itu hanya .. tidak cukup untuknya.

Itu membuatnya merasa tidak enak untuk beberapa saat, berpikir bahwa mungkin dia serakah dan egois dan dia mendapati dirinya merangkak kembali ke cangkangnya, tetapi begitu Yoongi mengonfrontasinya tentang kesunyiannya, dia menumpahkan pikirannya kepada pria itu dan Yoongi menatapnya dengan tatapan tajam. Mengerti dan membawanya ke rumah Hoseok dan Taehyung malam itu juga.

Beberapa tahun dan banyak pengalaman kemudian, baik dan buruk, Jimin adalah vixen kecil yang tak pernah puas, percaya diri dengan kulitnya dan kemampuannya untuk mengambil hampir semua hal.Yoongi berhenti mengajarinya setelah dia membawa Jimin ke tempat Hoseok dan Taehyung dan untuk sementara Jimin mengira itu salahnya, tapi Yoongi meyakinkannya bahwa dia pikir teman-temannya lebih cocok untuk mengajari Jimin apa yang ingin dia pelajari.

Yoongi baru saja mengamati saat Jimin menjadi orang yang benar-benar aneh dan gila dalam hal seksual, bahkan jauh melebihi Hoseok dan Taehyung yang sekarang menjadi dua teman terdekatnya.

Jimin dan Yoongi masih tinggal bersama bahkan setelah mereka pindah dari asrama dan ke apartemen mereka sendiri. Mereka adalah teman baik pada saat ini, sahabat yang menikmati hal-hal bejat bersama-sama.

Jimin benar-benar pelacur. Dia menempatkan apa saja dan segala sesuatu di lubangnya, sedemikian rupa sehingga akhirnya anal dan rektum Jimin pecah di beberapa bagian dan tidak pernah menutup lagi. Tapi Jimin benar-benar menyukainya, di bodohi oleh kenikmatan dia tidak perduli jika banyak teman kencannya yang meninggalkannya karena tubuhnya dianggap rusak dan menjijikan. Jimin masih berusaha untuk lebih memperlebar analnya dengan apa pun yang dia bisa. Lubangnya tidak pernah kosong, selalu dipenetrasi dengan benda-benda abnormal yang membawanya ke titik ini.

*Flashback


Jungkook merupakan pria tampan dan populer yang telah sering menjadi teman kencan Jimin. Dibanding pria atau wanita lain yang cantik, Jimin merupakan pasangan tidur favoritenya.

Jimin sedang sibuk memasukan telur-telur ke dalam pantatnya ketika Yoongi memberitahunya jika temannya dari Busan ingin bertemu dengannya. Jimin yang mati otak bahkan tidak bisa memahami apa yang Yoongi sampaikan padanya. Bayi mochi terlalu bodoh, bola matanya putih dengan lubang hidung mengkar mengeluarkan ingus, senyum cabul tertarik bodoh keatas matanya dengan lidah menjulur seolah meledek Yoongi dengan wajah tanpa otaknya. Membuat Yoongi marah.

Pekikan seperti babi keluar dari mulut Jimin beserta kencing kuning yang langsung mengucur dari penis memarnya ketika Yoongi tanpa perasaan memasukan nanas segar yang utuh ke dalam lubangnya sehingga mendorong seluruh telur ke dalam usus Jimin. Segera memakaikannya celana dan membawa Jimin ke Jungkook tanpa membersihkannya.

Mind break Jimin hanya bisa terkikik bodoh ketika Jungkook memeluk dan menciumnya, menjadi boneka tanpa tulang ketika dilempar dan ditunggingkan. Jungkook terkesiap ketika menyaksikan daun nanas yang muncul dari lubang Jimin dan menariknya.

Jeritan babi yang memekakan telinga ketika Jimin segera berguling dan jongkok di depan Jungkook. "Lhubanggg Min-ie bertelurr...telur...hngh...bbhodoh...THELLURR–Hekh" Jimin kelejotan. Jimin yang malang tidak kuat menahan kesenangan dari telur-telur yang bergerak menabrak prostatnya yang hancur hingga mengencingi wajahnya sendiri. Telur-telur rebus besar itu belomba keluar dari lubang rusaknya. Lengket terbalut kotoran dan cairan dubur. Memamerkan lubang menganga kepada Jungkook yang ikut menganga. Jimin terkikik seperti idiot, pupil matanya berlawanan arah memandang Jungkook tidak fokus ketika dia terus menyodorkan lubang kotornya dan mengentuti wajah jungkook. Membuat remaja yang lebih muda mual dan kabur sehabis memandang ngeri lubang cacat dan penis memarnya, kondisi kantong zakar Jimin tidak jauh lebih baik itu menggantung panjang dan biru seolah remuk karena ditinju dan diinjak.

Semenjak itu dan seterusnya semua teman kencannya pergi. Sebagian juga sempat bermain untuk mempermalukan dan merusak lubang pelacurnya lebih jauh. Memasukan segala macam benda kedalam lubang Jimin kemudian meninggalkannya telanjang dengan tubuh yang penuh kencing, sperma dan ludah.Membuat Jimin terkikik bahagia ketika mereka langsung meludah dan kencing kemulut dan lubang tidak bergunanya. Lubang Jimin dibiarkan penuh dan meluap dengan bermacam barang seperti botol, kondom bekas, kaus kaki, celana dalam, rokok, hingga telpon dan vas bunga. Jimin sekarang telah resmi menjadi tempat sampah umum. Dia tanpa malu akan menunggingkan pantatnya. Memamerkan lubangnya yang menganga lebar sebagai asbak dan tempat sampah bagi siapapun. Seperti saat ini. Kondisi di halte saat itu sepi karena hujan, namun Jimin sudah telanjang dan menungging di tanah. Tubuh Jimin hanya ditahan oleh wajahnya sedangkan kedua tangannya tersebar lemah di tanah. Anal Jimin sekarang sedang dipakai sebagai asbak oleh pria asing yang sedang sibuk menelpon. Dua pria asing lainnya sedang kencing di dalam analnya sambil menginjak kepalanya seperti keset kaki. Jimin tidak berhenti cengengesan dengan bodoh saat merasakan cairan panas itu mengalir ke ususnya, sebelum wajah bodohnya mengkerut seperti babi dengan lubang hidung dan mulut yang terbuka lebar ketika perutnya bergemuruh dan kotoran langsung menyembur dari lubangnya. Para pria asing yang menggunakan lubang Jimin sangat murka. Mereka menghajar dan menginjak tubuhnya namun Jimin merangkak kesalah satu pria sambil cekikikan dan bergumam "bigcockbigcockbigcock–FORJIMINHOLEH", mengendus rakus penis pria itu dengan lubang hidungnya. Jimin tidak bisa menahan rindunya. Sudah lama sejak terakhir kali ada penis yang memasuki lubangnya, bahkan Yoongi tidak mau lagi menggunakan lubangnya. "Cuih, kau pikir aku mau menggunakan lubangmu yang berpenyakit whore?!", pria itu meludah. Menarik penis memar Jimin dan menyeretnya kedekat tempat sampah. Bersama-sama mereka memasukan sampah kadalam analnya, hingga Jimin merasa perutnya penuh. Dia akan selalu membawa sampah-sampah itu di dalam lubangnya dan menghadiahkannya kepada Yoongi. tawa idiot keluar dari mulut jimin ketika dia menungging mempelihatkan lubang kotornya yang penuh. Si bodoh Jimin yang mati otak akan menjerit dan mendengus dengan suara yang sama persis seperti babi saat menerima hukuman dari Yoongi yang dengan marah dan jijik menginjak injak bolanya hingga memar dan pecah. Sedangkan pada akhinya Jimin hanya bisa menengadah ke atas dengan penuh ektasi, mengucapkan "owh ji-jimin...therkmaksihk...ouuhh...jemin...tthehrihimaaahkasihhik ngok" bola matanya juling, menggigit bibir penuh liur dan tersenyum dengan lebar, mangatupkan pahanya saat kencing yang sudah tidak bisa lagi dia tahan mengucur dari penis cacatnya. kejantanan jimin hancur dan remuk, dan jimin SANGAT MENYUKAINYA! Jimin ingin bolanya ditumbuk hingga hancur berkeping-keping agar kencingnya tidak pernah berhenti. Jimin akan berubah menjadi banci paling bodoh dengan penis remuk, merangkak mengencingi apapun.


"Yoonie~... ngh... lihat a- apa yang kumasukkan ke dalam lubangkuh..." Jimin berdeguk bodoh, matanya menyilang dan juling, lubang hidung melebar, lidahnya menjulur berat saat dia perlahan berjalan ke arah Yoongi, terhuyung-huyung seperti sedang hamil, penisnya membocorkan cairan bening yang mengalir keluar dalam aliran yang stabil, meninggalkan jejak berlendir panjang di belakangnya, bola bowling kuning jumbo yang berat dan cerah tertanam di anus Jimin menekan terus-menerus prostatnya yang hancur, menarik panggulnya ke bawah.

Yoongi yang sedang menonton acara favoritnya di TV, hanya melirik Jimin sebelum memutar matanya bosan melihat ekspresi bodoh di wajah Jimin. "Selalu ada sesuatu di lubang pelacurmu, Jimin. Ini bukan hal baru."katanya acuh tak acuh, menyeringai sedikit ketika lidah Jimin keluar dari mulutnya dan matanya berputar ke belakang kepalanya dan tubuh yang bergetar hebat saat orgasme memecahkan pikirannya berkeping keping, air liur deras melapisi dagunya dan ingus mengalir keluar dari kedua lubang hidungnya yang melebar.

"Sho big... big ball in my pussy... ah love balls and love cock 'n sex...'m so dumb slut, the dumbest... hinghim pis...pis, Yoonie– dan yoonie cum dan'– dan' Jiminie cum and air kencing daddy– ingin semua orang ingin penis...phennis ennyak besarr dan kencing semua orang, tolong, tolong, tolong, yoonie, tolong ludahi robhekk lubangku yang rusak dan bodoh... chacat h-hngchur heh tolong, aku membutuhkannya!!!" Jimin berteriak seperti orang gila dan menangis dengan wajah hancur menyedihkan membuat Yoongi tidak bisa menahan tawa yang meninggalkannya saat melihat temannya yang konyol dan idiot mengoceh dan meneteskan air liur tanpa pikiran dengan bola bowling besar di pantatnya. Meragangkan lubangnya kuat hingga pipi pantat jimin mengkerut aneh. Itu telah menghancurkan panggulnya dengan ukuran dan beratnya, membuat panggulnya turun dengan tidak menarik sehingga pantat Jimin menjadi kendur dan tepos, tapi Jimin sangat terobsesi dengan menjejalkan apapun ke dalam pantatnya, dia tidak peduli kerusakan apa yang akan terjadi padanya. Tidak peduli jika dia beberapa kali membuang kotorannya di depan umum karena tidak memiliki kendali lagi atas tubuhnya. Jimin resmi rusak total.

"Ayo."Yoongi bergumam dan Jimin terisak saat dia dengan menyedihkan berjalan ke arah temannya, tangan diletakkan di atas perutnya seolah-olah dia hamil dan memang benar-benar terlihat seperti itu dengan benjolan yang mendorong kuat melalui kulit perutnya yang penuh stretch mark.

Jimin merintih pelan saat Yoongi menekan ciuman lembut ke bibirnya yang pecah-pecah, menempatkan dirinya lebih nyaman di pangkuan sahabatnya, penis basah dan pantat yang berlendir mengotori celana olahraga abu-abu favorit Yoongi, tapi Yoongi tidak keberatan saat dia menjauh dari Jimin tepat pada waktunya untuk melihat orgasme lain melalui tubuhnya yang kejang-kejang, ingus, air liur dan air mata jatuh bebas, senyum bodoh mati otak di wajahnya, mendengus seperti babi dan Yoongi hanya bisa tertawa menghina pada wajah orgasme cabul temannya. Jimin selalu memiliki wajah orgasme terbodoh dan paling menyedihkan yang pernah dilihatnya. Tawa Yoongi semakin keras saat dia melihat wajah hancur Jimin yang tanpa berpikir bergumam "cockcockfuckmepleasebigfatcockswantcockfuckmybrokenholeplease– " seperti kesurupan, jimin menungging konyol seperti kodok, tangan dan kaki menekuk dengan dengusan keras berulang ulang seperti babi.

"Kau orgasme dari bowling yang bahkan tidak bergerak? Menyedihkan"

"Kau bukanlah apa-apa selain pelacur yang mencintai penis tanpa pikiran, ya Jiminie?" Seringai kecil dan kilatan mata merah menyala."Penis bahkan tidak cukup untuk lubang longgarmu, sungguh pelacur tidak berguna" Yoongi menjambak rambut Jimin kebelakang membuat matanya berputar keatas, hidung Jimin melebar dengan mulut berbusa. yoongi terkejut "Oh, seberapa jauh kamu telah jatuh." Di antara kaki Jimin berguling dua bola bowling berwarna kuning dan pink, disusul gumpalan kotoran yang jatuh seperti kotoran sapi. Lubang Jimin sekarang telah 'lepas', bahkan tidak kuat menahan dua bola bowling karena terlalu kendor. Tidak dapat disebut lubang pantat lagi. Anus itu pecah. Cacat, melar dan tidak bisa menampung apapun selain prolapsnya yang menggantung menjijikan. Yoongi mengernyit jijik. Menedang wajah Jimin yang masih tersenyum cabul dan bodoh. "Kini tak akan ada lagi yang ingin tidur denganmu. Lubang dan penismu sama-sama tidak berguna". Jimin bukan lah wanita, dia hanya punya satu lubang. Namun dia dengan bodoh menghancurkan lubangnya. Lubang tidak berguna itu rusak dan tidak pernah dibersihkan.

Yoongi yang lelah berjalan pergi begitu saja meninggalkan Jimin yang tanpa otak dengan mulut berbusa menyetubuhi kotorannya sendiri. Dalam hati dia menyeringai, ini belum seberapa.