Disclaimer : Not own Anything


Bergerak jauh melebihi kecepatan supersonik, serangan itu datang. Jarak antara awal serangan dan akhir adalah puluhan kilometer. 4 entitas menyebar, tidak peduli kemana tujuan mereka, kecuali area dengan dampak serangan super dahsyat tersebut.

Kemudian ledakan...

Gempa bumi dengan skala tidak sedikit menjadi impact kecil serangan. Kota Lucifaad sebentar saja membeku, tidak di ketahui seberapa kecil kemungkinan untuk di temukan kehidupan, namun puluhan ribu makhluk dengan sayap hitam seakan tidak percaya dengan fakta yang baru saja mereka temui.

Keberuntungan kecil ketika pertarungan berada di dalam sebuah penghalang super solid dari sebuah item. Mengurung 5 entitas dalam pertarungan tidak adil, namun ketika kau melihat apa yang saat ini ada di dalam, hal pertama dari kata kata mu adalah, keputusasaan.

Umum nya satu melawan empat adalah adalah pertarungan mudah. Namun seperti melawan hukum logika, pertempuran hampir tidak di ketahui siapa pemenang. Semua di keluarkan, kota Lucifaad tak di ketahui wujud nya, banyak lubang berdiameter besar dengan kedalaman tidak di ketahui cukup untuk bukti bahwa pertempuran itu tidak akan pernah terjadi dalam rentang waktu beberapa abad di masa depan.

Dalam 3 bulan pertarungan hidup dan mati, masa depan sebuah ras di pertaruhkan. Perdamaian sementara atau pembantaian terbesar dalam sejarah dunia.

Tidak ada pihak baik maupun jahat, mereka benar dari kedua sudut pandang.

Karena hal itulah, peperangan internal menjadi satu satunya jalan ketika kedua pihak telah buntu dalam penyelesaian masalah. Jalur ini menjadi peluang terbesar untuk masalah di atas tanpa mereka memikirkan semua dampak apa yang mereka rencanakan sejak awal.

Old Satan melawan Anti Old Satan di perkirakan hanya memakan waktu satu bulan, itu memang tepat. Namun tepat di perhujung peperangan, di mana pihak Anti Satan berada di atas awan, seseorang datang menghancurkan harapan mereka.

Datang dengan kekuatan penghancur tingkat tinggi, ribuan nyawa tentara Anti Old Satan selesai dalam satu kali serang. Belasan Pillar yang menopang kehidupan bangsa iblis berakhir dalam kepunahan, nyawa bukan lagi hal berharga karena ketika salju turun tidak alami, nyawa seseorang lenyap begitu mudah nya.

Saat ketidaktahuan menjadi hal serius bagi para Iblis.

Lalu solusi datang bagaikan pahlawan, keempat iblis muda dari ke-empat Pillar berbeda memikul beban berlebihan dari pertempuran itu. Setelah penghalang di buat, tidak ada kesempatan bagi mereka melarikan diri kecuali menang dan hidup bahagia. Keempat iblis muda ini akan di kenal sebagai Shin YondaiMaou di masa depan.

Ketika mereka selesai dalam menghalangi niat seorang remaja 17 tahun ini entah itu kapan.

Sebuah kenyataan membingungkan ketika kau mengetahui bangsa iblis terancam dalam kepunahan oleh remaja belasan tahun.

.

"Freeze!"

Hanya satu kata, di akhir sisa energi nya, sekali lagi serangan kelas Satan tertinggi menghancurkan seluruh area pertempuran. Musim dingin abadi ini tidak di ketahui kapan akhir nya, sebuah serangan semi-destroyer, lebih mengandalkan dampak jangka panjang secara total dengan menurunkan suhu ratusan derajat celcius.

Seakan belum puas telah merusak alam, satu serangan dengan tingkat yang sama membawa suasana horor bagi siapapun. Keempat iblis kelas tinggi itu menengguk ludah kasar, kepalanya mendongak menatap langit palsu Underworld, mereka berpikir jika tidak datang bersama berbekalan khusus, 3 bulan pertempuran memungkinkan terpangkas dalam beberapa jam saja dengan akhir kematian mereka.

"Demi Lucifer-sama, monster jenis apa yang kau ciptakan ini?" Salah satu dari mereka berguman, meratapi ketidakpercayaan nya. Setelah detik berikutnya datang, simbol hexagonal bersinar, memuntahkan ratusan ribu es runcing berbagai ukuran menerima hukum Gravitasi.

Lalu ledakan bertubi tubi, kuat nya serangan bahkan berdampak banyak dari luar penghalang. Tidak di ketahui seberapa banyak tanah Underworld mengalami getaran hebat setiap kali serangan datang, baik dari kedua pihak tidak ada kepedulian apapun selain kemenangan, itu hal mutlak bagi mereka.

Seorang remaja menatap lelah sebuah pertahanan di bawah nya, mata Azure nya benar benar merasa bosan setiap kali serangan ia keluarkan tidak berarti apapun. Nafasnya mulai memburu, detak jantung tidak lagi normal, dingin yang dia tahan sebelum nya mulai menunjukan tanda tanda tidak baik.

"T-tidak ku mohon, jangan sekarang." Ketika kata kata nya keluar. Sesuatu mengejutkan nya, mengambil bentuk kekuatan sejati Ruin the Extinct, layak nya komet, aura crimson melesat bersama kecepatan tak masuk akal membuat otak nya merespon cepat. Dia terbang jauh ke arah sebaliknya.

Namun kecepatan itu bukan apa yang harus di counter menggunakan kecepatan biasa. Satu pukulan dihindari, pertarungan udara sangat sengit entah sudah berapa kali seluruh elemen es mengambil banyak bentuk hancur menjadi ketiadaan oleh kengerian Ruin the Extinct.

"Sial." Mengumpat pun tak dapat mengubah keadaanya. Berawal dari dirinya berada jauh lebih unggul, pertarungan jangka panjang ini sama sekali tidak mendukung kapasitas Demonic nya tanpa persiapan apapun.

Dia mengambil langkah mundur, hal membingungkan lagi terjadi. Aura crimson itu tidak mengejarnya, justru berlahan menjauh dari area pandangannya. Hingga kebingungan itu menemui titik (N). Serangan berikutnya jauh lebih berbahaya, membelah kabut dan terus melesat tegak lurus seperti seseorang mengontrol nya.

Jumlah Demonic padat itu adalah ribuan, bersama dengan adanya fenomena sihir tidak biasa, jumlah ribuan itu berlipat ganda dalam beberapa detik, setiap balok serangan membawa kekuatan kelas tinggi berdaya hancur besar.

Seakan belum cukup, secara total arena pertempuran membeku sekali lagi, jika tanpa penghalang apapun, kawasan peperangan seluas satu negara besar tidak lagi sama. Kebekuan total adalah satu satu nya jawaban valid ketika kau mengetahui dari mana asal muasal sihir ini di keluarkan.

Apakah menurut mu ini cukup? Tentu saja belum, tidak hanya apa yang ada di darat, udara seakan membeku, bahkan serangan es itu seperti membekukan waktu, aktifitas apapun di atas sana berhenti total, tidak ada oksigen tersisa, saat kau menyadari itu, kau akan mengerti jika pertempuran sampai pada ujung nya.

Dua serangan kelas Satan tertinggi sekaligus itu sama sekali tidak berpengaruh dengan mereka di dalam penghalang, suhu di netralkan, seseorang mempertaruhkan energi terakhir nya untuk membuka celah teman temannya menyerang. Ini adalah pertaruhan terakhir, mereka berempat menggunakan kekuatan sejati dari masing masing pillar untuk hal ini, menyelamatkan masa depan.

"Sirzechs, ketika serangan ku selesai, tidak ada kesempatan apapun lagi. Kegagalan bukan lah pilihan, pikirkan dengan baik baik, masa depan bangsa kita atau keegoisan pribadi mu." Iris hijau itu menatap serius, pada awal nya Sirzechs benar benar memikirkan jalan terbaik untuk kedua pihak, namun ketika tinju saling terhubung, ia sadar jika jalan keluar sepenuh nya tertutup.

Setelah kalut di dalam pikirannya, Sirzechs selesai menetapkan hati, meski ia tahu ada pihak tersakiti, dia merasa itu adalah tanggung jawabnya. Demi ratusan ribu keluarga mengharapkan kehidupan damai, biarlah dosa ini ia tanggung.

Sirzechs selesai dengan senyum teduh, "Aku harap Grayfia memaafkan ku. Aku benar benar siap menerima kebencian itu jika untuk kebahagiaan orang banyak, mau bagaimanapun, dia masih ku anggap adik kecil ku." Hati nya di tetapkan, warna Crimson berkobar dahsyat menghancurkan apapun di sekitar nya, Ruin the Extinct keluar menemui titik maksimal. Wujud sesungguhnya kekuatan tertinggi Power of Destroyer, Sirzechs seutuhnya menjelma menjadi wujud kehancuran itu sendiri.

"Kita semua tahu kecintaannya terhadap Lucifer-sama. Itu tidak terbantahkan, hatinya lebih kuat dari siapapun di antara kita, jika pun bisa, aku ingin membawa nya dalam pelukan kita." Satu satunya iblis betina mengeluarkan suaranya, di antara banyak ledakan di udara, sama sekali tidak berpengaruh pada kemampuan lima indra seorang iblis. Wajah nya terlihat ingin menangis meski beberapa jejak air mata nampak jelas.

"Tidak seperti kalian berdua, aku sama sekali tidak dekat dengan nya. Tapi itu bukan berarti aku benar benar tidak mengerti apapun, Sirzechs, Serafall. Segala nya butuh pengorbanan, hal itu sama sekali tidak murah harganya. Aku mengharapkan pengertian kalian." Pengguna sihir pertahanan itu cukup memiliki beberapa tenaga untuk menyampaikan kata kata terakhir nya di ujung pertempuran. Ekspresi nya terlihat lelah, keinginan untuk segera tidur sama besarnya dengan perdamaian sementara di depan mata.

Serafall mengusap wajah nya kasar, ekpresinya menjadi lebih baik, ia selesai dengan keteguhan hatinya. "Lakukan Sir-tan. Tolong jangan membuat nya lebih menderita, aku benar benar ingin ini selesai lebih cepat."

Sirzechs tidak melontarkan satu kata pun jawaban. Senyum percaya diri cukup bagi rekan rekan ya mengerti jika perasaan Sirzechs sekarang menjadi lebih baik. Sirzechs melangkah menembus sihir pertahanan itu, aura nya semakin detik semakin menggila, kekuatan tidak terkontrol itu menghancurkan apapun tanpa Sirzechs hendaki.

"Berat rasa nya, tapi mundur pun mustahil untuk sekarang... " Sirzechs menghirup nafas, mencoba mengambil ketenangannya. "Aku datang... "

Dengan itu, Sirzechs menghilang, membawa banyak harapan rekan rekannya. Kecepatan itu sulit di ikuti oleh mata, suhu dari sihir Celcius of Trigger sama sekali tidak mempengaruhi nya. Satu detik kau melihat Sirzechs lenyap, di detik berikut nya benturan udara menciptakan gelombang kelas bencana.

.

Remaja itu menahan rasa sesak di dada nya. Mengeluarkan kekuatan berlebihan selama berbulan bulan tanpa jeda bukan berarti tanpa bayaran apapun. Ia harus bertahan dari puluhan ribu balok sihir berkekuatan besar di saat tubuh nya mulai menerima beban dari seluruh potensinya, jika pertarungan ini bertahan sedikit lebih lama, ia selesai.

Keseimbangannya di udara mulai tak tertahankan, pening dan kabur menjadi hal buruk lain baginya. Kapasitas Demonic selama ini ia banggakan mulai menemui titik akhir, hal itu di perparah oleh sebagian tubuh nya membeku, pengaruh negatif dari Celcius of Trigger dan kekuatannya sendiri.

Keberuntungan ia masih mampu bernafas ketika sebagian tubuh nya masih memiliki banyak titik hangat. Tetapi, apakah keberuntungan kecil ini mampu bertahan lebih lama? Jawabannya ada pada sesuatu yang datang, lebih cepat dari apapun, membawa mimpi buruk bahkan bagi mereka di luar penghalang.

Remaja itu membakar Demonic nya dari dalam, Converter dari pembakaran itu adalah kubah es lebih keras dari material apapun di dunia, namun hancur ketika pukulan sekuat tenaga berlapis banyak Ruin the Extinct menghantam nya secara langsung.

"Gghhuahh... " Dia terdorong, banyak sekali darah saat pukulan itu menghantam tubuh nya yang terlapisi elemen es. Ia memusatkan kekuatannya untuk bertahan dalam satu titik, jika tidak dia lakukan maka masa depannya lebih cepat menjadi abu.

"Maaf tapi aku akan mengakhiri nya lebih cepat dari rasa sakit mu, bisakah kau bertahan sedikit lebih lama?"

"Kau—" Dia melebarkan mata nya, pengaruh luar biasa True Form dari Ruin the Extinct berlahan mengikis beberapa bagian tubuh nya.

"Kami tidak memiliki banyak hal cukup untuk menghentikan mu, tetapi dalam pertempuran habisan habisan kami berada di atas angin. Kami memiliki banyak kesabaran untuk mencapai titik di mana kekuatan mu menurun secara total." Ini rencana mereka sejak awal, tidak ada hal lebih bagus mengetahui kekuatan musuh melemah meski menunggu momen itu butuh banyak sekali kesabaran.

"Aku sangat menyayangkan perbedaan ideologi di antara kita, tetapi hingga kapan pun kau masihlah adik kecil ku, bahkan jika sekalipun kau adalah musuh terbesar bangsa iblis, perasaan ku tidak akan pernah goyang." Dari jarak sedekat itu, sebuah bola kecil mengandung seluruh kekuatan True Form Ruin the Extinct hanya menunggu waktu untuk memusnahkan nya.

Kini wujud Sirzechs kembali normal, kobaran berbahaya True Form sepenuhnya terserap oleh bola kecil di telapak tangannya. "Aku menghargai segala keputusan mu, kau tidak salah bagi mereka yang sama seperti mu, tetapi anggapan ini bukan angin baik bagi kami, aku harap kau mengerti... Selamat tinggal kau akan selalu ada di hati kami."

Bola penuh dengan janji janji kehancuran itu melayang berlahan, begitupun Sirzechs terbang menjauh dengan perasaan rumit di hatinya. Hingga di saat bola kehancuran itu meledak, dalam momen slow motion di mata nya, satu kata terucap, keinginan Sirzechs untuk membatalkan serangan itu tidak bisa terealisasikan.

"N-Ni-san... "

Mata Sirzechs sesaat membola, namun ledakan besar di udara mendahului kalimat di bibir nya. Ledakan itu sangat besar, tidak ada jaminan satupun eksistensi akan selamat kecuali bagi mereka memiliki kekuatan terlalu berlebihan. Tubuh nya sekejap saja hancur menjadi ketiadaan, tidak ada sisa sisa apapun untuk menjadi kenangan kecuali banyak momen indah yang terjadi di masa lalu.

"Begitu... Jika ini jalan mu, di kehidupan berikut nya aku harap kau bahagia dengan segala hal baik yang kau bawa, Ototou."

Dan apapun itu, di sela sela renungan Sirzechs. Kebahagiaan pecah, mereka yang tidak tau apapun di luar penghalang bersorak mengawali perdamaian bersifat sementara itu. Tidak ada satupun dari mereka merasa jika Civilian War ini adalah awal bencana untuk masa depan.

Keempat Pahlawan bagi iblis terlahir. Sorakan memuja tidak berhenti sepanjang perayaan, keempat pahlawan itu meraih kemenangan dengan berbagai perasaan aneh pada diri mereka. Apa nya yang pahlawan ketika kau mengetahui jika keluarga mereka menjadi batu loncatan untuk mencapai gelar itu?

Puluhan ribu saksi pertempuran itu sama sekali tidak pernah peduli akan adanya proses, mereka hanya menantikan hasil sesuai dengan harapan egois mereka. Tidak peduli apapun harus di korbankan ketika hati mereka puas dengan apapun bayaran atas pengorbanan itu.

Tapi tidak untuk satu dari puluhan ribu iblis itu. Dia adalah seorang perempuan, memiliki level kecantikan fantasy, sulit mengukir betapa cantik nya dia hanya dengan sekali menatapnya, rambut silver itu sangat indah, kecantikan itu akan sangat sempurna tanpa ada nya banyak air mata jatuh.

Dia menangis tersedu sedu di antara ramainya sorakan kebahagiaan itu, Iris Azure nya tidak berhenti mengeluarkan air mata, tatapannya masih lurus masuk ke dalam penghalang. Dia mengerti apa yang telah terjadi. Kesedihan di dalam dirinya melebihi apapun di dunia, kemudian ia pergi, merasa tidak kuat atas ketidakadilan ini, ada kalimat tepat untuk menggambarkannya, ada duka di atas kebahagiaan.

Langkah nya pasti menjauhi kerumunan, tidak ada kalimat apapun untuk mengiringi kepergiannya selain, "Maafkan Nee-sama, Naru... "

.

.

.

.

.

Bersambung...

Yah ini hanya tulisan di saat gabut ku aja sih, aku menyelesaikannya selama 2 hari di sela sela menulis Fanfic lain.

Naruto : The Rise of Shinobi progres 90%