Itu adalah malam pada musim dingin ketika Naruto membuka matanya pada langit malam. Hanya warna hitam yang mengantung di atas sana dan ketika dia menggerakkan pandangan matanya, hanya bangunan tinggi menjulang pada sekelilingnya.
Suara dari satu tempat menarik perhatiannya. Ketika dia bangun dan melihatnya, dia melihat tikus tengah mencari makanan pada tempat pembuangan sampah. Derit cicit suaranya terdengar dan tikus itu menoleh padanya. Mata hitam binatang itu mencoba untuk menusuk dirinya dan Naruto hanya balik memandang diam.
Naruto kemudian bangkit. Mencoba menggerakkan tubuhnya. Dia bisa melihat pakaian yang dikenakannya telah compang-camping, rusak pada bagian sana-sini dan Naruto bisa melihat keanehan lainnya.
Aneh. Luka-luka pada tubuhnya telah sembuh semua dan lagi dimanakah dia berada sekarang? Dia ingat, ingatannya masih mengingat dengan jelas bagaimana dia seharusnya terkapar dalam genangan darahnya sendiri setelah dia berhasil membunuh Uchiha Madara yang telah menyerap Juubi dalam tubuhnya. Meski regenerasi yang dimiliki Madara berada pada keadaan begitu luar biasa, Naruto harus menggunakan trik menipunya untuk menempelkan segel Fuin yang mengarah pada rangkaian segel Fuin lain untuk memerangkap Madara dan kemudian menggunakan segel Fuin lain untuk membunuh Madara menggunakan Fuin segel ruang dan waktu yang memunculkan lubang hitam yang kemudian menyobek tubuh Madara sampai berkeping-keping dan menyedotnya bersama dengan Juubi selamanya, membebaskan dunia Elemental dari Bijuu untuk selamanya juga. Meskipun ketika dia menggunakan trik tipuannya itu dia harus terkena serangan Madara dimana tangan Madara sempat menembus bagian perutnya, setidaknya dia bisa bertahan hingga akhir sebelum kemudian dia ambruk terlentang setelah membunuh Madara dalam genangan darahnya sendiri.
Matanya kemudian mengarah pada depan. Ada lalu lalang disana dan cahaya lebih terang. Dia sepertinya terbangun pada sebuah gang bangunan besar dan cahaya disana sepertinya berasal dari lampu dan dia melihat orang-orang tengah berjalan.
Langkah kakinya kemudian membawanya menuju kesana. Pelan dan perlahan hingga dia bisa melihat keramaian. Orang-orang berjalan sendiri atau satu sama lain dengan pakaian yang terasa aneh dan lalu lalangnya benda berjalan cepat yang mengangkut orang didalamnya.
Dimana ini sebenarnya? Apa yang sebenarnya terjadi?
Kenapa ini terasa membingungkan?
Dia melihat lebih jauh. Tulisan-tulisan yang ada pada bangunan-bangunan dia mengerti namun ketika matanya menangkap nama kota yang tertera pada salah satu papan Naruto kemudian merasa asing.
Katakan dia bukanlah pemilik ingatan tertajam seperti Shikamaru dari keluarga Nara tapi dia percaya diri dengan ingatannya sendiri. Apalagi ketika ingatannya mengharuskannya bertempur untuk menjadi Master Fuinjutsu. Naruto sendiri cukup percaya dia menghapal setiap kota pada dunia Elemental dan dia tahu tidak ada kota bernama Kuoh dengan segala keanehan yang dirasakannya terlalu asing baginya.
Pikiran Shinobi miliknya kemudian berputar, berpikir akan hal yang seharusnya dia lakukan. Ketika berada pada satu dunia asing yang tidak dia mengerti apakah yang harus dilakukannya?
Mencari informasi.
Itu harus dia kerjakan dan ketika dia melihat orang-orang melihatnya dalam pandangan aneh, rasa ingin pergi dari sana membawa kaki Naruto kembali pada gang tempatnya terbangun.
Menggunakan Jutsu Henge untuk meniru orang yang sempat dia lihat lalu lalang, Naruto kemudian keluar lagi dari gang dan mulai mencari informasi.
Dunia ini adalah dunia yang sangat aneh. Setidaknya itu yang didapatkan Naruto setelah dia mencari informasi dengan menyamar menjadi berbagai kota orang juga menyebar Bunshin miliknya ke segala arah selama lebih dari satu bulan lebih. Manusia-manusia tanpa Chakra yang terasa hanya seperti orang biasa dan teknologinya yang melebihi dunia Elemental. Itu bahkan masih belum ditambah dengan bagaimana makhluk-makhluk lainnya yang katanya dunia ini adalah mitos tapi ternyata adalah hal nyata dimana mitologi dan makhluk-makhluk supernatural saling berseliweran tanpa disadari manusia dunia ini dan seolah mengontrol segalanya dari balik bayangan.
Dunia ini lebih aneh dari yang dia bayangkan tapi setidaknya dia kini telah berada disini bukan?
Melihat langit malam yang hitam diatas dengan bulan yang penuh dan berdiri pada bangunan tinggi, Naruto merasakan keterasingan ini. Ini bukan dunianya dan mau bagaimanapun dia berpikir, apa yang dia alami seolah mengatakan bahwa dia telah mengalami kehidupan kedua dengan membawa semua yang dia miliki.
Ingatan, tubuh, perasaan yang mengganjal. Semua itu ikut dengan dirinya.
Berkedip, Naruto kemudian memalingkan wajahnya untuk melihat bawah. Orang-orang saling lalu lalang disana. Berjalan seolah tidak peduli akan hal lain karena perang pada dunia ini telah berakhir. Mereka kini merasakan kedamaian.
Tapi sampai kapankah hal itu?
Manusia dengan segala keserakahan mereka dan bagaimana makhluk supernatural yang mengontrol segalanya dari bayangan adalah yang punya jawaban akan hal itu. Naruto hanyalah bagian sangat kecil dari itu semua sekarang.
Sekarang dengan semua informasi yang telah dia peroleh apakah yang akan dia lakukan sekarang? Menjalani hidup normal dengan berbaur dengan manusia lainnya ataukah hal lain?
Naruto kemudian menyentuh bagian pergelangan tangannya. Ada segel penyimpanan barang disana dan Naruto kemudian mengalirkan Chakranya ke segel itu. Mengeluarkan kepulan asap ringan, sebuah topeng rubah putih yang tengah tertawa menatapnya dalam diam.
Naruto tersenyum.
Dia tidak akan pernah bisa menjalani kehidupan normal. Tidak ketika dengan segala hal yang dia bawa ke dunia ini menghalangi langkahnya. Jika seandainya saja dia terlahir tanpa memiliki apa yang membuatnya bernama Uzumaki Naruto, mungkin, mungkin saja dia bisa memulai dari awal.
Kehidupan dunia ini yang normal tidak cocok untuknya.
Dengan perlahan Naruto kemudian memakai topeng Rubahnya yang tengah tertawa lebar. Topeng yang memiliki identitas lain dari dirinya.
Dia adalah Shinobi. Dia menjalankan misi dari desa dimana Shinobi pada dunia Elemental tak ubahnya seperti prajurit bayaran semata.
Dia akan melakukan apa yang biasa dia lakukan sama seperti dunia Elemental hanya saja kini dia yang menentukan misinya sendiri.
Naruto tersenyum dari balik topengnya.
Mungkin inilah jalan yang harus dilaluinya. Setidaknya dengan begini dia masih bisa memegang jati dirinya akan siapakah dia.
Dia adalah Uzumaki Naruto dan dia adalah Shinobi dari desa Konohagakure.
Dan inilah kisahnya yang belum berakhir.
Apa yang dirasakan oleh dia adalah perasaan riang dan bahagia begitu besar. Ketika dia melihat bagaimana orang yang dia cintai kini berada pada dunia yang sama dengannya.
Dia telah terhubung dengannya semenjak kecil. Itu terjadi karena dia sendiri sempat melihat bagaimana dia yang terhubung dengannya sempat tewas saat baru terlahir. Terkena energi gelap yang berasal dari energi besar yang terkurung pada ibunya dimana saat persalinan energi gelap itu mengirimkan energi dirinya yang pekat pada dia yang masih sangat balita. Balita yang tidak memiliki pertahanan itu harusnya tewas karena tidak kuat dengan energi begitu gelap masuk dan merusak bagian tubuhnya. Dia sendiri telah datang untuk mengklaim jiwa itu dan sempat memegang jiwa bayi itu dalam genggamannya tapi keajaiban terjadi.
Dia telah banyak mengambil jiwa jiwa ke tempat setelah kehidupan mereka berakhir atau bahkan ketika kehidupan mereka bahkan belum dimulai. Semua jiwa yang dia ambil dan berada dalam genggamannya tidak pernah bisa melakukan apapun tapi jiwa bayi ini, jiwa bayi ini menggeliat dan mengeluarkan sinar terang sebelum hilang dari genggamannya dan kembali ke tubuhnya.
Hal itu membuatnya tercengang. Bagaimana mungkin bisa itu terjadi hal lainnya membuatnya terbelalak ketika kemudian benang merah lalu tercipta yang mengaitkan dirinya dengan bayi yang kemudian baru menangis karena jiwanya telah kembali ke tubuhnya dan kemudian menghilang begitu saja setelah dirinya terkait dengan bayi itu.
Apa maksud semua ini? Dia tidak mengerti sama sekali.
Tapi apa yang telah terjadi telah terjadi dan dia sendiri tidak bisa mengklaim jiwa yang telah lolos dari genggamannya itu untuk hidup kembali ataupun mempertanyakan kejadian luar biasa yang baru dia alami. Mungkin ini sendiri sudah merupakan kehendak Sang Pencipta atas dirinya sebagaimana Sang Pencipta menciptakan dirinya untuk mengambil jiwa-jiwa dari dunia ini dan dunia asal dia diciptakan dan dia kemudian menghilang dari sana untuk mengambil jiwa-jiwa lainnya.
Dia harusnya tidak memusingkan kejadian luar biasa itu tapi kemudian dia sadar bahwa kejadian itu akhirnya menghubungkan dirinya dengan bayi itu dan membuatnya menyaksikan bagaimana kehidupan bayi itu hingga dia menjadi seseorang yang membuatnya jatuh cinta. Sebuah perasan yang harusnya dia tidak miliki.
Sang Pencipta mungkin telah menggariskan hal ini bahkan ketika dia melihat bagaimana dia yang terhubung dengannya harusnya tewas dan kemudian jiwanya harusnya dia ambil, Sang Pencipta kembali mengambil jiwa yang dia cintai dan menempatkannya pada dunia asalnya dimana dia memiliki raga disini. Jika didunia asalnya dia tidak bisa menyentuhnya dan hanya bisa berinteraksi ketika jiwa yang dia cintai terhubung dengannya yang mana itu hanya sebentar, di dunia ini akhirnya dia bisa melakukan apa yang dia ingin lakukan kepada dia yang dia cintai begitu dalam.
Hal itulah yang membuatnya merasa begitu riang dan bahagia. Kini penghalang diantara mereka saling menipis satu sama lain. Jarak yang akan semakin menipis bahkan meskipun ada penghalang dari dunia asalnya.
Tidak bahkan dengan makhluk-makhluk supernatural yang diciptakan oleh Sang Pencipta dan berada dibawahnya yang mengklaim bahwa mereka adalah yang tertinggi—Hal yang membuatnya tertawa begitu keras karena dia pada akhirnya akan mengambil jiwa mereka juga—akan bisa membuat jarak mereka yang sudah menipis ini kemudian menjauh.
Mata hitamnya kemudian terlihat bersinar sekejap. Bibir ranumnya tersungging manis ketika dia melihat lewat sebuah kaca ketika yang dia cintai mengenakan topeng rubah tertawanya. Sang Pencipta telah mengatakan bahwa dia memiliki takdir untuk yang dia cintai akan dunia asalnya yang dirasa Sang Pencipta telah carut marut dan mereka akan bersama kemudian hari karena mereka memang telah ditakdirkan demikian.
Wajah ayu miliknya yang melebihi wajah dari segala makhluk supernatural terlihat begitu sumringah kala Sang Pencipta berkata demikian padanya.
Tangan lentiknya kemudian menyentuh kaca seolah menyentuh yang dia cintai yang masih berdiri disana.
Kita akan bersama.
Ketika kita bertemu secara langsung, aku ingin mengatakan betapa aku mencintaimu.
Aku ingin menciummu.
Memelukmu begitu erat.
Dapatkah kau merasakan perasaanku padamu? Apakah kau tahu bahwa ini... Perasaan ini begitu dalam padamu?
Kuharap kau akan mengerti.
Karena kau tidak tahu bagaimana rinduku padamu begitu dalam namun jarak ini menyiksaku.
Kini yang perlu dia lakukan hanyalah bersabar. Ya dia akan bersabar.
Sebagaimana dia bersabar menanti jiwa-jiwa yang akan dia ambil, dia hanya akan bersabar untuk waktu yang sebentar lagi. Lagipula itu tidak akan lama bukan?
Dalam raut wajahnya yang bahagia kemudian dia— Nona kematian yang sesungguhnya memberikan senyuman termanis yang dia miliki.
Catatan kecil dari pemilik ide cerita.
Jika ada yang tahu gaya penulisan ini maka harusnya kalian tahu kepada siapa aku meminta izin agar dia mau menjadi Beta Readerku. Aku sangat berterima kasih luar biasa padanya akan tulisan prologue indah ini.