"AAGH! MANA SUDI AKU MEMELUKNYA CUMA UNTUK MENETRALKAN DIA",Dazai berujar dengan nada tinggi sebagai tanda penolakan atas permintaan mantan bossnya
"Ayolah,Dazai-kun..
Cuma kau yang bisa melakukan itu..
Chuuya akan mati kalau kau tidak melakukannya.."
"TERUS AKU PEDULI APA?!"
Mori terdiam dan memutar balik tubuhnya,hendak kembali ke Port Mafia
"Kalau dia sudah hilang,telan rasa penyesalanmu sendiri",katanya lalu melangkah maju
Dazai berkerenyit kesal mendengar kata-kata yang dilontarkan boss besar Port Mafia itu, lagipula,Chuuya memangnya kenapa sampai butuh penetralannya? Mana pakai pelukan segala..
Toh biasanya Chuuya kalau menggunakan corruption,hanya butuh satu jarinya saja sudah selesai
Lah ini? Butuh kedua tangannya untuk mendekap bocah kecil pendek itu kedalam dekapannya
Dikiranya Dazai sebodoh itu untuk menerima permintaan tolong yang bisa menjatuhkan martabat nya?
"Merepotkan
Sampai air agensi mati pun aku tidak akan sudi"
Beralih ke gedung tinggi bagai pencakar langit yang dikenal banyak orang sebagai "Port Mafia"
"Boss..
Chuuya-san,sepertinya jarak waktu nya semakin pendek dari yang 1 ke yang lain. Dia butuh Dazai-san secepatnya",ujar Higuchi yang bertugas untuk memberikan Chuuya perhatian medis,"Apa Anda berhasil membujuk Dazai-san?"
Mori menatap Chuuya, eksekutif ternama milik Port Mafia yang sedang terbaring lemas di atas ranjang pasien
"Tidak. Dazai tidak setuju. Dia tidak mau. Dan kurasa dia akan membiarkan Chuuya mati"
Higuchi tersentak,"Apa?"
"Dia mungkin merasa martabat nya bisa hancur kalau melakukan hal itu"
Mereka terdiam, mungkin mencari cara lain untuk membuat Chuuya baikan. Padahal membuat Chuuya baikan itu hal yang baik kan? Tapi kenapa Dazai tidak mau?
Boss Port Mafia itu mengedip sekali,tanda ia mendapat sesuatu dari dalam otak nya
"Kita culik dia", akhirnya keputusan keluar dari mulutnya,"Aku tidak peduli,pokoknya Chuuya-kun harus menerima bantuan Dazai meski paksaan"
Higuchi berlutut,"baik bos"
Hingga akhirnya,suatu siang yang terik seperti biasanya,Dazai terlihat berjalan-jalan tanpa 'pengawalan' dari rekan-rekannya,para sniper sudah bersiap menembakkan suntik bius ke leher Dazai
Dazai terdengar bersenandung riang menuju arah port mafia tanpa terlihat ingin berbalik sampai membuat para sniper yang ditugaskan bingung
"Apa dia..ingin menyusup ke dalam Port Mafia?" Tanya salah seorang sniper,rekannya berpaling ke arahnya
"..entahlah
Apa kita harus berhenti dan membuntutinya?"
"Aku juga tidak tahu"
Mereka bimbang antara tetap berjaga di posnya atau kembali ke port Mafia sampai walkie talkie mereka berbunyi
"Babi-babi,kembalilah ke port Mafia
Dia datang dengan sukarela
Batalkan misi"
"Batalkan misi,babi,kembali ke port Mafia"
Dan saat itu pula mereka keluar dari tempat persembunyiannya
Kadang seperti itulah tidak terduganya Dazai
Antara hati dan mulutnya tak sinkron dengan baik
Dazai memasuki lorong masuk port Mafia,berkerenyit tak suka karena teringat masa-masa gelapnya sebelum masuk ke agensi yang baik
"Mereka benar-benar tidak melakukan renovasi gedung ya? Masih sama jeleknya seperti dulu ewh",Dazai menjulurkan lidah jijik,"...jas hitam ini juga,aku benci tempat ini",Dazai masih hafal dengan baik tata letak ruangan port Mafia,sehingga dia langsung pergi ke ruangan yang biasa disebut UKPM
Unit Kesehatan Port Mafia
Dia masuk dan melihat Chuuya yang terbaring lemas diatas ranjangnya dengan banyak luka bakar akibat Corruption di sekujur tubuhnya
"...Corruption..",Dazai bergumam pelan dan berjalan mendekat ke arah pemilik ability itu lalu menyentuh tangannya
Baru saja dia akan menduga,sang boss besar itu memasuki UKPM
"Oya? Dazai-kun..
Sudah disini rupanya",katanya,"sekarang kau lihat kan, kenapa aku sungguh butuh bantuanmu?"
"Ya ya ya,jelaskan padaku,ada apa dengannya? Kenapa banyak sekali luka bakar dari Corruption yang biasanya tak bisa ia pakai tanpa perlindungan dariku?"
Mori berfikir bagaimana caranya ia menjelaskan agar cepat dipahami oleh Dazai
"Jadi begini..
Kemampuan Chuuya-kun belakangan ini suka aktif sendiri tanpa ia kehendaki,namun bisa berhenti sendiri
Dan itu bisa berulang 5 kali dalam 1 hari"
Dazai terdiam,mencoba memahami
"Apa ada peningkatan pengulangan terjadinya?"
"Yah, iya.
Hari ini 7 kali mulai dari pukul 1 dini hari"
Belas kasih Dazai terasa mengalir dari hatinya,yang membuatnya mendadak merasa iba dan kasihan dengan kondisi partnernya
"...auto-inoryoku ya.."
"Benar. Kau satu-satunya yang bisa mengatasinya. Jadi Dazai-kun..",Mori berlutut,"Aku sebagai boss dari Agensi ini,meminta tolong padamu untuk membuat salah satu eksekutif ku baikan. Sedikit saja tidak apa-apa"
Dazai terkejut dengan berlututnya seorang Mori Ougai dihadapannya
"Ugh-baiklah
Apa yang harus kulakukan?"
"...aku harap kau bisa menyanggupinya
Tolong awasi Chuuya-kun dari sini"
"...maksudmu aku menginap di tempat ini?!"
"Ya. Ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan aku yang ingin kau kembali ke port Mafia,aku bersumpah dengan seluruh nyawa yang bekerja disini"
Dazai menimbang-nimbang permohonan mantan boss nya. Antara ia tidak mau dan mau
"...mh baiklah
Tapi jangan berani-berani memaksaku untuk kembali ke port Mafia"
"Baiklah, terimakasih Dazai
Aku akan pergi dari sini sekarang"
Dan Mori benar-benar pergi dari pandangan Dazai sehingga Dazai bisa fokus melihat kondisi partnernya
" Hhh kau kenapa lagi kali ini,Chuuya?",ujarnya bermonolog sambil membelai lembut pipi sang partner,"Kau membuatku khawatir",katanya
Dazai menatap teduh wajah lelah itu dan mengambil sebuah keputusan bahwa dia akan menunggu Corruption Chuuya aktif terlebih dahulu sehingga dia bisa menetralkan nya
Dengan itu ia harap bisa membantu auto-inoryoku nya sedikit terkontrol.
Dazai mengambil sebuah kursi dan duduk sambil membaca buku 'pelajaran' nya. Suasana sunyi yang berlangsung sangat lama membuat Dazai bosan,dan mengantuk sampai ia mendapat sebuah ide untuk menetralisir rasa bosan yang menggerogotinya
"Maa..
Aslinya aku tidak mau melakukan ini..
Tapi karena aku bosan..",Dazai berdiri dari tempat duduknya dan
Drak-
Meng-kabedon pria berambut oranye itu
"Hehe,Chuuya..
Aku ambil first kiss mu boleh kan? Aku tidak akan bilang siapa-siapa kok.." Dazai izin yang aslinya bukan izin karena Chuuya tidak dalam kondisi sadar untuk berkata ya atau tidak atas permintaan Dazai,tapi yaa
Dazai adalah Dazai
Akhirnya,Pembuang perban itu mendekatkan bibirnya ke bibir Chuuya,jari jemarinya ikut bekerja namun yang pasti bukan untuk hal 'terlalu' dewasa
Kalau itu,tunggu Chuuya sembuh saja
Dengan waktu yang sengaja ia dramatisir,akhirnya bibirnya menyentuh sesuatu yang kenyal,berwarna merah muda dan kalau kata Dazai,manis
Dia sadar kalau dia punya banyak keuntungan disaat seperti ini,dan otaknya juga sudah -ekhm-,tapi Dazai mana mau menjatuhkan martabat nya dengan melakukan * dengan seseorang yang sedang tidak sadar
"Chuuya Chuuyaa
Chuuya sangat menggemaskan,rasanya ingin kubungkus bawa pulang!!",katanya setelah ia melepas ciumannya.
Apa perkatannya mengingatkan kalian akan sesuatu?
Tak ada respon dari korban pelecehan,Dazai melihat hal lain yang bisa ia cium (dan gigit)
"Sebentar..
Kalau aku lakukan itu..
Termasuk pelecehan seksual tidak?"
Sungguh,itu sebenarnya sebuah retoris yang tidak memerlukan jawaban
"Sepertinya iya ya..
Yasudah,aku cium Chuuya lagi saja"
Dazai dengan sengaja membuka paksa mulut Chuuya yang terkatup karena dia sedang tidak sadar, antara tidur atau pingsan
Kali ini,ciuman yang Dazai berikan sedikit berbeda dari yang pertama,berkaitan dengan lidah dan saliva
"Mh-",Dazai yang mencium partnernya secara ilegal itu sedikit mendesah
Tidak ada salahnya kan seorang seme mendesah kecil saat berciuman? Apalagi bersusah payah menautkan lidah mereka berdua
Dan bisa diduga,Ia terlalu menikmatinya sampai tidak sadar dengan keadaan korbannya yang sudah hampir kehabisan nafas
"M-mhn!", Chuuya secara reflek berusaha menyingkirkan sesuatu yang menghalanginya bernafas dengan mata tertutup,dan sungguh berterimakasih lah Chuuya karena Dazai adalah orang yang peka
Dazai segera melepas ciumannya tanpa memutus benang saliva yang masih tersambung
"...",Chuuya menatap Dazai dengan mata bangun tidurnya "Dazai?"
"Iya?",Dazai tersenyum yang membuat benang Saliva nya putus
"...kau kembali ke Port Mafia?"
"Tidak..aku hanya menjagamu saja"
"Tidak masuk akal",Chuuya duduk dan merasakan kalau air liur nya berceceran lantas mengelapnya
"Apa yang sudah kau lakukan padaku? Sejak kapan kau ada disini?",tanyanya. Dazai tersenyum dan memegang tangan Chuuya,
Takut tiba-tiba auto-inoryoku nya aktif
"Aku tidak bawa jam,jadi mungkin sejak 3 jam yang lalu? Dan,aku tadi mengambil ciuman pertamamu 3
Tidak apa-apa ya?"
"...kau mengambil ciuman pertamaku?"
"Hm..iya"
"Dasar,itulah kenapa aku kadang merasa takut tidur didekatmu setelah aku menggunakan Corruption"
"Eheheh,tadi aku bosan,Chuuya.."
"Ya ya terserah
Ngomong-ngomong Dazai..
Kenapa kau pakai jas port Mafia?",Chuuya bertanya heran karena ia mengetahui kalau Dazai anti sekali dengan hal yang berbau masa lalunya
"Hn..
Aslinya aku tidak mau pakai
Tapi karena ini demi kau jadi ya kupakai"
Chuuya yang mendengar itu berkerenyit heran,kerasukan apa partnernya itu,pikirnya
"Demi aku? Kerasukan apa kau?"
"Kerasukan rasa iba",jawab Dazai singkat,"Kau pasti lelah ya, berusaha mengatur kemampuan mu yang aktif tanpa kehendakmu"
"...yah.. sedikit",jawab Chuuya tanpa mau membuatnya terlihat lebih kasihan daripada seharusnya
"...Chuuya mau minum?"tawar Dazai
"..boleh"
Dazai beranjak untuk mengambil air minum dan meninggalkan Chuuya sebentar yang sedang berfikir 'Ada yang aneh, mau se-iba apapun Dazai,dia tidak pernah sebaik ini'
"Chuuya,ini",Dazai kembali dan menyodorkan segelas air,Yang disodorkan mengambil air itu dan meneguknya sampai habis
"Mh.. arigatou",Dazai hanya tersenyum mendengar ucapan terimakasih Chuuya
"Chuuya..
Aku pernah baca di buku medis milik Mori-san dulu dan ternyata auto-inoryoku ini sudah banyak dialami oleh pengguna kemampuan di seluruh dunia"
"Oh? Namanya auto-inoryoku?",Dazai menggangguk
"Mhm, dan cara menetralkan nya itu mungkin agak sedikit tabu"
Chuuya berkerenyit tak mengerti
"Maksudnya?"
Surai coklat gelap itu menimbang-nimbang apa dia akan memberitahukan hal itu kepada Chuuya
"Umm..
Yaa bagaimana cara menjelaskannya ya..
Begini
Yang mengalami auto-inoryoku harus menerima-ukhm-sperma dari orang yang akan membantu menetralkan nya"
Chuuya terdiam memproses
"Sperma? Apa itu?"
Dazai tersedak bersalah karena telah mengotori kesucian otak Chuuya
"Chuuya tidak tahu sperma itu apa??"
"Tidak..
Memang itu apa?"
Surai terang ini membuat Dazai gemas ingin segera menujukkan padanya sperma itu apa
"Sulit untuk menjelaskannya,Chuuya.."
"Lalu bagaimana caranya agar aku bisa tahu?"
"Uh..itu..
Ada 1 cara sebenarnya..",Dazai mulai gugup setengah mati," Harus praktek lapangan.."
"Praktek lapangan? Apa kita akan berolahraga?"
Astaga Chuuya membuat author gemas juga
"Y-yaa secara teknis iya"
"Oh? Oke..
Ayo"
Damage yang Chuuya hasilkan dari kata "Ayo" itu membuat Dazai hampir tepar
"Chuuya serius mau 'olahraga' denganku?"
"Hah? Cuma olahraga kenapa harus kupertimbangkan?",Chuuya bertanya kesal sedangkan Dazai sudah membayangkan hal-hal yang tak senonoh di otaknya
"T-tidak..
Tidak apa-apa",Dazai berdiri dan mendekati ranjang yang dihuni partnernya itu,menahan bahunya dan mendorongnya sampai kembali terbaring
"Chuuya itu terlalu polos,aku gemas",katanya
"O-Oi apa yang sedang kau lakukan?!",Chuuya bertanya sedikit meninggikan suara,"Hanase!"
"...tadi katanya mau olahraga bareng?"
"Tapi ini bukan olahraga!"
Ekspresi Dazai berubah menjadi datar dan melepas cengkraman nya dari bahu Chuuya
"Ya terserah sih..
Kau mau kemampuanmu kembali normal atau tidak itu terserah padamu",ujarnya dan kembali duduk di kursi dan kembali membaca buku yang ia bawa tadi
Chuuya mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap Dazai lamat sampai dia menyadari bahwa partnernya itu sebenarnya sangat ingin memberitahukannya tentang 'sperma' yang tak ia tahu
Akhirnya ia turun dari ranjangnya dan mendekati Dazai,mengambil bukunya dan menaruhnya diatas kasur ranjang itu agar seluruh perhatian surai gelap itu tertuju penuh padanya
"?",Dazai menaikkan sebelah alisnya,"Ada apa?"
Chuuya memaksa Dazai untuk memangkunya diatas kursi itu
"Ah,mou.. Dasar mesum..
Bilang saja kau mau mengambil keperjakaan ku.."
Dazai sontak terdiam,"Akhirnya kau mengerti",katanya sembari mengelus pipi Chuuya yang sedikit merona
"Jadi kau mau apa?"
"Aku? Seharusnya kau sudah tahu"
Chuuya merengut kesal lantas membuka baju bagian atasnya
"Sudah..
Kau boleh jajan,tapi hanya denganku saja",katanya. Dazai tersenyum senang dan merasa bangga bahwa akhirnya setidaknya dia bisa meng-klaim Chuuya sebagai miliknya
Ia pun memeluk sang surai sunset,mencium bau khas yang ia rindukan
"Hnh..kau masih suka begini rupanya.."
"Heheh..Aku suka aroma tubuhmu,Chuuya"
"Hn. Cepat lakukan apa yang ingin kau lakukan"
"Disini?"
Chuuya terdiam dan melepas pelukannya,"Tidak,kita melakukannya di pasar saja-_-"
Dazai sweatdrop seketika dengan jawaban Chuuya
"YA PAKE NANYA ATUH! KENAPA? MAU DI KANTORNYA MORI-SAN?!"
"T-tidak..",Dazai menggeleng,Chuuya berdecih kesal
Dazai segera meminta maaf atas kebego-an yang sudah dia lakukan sebelum Chuuya ngambek
"Tch
Kau tahu? Kau bisa hanya memberitahuku tentang pengertian sperma
Tidak perlu praktek lapangan
Kurasa aku akan cepat paham", mendengar pernyataan Chuuya,Dazai menghela nafas sedikit kecewa
"Mh,baiklah..
Jadi Chuuya.."
Dazai memberitahu partnernya itu informasi- informasi seputar sperma yang dia tahu. Entah ini karena Dazai terlalu mesum atau memang dia pintar atau bahkan mungkin keduanya,semua penjelasan itu menghabiskan setengah jam
"Jadi begitu deh..
Makanya kalau kita melakukan hu-- se--ual harus pakai kond--",Dazai mengakhiri penjelasannya dengan ekspresi bangga mutlak
"Oooh..
Kalau yang berhub-- se--ual itu sama-sama cowok,apa bisa menghasilkan anak?",Chuuya bertanya setelah sesi penjelasan berakhir
"Yaa secara teknis,tidak bisa.."
"Lalu kenapa kau kebelet banget ingin berhub--se--ual denganku?" Pertanyaan yang satu ini berhasil membuat Dazai K.O
"I-itu sih..
Um..
Cuma ingin menyalurkan nafsuku saja"
"Ooh jadi aku cuma alat pemuas nafsu?"
K.O (2)
"Ya tidak..
Toh biasanya aku bertanya dulu kan kau mau atau tidak :( "
"Nyeh!"
Kali ini Dazai merasa benar-benar mampus, bisa saja jatahnya akan-
"Jatahmu..", Chuuya menggantungkan kalimatnya, membuat Dazai panik
"Chuuya.."
"...ku kurangi.."
"Chuuya...!"
"Jadi 6 bulan.."
"Chuuyaaa!!!!"
"Sekali"
Badan si pria tinggi itu langsung lemas mendengar ucapan sang 160 cm
"6 bulan sekali? Aku bisa saja mati karena menahan nafsu", ia melanjutkan tangisannya yang terbilang lebay
"Chuuya jaat (ᗒᗩᗕ)"
Chuuya hanya memandangi sang pencuri ciuman pertama dengan wajah datar
"Aku gak ngurus. Jangan salahkan aku,salahkan dirimu sendiri yang membuatku menjadi alat pemuas nafsu. Hmph!", Ujar Chuuya tanpa sedikitpun merasa kasihan dengan Dazai yang sudah mewek bombay
"Aku minta maaffff! Sungguh
Aku akan melakukan apa saja agar kau menormalkan jadwal main kita ÓÒ"
"Ini new normal,sayangku
Kau terbiasalah dengan jadwal baru", Chuuya kembali meringkuk di balik selimut,"Oh iya, selama aku masih dalam ancaman auto-inoryoku. Kita tidak akan melakukan itu. Tidak lucu kalau sedang di genjot tiba-tiba rumah meledak"
"Iya juga sebenarnya..", Dazai memandangi lantai dengan pandangan kosong
"Hn, aku mau tidur. Jangan di grepe-grepe",ucap Chuuya sebelum menutup mata, "Aku mencintaimu.."
Mendengar itu, ia langsung menoleh ke arah tempat Chuuya tertidur, tersenyum senang karena setidaknya Chuuya mencintai-
"Topiku.."
Oh, tentu saja..
Dia lebih mencintai topinya dibanding Dazai
Dazai akhirnya cuma mojok di pojokan,menangis pilu karena cintanya bertepuk sebelah mata
"Hidupku menyebalkan"
