Ghost

Hetalia milik Himaruya Hidekaz, saya tidak memiliki apapun selain cerita ini.

Arthur selalu mengunjungi keluarganya semenjak itu. Satu-satunya yang Arthur miliki saat ini adalah jiwa dan ingatannya saat di dunia. Sang raga sudah terkubur di bawah sana-sementara boneka dan kamar tidur kesayangannya terkunci rapi, dibersihkan Dylan setiap pagi dan dikunjungi Scott setiap malam. Arthur pernah mengecek keadaan mereka, dan sekarang ia tahu seberapa besar Scott menyayanginya. Ia tahu seberapa terpukulnya Dylan, dan tahu berapa kali Connor memecahkan botol bir miliknya. Suasana di sana sangat suram dan gelap, bagai dinaungi Erebus dan dikunjungi Dementor. Francis sesekali menjenguk mereka, dan Scott langsung melemparnya dengan botol whiskey. Alice terkadang berkunjung untuk mengurus rumah dan memberikan terapi gratis untuk mereka. Arthur berdoa semoga Francis baik-baik saja, dan tetap mengunjungi keluarganya mesti nyawa terancam. Ia juga berharap Alice sehat-sehat saja, dan mampu untuk mengunjungi rumah dan memberikan terapi gratis lagi untuk mereka. Entahlah, Arthur saat ini lebih sering berdoa untuk keselamatan keluarganya sendiri, sesuatu yang jarang ia lakukan saat ia masih bernapas kala.

Arthur sering mengunjungi Alfred, lebih sering daripada ia mengunjungi keluarganya sendiri. Hati Arthur terkoyak melihat Alfred yang lebih sering membeli burger dan minuman soda, merokok tiga kali sehari, dan rumahnya yang tak pernah dimasuki sinar matahari. Amelia berusaha masuk melalui jendela, tetapi Alfred langsung melemparkannya keluar. Perempuan asal Amerika itu sudah berusaha lima belas kali untuk memasukinya, dan berhenti Ketika Alfred mengeluarkan senapannya. Ia sekarang menyerah, bermalam di rumah Alice entah sampai kapan.

Lelaki beralis tebal itu sering memarahi dan memelototi Alfred setiap kali ia membeli burger, meneguk soda, dan merokok. Percuma. Ia hanyalah seorang arwah, yang tak punya kuasa untuk berbicara dengan manusia biasa-kecuali manusia tersebut memiliki kemampuan layaknya Lukas dan teman asal Rumania-nya. Ia hanya mampu menampakkan bayangan hitam-putih, yang entah akan disadari Alfred atau tidak. Ia terkadang menampakkan dirinya, saat Alfred berkaca di kamar mandi atau menjedukkan kepalanya di cermin. Entahlah, mungkin Alfred menganggap dirinya berhalusinasi dan malah meminum obat anti depresan. Hal itu membuat jantung Arthur terkoyak dan hatinya hancur berkeping-keping.

Arthur sakit hati. Arthur sakit hati bukan karena Alfred berpindah hati, tetapi karena Alfred depresi. Ia hanya ingin Alfred bersedih tak terlalu lama, dan sesudah itu menjalani kehidupannya seperti biasa. Sekolah, membeli burger, bermain game dengan Kiku, meringkuk ketakutan Ketika menonton film horror, dan bermain bola seperti biasa. Ia tak ingin Alfred meminum soda terlalu banyak dan merokok. Ia tak mau umur Alfred semakin pendek, hanya boleh dirinya yang berumur pendek. Alfred jangan, Arthur ingin ia berumur Panjang dan segera menemukan penggantinya, kemudian Bahagia selama-lamanya, dan mati dalam keadaan tenang. Keinginan dan impian Arthur hanya itu, hanya satu itu. Tak lebih, tak kurang.

Tetapi nampaknya Tuhan tak berpihak pada Arthur. Alfred dibiarkannya tertabrak mobil Ketika menyeberang, akibat dari tak berhati-hati. Melihat Alfred terkulai berlumuran darah, Arthur menatapnya dengan tatapan kosong bagai tak ada jiwa.

Berbeda dengan Alfred yang kegirangan saat mereka bertemu di lorong rumah sakit. Arthur terdiam, menatap Alfred dengan pandangan kosong, sebelum ia menangis. Sialnya, ia lupa kalau ia tak bisa mengeluarkan air mata.


Fanfic pertama saya di . Mohon bantuannya, semua.