Rainbow Days bukan milik saya. Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari ini.

Cast :

Katakura Keichii

Naoe Tsuyoshi

Original Character

Me, You and Him

Lupa membeli kado? Agaknya sekarang Keichii sudah menjadi tumpul. Ia tak menyangka kalau keteledorannya membawa dampak buruk bagi dirinya dan teman-temannya.

Keichii, Natsuki dan yang lainnya sepakat untuk memberikan kejutan ulang tahun pada Tsuyoshi. Untuk itu mereka sudah mempersiapkan segala sesuatu yang mungkin akan menggugah hati Tsuyoshi pada hari besarnya nanti.

Ketika Natsuki bertanya kepada Keichii mau memberikan hadiah apa? Keichii tertawa sembari menggaruk kepala bahwa ia sudah memikirkan sesuatu yang baik dan bijaksana. Natsuki hanya mengangguk bodoh seolah ia mengerti, lalu ia kembali menyelesaikan tugas yang sudah dibagikan antar kelompok. Tugas kelompok kejutan ulang tahun, begitu kata mereka.

"Hadiah? Ah, apa yang dapat aku berikan?"

Namun sebenarnya Keichii belum memikirkan apa-apa untuk sebuah hadiah, ia tak mengerti mengapa hal seperti itu harus ada. Maksudnya memberikan kado dan mengatakan hal-hal manis. Jangankan sebuah hadiah, ide untuk memberikannya pun ia tak mendapatkannya sama sekali.

Memangnya Tsuyoshi itu menyukai apa selain game, manga dan anime? Keichii membatin sendu merasa bahwa dirinya menjadi teman yang paling bodoh diantara kelompok.

Ia sempat bertanya pada teman yang lain dan masing-masing dari mereka menjawab bahwa mereka sudah menyiapkan kado spesial. "Spesial" yang artinya tidak ada kaitannya dengan manga, game, anime atau benda-benda cosplay. Ia juga sempat bertanya pada Yukirin, tapi gadis itu hanya tersenyum aneh dan kabur hingga membuat Keichii terheran-heran.

Lalu, apa yang disukai oleh Tsuyoshi? Keichii tidak tahu, mungkin lebih tepatnya ia tak terlalu memikirkan hal itu selama mereka berteman. Padahal mereka teman yang dekat, selalu bersama dan berbagi cerita disaat suka maupun duka, sudah seperti rapalan mantra yang tidak bisa dipatahkan.

Salahkan saja Tsuyoshi yang tidak pernah merasa tertarik pada hal lain! Jadi, Keichii kesulitan untuk menerka-nerka apa yang disukai Tsuyoshi selain hal yang menyangkut hobinya ini.

Lalu terlintas ide dalam pikiran Keichii. Ide itu melintas begitu saja seperti sapuan angin. Rasanya ia ingin memuji dirinya sendiri karena ide barusan yang baru saja muncul.

"Kenapa aku tidak bertanya pada Detroit saja ya?"

Setelah berpikir cukup lama dan memantapkan diri, Keichii tersenyum dengan sendiri layaknya manusia yang kehilangan akal. Kemudian Keichii memberanikan diri untuk menghubungi si gadis berhelai ungu tersebut lewat telepon. Sempat terlihat di dalam pikiran bahwa gadis itu tidak akan mengangkatnya jika itu berasal dari dirinya.

Ketika sambungan terhubung, ada suara kecil dan malas-malasan yang menjawab serta keramaian orang-orang yang sedang mengobrol. Keichii menyangka mungkin Detroit masih ada di sekolah sama seperti dirinya.

"Yona, ini Keichii. Apa kau tahu hal yang paling disukai Tsuyoshi? Kalau kau tahu, mari kita bertemu. Aku mau kau menemaniku berbelanja hadiah!"

"...eh?"

"Yona?"

"Yona!"

Dan benar saja, sambungan telepon dimatikan secara sepihak tanpa ada jawaban apakah Detroit bersedia atau tidak dengan ajakan tesebut. Mungkinkah Keichii mengajaknya dengan cara yang aneh sehingga membuat Detroit kurang nyaman?

Dengan sombong, Keichi tidak merasa demikian. Ia merasa caranya mengajak dan meminta sama seperti yang selalu ia utarakan kepada pada gadis di sekolah bahkan ia tak pernah mendapat penolakan sama sekali.

Lagipula, bedasarkan fakta yang sudah terlampir dengan sangat jelas, gadis itu selalu menunjukan reaksi terganggu ketika dirinya secara tak sengaja melihat Keichii melintas melalui sudut matanya.

Keichii sendiri paham mengapa ia diperlakukan tidak ramah seperti itu oleh Yona. Itu sudah terlbukti dengan sangat jelas, sejelas mengamati objek lewat kaca pembesar dan itu kesalahan fatal yang sudah Keichii perbuat atas diri Yona.

Keichii sebenarnya baru akhir-akhir ini mengetahui kalau gadis itu bernama Yona dari mulut Tsuyoshi. Sedikit fakta menarik yang membuat perasaan Keichii lega karena ia tak perlu repot-repot menggunakan nama aneh yang tak etis tersebut.

Secara tak sengaja ketika kedua insan ini bertemu dan bersua, Keichii dengan riang gembira serta penuh dengan perasaan memanggil nama "Yona" dengan keras seolah sudah kenal dalam waktu yang lama tapi itu semua tampak kurang masuk akal menurut pendapat Tsuyoshi. Yona sendiri tidak menanggapi ini serius. Tapi masih menyapa balik.

Namun, pada suatu saat Keichii tak sengaja memanggil Yona dengan nama panggung "Detroit" karena lupa, karena dia memang bodoh dan kurang cekatan. Hingga membuat gadis itu mengamuk di tempat umum.

Bagi Keiichi, itu adalah alasan dari sikap tak ramah Yona yang tak pernah luntur atau mungkin ada hal lainnya yang sebenarnya tidak diketahui Keichii? Entahlah. Hanya Tuhan dan Yona yang tahu.

"Hah, apa mungkin dia marah? Aku melakukan kesalahan apa memangnya?"

Belum sempat memikirkan tentang kesalahan yang diperbuat, sebuah panggilan telepon telah masuk pada ponsel Keichii ia mengamati nama yang tertera pada layar ponsel dan itu merupakan panggilan telepon dari Yona.

Di balik telepon, gadis itu berkata agak sedikit terburu-buru, namun tak terdengar seperti dirinya yang merasa terganggu.

"Sinyalnya kurang bagus di sini aku pindah dulu sebentar tadi, makanya aku matikan. Jadi, kau mau aku menemanimu mencari kado untuk Naoe? Baiklah, aku akan membantu, aku juga sedang memikirkan itu. Kita bertemu di Toko Suvenir dekat Game Center dimana kita pertama kali bertemu, ok?"

"Baiklah. Mari kita bertemu sepulang sekolah. Hari ini tidak memiliki kegiatan extrakulikuler!"

.

.

.

Walaupun mereka berdua muncul pada waktu yang tidak dijanjikan. Namun, atas pendirian masing-masing, mereka berhasil menyakinkan diri bahwa mereka akan membantu satu sama lain. Yona kala itu masih mengenakan seragam sekolah sama seperti Keichii.

Hari ini gadis itu tak memakai tatanan rambut dengan cepolan dan jepit rambut kecil warna-warni yang banyak seperti ketika ia pertama kali bertemu dengan Keichii. Ia masih terlihat menyenangkan dan muda tanpa itu semua. Penampilan Yona yang sedikit berbeda membuat Keichii yakin bahwa gadis ini memiliki 2 mode yang bisa di switch off sesuai situasi.

"Halo, Yona." Ada senyum ramah di wajah Keiichi sebagai hiasan alami serta sambutan istimewa dan basa basi lainnya. Tapi agaknya Yona tak terlalu memikirkan itu, ia tak mencoba menyapa balik atau sekedar bertanya bagaimana keadaan Keichii di sekolah. Sungguh sangat berbanding terbalik dengan keramah-tamahan Keiichi.

"Jangan melamun, Keichii. Ayo kita cari hadiahnya dan lekas pergi dari sini."

Gadis itu melenggang cepat memasuki toko suvenir. Jalannya cepat sekali untuk seorang gadis dan Keichii kepayahan untuk sekedar mengikuti langkah kaki itu. Jika dilihat dari gelagatnya, sepertinya Yona marah karena temannya ini terlambat datang, entah apa yang terjadi sebelum mereka bertemu, Yona tak bertanya pasti yang jelas itu adalah balasan mengapa ia menjadi kesal pada Keichii.

Dengan sigap, Keichii berlari kecil. Mensejajarkan bahunya dengan Yona. Ia bertanya dalam kecanggungan. "Jadi, kau mau memberi Tsuyoshi apa? Dia suka apa?"

"Aku akan beritahu."

Yona mengamati dengan serius pada miniatur-miniatur jerapah di dalam talase. Warnanya kuning dan jingga, bentuknya juga bagus dan lucu. Ada juga yang berbentuk seperti gantungan kunci, dompet, sapu tangan dan kaos kaki.

Keiichi yang tertarik mengikuti arah pandangan Yona dan kemudian langsung menyangka kalau Tsuyoshi menyukai benda kecil itu. Dirinya tak pernah menyangka kalau Tsuyoshi menyukai seekor jerapah, bukankah itu terlalu kekanak-kanakan? Tapi tentu saja itu hanya menurut sudut pandangnya.

Namun seolah mengerti dengan apa yang dipikirkan Keiichi, Yona langsung menyambar. "Bukan itu yang Naoe suka. Aku hanya lihat-lihat. Aku-"

Ucapan menggantung dari Yona membuat rasa penasaran Keichii terlampirkan dengan amat jelas. Ia menatap bingung Yona sementara si gadis amat sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.

Yona menatap lurus kedepan dengan ekspresi ketakutan dan panik, dengan sigap ia menepuk-nepuk kasar bahu Keiichi yang berdiri disebelah bahunya. Tangannya yang kurus sedikit gemetar. "Ga-Gawat. Ada Naoe di sini! Ayo kita kabur!"

"Hah, Tsuyoshi? Mana ada!? Mana mungkin dia berani belanja sendirian!"

Yona membalikan tubuhnya lalu berbisik, tapi nadanya agak sedikit marah. "Coba kau lihat orang yang sedang berdiri di dekat penjual Kotak Musik itu! Itu Naoe! Maka dari itu cepatlah balikan tubuhmu dan pergi dari sini, memangnya kau mau ketahuan?"

"Dimana sih?" Karena penasaran, Keiichi menyapukan pandangan ke seluruh tempat mencari dimana kah gerangan Tsuyoshi berada?

Dan benar saja...

...sekarang anak itu sudah berdiri di depan mereka, entah sejak kapan. Kemudian ia menyapa datar. "Yona?"

"HAAAAAA! Tsuyoshi! Kau membuatku kaget!

"Aku seharusnya yang kaget karena kau berteriak, Keichii. Tapi mengapa kau bisa pergi berdua dengan Yona? Tumben sekali."

"Eh, itu ya... ka-kami kebetulan bertemu disini dan kami berencana untuk membeli... UGH!?"

Sebuah pukulan keras dan cepat mendarat pada dada Keichii. Yona membalikan tubuhnya dengan perlahan. Ia melemparkan pandangan lesu pada Tsuyoshi. "Selamat sore, Naoe..."

"Hum? Kau agak aneh, Yona. Tapi lupakan saja, yang menjadi fokusku adalah kenapa kalian begitu ketakutan bertemu denganku?"

Yah, andai kau menyadari hal itu lebih cepat Tsuyoshi.

A/N : Akhirnya selesai juga! Tadinya aku mau post ini tepat di tanggal 04 Juli 2021 tapi karena kesibukan dan FanFict nya belum rampung jadinya aku gak bisa post pada hari itu. Tapi, gapapa yang penting bisa post.

Oh, ya. Aku bikin FanFict ini untuk menyambut ulang tahun Mahiro Takasugi yang ke 25! Karena dia main di versi Live Action. Ya, aku gak tau apakah ini relevan atau enggak. Haha.

Tapi...

Selamat Ulang Tahun, kesayanganku. Semoga dipertambahan usia ini menjadikan kamu individu yang lebih baik dari tahun kemarin~~~