Hai, Kali ini update Fanfic baru, Saint Seiya LC x Symphogear

Untuk Gundam Seed The New AGE dan Majin x Devil mungkin harus menunggu untuk update


CHAPTER 1 : Membaralah Kosmoku

Hoshizora tenma, tahun ini berusia 14 tahun, memiliki rambut bewarna Coklat dan bermata merah. Mengenakan kaos putih dan jaket merah, celana bewarna biru, dan dilehernya tergantung sebuah kalung yang memiliki symbol kuda bersayap. saat ini dia sedang berdiri di depan sebuah stadion besar yang ramai dengan pengunjung. Dia memilki janji dengan temannya untuk menonton konser yang diadakan di tempat ini.

Tapi walau Tenma sudah lama menunggu tapi temannya masih belum datang juga, ketika dia sedang jenuh menunggu, terdengar suara panngilan masuk ke smartphonenya. Di layar tertulis nama teman yang dia tunggu.

"Apa! Akira, kau tidak bisa datang !?"

[Maaf Tenma, Aku baru mendapat kabar kalau Kakekku jatuh sakit, jadi saat ini aku dan keluargaku sedang bersiap-siap untuk berangkat pulang.]

"Tidak perlu minta maaf, lagi pula itu bukan salahmu."

[sebagai permintaan maafnya akan aku bawakan oleh-oleh.]

"oke, kalau begitu sampai jumpa."

[Ok bye.]

Setelah mematikan telepon pemuda itu memandang langit sambil menghela nafas.

"Haaa… jadi Akira tidak bisa"

" karena Syshiphus nii-san harus menjaga toko dan aku tidak boleh membawa Serena ikut bersama ku, kenapa mereka harus membuka toko di saat ada konser".

"apa aku harus pulang saja….lagi pula aku bukan fans dari idol ini. Tapi aku sudah berjanji untuk menceritakan konser ini pada Serena karena dia sangat menantikannya, jadi aku tidak boleh pulang."

"eeh miku kau tidak bisa datang?"

Disaat tenma dilanda dua pilihan, dia mendengar suara seorang gadis yang menarik perhatiannya.

'hmm apa teman gadis itu juga tidak bisa datang?'

"kalau begitu apa boleh buat, aku akan menonton konser ini sendirian."

Setelah selesai menelpon temannya gadis itu melangkah masuk ke arah stadion, walaupun dia awalnya sedih tidak bisa bersama temannnya tapi dia langsung menunjukan senyum bahagia, siapapun akan tahu kalau gadis itu adalah fans berat Zwei Wings jika melihat senyumannya.

Melihat gadis itu melangkah masuk ke stadion membuat tenma mendapatkan motivasi karena sifatnya yang tidak mau kalah.

"Kurasa aku juga akan mencoba untuk menikmati konser ini." kata tenma sambil melangkah masuk.


(di belakang panggung)

Di dalam area belakang stadion, para pekerja memberikan sentuhan akhir pada segalanya hanya untuk memastikan semua persiapan sudah sempurna. Sementara mereka melakukan itu, seorang gadis berambut biru mengenakan mantel berkerudung yang menjaga pakaian panggungnya tetap bersih duduk di belakang peti mati dengan kaki melengkung, dia meletakkan kedua tangannya dalam posisi berdoa, terlihat sangat gugup di wajahnya.

Kemudian datang seorang gadis lain yang memiliki rambut merah liar panjang segera memotongnya dari doa sebelum penampilannya.

"Rasanya membosankan ya?" kata gadis berambut merah "meskipun aku ingin langsung ke panggung" dengan ekspresi mengeluh.

"Aku mengerti," kata gadis berambut biru dengan suara gugup.

"Hmm, jangan bilang kamu gugup, Tsubasa? Gadis berambut merah itu bertanya.

"Itu wajar, Kanade" Wajahnya berubah sedikit merah "Karena Sakurai-san mengatakan bahwa hari ini sangat penting ..." Ketika dia baru saja selesai berbicara, Kanade mendaratkan sentilan di dahi Tsubasa.

"Mengapa serius sekali?" sambil tersenyum untuk menenangkan sahabatnya.

"Kanade, Tsubasa jadi kalian berdua ada di sini" Tiba-tiba seorang pria tinggi berotot dengan rambut merah, mata emas, dan mengenakan setelan jas merah memanggil mereka.

"Komandan," kata Tsubasa, menatap pria itu.

"Wah, wah, Pak Tua Genjuro!" Kata Kanade. "Datang untuk mengucapkan semoga beruntung?

"Aku percaya kalian mengerti bagaimana ..." Sebelum Genjuro selesai berbicara, Kanade memotong kata-katanya, "penting hari ini, kan?"

"Tidak perlu khawatir, Manajer. Kita tahu bahwa hari ini adalah mengoceh, mengoceh, mengoceh," kata Kanade santai. "Serahkan semuanya pada kita, dan pastikan sebongkah batu itu tidak meledakkan kita."

"Aku akan memegang kata-katamu, Kanade," Genjuro berkata, "Dan jangan khawatir itu di tangan yang baik. Kinerja hari ini akan sangat penting bagi masa depan umat manusia."

Di laboratorium bawah tanah, sekelompok ilmuwan sedang menyiapkan peralatan yang diperlukan untuk eksperimen mereka yang akan datang, yang melibatkan lempengan batu yang ditempatkan di belakang pengamatan.

Salah satu ilmuwan meraih ponselnya dan menghubungi seseorang di ujung lainnya.

"Halo ~, Kita semua sudah siap " yang menjawab telepon adalah seorang wanita yang memiliki kulit terang, rambut cokelat panjang dan mata ungu dan menggunakan kacamata, wanita itu bernama Sakurai Ryoko.

"Hmm Baiklah. Aku akan kesana." Genjuro berkata ke teleponnya

"Serahkan masalah pertunjukan kepada kami, oke?" Kanade berkata dengan percaya diri, mendapat anggukan dari manajer mereka.


(Insert Song : Gyakkou no Flugel)

Segera setelah musik dimulai, Tenma terkejut ketika dia mendengar suara-suara orang-orang di sini bersorak-sorai dengan penuh semangat, dan kemudian bulu-bulu putih mulai jatuh dari langit-langit dan hanya dalam beberapa saat dua gadis melayang ke bawah

Keduanya mendarat di kedua sisi pusat menara dan mulai menari yang mencerminkan sisi lainnya. Sementara di tribun, memecahkan tongkat cahaya mereka dan mulai bersorak dengan mentalitas massa.

"Kikoemasuka ...?" Gekijou kanaderu MUJIIKU

Ten ni toki hanate!

"Kikoemasuka ...?" INOCHI Hajimaru Myakudou

Ai Wo Tsuki Agete

Haruka kanata Hoshi tidak akan pergi ke Natta ... Kare tidak, hai

Kaze tidak, kita akan sarau toki Kimi ke boku wa KODOU wo uta ni shita

Soshite yume wa hiraku yo

Mita koto nai sekai tidak membenci ...

Ya, percayalah Kami-sama mo shiranai HIKARI de rekishi wo tsukurou

Gyakkou no SHAWAA Mirai teruu

Issho ni tobanai ka?

Hanya merasakan Namida de nureta HANE

Omokute habatakenai hi wa Wish

Sono migi te ni soeyou Boku no CHIKARA mo

Futari de nara Tsubasa ni nareru Singing Heart

Setelah lagu selesai, Tsubasa berdiri di depan Kanade, membalikkan punggungnya ke rekannya, berlutut, dan kemudian keduanya mengangkat tangan ke langit seperti yang dilakukan orang dalam doa.

"Luar biasa, Serena pasti menyukai cerita tentang konser ini !" Kata tenma sambil membayangkan wajah bahagia adiknya.

"Kita belum selesai, teman-teman!" Kanade berteriak kepada kerumunan yang membuat mereka semakin meriah saat dia dan Tsubasa memulai lagu berikutnya.


(Lab Bawah Tanah)

"Apa yang sedang terjadi?" Genjuro menuntut.

"Sistem peredam tidak bisa menangani tekanan internal yang meningkat!" kata seorang ilmuwan pria, menyebabkan mata Genjuro melebar panik.

"Kalau terus begini, Relik akan bangkit dan mengamuk!" kata seorang ilmuwan wanita ketika subjek uji coba mereka mulai memancarkan energi yang mulai membungkus dan menggetarkan sampai…


* BOOM * ledakan terjadi di stadion.

"Apa !?" Tenma tersentak.

"Ledakan?" Tenma segera berdiri untuk melihat apa yang terjadi.

Semua orang berteriak saat makhluk hijau muncul di langit dan mulai bergerak kearah penonton. Semua orang berusaha berlari secepat mungkin untuk melarikan diri. beberapa orang yang gagal melarikan diri terbunuh oleh kebisingan.

"Kita harus terbang, Tsubasa! Hanya kita yang bisa melawan mereka!"

"T-Tapi Komandan belum—" sebelum tsubasa selesai, Kanade melompat dari panggung.

"Kanade!"

"Croitzall Ronzell Gungnir zillz ..." Setelah menyanyikan lagunya, Kanade langsung berubah menjadi pakaian baru yang terdiri dari bodysuit putih, hitam, dan oranye yang mengekspos perutnya, sepasang sepatu bot paha-tinggi hitam, sepasang sarung tangan tebal di pergelangan tangannya, dan sepasang telinga kelinci seperti headphone. Energi yang dilepaskan dari transformasi menyebabkan Noise berubah warna.

Kanade menyatukan tangannya, menyebabkan sarung tangannya melebur dan berubah menjadi tombak berwarna oranye dan putih dengan kaca seperti pusat. Dia menyerang di Kebisingan dan menggunakan tombaknya, dia memotong dua kekejian menjadi dua, menyebabkan mereka hancur. Kemudian dia berlari dan satu lagi melewatinya, terus berlari dan memotong segala Kebisingan yang mendekatinya. Semua tombak ini menghujani Noise tanpa ampun.


Dibawah tanah

Ketika kanade sedang bertarung di stadion, di lab bawah tanah yang hancur Genjuro yang berhasil selamat mencoba mencari korban selamat lainnya.

"Ryoko!" teriak Genjuro "Ryoko apa kau masih hidup"

Tiba- tiba caraya pelangi menarik perhatian Genjuro yang membuatnya penasaran darimana sumbernya yang tidak lain adalah relic yang menjadi subjek eksperimen.

"Mephisto akan bangkit" Genjuro terkejut, tiba-tiba ada reruntuhan batu jatuh dari atas yan membuat Genjuro harus keluar sebelum tempat itu runtuh.


Tsubasa segera bergabung dengan pertarungan menggunkan Gear-nya. Dia mengenakan jumpsuit hitam dan biru dengan baju zirah putih dan headset. Dia menebas Noise dengan katananya.

"Oi yang benar saja…."

Karena terlalu fokus memperhatikan apa yang terjadi, tanpa sadar Tenma lupa untuk melarika diri…..tidak, bukannya lupa melarikan diri tapi tidak ingin melarikan diri.

Ketika melihat banyak orang dihadapannya yang terbunuh oleh noise membuat jiwanya menolak untuk kabur.

'aku ingin menolong mereka…. Tidak, aku harus menolong mereka'

'tidak peduli apapun yang terjadi aku pasti akan menyelamatkan mereka'

Tenma langsung berlari untuk membantu orang yang kesulitan melarikan diri, tanpa memikirkan keselamatannya, tenma terus melangkah membantu sebanyak yang dia bisa.

"Mama !"

"Ako-chan"

Mendengar suara itu tenma langsung mengalihkan pandangannya, di sana dia melihat seorang ibu yang sedang memeluk anaknya, sepertinya mereka tidak sempat melarikan diri dan di sisi lain Noise mulai menyadari keberadaan mereka.

"Kalian tida apa-apa ? cepat bediri" Tenma membantu wanita itu bediri dan menopangnya.

Ketika tenma menopang wanita itu dia menyadari kalau noise sudah mulai mengincar mereka.

'ini tidak bagus, jika seperti ini kita akan terkejar… sepertinya tidak ada pilihan lain'

"Kau cepat bawa anakmu keluar dari sini, aku akan memancing mereka."

"Tapi…."

"tidak ada waktu lagi."

"Terima kasih." Sambil berjalan pergi, wanita itu merasa bersalah ketika meninggalkan Tenma.

"Meskipun aku bilang begitu tapi aku tidak tahu harus melakukan apa"

Noise langsung meluncur kearah tenma, Tetapi...

"Uwaa!" secara reflek Tenma berhasil menghindari serangan tersebut.

"Sialan kau!" Meperbaiki posisinya tenma, dan tanpa pikir panjang langsung mengarahkan tinjunya kearah Noise.

Secara mengejutkan Noise yang menerima pukulannya mulai menghitam dan lenyap.

"Apa yang terjadi?" Tenma tidak mengerti apa yang barusan terjadi, tapi kemudian dia merasakan sesuatu di kepalan tinjunya. Di tangan kanannya terdapat aura biru yang hangat.

"ini…cosmo?" tanpa sadar dia mengucapkan sebuah kata seolah dia mengetahui apa sebenarnya aura biru itu.

"Akh kepalaku" rasa sakit mengalir menuju kepala dan kemudian…..

'Sebutlah'

suara misterius bisa terdengar di kepalanya, itu adalah suara seorang pria yang sangat lembut.

'Suara ini, Kenapa rasanya tidak asing'

'bakarlah cosmomu dan sebut namanya' Suara itu terus memberi tahu tenma untuk menyebutkan sesuatu.

Dan saat itu juga gambarnan seekor kuda bersayap muncul di kepalanya.

'benar… aku harus menyebutkan namanya, nama nya….. itu adalah…'

"PEGASUS!"

*Boom*

Sebuah ledakan energi menghempaskan noise yang berada di sekitar Tenma dan kemudian Sebuah pilar cahaya muncul.

"Apa itu?"

"Pilar cahaya?"

Baik kanade dan Tsubasa dibuat terkejut ketika melihat Pilar chaya tiba-tiba muncul.


Di dalam pilar cahaya, kalung yang dipakai oleh tenma bersinar dan berubah menjadi patung besi kuda bersayap, dan tanpa disadari tangan tenma bergerak menyentuh kepala patung tersebut.

*Swash*

Patung itupun terpecah menjadi beberapa bagian dan dengan sangat cepat mereka menyatu dengan Tenma seolah membentuk sebuah armor.

Tak lama kemudian pilar cahaya itu lenyap dan di sana penampilan tenma sudah berubah, dia mengenakan battle suit bewarna merah dengan armor besi bewarna putih yang menyatu dengan tubuhnya. { Cloth yang dipakai disini adalah versi Pegasus Legend sanctuary 2014 }

"Pegasus Cloth …,kenapa aku bisa tahu namanya?

"kenapa aku merasa sangat akrab dengan benda ini"

Satu persatu pertanyaan muncul di kepalanya hingga membuat kepalanya gatal.

"Ahhhhh merepotkan! Pikirkan nanti saja, ada hal penting yang harus aku lakukan."

Dengan kekuatan penuh kemudian tenma melompat kearah Kanade dan Tsubasa yang di bertarung melawan Noise.

Mengangkat tangan kiri ke atas dan tangan kanan sejajar dengan pinggang layaknya seekor kuda yang sedang mengankat kedua kaki depannya, kemudian banyak cosmo yang berkumpul di tangan kanannya.

"PEGASUS RYUUSEIKEN"

Mengarahkan kepalan tangan kanannya kedepan, energi kosmo yang terlepas menyebar layaknya meteor yang menghujani para Noise.

*Duar* Duar* *Duar*

"Apa yang barusan itu?" Tanya Tsubasa yang terkejut melihat cahaya biru yang menghujani para Noise.

"Tolong Menghindar !" Sebuah teriakan terdengar.

"Ehhh!" Kanade yang terkejut melihat pemuda yang jatuh dari langit langsung dengan cepat menghindar.

"Fiuhh aku mendara dengan selamat"

"Oi yang barusan itu berbahaya!" Kanade memarahi Tenma.

"Hahaha Maaf-Maaf"

"Lalu, Siapa kau?" Tanya Tsubasa.

"Pegasus, aku adalah Saint Pegasus."

"Pegasus? Saint?" Tanya kanade uang tidak tahu apa yang dibicarakan Tenma.

"aku akan membantu kalian"

"Kamu pikir kamu bisa mengimbangi kami?" Kanade bertanya.

"Aku tidak yakin apa aku bisa memenuhi ekspetasimu, tapi setidaknya aku cukup percaya diri" kata Tenma dan pergi melawan Noise

"Kalau begitu Tsubasa …. Ayo kita hajar mereka. " kata Kanade yang juga menyerbu kearah Noise.

"Iya."


Di atas sebuah gedung yang tinggi saat ini ada dua sosok yang menyaksikan apa yang baru saja terjadi.

"Hooo jadi dia benar-benar seorang saint"

"Reiz-sama apa anda tahu tentang orang itu?"

"aku tidak tahu tentang bocah itu, tapi aku pernah bertarung melawan Seorang saint di masa lalu" kata pria itu sambil memegang penutup matanya.

"Regis sapa dia, tapi tidak perlu berlebihan"

"baik"

Kemudian pemuda itu melopat dari atas gedung


"Oraaaa! …. Cih jumlah mereka banyak, huh?"

"Hei, apa itu?" Tanya Tsubasa sambil menujuk kearah bola hitam yang ada langit

"aku tidak tahu, tapi rasanya dia menuju kearah kita" Ucap kanade.

"Oi, menghindar !" Teriak Tenma

*Boom*

Bola hitam tersebut menhempas tanah dan menyebabkan debu berterbangan.

Tak lama kemudian, dari tempat itu muncul sosok yang kerangka hitam, tidak lebih tepatnya armor dengan betuk seperti kerangka manusia, dan di dadanya terdapat simbol berbentuk Kuda bermata satu, dia menggunakan helm layaknya tengkorak manusia bewarna hitam denagn mata ungu menyala.

"Siapa kau!" Tanya Tenma dengan tegas.

"Sebelum bertanya nama orang, bukankah kau seharunya memperkenalkan namamu dulu, atau mungkin para saint tidak diajarkan hal seperti itu?"

"Kuh, Aku Tenma…. Tenma si Pegasus! Lalu siapa kau?"

"Namaku Regis…. Regis si Nuckleave, Pelayan dari Hades-sama"

"HADES!"

"Hoo… sepertinya kau tau tentang tuanku."

"Namamu Nuckleave kan? Beri tahu aku semua yang kau tahu tentang hades."

"jika kau ingin tahu, maka coba kalahkan aku"

"Nuckleave Aqua Burst"

"Akan ku layani kau"

"PEGASUS RYUU SEI KEN"

*Duar* *Duar* *Duar* *Duar*

Kedua serangan itu saling membentur menyebabkan dampak yang besar, tapi momentum itu tidak berlangsung lama karena perbedaan kekuatan yang cukup besar membuat Tenma terpojok.

Dan kemudian serangan itu menembus pertahanan Tenma dan membuatnya terpental dan tidak sampai situ, salah satu sisa dari serangan Regis terus terbang hingga mengenai Tribun yang berada jauh di belakang di belakang Tenma.

"kyaaaa"

Tiba-tiba terndengar teriakan seorang gadis yang muncul jauh dibelakang Tenma, dan rupanya ada seorang gadis yang belum melarikan diri.

"Gadis itu…"

Tenma tidak mengenal siapa gadis itu, tapi dia pernah melihatnya, itu adalah gadis yang dia lihat saat sebelum dia memasuki stadion.

"Sial !" Tenma mencoba berlari ke arah gadis itu tetapi sebelum dia sempat berlari, Regis sudah muncul di belakannya.

"Memperlihatkan punggungmu ketika bertarung sama saja dengan mencari mati"

Regis kemudian membanting kepala Tenma sampai jatuh ketanah dan kemudian dia menendang tubuh Pegasus sampai terpental cukup jauh

"Guhah"

Ketika tenma dibuat sibuk oleh Regis, Noise mulai mengarahkan perhatian mereka kepada Gadis tersebut.

Gadis itu terlalu takut dan tidak bisa bergerak, dan kemudian para noise mulai meluncur ke arahnya.

"Tidak akan ku biarkan !"

Tepat sebelum Noise menyentuh gadis itu, Kanade muncul dan menyerang Noise tersebut, tidak sampai di situ, Kanade memutar tombaknya dengan sangat cepat untuk menghalau Noise yang masih menyerang. tapi gear itu tidak dapat menerima banyak kerusakan.

'gawat, jika ini terus berlanjut Gearku akan hancur'

"Cepat pergi dari sini!"

Mendengar teriakan kanade Gadis itu mencoba berlari tetapi kakinya yang terluka memperlambatnya, dan kemudian potongan Gear Gungir yang terbang mengenai dadanya. Ini menyebabkan Gadis itu terbang ke dinding sebelum menabrak tanah.

Kanade yang panik melihak kejadian itu langsung berlari menghapiri gadis yang terluka itu.

"TIDAK JANGAN MATI!"

Mendengar teriakan Kanade Tenma sekali lagi mengalihkan perhatiannya dari pertarungan.

"Kemana kau melihat."

"Kau-…Akh!." Ketika tenma belum menyelesaikan kalimatnya, Regis mengarahkan tinjunya keperut Tenma dan membuatnya terjatuh.

"Ada apa? Apa hanya segini saja kekuatan saint"

'Ini gawat jika seperti ini terus… semua orang akan….'

'Bakar kosmomu' Sebuah suara kembali terdengar didalam kepala Tenma, itu adalah suara yang sama dengan yang dia dengar saat membangkitkan Pegasus.

'bangkitlah dan bakarlah kosmomu'

'Itu benar, aku tidak masih bisa bertarung... aku masih bisa membakar kosmoku'

"Membaralah kosmoku" Tenma mebisikan kalimat itu

"Hah, Kau bicara apa?" Regis yang merasa sombong mencoba mengagkat tubuh tenma dan kemudian…..

"PEGASUS SUI SEI KEN"

Demi memisahkan jarak Tenma menggunakan tenknik lain, kali ini adalah teknik yang berfokus pada satu titik. Tenma memanfaatkan momen ketika Regis lengah.

"Apa-" Regis yang menganggap enteng Tenma tidak sempat bereaksi pada momentum yang singkat itu.

Bahkan walaupun regis jauh lebih kuat dari Tenma, jika dia terkena serangan yang difokuskan pada satu titik pada jarak nol tanpa persiapan, itu akan tetap membuatnya terpental.

Memanfaakan kesempatan itu, Tenma segera berlari menuju kanade dan gadis yang terluka itu.

"Bagaimana dengannya?!" Tenma bertanya pada Kanade.

"Dia masih hidup, tapi dia harus cepat ke rumah sakit!"

'sial karena kelemahanku, aku membuatnya terlibat' Tenma sangat kesal akan ketidakmampuannya.

"Pegasus, tolong jaga dia! Aku akan segera mengakhiri ini!" kata kanade

"Apa yang ingin kau lakukan?" Tenma merasakan ada yang salah dari kata-kata Kanade.

"Aku akan menggunakan Superb Song" ketika dia mulai bernyanyi, air mata mengalir di wajahnya dari matanya.

"Kanade! Tidak! Tolong, jangan menyanyikan lagu itu, kamu akan mati jika kamu menyanyikan lagu itu" Tsubasa berteriak.

"Apa!?" Tenma sangat terkejut mengdengar hal itu.

"Jangan hentikan aku, Ini Kebulatkan Tekadku" Ucap kanade yang berjalan kedepan dan kemudian mengangkat Tombaknya.

"Aku selalu bernanyi sepenuh hati…..bahkan di saat terkahir pun"

Gatrandis babel ziggurat edenal
Emustolronzen Finé el balal zizzl
Gatrandis babel ziggurat edenal
Emustolronzen Finé el zizzl

Ketika Lagu selesai dinyanyikan sebuah ledakan energi tercipta dan menyapuh bersih Noise yang tersisa, bahkan Regis juga terkena dampaknya karena dia mencoba mendekati kanade saat dia menyanyikan lagu itu. Dan Setelah itu kanade yang kehilangan mengalami dampak balik dari Superb song Terjatuh ketanah dengan tubuh yang penuh luka.

"KANADE!"

"Kuh, Manusia brengsek."

Tenma dan Tsubasa yang terkejut melihat Regis yang masih bengkit walaupun dia sudah terluka dan armornya mengalami kerusakan, bahkan begian atas kanan helmnya juga hancur dan meperlihatkan ¼ wajah Regis dengan rambut pirang.

"Sepertinya mereka membuatmu kesulitan ya, Regis"

Mengikuti dari arah suara itu, Tenma melihat seorang Pria yang perlahan turun dari langit, Pria itu memiliki tampilan seperti menjelang usia 30 dengan rambut pirang dan mata hijau dan mengenakan setelah formal bewarna Hitam.

Ketika Pria itu mendarat di tanah, Regis langsung menundukan kepalanya dan memberi hormat.

"Maafkan aku Reiz-Sama!"

"Tidak perlu khawatir, lagipula aku hanya menyuruhmu untuk menyapa saja." Ucap Reiz yang kemudian mengarahkan pandangannya pada Tenma.

"Hoo Jadi kau Saint Pegasus"

"Siapa kau!?"

" Hoo Betapa tidak sopanya aku. Kau bisa memangilku Reiz, aku adalah orang yang melayani Hades-Sama."

"Kalau begitu Pegasus, bagaimana kalau kita sedikit bermain—hmm?"

*Booom*

Sebuah cahaya keemasan tiba-tiba muncul dari langit dan kemudian mendarat dihadapan Tenma. Pada saat cahaya itu menghilang sebuah sosok muncul di berdiri di hadapan Tenma. Seorang Pria menggunakan Cloth Emas dengan sepasang sayap emas di punggungnya, di lengan kirinya dia memengang sebuah Busur. Pada saat itu sebuah perasaan aneh muncul didalam kepala Tenma, Dia tidak tahu siapa orang itu tapi entah mengapa rasanaya dia mengenal orang tersebut.

"Aku tidak akan membiarkanmu berbuat lebih jauh dari ini." Ucap Pria tersebut dengan suara serius.

"Hooo jadi siapa kau?"

"Aku adalah Gold Saint Sagitarius, Pejuang yang melayani Dewi Athena."

"jadi begitu, ini benar-benar menarik." Ucapnya dengan sebuah senyum dan kemudian menapatap bawahannya. "Regis kita Mundur"

"Iya, Reiz-Sama"

Kemudian dua sosok itu meninggalkan lokasi dengan cepat. Sagitarius tidak menunjukan gerakan kalau dia akan menyusul dan menghentikan kedua orang itu.

"Kerja bagus Pegasus Tenma." Ucapnya sambil menaptap tenma.

"kau mengenalku?"

"Aku yakin kau memiliki beberapa pertaanyaan tapi sayangnya saat ini kita harus pergi dari tempat ini."

"Hei tunggu dulu, bagaimana dengan mereka yang terluka." Ucap Tenma sambil melihat Kanade dan gadis yang satu lagi.

"Tidak perlu khawatir. Saat ini pekerja medis sudah tiba diluar dan mereka akan segera masuk. Jadi lebih baik kita serahkan pada mereka untuk merawat keduanya." Ucap Sagitarius yang kemudian mengembangkan sayapnya dan bersiap untuk terbang.

"Tunggu—" Tenma mencoba mengehentikannya tetapi Sagitarius sudah terbang ke langit dengan kecepatan yang sangat tinggi.

"Dia pergi."

Tenma merasa kalau dia harus mengikuti saran Sagitarius tapi sebelum itu dia berbalik dan mengarahkan pandangannya kepada gadis yang terluka dan kemudian bergeser pada Tsuabasa yang sedang memeluk Kanade.

"Aku minta maaf." Ucap tenma sebelum dia pergi meninggalkan tempat kejadian.


Tenma pergi menjauh dengan kecepatan penuh sambil mengindari keramaian. Setelah cukup jauh dan memastikan tidak ada orang disekitarnya, akhirnya Tenma melepaskan perubahannya dan armor tersebut berubah kemabali menjadi pendant.

"Ukh." Rasa sakit menjalar keseluruh tubuhnya dan membuat tubuhnya terjatuh ketanah.

"Sial, ini benar-benar hari terburuk." Ucap tenma sambil memejamkan matanya.

"Meskipun aku punya kekuatan ini, aku terlalu lemah... Aku tidak bisa menolong mereka" ingantan tentang orang-orang yang terbunuh oleh noise, gadis yang terluka dan pengorbanan kanade telintas di benaknya. Dia tidak bisa menyembunyikan kekecewaan dan rasa kesal akan kelemahan dirinya.

Tapi Tenma tidak akan selamanya bersikap lemah seperti itu, dia langsung berdiri dan membulatkan tekad baru dengan mata yang serius dia menatap langit.

"Aku harus mejadi lebih kuat, dan selanjutnya aku pasti akan melindungi semua orang."


(Dirumah Sakit)

Kanade membuka matanya dan melihat sekitar dan dia akhirnya tahu kalau ini adalah rumah sakit, di sampingnya tsubasa sedang tidur sambil memegang tangannya.

"Apa aku masih hidup?"

Tiba-tiba pintu terbuka dan Genjuro masuk.

"akhirnya kau bangung, kau benar-benar membuat banyak orang khawatir" Genjuro menceramahi kanade dengan sedikit emosi

"berapa lama aku pingsang?"

"Beberapa jam, apa kau ingat sesuatu saat sebelum pingsan?"

"Saat itu aku, Tsubasa dan Pegasus bertarung melawan Noise, tiba-tiba musuh yang sangat kuat muncul dan akhirnya aku menggunakan Superb Song untuk mengakhiri pertarungan. " kata kanade sambil mengingat kejadian yang sebelumnya.

"Pegasus?"

"Iya, ada seseorang dengan armor putih yang membatu kami dan menyebut dirinya Saint Pegasus….Ah! benar juga. Bagaimana keadaan gadis yang terluka itu? " Kanade yang panik bertanya.

"ya tidak perlu khawatir, operasinya sudah selesai dan nyawanya tidak lagi terancam"

"syukurlah" kanade merasa lega

"Dan ada dua hal penting yang harus ku beri tahu. Petama, meskipun secara ajaib kau berhasil selamat setelah menyanyikan lagu swan tapi armor Gungir mu hancur karena tidak dapat bertahan" genjuro menjelaskan. Dan yang kedua, tubuhmu megalami banyak kerusakan, dan itu harus membuatmu mundur dari aktifitas mu sebagi idol"

"Dengan kata lain sekarang aku manusia biasa atau lebih tepatnya warga sipil" kanade menyimpulkan

"Aku minta maaf" Ucap genjuro sambil menundukan kepalanya.

"Tidak pelu minta maaf, setidaknya aku berhasil bertahan hidup" dengan sedikit sedih kanade mengelus kepala tsubasa yang sedang tidur.

"baiklah kalau begitu aku harus pergi, aku akan meminta Ogawa untuk membantumu menulis laporan, jadi untuk sekarang istirahatlah dan jangan paksakan dirimu" genjuro berjalan keluar ruangan.

"Sepertinya sesuatu yang besar akan terjadi" Ucap Genjuro sambil merenungkan Cerita Kanade.

BERSAMBUNG