Lumina city, Moniyan Empire

Pusat ibu kota dari kerajaan moniyan, lumina city, tempat dari semua orang bisa merasakan damai dan bahagia, dimana para pedagang, penyair, musisi bahkan para prajurit light of order ada disini.

Berjalan menyusuri jalan pusat kota, seorang pria gagah berjalan dengan palu besar dan perisai emasnya bertengger di punggungnya, baju T-shirt berwarna putih pendek dan celana biru tua panjang pas dengan kaki jenjangnya, sepatu kulit berwarna coklat setumit dan jangan lupakan wajah tampan rupawannya, dengan rambut pirang belah tengah dan mata berwarna coklat muda menambah kesan karisma seorang pemimpin.

Tigreal, Tigreal Wertz, bangsawan dari keluarga Wertz, anak tertua dari seorang legenda Moniyan Empire, Gareth Wretz.

Menyusuri jalan pusat ibu kota, sembari sesekali menyapa para warga yang memberikan lambaian dan ucapan selamat pagi untuknya.

Mengapa Tigreal berada di pusat kota? dia sekarang sedang menikmati masa liburnya, setelah habis selesai menjalankan misi dari para tetua kerajaan ini.

menghirup udara segar dan terpaan angin pagi yang sejuk, betapa indahnya kedamaian ini, pikirnya...

"Kakaaaaakk", terdengar sebuah sapaan dari arah belakang dirinya, berbalik, lalu Tigreal tersenyum, tulus... melihat siapa yang menyapanya dengan lambaian tangan sambil berlari semangat menuju ke arahnya, mengabaikan pasang mata menatapnya sambil sesekali terkikik geli melihat sang empunya suara karena tingkah lakunya.

"hosh...hosh...pagi kakak hosh... apa yang sedang kakak lakukan di ibu kota hosh" dengan suara indah nan lembut di ikuti keringat mengalir dari pipi mulus dan bersihnya, rambut pendek sebahu namun diikat pony tail berwarna perak dan mata berwarna coklat muda sama seperti Tigreal, menopang tubuhnya dengan tangan yang di tahan di atas pahanya, menatap Tigreal dengan muka imutnya yang menambah nilai plus di mata kaum adam.

"Hanya menikmati waktu liburku dari kesatuan dan menjernihkan pikiran, dan lagi... ada apa sampai kamu mengejarku dengan berlari seperti itu Fanny?".

Fanny wertz, adik perempuan Tigreal, dan juga anak kedua dari ayah dan ibunya. "tidak ada apa apa sih, tadinya aku ingin mengajakmu mengantarku ke pusat perbelanjaan, tapi saat aku bertanya pada para pelayan, mereka bilang kakak udh pergi dari pagi, jadinya yaa... aku menyusulmu hehe", dengan tawanya dia menjawab sambil menggaruk kepalanya yang bisa di bilang tidak gatal, "hahhh... kau ini ada ada saja, lain kali jangan melakukan hal seperti itu lagi, ingat? kau itu seorang putri dari bangsawan Wertz, yeahh... walaupun aku tidak melarangmu juga melakukan hal seperti itu",

"hahhh... kau sama saja seperti para pelayan di rumah kak, ini itu ini itu aaaahhh gini amat jadi putri dari bangsawan terpandang, menyebalkan huh", memajukan bibirnya sambil mencibir tidak membuat Tigreal geram, justru dia malah tertawa halus dan menikmatinya, tidak memperdulikan adiknya Fanny yang memandangnya dengan urat kekesalan bertengger di dahinya.

"ahaha baiklah baiklah, mari aku antar kamu ke pusat perbelanjaan, sebagai permintaan maaf, aku akan mentraktirmu, tapi ingat!, jangan berlebihan" sebelum fanny berkata yang bukan bukan, Tigreal terlebih dahulu menyelanya, dan itupun membuat Fanny bertambah jengkel terhadap Kakak tampannya.

"baiklah, deal... aku terima traktiranmu itu kakak, ayoooo berangkaaaattt", dengan mengenakan baju hitam lengan panjang dan celana hitam panjang, perisai yang menempel di dadanya, dan jangan lupa sepatu standar berwarna hitam yang dikenakan oleh Fanny, menambah kesan tomboy untuk seorang wanita namun bernilai plus karena cocok untuk dirinya, berjalan dengan semangat sambil menarik tangan kakaknya yang mau tidak mau harus mengikuti apa yang diinginkan oleh adik tersayangnya itu.

' satu hari lagi ku lewati dengan tenang dan indah, andaikan tidak ada peperangan di masa lalu, maupun masa yang akan datang, andaikan waktu itu... tidak... aku tidak boleh menyia nyiakan waktu yang telah diberikan oleh pusat, setidaknya... untuk sekarang... aku harus menikmatinya, dan melindungi kerajaan ini, khususnya, keluargaku dan... dirimu... adikku',

To Be Continue...