Sungchan tahu Shotaro suka memperhatikan detail kecil saat dia tertidur. Seperti, Sungchan akan mengigau ketika tidur dalam keadaan lelah dan mengambil minum pukul tiga pagi. Sesuatu yang dia ketahui saat Shotaro cerita padanya saat sarapan.

Dia juga tahu Shotaro sangat suka mencium kening dan mengusak rambutnya. Mereka beda 6 centimeter, karena itu Shotaro selalu memakai kursi untuk melakukannya. Sungchan tidak pernah benci perlakuan Shotaro padanya.

Sungchan hanya benci pada pekerjaan Shotaro yang sering memaksa lelaki itu lembur. Dia juga benci pada asap rokok yang dihasilkan oleh Shotaro setiap hari.

Karena itu Sungchan menyalakan rokok Shotaro tanpa menghisapnya, membiarkan aroma tabako menyebar ke seluruh ruangan.

Dia merasa, tidak mengenal Shotaro seluruhnya. Mereka sudah saling mengenal sejak lama dan tinggal bersama 1/20 abad. Tetapi Sungchan merasa tidak tahu apa-apa tentang Shotaro selain bakat di bidang tari yang terpaksa tidak dilanjutkan karena tuntutan orangtua. Atau stres karena pekerjaan dan konflik di tempat kerjanya. Dia pikir itu cukup tapi ternyata tidak pernah memenuhi 1/6-nya.

Sungchan juga ingin tahu detail kecil dari Shotaro. Minimal makanan yang paling sering dimasak Shotaro di waktu senggangnya atau kebiasaannya saat tidur.

Sungchan ingin mengingat hal manis bersama Shotaro bukan hal yang buruk saja. Bukan hal tentang lembur, konflik, kebiasaan buruk, ataupun asap rokoknya. Sungchan ingin mengingat bagaimana Shotaro mencium keningnya, mengusap rambutnya, memasak untuknya, bahkan hal kecil saat mereka bergandengan tangan. Sungchan ingin itu kembali.

Dia berjanji akan lebih mendengarkan. Sungchan berjanji akan lebih banyak meluangkan waktunya untuk Shotaro. Dia janji akan memberikan cinta dan kasih yang lebih melimpah.

Tetapi semua sudah terlambat.

Shotaro sedang tertidur dalam jangka waktu yang belum ditentukan. Hanya detak jantung dan hambatan nafas kecil yang bisa Sungchan perhatikan saat ini. Karena detail kecil yang tidak terlihat, Sungchan tidak tahu beban yang dihadapinya hingga Shotaro mengurung dirinya dalam kekangan nafas tipis oksigen. Puji Tuhan, Shotaro masih bisa diselamatkan tapi dalam kondisi kritis.

Setiap Sungchan mengingat, dia akan menyalakan tabako itu dalam sepi mengenang semuanya dengan sesak di dadanya. Berharap suatu hari nanti mereka bisa bersama lagi. Membangun kenangan dari awal. Memperhatikan detail masing-masing dalam sepi. Mengobrol dan tertawa bersama.

Sungchan akan terus menunggu sampai malaikat menjemput.

End

halo udah lama gak nulis di FFn. sebenarnya ini udah di pub di Twitter. kemungkinan juga bakal di pub di wp. terimakasih yang sudah membaca.