--
HAIKYUU
Furudate Haruichi
--
Jika mereka bertanya tentang orang yang kusuka, maka aku akan menjawabnya dengan lantang. Jika Aku menyukai Kita Shinsuke.
—Miya Atsumu, 2k21
--
Namaku Miya Atsumu, mempunyai saudara kembar bernama Miya Osamu, kami berdua bersekolah ditempat yang sama, SMA Inarizaki. Kami juga mengikuti ekskul sama, Voli.
Aku memiliki seorang senior yang begitu kukagumi. Bagiku, dia orang yang hebat. Pintar, Menawan, perfeksionis, perhatian, ganteng. Dan menurutku, semua hal yang berbau positif ada di dia semua. Sedang aku cuma kebagian negatifnya aja, ga adil banget.
Namanya Kita Shinsuke. Meski perhatian, dia itu gapekanya kebangetan. Aku pernah caper ke dia pengen diperhatiin, tapi malah dicuekin. Katanya perlu menuntaskan rutinitas hariannya dahulu.
Aku berharap bisa mematahkan rutinitasnya saja.
Tapi aku bukan orang yang mudah menyerah. Maaf saja, meski tembok berada di depanku, tubruk hingga kepala berdarah gaakan masalah, jika itu memang bayaran untuk mendapat sayangnnya Kak Kita.
"Kak Kita? Nanti boleh ajarin Tsumu ngerjain PR nggak?"
"Kak Kita... Kepalanya Tsumu sakit"
"Kak Kita kayaknya kaki Tsumu terkilir deh"
"Kak Kita...! SUNA SAMA SAMU GANGGUIN TSUMU MULU!"
Iya, udah banyak banget tingkah yang aku lakukan untuk caper ke si Dia. Tapi responnya datar banget, Aku jadi agak kecewa dan sakit hati.
"Iya, Nanti kuajarin"
"Minum bodrex, Tsumu"
"Biar kuurut nanti"
"Gausah dihiraukan"
Dingin kan? Mana lagi ngomongnya gapake senyum. Aku yang berhati softie ini tentu potek—yang jujur aja percuma banget alias gamempan.
Karena aku udah capek sama Caper-caperan. Aku samperin langsung Kak Kita, mau ngomong serius pokoknya. Kebetulan sekali Kak Kita lagi ga ngapa-ngapain—udah jadwal pulang sekolah memang, mungkin aja bakal lebih diperhatiin omonganku nanti.
"Kak Kita"
"Iya?"
"Aku mau ngomong ke Kakak. Penting."
"Kamu udang ngomong itu"
"Iihh... Serius, Kaaak"
Kak Kita malah ketawa, "Iya, maaf. Tsumu mau ngomong apa?"
Ditanya seperti itu, Aku mendadak gugup. Padahal tadi aku ga ngerasa gugup tuh. Ga sedikitpun. Aku menarik nafas panjang-panjang dan membuka suara.
"K-kak Kita s-suka A-aku nggak?" Gawat, ngomong gini aja aku udah gugup warbiasah.
"Bicara apa sih? Tentu saja Aku suka Kamu. Aku juga Suka sama semua teman kita. Ngapain nanya gapenting gitu?"
Oh, salah paham lagi. Kak Kita ini pura-pura gapeka, atau memang bego sih?! Sebel aku lama-lama.
"A-aku kan p-penggemarnya Kak K-kita" aku nyaris menepuk jidat. Kenapa malah ngomong penggemar, Tsumuu?!
"Terus? Kamu mau minta tanda tanganku?"
Kan? Salah pahamnya jadi makin jauh. Gimana dong? Aku harus lebih berani dari ini. Pokoknya harus!
"Bukan gitu maksudku, Kak"
"Terus?"
"Aku pengen selalu deket sama Kakak, selalu"
"...?"
Gawat! Ngomong apaan sih, Tsum? Ntar dikira lengket gimaanaaa...?! Tsumu gubluk, bego.
"Maksudnya? Jadi Babu aku?"
Allahu... Kak Kita... Stoplah dahulu untuk selalu berpikir bodoh. Kak Kita itu pinter. Nggak bego kayak Aku, otaknya jangan disia-sian lah, kasihan.
"Nggak kayak gitu, Kak Kita...!"
"Lalu gimana? Jangan makin bikin bingung Aku dong!"
Aku ngedumel dalam hati, yang membuat ini panjang kan kebegoan Kak Kita yang lagi kumat-kumatnya di tengah acaraku nembak gini. Gatau kalau mental aku lagi breakdance apa?
"Aku suka Kakak. Tapi dalam konteks asmara. Kayak Tsumu tuh pengen jadi... Jadi..."
Kak Kita tersenyum saat aku ditelan gugup setengah hidup.
"Aku gasanggup bilangnya. Kak Kita, aku beneran sayang sama Kakak—bukan! Maksudku, aku cinta—nggak! Tapi pengen. AHHH... TSUMU GABISA NGUNGKAPINNYA, KAK KITA! MASA KAK KITA GAPAHAM MAKSUD TSUMU SIH?!"
Aku mengusak suraiku kasar. Stres banget, Kak Kita gapeka-peka deh. Makin sebel.
"Iya"
Iya aja? Iya aja? Kak Kita...! Kok kamu gitu-gitu amat sama Aku yang mentalnya nyaris jatuh ke dasar sumur cuma untuk ngungkapin hal gajelas yang tertulis di atas. Tapi kenapa dikau hanya menjawab dengan 'Iya'. Hanya 'Iya'.
"Kalo gitu, Besok Kakak jajanin ya?"
Aku menatapnya cepat-cepat, gapaham sama maksudnya, "Kok?"
"Karna kamu udah jadi pacar Aku, jadi... Gaada salahnya kan jajanin pacar sendiri?" Kak Kita tersenyum. Wuishh, damagenya bungg, gamaen-maen. Udah bejedotan hati Tsumu ngeliatnya.
"K-kak Kita jadi pacar Tsumu beneran?"
"Emang kamu maunya beneran atau bohongan?"
Kepalaku dielus-elus, akunya keenakan lah. Kak Kita tuh tetep ada-ada aja tingkahnya untuk ngebaperin anak orang.
"Pacar beneran lah"
"Yaudah, berarti Aku dan Tsumu sudah jadi sepasang kekasih beneran deh"
"Hehehe... Iya... Nanti mau pamer ke Samu"
"Pamer apa?"
"Berhasil jadian sama Kakak"
"Hahaha... Kamu lucu banget sih"
Kak Kita tersenyum, lalu mencium pipiku. Aku kaget, tapi dia malah makin melebarkan senyum. Sontak aku menutup wajah karna malu, "Kak Kita jail banget deh"
"Hahaha... Kamu lucu sih"
"Tsumu bukan pelawak, Kak Kita!"
"Besok kutraktir ya... Makan yang banyak, biar makin mbul"
"Kak Kita do'ain aku makin gendutan?"
"Enggak. Kamu sensi banget sih sama pacar baru"
"Kak Kitaaa..." Aku makin malu saat Kak Kita dengan entengnya malah bahas pacar-pacar di depanku.
"Hehehe... Sampai jumpa besok, pacar baruu. Hati-hati pulangnya..."
"Kak Kitaaa...!"
--
Hwahahaha... Saya Lagi kobam sama KitaAtsu/KitaTsumu ya...?
