My Boyfriend is Uke
.
Hinata Hyuuga
x
Naruto Uzumaki
.
!Attection/Warning!
Female Dominantion (Femdom), MaleSub,
Strap-on dildo, Analsex/Pegging!
.
Malam hari dimusim dingin dimana salju berjatuhan dengan lembut, mehujani seluruh kota tokyo yang indah dengan seluruh cahaya bagunan tinggi dan jalanan menghiasi perkotaan di malam hari.
Seorang gadis berambut raven panjang sedang berdiri didekat jendela kaca balkom, menikmati pemandangan kota malam di sebuah apartemen berlantai 10 itu dengan tubuh dibalut kimono tidur.
Tiba-tiba sebuah lengan kekar memeluk tubuhnya dari belakang. terasa hembusan hangat dan jilatan di lehernya membuat perempuan itu menoleh dan tersenyum kepada seseorang yang memeluknya ini.
"Naruto sayang, kenapa kau belum tidur?"
Pria dengan rambut pirang pendek itu merangkul erat tubuhnya yang ramping dibalik kimononya dan wajahnya bersandar di bahu kiri perempuan-nya ini sambil juga menatap pemandangan."Aku tidak bisa tidur."
Gadis dengan tubuh mungil itu terkejut baru menyadari ada sesuatu yang keras menekan bokongnya. Ia menatap wajah kekasihnya ini yang masih menatap keluar itu. Mengelus tangan pria yang berada diperutnya ini dengan senyuman lembut."Hmm... kalo begitu kita main sebentar saja. Berbaringlah."
Naruto melepas pelukannya dan gadis yang bernama Hinata berbalik melihat Naruto melangkah ke arah ranjang tidur dan berbaring dengan tubuh tak mengenakan sehelai baju apapun. Telanjang.
Hinata mendekatinya tanpa naik keatas ranjang dan menatapnya sejenak. Ia membuka laci meja kecil di samping ranjang lalu mengambil seutas tali pramuka kemudian mulai mengikat kedua pergelangan tangan Naruto menyatu saat Naruto langsung menyerahkan diri kedua tangannya untuk diikat.
Hinata duduk disamping ranjang dan menuduk untuk mencium Naruto. Naruto mengerang dan memejamkan mata ketika lidah Hinata mulai mengeksporasi isi mulutnya dan mendominasi ciumannya.
Hinata menjauhkan wajahnya sembari mengusah liur hasil ciuman ganasnya di dagu Naruto yang menatapnya pasrah dengan napas terengah-engah. Ia kembali berdiri dan melangkah mendekati meja itu lagi. Membuka laci kembali untuk mengambil sesuatu yang membuat Naruto terkejut.
Hinata melepas kimono tidurnya dan menjatuhkannya di lantai. Tubuhnya dengan balutan lingerie hitam yang sexy sangat mengundang nafsu Naruto melihatnya. Matanya melihat Hinata memasang sextoy strap-on dildo di pinggangnya dengan penis mainanan disela kedua pahanya.
Strapon yang siap memper'uke pria-nya ini.
Naruto masih terpaku dengan wajah sedikit gugup dan pipi merona melihat ukuran batang penis silicon yang besar dari miliknya yang sudah tegang ini. Silicon penis berwarna coklat gelap.
Hinata yang tahu arah pandangan Naruto mulai mendekatinya membuat Naruto sadar. Naik keatas ranjang dan berada di atas tubuh Naruto dengan lutut menyangganya disisi tubuh Naruto.
"Kau suka aku mendominasi dirimu,Naruto?"tanya Hinata yang menatap bawah dimana penis siliconnya tepat di wajah Naruto.
"Iya... Aku suka."
"Kalo gitu basahi penisku ini."
Dengan gaya perlahan yang menggoda, Naruto membuka mulutnya untuk mengulum strapon Hinata itu. Mengulumnya dengan gerakan maju mundur membuat Hinata mendesah melihat Naruto memblowjob penisnya itu.
"Ahh~"
Naruto terus mengulum dengan mata sesekali mata terpejam dan menatap ekpresi wajah cantik Hinata yang merona nikmat itu.
Hinata mulai mengerakan pinggulnya untuk memperkosa mulut Naruto yang mengulum penisnya ini, membuat Naruto sempat tersedak karena gerakan tiba-tiba Hinata yang menyodok mulutnya.
"Ah maaf,"Hinata mengeluarkan penisnya dari mulut Naruto yang sudah blepotan salivanya sendiri hingga membasahi bibir dan dagunya.
"tidak apa-apa... ayo perkosa aku,Hinata."
Hinata yang medengar itu lantas tersenyum dan mencium bibir Naruto sejenak dan mengikat tali pengikat tangan Naruto di atas kepala ranjang tidur.
Naruto meronta dengan mata menggoda dan tersenyum nakal membuat Hinata menyeringai dan menampar salahsatu pantat sintal Naruto yang langsung menjerit nakal ala cewek."Ahk~"
Hinata mencium leher Naruto, Naruto mengangkat kepalanya sembari mendesah memejamkan mata dengan nikmat saat memberikan akses untuk Hinata meberikan kissmark di lehernya sembari menjilatinya. Jilatan lidah lihai Hinata bergerak menuju ketiak Naruto yang bersih mulus itu. Mencium sejenak wangi ketiak Naruto yang selalu wangi oleh parfum kesukaannya sebelum kembali menjilat ketiak itu, membuat Naruto sedikit meronta kegelian.
"Ahhk haha Hinata..."
Hinata membuka matanya, mata melirik keatas melihat ekpresi wajah merona tampan Naruto yang berkeringat.
Kini Hinata beralih ke dada besar berotot Naruto dengan puting pink sudah mengeras. Ia memberi sebuah kecupan diputing kiri Naruto yang membuat Naruto memekik. Tangannya kirinya bergerak mengelus dan menekan-nekan puting Naruto yang satunya. Tangan satunya mengelus paha kiri Naruto yang terasa mulus ditangan.
Naruto hanya bisa mendesah. putingnya sangat sentisif. Kuluman mulut Hinata dan remasan di kedua dada kekarnya membuat dirinya melayang hingga ia membusungkan dada keatas.
Hinata terus mengulum bahkan mengigit sakit gemas dengan puting pria pirang ini dan tangannya mencubit dengan memuntir puting mengoda itu.
"Ahhh nghhk Hinata ahh~" Naruto mendesah. Diri yang memang seorang pria submissive itu terangsang dada kekarnya disentuh layaknya seperti dada wanita.
Hinata terus menjilat hingga beralih ke perut sixpack Naruto yang tercetak sempurna itu. Ia menyukai menjilat rasa tubuh menggoda milik Naruto-nya.
"Naruto...Aku pingin memperkosa dirimu..."ujar Hinata menatap Naruto dengan pandangan bernafsu itu.
Naruto yang mendengar kata itu membuka lebar ke atas kedua kakinya. Memperlihat lubang anusnya yang mengerut ini yang ingin dimanja itu dihadapan gadis dominannya ini.
Hinata yang dapat godaan dari sang pria uke ini tersenyum nakal. Hinata menggengam kedua pergelangan kaki Naruto. Menatap sembari menjilat betis kaki kiri Naruto itu,"sluurp ahhh~"
Wajah Hinata berada di selangkangan Naruto. Ia menyingkirkan poni rambutnya yang disisipkan di telinganya. Mulutnya langsung mengulum penis Naruto.
"Ahhhhhhh ohh yahhh~" desah Naruto yang tersenyum melihatnya.
Jari Hinata juga mulai menyentuh permukaan lubang pantat Naruto. Jari telunjuknya bergerak memutar di sekitar lubang itu yang membuat tubuh Naruto bergetar kemudian perlahan mulai masuk kedalamnya.
"aaaaahhhh..."
Hinata mengulum penis Naruto sembari menusuk lubang anal Naruto dan bergerak didalamnya. Jari kedua masuk membuat gaya guting untuk melebar lubangnya itu dan akhirnya menemukan titik prostat Naruto dan menekannya.
Tubuh bawah Naruto bergetar. Rasa nikmat melihat Hinata mengulum penisnya sambil bergerakan jari-jarinya didalam pantatnya hingga rasanya ingin memuntahkan cairanya itu.
Hinata yang tahu hal itu, langsung berhenti mengulum dan mengeluarkan jarinya dari lubang kenikmatan Naruto yang membuat Naruto mendesah kecewa. Ia menjilati kedua bola lalu bergerak kebawah untuk menjilat lubang Naruto sejenak dan membuat Naruto mendesah kembali.
Hinata kembali membuka kedua kaki Naruto. Dan menatap Naruto yang menatapnya tak berdaya dengan tatapan sayu itu. Ia mengesekan penis siliconnya di penis Naruto. Ia menyeringai melihat ukuran penis Naruto masih terbilang kecil untuk ukuran tubuhnya yang kekar ini dengan strapon penis yang terbilang besar ini."Kau ingin dientot dengan penisku kan, nah coba mohon padaku agar aku memperkosa kamu,Naruto sayang."
"Please fucking me mistress Hinata..."
Hinata terkejut sesaat mendengar ukenya memohon sampai segitunya sebelum ia tersenyum,"Baiklah,pelacur-ku yang kusayang."
Dan Hinata langsung menusuk lubang itu dengan strapon tanpa perlahan dan ragu hingga kembali membuat Naruto mendesah keras sampai membusungkan dadanya.
"AAAAAHHHHH!"
"Gimana rasanya diperkosa olehku hah, pria murahan!"hardik Hinata dengan senyum mengejek sambil menyodok liar anal Naruto.
"aaaahhkk nghh ahhhk ahh..."
plak!
"ahk?!"
"Jawab!" hardik Hinata menyodok terus straponnya.
"ahkk nikmaaat~"
Hinata berhenti memperkosa Naruto. Penis siliconya masih terbenam di lubang pantatnya. ia lalu menyeringai menatap Naruto yang bingung itu.
"Bergerak."
Naruto sesaat bingung mendengarnya. Lalu sebuah tamparan di wajahnya, melihat Hinata yg menatapnya datar.
"Bergerak dan puaskan dirimu. Perlihatkan jika kamu pria murahan yang suka diperkosa!"
Naruto terkejut mendengar perkataan Hinata yang menghina dirinya. Tapi entah kenapa rasa terangsang hingga Naruto bergerakan tubuhnya untuk menyodok strapon Hinata di lubangnya itu.
"Hahaha kau memang pantas jadi uke."
Hinata melihat ekpresi Naruto yang keenakan bergerak maju-mundur tubuhnya untuk menyodok pantat dengan penisnya, memjamkan mata sambil mendesah dan meracau mengatakan dirinya dengan menghina dirinya sendiri.
Hingga Hinata melepaskan iketan tali yang menyatu kepala ranjang itu dan menganti posisi dengan Hinata dibawah bersandar santai tubuhnya di kepala ranjang sedangkan Naruto diatasnya kembali memasukan dildo strapon Hinata di analnya dan mendesah.
Hinata mengamati. Melihat saja Naruto sibuk menaik turunkan tubuhnya itu. Kedua tangannya masih terikat. Wajah serta tubuh kekarnya berkeringat. Mendesah dengan mengeram nikmat saat ujung dildo mengenai prostatnya sangat dalam di dalam tubuhnya.
Hingga Hinata tiba-tiba bergerak menyodok pria pirang yang sange itu hingga Naruto mendesah keras.
"Ayo kita selesaikan ini Naruto."
Hinata memegang pinggang Naruto membantu bergerak cepat naik turun tubuh Naruto.
"Ahhh nghh ahh a-aku keluar..."
Hinata langsung mendorong Naruto. Dia bangkit dari kasur dan langsung mengangkat tubuh Naruto dengan gaya ala tuan putri menuju kearah jendela besar balkom dan menurunkan tubuh Naruto dan menahan Naruto menghadap kaca itu. Hinata menusuk kembali straponnya ke lubang kenikmatan Naruto yang menjerit dengan kepala terangakat dan tubuh kekarnya yang berkeringat terlihat sexy dengan tubuh melengkung indah itu.
"Nah bagaimana Naruto hm... kau ga menyangkakan aku memperkosamu dengan cara begini agar orang di luar sana bisa melihat kamu di*pegging olehku kan,"bisik Hinata yang berada di belakang Naruto menyodok anal kekasihnya ini sambil kedua tangannya bermain di puting Naruto dan mengocok penis Naruto yang tegang itu,"kalo kau,pacarku ini seorang uke. Pasti diluar sana jika ada yang melihatmu akan ada memperkosamu juga."
"ahhhk ahhk hahhk yahh..."
Naruto hanya bisa pasrah bersandar di kaca pintu jendela saat Hinata menyerang bagian-bagian tersensitifnya. Hujaman penis dildo besar strapon di lubang pantatnya yang sudah becek, puting dada kirinya dicubit melintir dan penisnya dikocok oleh Hinata dari belakang yang mencium punggung lebarnya itu.
Naruto sang pria primadona kampus dengan tubuh yang sangat disukai para wanita. Terkenal dengan prestasi di bidang olahraga. Dan juga baik hati.
Namun dibalik itu semua, tidak ada yang tahu jika selain mantan pacar prianya dulu dan pacarnya sekarang ini dia seorang masokist akut.
Menyukai didominasi oleh siapapun dengan kasar saat bercinta.
Seperti saat ini Naruto yang terlihat mengoda. Telanjang dengan tubuh berkeringat. kedua tangan terikat. dan disodomi oleh wanita dengan sextoys strapon dianalnya. Wajahnya yang tampan itu terlihat sexy dengan pipi merona,mendesah, lalu mata yang sayu dengan nafsunya.
"Ahhk Hi-hinata... ngh ahh lebih cepat! Aku sudah mau keluar!"
Hinata berhenti mengocok penis Naruto dan beralih meraih pinggang Naruto dan mengluarkan penis siliconnya kemudian mengentak kuat dan menyodok dengan kasar.
"AHHHH!"
Hinata mengentak pinggulnya menyodok keras dan cepat di anus Naruto yang sudah basah itu hingga bersuara becek yang keras. Ditambah tangannya juga mendorong pinggang Naruto biar lebih dalam.
"Lihatlah dirimu di kaca itu,Naruto sayang. Dirimu yang hina ini sedang diperokasa dan dilihat banyak orang. Aku sudah membayangkan kau akan di*gangbang pastinya."
Naruto membuka matanya yang sempat terpejam oleh kenikmatan. Melihat dirinya dan Hinata juga menatapnya dibelakangnya dipantulan kaca pintu jendela itu.
"Seorang lelaki sepertimu diperkosa wanita enak bukan hm~" Hinata tersenyum mengejek. Ia melihat Naruto tersenyum dibalik desahannya itu"
"aaah yahh aku suka! Hamili aku Hinata..." Naruto sudah kehilangan kewarasanya akan kenikmaatanya dan meracau tidak jelas.
"hahaha! dasar gila. baiklah,sayang nih terima sodokan terakhirku!"
"AAAAAAAHHHH~" bersamaan dengan sodokan kuat Hinata dan desahan panjang Naruto, penis Naruto memuntahkan cairan putih kentalnya sangat banyak beberapa kali muncratan di kaca.
Hinata mengeluarkan straponnya dari lubang anus Naruto yang sudah melar itu. terlihat sangat jelas dalam lubang pantatnya.
Naruto terjatuh lemas di lantai. tapi Hinata meraih tali kekang pengikat tangannya dan membuat dirinya duduk.
Langsung Hinata menyumpal mulut Naruto dengan strapon dipingganya yang baru digunakan untuk menyodok anal pria ini. Ia menyeringai kecil melihat ekpresi jijik Naruto.
"Kau harus berterima kasih dengan penisku ini Naruto. jadi bersihkan hingga bersih kembali"
Naruto ingin mengeluarkan strapon penis dildo itu dari mulutnya tapi Hinata tidak membiarkannya. Ia menjambak rambutnya memaksa Naruto tetap mengulumnya. Rasanya mau muntah ketika strapon itu baru saja menyodok pantatnya.
Hinata mengerakan pinggulnya untuk menyodok mulut Naruto. Naruto hanya bisa pasrah dan mulai menangis dengan ekpresi menahan jijik dan muntah itu yang membuat Hinata terasa senang.
Hinata mengeluarkan straponnya dari mulutnya. Iketan kedua tangan Naruto dilepas namun diikat kembali kedua tangan Naruto di belakang tubuhnya.
Hinata melepas straponnya dipinggangnya. Ia mencengkram dagu Naruto dengan kasar dan langsung menyumpal mulutnya dengan straponnya dan mengikat dibelakang kepalanya.
Hinata mengambil suatu di dalam meja itu lagi. Seutas tali dan sebuah penyumpal anus butplug dengan hiasan ekor rubah.
"emmph ngmmkh!"Naruto mengerang sambil kakinya meronta dengan segaja seperti seakan menolak diikat. Namun sebenarnya itu Naruto pura-pura saja. Dia melihat Hinata dengan sigap menangkap kedua kakinya yang meronta kemudian merapatkan kedua pergelangan kakinya dan langsung diikat kuat olehnya.
plak!
"ngmph!"
"Diam!"bentak Hinata mempar bokong kenyal Naruto. Ia lalu mulai memasukan buttplug itu ke lubang anus Naruto dengan sempurna.
Belum puas melihat ketidak berdayaan pria itu, Hinata mengikat kakinya yang tertekuk kebelakang itu menyatukan iketan tali dengan tangannya yang diikat dibelakang.
Naruto meronta dan mengeliat di lantai dengan suara erangan tidak jelas karena mulutnya disumpal dildo penis strapon yang bekas Hinata gunakan menyodok analnya itu. Hinata menatap pria pirang itu dengan senyum puas di bawahnya. Mengangkat kaki kanannya untuk mengelus kepala Naruto dengan jari-jari dan telapak kakinya.
"Sudah waktunya tidur. Maaf,malam ini kau harus tidur seperti itu Naruto. Anggap saja itu sebagai hadiah hinaan tambahan buatmu hahaha!"
"enghmmp! ngmmphh!"
Hinata menghiraukan suara pria menyedihkan itu. Mematikan lampu dan naik ke atas ranjang. menutupi tubuhnya dengan selimutnya dengan nyenyak untuk bersiap tidur sebelum mengucapkan sesuatu pada kekasihnya yang terikat itu.
"Selamat malam Naruto sayang, selamat mimpi indah yah~"
Dan saat itulah Hinata meninggalkan tidur. Naruto yang akhirnya hanya bisa pasrah dan berusaha tidur dengan keadaan terikat telanjang dan mulai bermimpi.
Memimpikan dirinya sudah dipegging empat wanita...
.
.
.
.
End...
*Follow my IG @nalu.chaawn ok byebye~
