Di dalam sebuah ruangan yang penuh dengan kertas segel, terdapat seseorang yang pingsan dengan keadaan terikat di kursi.

"Pagi"

Mendengar suara seseorang, orang itu sudah mulai tersadar, dan pertama kali yang dia lihat adalah orang aneh beramput putih, matanya ditutupi kain hitam dan dia duduk membelakangi kursi, menghadap kearahanya.

Lalu ia melihat sekeliling, di dinding ruangan terdapat banyak kertas segel yang menempel.

"Jadi, sekarang kau siapa?"

"Kau ini..." masih dalam keadaan setengah sadar ia bertanya.

"Gojou Satoru, pengajar murid kelas satu Jujutsu"

"Jujutsu?.. Jadi Fushiguro.. Senpai?"

Ia kembali teringat dengan temannya dan juga senpai nya, lalu ia kaget dan ingin bergarak namun tangannya terikat dibelakang.

"Menurutku kau seharusnya tidak memikirkan orang lain, Itadori Yuuji. Karena kau akan di eksekusi diam-diam."

"Haaa?!"

Jujutsu

Disclaimer : Naruto by Mashasi Kishimoto Jujutsu kaisen by Gege Akutami

Warning! : Gaje!, Typo!, Mainstream!, OOC!, Bahasa kaku!, Alur maksa!, Amburadul!, SemiCanon JJK!

Prolouge

Itadori Yuuji tidak menyangka bahwa ia menjadi wadah dari raja kutukan terkuat, Ryoumen Sukuna. Yuuji sebenarnya hanya ingin menolong temannya dan senpai nya dari serangan roh kutukan.

Namun, karena Yuuji tidak mempunyai kutukan untuk mengalahkan pada roh kutukan itu, ia dengan terpaksa memakan jari kutukan milik Sukuna. Dan alhasil, Sukuna bangkit di dalam tubuh Yuuji.

Akan tetapi, Yuuji masih mampu menguasai tubuhnya dari jiwa Sukuna. Namun karena itulah, Yuuji harus mati agar salah satu jari Sukuna musnah.

Namun bukankah itu sangat disayangkan? Kenapa Yuuji tidak memakan semua jari kutukan agar Sukuna tidak bisa bangkit kembali? Itulah yang dikatakan Gojou Satoru.

Maka dari itu, Gojou menunda pembunuhan Itadori Yuuji.

San saat ini, mereka sedang dirumah sakit karena kakek Yuuji telah meninggal. Proses kremasi jasad kakeknya telah selesai, dan saat ini Yuuji sedang mengumpulkan sisa tulang milik kakeknya.

"Maaf, aku tidak tau kalau kau sedang berduka." Gojou Satoru memulai pembicaraan.

"Tidak masalah."

Setelah itu, Yuuji mendekati Gojou Satoru.

"Baiklah, apakah kamu masih punya jari yang lain?"

Yuuji bertanya kepada Gojou, dengan sedikit tersenyum, Gojou menjawab..

"Tentu, ini dia." Ia mengeluarkan jari kutukan itu dari sakunya lalu memberikannya kepada Yuuji.

Yuuji mengambil baru itu, memandangi bentuk jarinya, "Setelah dilihat lihat, bentuknya agak menjijikkan."

Walaupun berkata seperti itu, nyatanya ia telah memakan 1 jari kutukan, dan ini adalah jari yang kedua.

Menelan ludah sebentar, lalu Yuuji memakan jari kutukan.

"Saa, ini jari yang kedua, jadi sudah satu per sepuluh" pikir Gojou.

Secara tiba-tiba, lonjakan kutukan terjadi salam tubuh Yuuji, ia dengan cepat memegangi lehernya.

Gojou Satoru mundur beberapa langkah, lalu menyandar di pintu lift yang ada disamping nya.

"Aarhhh rasanya sangat menjijikkan."

Yuuji mengeluarkan lidahnya, karena merasa jijik. Gojou pun tersenyum...

"Ternyata benar, selain toleransi fisik, dia juga mampu mengendalikan tubuhnya dari Sukuna tanpa masalah"

"Baiklah jangan lupa berkemas."

Yuuji merasa bingung dengan hal itu, "kita akan pergi ke suatu tempat?"

Gojou hanya tersenyum lalu memencet tombol lift, dan di dalam lift sudah ada Foshiguro.

"Kita akan pergi ke Tokyo." Fushiguro yang menjawab.

"Ah Fushiguro, kau sudah sehat?" Yuuji memberikan jempol ke Fushiguro.

"Kau tidak lihat perban di kepala ku?" Fushiguro menjawab agak kesal sambil menunjuk kepalanya yang diperban. lalu ia melanjutkan ucapannya...

"Kau akan dipindahkan di sekolah jujutsu sama sepertiku."

Saat ini Yuuji telah resmi menjadi murid kelas satu Jujutsu, setelah diuji oleh kepala sekolah tentunya. Dan juga mereka(Gojou, Fishiguro, dan Yuuji) telah menjemput seseorang yang akan menjadi murid kelas satu, Kugisaki Nobara namanya.(waifu baruku mhehehe.)

Yuuji dan Nobara juga telah dites oleh Gojou-sensei untuk membunuh roh kutukan. dan karena Yuuji belum bisa menggunakan kekuatan kutukan, Gojou-sensei memberinya pisau lebar(mirip golok).

Dan saat ini hari telah sore, mereka berjalan santai menuju tempat makan.

"Hei kamu, tolong ambilkan barang-barangku"

Nobara meminta tolong kepada Yuuji, lebih tepatnya nyuruh sih. "Kenapa harus aku?" Yuuji bertanya dengan nada agak protes.

"Kupikir tadi kita sudah impas."

"Kita menang berkat energi kutukan milikku, kau tidak suka?."

Yuuji yang mendengar itu mencoba protes lagi. "Bagaimana dengan kekuatan liarku?"

Nobara melirik Yuuji, "Kekuatan aneh yang didapat dari memakan benda(jari Sukuna) itu?"

"Bukan begitu! Iyakan Fushiguro?" Yuuji kembali protes sambil bertanya kepada Fushiguro agar dia mau membantunya. Namun saat melihat raut muka Fushiguro, Yuuji kembali berucap..

"Kau kenapa, Fushiguro?"

Fushiguro yang ditanya Yuuji menjawab dengan datar, "bukan apa-apa".

Gojou yang melihat itu tersenyum, " dia kesal karena tidak dapat giliran."

Mendengar itu Yuuji tertawa, dan sore itu mereka merayakan keberhasilan tes kedua murid baru kelas satu.

Disebuah hotel mewah yang berada di wilayah Hokkaido. Terdapat tiga orang yang sedang bersantai di balkon hotel yang cukup luas.

Mereka duduk santai di masing-masing kursi yang melingkari meja sambil menikmati teh hangat. Ada satu laki-laki dan dua gadis, awal mula mereka bersenda gurau, namun saat salah satu gadis itu mendapat pesan dari seseorang, semuanya terdiam.

Naruto yang melihat raut wajah Ino berubah setelah melihat pesan itu langsung bertanya..

"Ada apa, Ino? Ada masalah baru dari Gojou-sensei?"

Naruto mencoba bercanda namun dilirik tajam oleh Ino. "Apakah ada informasi penting, Ino-chan? Nada lembut dari Hinata mengalihkan tatapan tajam milik Ino. Karena semua penasaran, Ino berkata...

"Aku benar-benar mengutuk firasatmu yang selalu benar, Naruto-kun. Sukuna telah bangkit."

Hinata yang mendengar itu merasa cemas, sedangkan Naruto tersenyum lembut.

"Tenang saja, firasat ku mengatakan bahwa akan ada sesuatu yang menarik untuk kedepannya."

Naruto mencoba meyakinkan kedua gadis itu agar tenang. "Untuk sekarang, sebaiknya kalian tidur dulu, ini sudah malam."

"Uhm"

Keduanya menurut dan mereka berdiri, masuk kedalam kamar hotel untuk tidur. Naruto yang masih di balkon menatap langit yang penuh bintang.

"Bukankah ini akan menarik seperti perkataanmu kan, Kurama?"

Naruto tersenyum saat ada suara geraman yang terlihat kesal.

Prolouge end

Hmm mau ngomong apa ya, keknya ga ada yang perlu diomongin deh. Yodahlah gitu aja, maaf kalo jelek.(Memasang wajah tanpa dosa)

Oiya aku buat fic ini karena abis marathon Jjk wkwk ternyata bagus juga. Ceritanya cukup menarik dan seru, apalagi dapet waifu baru muehehe.

Buat kalian yang udah namatin manga atau LN JJK please gausah spoiler!! Oke?!

Dah gitu aja, oohh aku ingat! Aku telah menelantarkan 2 fic ku yang gaje nya kebangetan wkwk tapi bodoamat lah lagian ficnya udah ga laku

Cma gtu aja selebihnya yaa ambil hikmahnya.

Arslan out~