Pulang.

.

.

Semua karakter punya Om Kishi, saya cuma pinjam.

.

.

Sekadar mengingatkan bahwa AU ini sangat Gaje, Ngawur, dan Aneh.

Kalo gasuka, Skip aja MaFren.

.

Selamat Membaca!

.

.

.

Sasuke Uchiha berhenti sejenak di salah satu pohon besar, sekitar 5 menit dari Konoha. Selagi mengatur kembali nafasnya yang tersengal, Sasuke merenungkan kembali keputusannya untuk kembali ke Konoha. Sasuke kemudian melompat turun dari pohon, memilih untuk berjalan kaki menyusuri hutan. Sebut saja dia pengecut karena kembali mengulur-ulur waktu. Mau bagaimana lagi, Sasuke ketakutan.

Bagaimana jika warga desa membencinya? Bagaimana jika mereka mengusirnya?

Pertanyaan-pertanyaan yang sering menghantui pikirannya kembali datang. Tapi Sasuke ingin pulang. Rasa rindu sudah tumpah ruah memenuhi dirinya. Maka dari itu, Sasuke memilih tengah malam untuk kembali, bermaksud sebisa mungkin menghindari warga.

Langkah kakinya terhenti kala gerbang Konoha telah nampak di matanya. Sasuke kembali meragu, haruskah dia berbalik kembali ke hutan? Sasuke nyaris berbalik saat Sesosok manusia berjubah hitam di tengah gerbang, melambai padanya. Sasuke menoleh ke belakang, memastikan kembali bahwa sosok itu memang melambai padanya. Di belakangnya tidak ada siapa-siapa, maka Sasuke memantapkan langkahnya berjalan menuju gerbang desa.

Matanya memicing, mencoba melihat siapa sosok misterius yang menantinya di depan sana. Sekitar sepuluh langkah sebelum mencapai gerbang, Sasuke kembali menghentikan langkahnya. Ah, rupanya dia. Selalu dia. Sosok yang ternyata seorang wanita itu, tersenyum padanya. Hati Sasuke menghangat. Sudut bibir Sasuke terangkat, nafas lega terhembus darinya. Sasuke berjalan cepat ke arah wanita itu, nyaris berlari. Sedang Wanita itu terkekeh kecil sembari merentangkan kedua tangannya. Wanita itu nyaris terungkal ke belakang kala Sasuke menubrukkan diri padanya, memeluknya erat. Memejamkan mata, Sasuke mengistirahatkan kepalanya di pundak si wanita. Sepasang tangan mungil mengusap punggungnya. Segala ketakutan Sasuke akan penolakan Konoha, menguap seketika. Wanita itu selalu bisa memberinya perasaan aman.

"Sasuke?"

Sasuke bungkam, mempererat pelukannya. Wanita itu tersenyum, paham betul akan gelagat Sasuke. Maka wanita itu memutuskan untuk kembali mengusap punggung pria di pelukannya. Beberapa detik kemudian Sasuke mengangkat kepalanya. Masih dalam pelukan Wanita itu, Sasuke menunduk menatap Wanita yang tengah tersenyum padanya, manis sekali, membuat Sasuke ingin menangis.

"Selamat datang Sasuke!"

Sasuke tersenyum, mengecup dahi wanita itu, berbisik "Aku pulang" tanpa melepas bibirnya. Wanita itu berjinjit untuk mengecup pipi Sasuke, kemudian melepaskan pelukannya untuk menarik Sasuke memasuki desa. Sasuke menatap satu-satunya telapak tangan miliknya yang kini digenggam erat. Wanita itu berjalan tergesa, menyeretnya. Beberapa kali Sasuke nyaris tersandung kakinya sendiri. Tertawa kecil, Sasuke menghentikan langkahnya, membuat langkah wanita itu mau tak mau ikut terhenti.
"Pelan-pelan", ucap Sasuke kala wanita itu menatapnya dengan sebelah alis terangkat. Sasuke lantas berjalan kembali, kali ini sejajar dengan wanita itu.

"Kenapa kamu berkeliaran malam-malam begini?"

Wanita itu tersenyum lebar menatapnya, mengatakan bahwa dia tidak bisa tidur karena kelaparan dan bermaksud pergi ke kedai ramen. Sasuke hanya berdecih sebagai respon.

"Kenapa pakai jubahku?"

Kali ini wanita itu merengut sebal, komat kamit mengatai Sasuke menyebalkan, nyaris menjerit saat mengatakan bahwa wanita itu memakainya karena merindukan Sasuke. Mau tidak mau Sasuke merasa bersalah. Wanita itu sudah pernah mengatakan bahwa Konoha tidak akan menolaknya, dan kalaupun Konoha mengusirnya, Wanita itu akan ikut dengannya. Bukannya Sasuke tidak percaya pada wanita itu. Hanya saja, Sasuke tidak berani mengambil resiko wanita itu harus pergi meninggalkan kehidupannya di Konoha yang nyaman hanya untuk tetap bersamanya. Sasuke tidak seberharga itu untuk ditukar dengan teman-teman wanita itu di Konoha. Maka Sasuke hanya menggumamkan maaf dan mencium tautan tangan mereka.

"Kenapa kamu ada di gerbang desa?"

Wanita itu mengatakan bahwa itu hanya feeling ketika wanita itu merasa Sasuke ada di dekatnya, jadi dia mendeteksi cakra Sasuke dan menemukannya mendekati desa. Maka wanita itu mengurungkan niatnya pergi ke kedai ramen, dan berlari menuju gerbang desa.

Sasuke bisa merasakan telapak tangannya diremas kuat, saat sesosok pria berambut hitam terlihat berjalan di depan mereka. Sasuke tau, Wanita itu berusaha menguatkannya, berusaha meyakinkan Sasuke bahwa dia akan baik-baik saja, dan warga Konoha tidak akan mengucilkannya. Sasuke balas meremas telapak tangan wanita itu, berjalan mantap selangkah di depan wanita itu.

Pria berambut hitam di depan mereka berbelok memasuki kedai ramen. Sasuke melempar pandangan pada wanita di sebelahnya saat menyadari siapa pria itu. Mereka berbagi tawa, ternyata pria itu hanya Sai. Mereka bergegas menyusul Sai memasuki kedai ramen. Sasuke cukup terkejut saat mengetahui kedai ramen favorit wanita itu, rupanya masih ramai dan nyaris penuh.

Para pengunjung menatap mereka, beberapa nampak terkejut. Pria tua berambut Coklat yang duduk di meja dekat pintu keluar, melempar senyum pada Sasuke. Sasuke sedikit tersentak sebelum membalas senyuman pria itu. Tanpa aba-aba, Wanita itu menarik Sasuke memasuki kedai. Sasuke melihat Sai tengah duduk di meja untuk empat orang pada bagian pojok terdalam kedai ramen ini. Wanita itu menggiringnya ke sana.

"SAI!"

Sai melempar buku menu yang dipegangnya, terkejut bukan main. Pria itu nyaris mengumpat pada wanita itu jika saja tak menyadari keberadaan Sasuke.

"God! Akhirnya kau pulang juga!"

Sai menunjuk hidung Sasuke, tidak sopan. Sasuke menaikkan sebelah alisnya. Wanita itu melepas genggaman tangan Sasuke, memilih untuk duduk di seberang Sai.

"Kau tau, Wanita cerewet ini mengeluh setiap hari, memaksaku untuk memanggilmu pulang."

Ah, begitu. Sasuke menatap si wanita yang kini tengah asyik membalik lembar demi lembar buku menu dihadapannya, berlagak tidak dengar. Sasuke meminta maaf tanpa suara, yang hanya dibalas Sai dengan dengusan.

"Kau darimana Sai?"

Sai balas menatap mata lembut yang kini terfokus padanya, menghela napas dan mengatakan bahwa Rokudaime baru saja mengerjainya lagi di kantor Hokage.

Sasuke mendengus, sedang wanita itu terbahak memukul-mukul meja. Sai merengut, dua manusia menyebalkan ini selalu saja menertawakan kesialannya.

"Kau sendiri? Kenapa berkeliaran malam-malam begini, jangan bilang kau mengidam ramen lagi karena setiap hari selama bertahun-tahun aku mengenalmu, kau selalu mengidam ramen."

Sasuke tertawa kecil. Wanita itu menarik telinga Sai dengan beringas, membuat pria pucat itu mengerang putus asa. Wanita itu mengeluhkan Sai yang berubah menjadi pria cerewet setelah berpacaran dangan putri Yamanaka, kemudian melepaskan telinga Sai setelah menariknya sekali lagi lebih keras dari sebelumnya.

"Lalu Kau, kapan kau kembali ke desa? Kenapa aku baru melihatmu?"

Sai mengusap telinganya yang kini merah, menatap Sasuke penasaran. Sasuke mengatakan bahwa dia baru kembali beberapa menit yang lalu dan langsung menuju kedai ramen bersama wanita di hadapan Sai. Sai hanya mengangguk-anggukan kepalanya. Pria itu kemudian beranjak dari duduknya, menanyakan pesanan mereka dan mengatakan bahwa dia yang akan pergi memesan.

Selepas kepergian Sai, Sasuke kembali meraih tangan wanita itu, membawanya ke bibir untuk dikecup. Wanita itu tersenyum lembut, kemudian menyandarkan kepalanya pada bahu Sasuke. Sasuke ikut menyandarkan kepalanya, mata hitamnya tak sengaja menatap jam dinding beberapa meter di depannya. 01.27. Sudah berganti hari rupanya. Sasuke memanggil nama wanita itu, yang kemudian dibalas dengan gumaman malas.

"Selamat ulang tahun, terima kasih sudah lahir untukku."

Wanita itu terkejut, kepalanya diangkat tiba-tiba, membuat Sasuke mengaduh karena kepala mereka yang berbenturan. Wanita itu mengusap kepalanya sendiri, kemudian mengatakan bahwa dia tidak ingat sama sekali bahwa ini hari ulang tahunnya. Sasuke tidak terkejut, sudah biasa. Jadi Sasuke hanya menarik wanita itu ke pelukannya dan mengecup puncak kepalanya.

"Hadiah apa yang kamu inginkan?"

Wanita itu mengatakan bahwa hadiah yang diinginkannya sudah Sasuke berikan kepadanya. Sasuke kembali menaikkan sebelah alisnya.

"Maksudmu kepulanganku?"

Wanita itu melepaskan diri dari Sasuke, kemudian berdiri di hadapannya. Sasuke menatapnya heran, bertanya-tanya apa yang akan dilakukan wanita itu. Kemudian Sasuke melihat wanita itu menyingkap jubah Sasuke yang dipakainya, memperlihatkan perutnya yang besar. Sasuke tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.

"Terima kasih untuk hadiahnya, Sasuke."

Wanita itu mengusap perutnya dengan sayang. Sasuke merasakan cairan hangat mengalir dari matanya. Sudut bibirnya terangkat. Sasuke bisa merasakan cairan hidungnya yang juga ingin keluar, kemudian buru-buru menyedotnya kembali. Sasuke menarik wanita itu mendekat. Masih terduduk di kursinya, Sasuke memeluk wanita yang berdiri di hadapannya, mengecup perutnya lama sekali. Wanita itu mengusap lembut rambut Sasuke.

"Naruto Uchiha, aku pulang, dan aku tidak akan pergi lagi."

.

.

.

END

.

gitu aja.

.

Saya tau ini telat, tapi, Happy birthday Uzumaki Naruto!

.

Sekian dan terimagaji.

kritik dan saran diterima.

alafyu MaFren