Dalam Minimarket, Tengah Malam

Bungou Stray Dogs belong to Asagiri Kafka and Harukawa Sango

For 3rdEveFFA, entry for Ziandra Amaela

Happy reading!

~o~

Cahaya terang dari minimarket yang dilewatinya membuat Yosano sedikit tertarik.

Ia baru pulang, sebenarnya—lembur dengan Kunikida karena belakangan ia ikut turun tangan dalam berbagai misi. Posisinya sekarang, sudah makan malam namun hanya setengah porsi, juga masih ada yang perlu dikerjakannya di rumah nanti hingga ia butuh sesuatu untuk membuatnya tetap terjaga. Yosano diam sebentar. Atas dasar dua pertimbangan sebelumnya, akhirnya kakinya memilih untuk memutar balik.

Kalau tidak salah, ketika ia keluar dari kantor, jam menunjukkan pukul 12 kurang. Barangkali sekarang sudah pukul dua belas tepat—beruntung minimarket yang ditemuinya ini adalah minimarket 24 jam. Udara dingin karena pendingin ruangan dalam minimarket tak jauh berbeda dari udara malam di luar. Ketika Yosano masuk, seorang pemuda penjaga kasir menyambutnya ramah—"Selamat datang di Minimarket Yokohama! Selamat berbelanja!"—tanpa nada mengantuk sama sekali.

Kopi. Ah, ya. Pertama-tama ia butuh kopi—sejujurnya ia lebih suka sake, tapi nanti bukan saatnya ia mabuk-mabukan, kopi lebih penting sekarang. Ketika mengedarkan pandangannya ke sekeliling, bisa Yosano temukan tiga lemari pendingin berjejer di bagian samping ruangan. Salah satu merek kopi favoritnya mungkin ada di sana. Yosano mendekat. Jejeran aneka jenis minuman dalam berbagai rasa menyambut mata.

"Ah."

Dua netra magenta itu berhenti pada salah satu rak pada lemari pendingin kedua. Kopi rasa favoritnya ada di sana, kebetulan sekali.

"Oh, kebetulan sekali?"

Sebenarnya Yosano sempat mendengar pemuda penjaga kasir itu menyambut seseorang yang baru saja masuk. Ia juga mendengar langkah kaki mendekat ke arahnya. Namun, mendengar suara barusan menyapanya, Yosano terdiam sejenak.

"... Kau ..." Yosano meletakan satu telapak tangannya di atas kaca lemari pendingin. Matanya menatap tajam sosok berpakaian nyetrik yang barusan menyapanya itu.

"Eeeh, tunggu! Aku gak macem-macem, kok." Kajii Motojirou buru-buru mengangkat kedua tangannya, isyarat ia mendatangi Yosano bukan untuk mencari mati—insiden di kereta beberapa bulan lalu masih membekas, dan juga Kajii kemari hanya untuk belanja beberapa bahan makanan, kalau mau tahu.

Yosano masih menatapnya, meneliti setiap jengkal tubuhnya yang terlihat untuk berjaga-jaga. Benar. Gelagat pemuda yang sekarang membawa keranjang belanjaan itu bukan untuk cari ribut, sepertinya. Menyadarinya, Yosano mengembuskan napas.

"Yah, baiklah."

Kajii mengembuskan napas lega di sana, sementara Yosano kembali berbalik. Lemari pendingin tadi ia buka pintunya, dua kaleng kopi incarannya ia ambil sesuai keinginan.

"Oh, kau minum kopi?"

Begitu sadar tahu-tahu Kajii sudah ada di sebelahnya, di depan lemari pendingin pertama yang isinya jus dan alkohol. Yosano menoleh. Dahinya mengernyit.

"Iya ...?" Mereka musuh, namun Yosano tak pernah menyangka Kajii bakal membuka percakapan seolah mereka berdiri di sisi yang sama.

Kajii mangut-mangut. "Masih mau bergadang?" Tangannya membuka pintu lemari pendingin, lalu mengambil beberapa botol jus lemon dan beberapa kaleng bir dingin, meletakannya satu persatu ke dalam keranjang. Kedua mata yang rasa-rasanya selalu ditutupi kacamata goggle aneh itu balas menatap Yosano setelahnya.

Yosano mengangguk. Seraya mengangkat bahu ia berkata, "Begitulah."

"Begitu ..." gumamnya.

Yosano tidak ingin berbasa-basi lebih lama, terutama dengan pemuda jangkung di sebelahnya ini. Maka ia mengambil langkah ke samping, bergeser ke jejeran rak berisi makanan.

"Banyak minum kopi dan bergadang itu nggak baik! Jangan sering-sering, ya!" Kajii tiba-tiba berteriak.

Entah apa maksudnya berteriak demikian, Yosano tidak mengerti—maksudnya ... mereka tidak dekat, 'kan? Buat apa juga Kajii peduli padanya?

Syukurlah Kajii tidak mengikutinya. Di antara rak berisi roti-roti dan beberapa camilan, Yosano menghela napas lega. Sekarang ia hanya perlu memilih beberapa makanan untuk mengganjal sisa lapar, kemudian membayar dan pulang.

Dua kaleng kopi, juga tiga bungkus roti isi selai. Sepertinya cukup. Ia berpapasan dengan Kajii lagi ketika keluar dari jejeran rak itu, namun Yosano tidak begitu peduli—bahkan pada senyum yang dirasa Yosano sedikit asing, karena rasa-rasanya lebih bersahabat dan berbeda dari senyum khas orang sinting yang ia temui terakhir kali beberapa bulan lalu.

Aneh.

Si pemuda penjaga kasir menyebutkan total belanjaan Yosano, dan Yosano memberi uang pas untuk semuanya sebelum mengambil plastik berisi belanjaannya.

"Terima kasih sudah berbelanja!"

"Mhm, terima kasih juga."

"A-ah, tunggu!" Si penjaga kasir tiba-tiba menahannya, sebelum Yosano sempat beranjak. Yosano menoleh.

"... Ya?"

Pemuda itu mengambil sesuatu dari mejanya, kemudian menyodorkannya pada Yosano. Yosano mengernyitkan dahi.

"Eh?"

"Ini ... dari orang yang tadi—yang pakai jas lab sama kacamata itu." Pemuda itu menjelaskan. Botol jus lemon itu masih ia sodorkan.

Yosano mengerjap-ngerjap. "Hah?"

"D-dia yang bayar, tenang." Mungkin karena merasa Yosano keberatan, buru-buru pemuda itu memberi informasi lain.

Yosano terdiam sejenak.

Gadis itu tidak mengerti, sebenarnya. Namun karena ekspresi pemuda kasir di hadapannya ini, akhirnya botol itu diterimanya juga.

Tanpa sengaja Yosano melirik ke dalam, pada jejeran rak-rak berisi aneka makanan. Dari salah satu celah di antara dua rak, Yosano bisa lihat seseorang mengintip dari sana, memperhatikannya sembari memberi gestur, "OK" dengan tangan kanannya.

"Ah ... terima kasih." Yosano mengangguk pelan. "Sampaikan itu padanya juga."

Si pemuda kasir mengangguk-angguk. "Baik!"

Botol jus lemon itu masih ia pegang, bahkan setelah keluar dari minimarket. Label dan isinya Yosano perhatikan, setelah itu ia menghela napas kecil.

Yosano masih tidak mengerti maksud dari si Kajii Motojirou itu. Namun, untuk kali ini, ia akan menerimanya—mungkin.

-end-

Satu trivia: jus lemon baik buat kesehatan tubuh 'v')b

Dan akhirnya ak bisa bikin ini :') (sebenernya ak sendiri tertohok pas Kajii teriak soal begadang sama minum kopi tapi dah la ya akunya tetep bandel pasti :')

Khusus buat Zian, semoga sukaaaaaa :'D (berharap ini cukup fluff meski kayaknya hakgsjshssjgshss)