Naruto milik Masashi Kishimoto.

Author hanya meminjam karakternya untuk membuat cerita ini.

1000 tahun yang lalu bermulalah sebuah kisah dimana 1000 tahun sebelum masa Naruto Uzumaki di mulai...

Dunia Shinobi, 1000 tahun yang lalu...

Di malam hari gelap, angin yang dingin menerpa penjuru dunia, melintaslah meteor, dan menciptakan ledakan yang lumayan besar. Di Desa Tsukino, terdengar rintihan seorang wanita yang tengah melahirkan. Ia terlihat sangat kelelahan.

"Aaaaaaaaa! Hayato...sakit sekali..." jerit Akiko.

"Akiko bertahalah!" seru Hayato yang panik.

Tak lama setelah ledakkan meteor itu, tak lama kemudian, lahirlah bayi unik. Warna rambutnya oranye kemerahan. Matanya bulat seperti tomat. Jenis kelamin bayi tersebut adalah perempuan. Bayi tersebut di beri nama Hiroko Hirashima.

"Selamat Hayato-sama! Anak pertama anda adalah seorang perempuan. Wah, Cantik sekali. Kulitnya seputih salju" kata Sachiko.

Para bidan itu segera memindahkan Hiroko yang menangis ke samping wajah Akiko setelah membersihknnya. Akiko menatap anaknya yang baru lahir itu dengan air mata kebahagiaan. Hayato ikut menangis terharu dengan memegang tangan istri tercintanya. Hiroko terlahir sebagai anak dari pemimpin Klan Hirashima, Hayato Hirashima dan ibunya Akiko Yamashita dari Klan Yamashita. Kedua Klan itu telah menjalin persahabatan lama sekali. Orang tua Hiroko memberi nama sesuai dengan saran Hagoromo Ōtsutsuki, guru Ninshu Hayato. Jika laki laki, di beri nama "Hiraki" dan jika perempuan, di beri nama "Hiroko".

"Akiko, bolehkah aku membawa Hiroko kedepan anggota klan kita?" tanya Hayato.

Melihat wajah Serius Hayato, Akiko mengangguk. Dengan perlahan, Hayato berjalan keluar kamar persalinan dengan wajah tegas. Kain yang di gunakan sebagai pintu pun di geser. Hayato pun memohon perhatian dari para klannya. Melihat Hayato, anggota-anggota klannya dan para tamu terdiam.

"Para anggotaku dan tamu sekalian, malam ini merupakan malam yang amat membanggakan. Putri pertamaku telah lahir. Aku berikan ia nama, Hiroko Hirashima. Dengan ini, aku akan merayakan kelahirannya dengan mengadakan pesta 7 hari 7 malam. Semuanya, mari bersorak atas kelahiran Hiroko...!" seru Hayato.

Hayato membuka tudung bayi itu. Melihat bayi yang di pegang Hayato, semua orang bersorak gembira. Semua orang mulai menyantap makanan yang tersedia di sekitar mereka. Di tengah-tengah kebahagiaan itu, Hagoromo yang berada di samping Hayato melirik dahi Hiroko kecil. Seolah-olah menarik perhatiannya, mata pria paruh baya itu tak dapat Berhenti menatap sesuatu aneh yang ia lihat hingga seolah-olah dunia ini kosong di pikirannya. melihat gurunya menatap aneh anaknya, Hayato bertanya dengan suara pelan.

"Sensei, ada apa? Mengapa sensei serius sekali melihat ke dahi Hiroko?" tanya bingung Hayato.

Hagoromo tak menjawab pertanyaan Hayato, dan terus memperhatikan ada tanda tak kasat mata pada wajah Hiroko dan sedikit terkejut. Tak lama kemudian, Hagoromo melihat ada chakra istimewa, yaitu chakra seorang petapa.

"Kekuatan alam yang sangat luas telah menaungi anak ajaib yang di ramalkan akan bermain-main dengan mahluk yang selalu menghiasi dunia dengan senyumnya. Shizen Energi, adalah energi yang hanya bisa di dapatkan ketika kau berlatih di sebuah tempat khusus. Hayato, Hiroko bukanlah anak biasa. Jagalah dia, keajaiban atau bencana akan segera memenuhi kehidupan kalian. Persiapkan diri kalian untuk menghadapi itu. Jika sudah cukup usia, Hiroko akan aku bimbing untuk mengendalikan energi spiritual yang ada padanya" jelas Hagoromo.

Mendengar hal ini, Hayato terengun. Ia berjanji akan mengajak Hiroko bersamanya belajar Ninshu. Hayato masuk kembali ke dalam kamar persalinan. Para bidan pun mendekati Hayato dengan panik.

"Hayato-sama! Akiko-sama tidak sadarkan diri!" teriak Ayumi.

"Ada apa?! bukankah tadi Akiko masih baik-baik saja?!" panik Hayato.

"Denyut nadi Akiko-sama amat lemah" tangis Tsubame.

Melihat keadaan istrinya yang sekarat, Hayato berlari sambil menangis. Ia meletakkan Hiroko di samping Akiko.

"Akiko, aku mohon bertahanlah, jangan tinggalkan aku dan Hiroko" panik Hayato.

Isak tangis memenuhi kamar persalinan. Mendengar ini, Hagoromo terdiam sambil melihat ke dalam kamar dari pintu kain itu. Ia berpikir, keajaiban apa yang akan di ciptakan Hiroko untuk yang pertama kalinya. Tsubame pun keluar dari kamar persalinan dengan tergopoh-gopoh untuk mencari obat herbal. Melihat Akiko yang panik, Hagoromo menanyakan apa yang terjadi di dalam.

"Tsubame, apa yang terjadi pada Akiko?" tanya Hagoromo.

"Hagiromo-sama, Akiko-sama tidak sadarkan diri dan denyut nadi nya sangat lemah. Saya izin pergi atas keadaan darurat ini" panik Tsubame.

Hagoromo melirik kepergian Tsubame. Lalu tak lama kemudian, kembali melirik Hayato yang tengah menangis. Tak lama kemudian, ia pergi.

Beberapa jam kemudian, terbangunlah Akiko dari koma nya dan ini mengejutkan para bidan. Suara Kiyomi membangunkan Hayato.

"Akiko-sama, bagaimanakah keadaan anda?!" panik Kiyomi.

"Astaga, Tuhan, ini keajaiban. Saya sangat bersyukur" kata Ayumi.

"Kalian, apa yang terjadi?" heran Hayato yang baru bangun.

Terlihat Akiko yang memegang kepalanya. Ia sedikit pusing. Ia bingung dan menanyakan apa yang terjadi selama dia tidur. Akiko terlihat segar, raut wajah lemas sehabis melahirkan menghilang. Sebuah kondisi aneh yang sangat langka pada zaman itu. Akiko duduk dan segera berdiri. Melihat ini, para bidan itu semakin terkejut. Mereka terheran melihat keajaiban ini. Hayato langsung memeluk Akiko.

"Akiko, jangan tinggalkan aku!" teriak Hayato.

"Sayang ada apa? Aku tidak mungkin meninggalkanmu" tawa kecil Akiko.

Melihat ini, Hiroko yang tertidur pun terbangun. Ia tertawa melihat orang tua nya yang sedang berpelukan bahagia. Melihat Hiroko yang tertawa, Akiko dan Hayato pun menenggok bersamaan. Di depan pintu kain terlihat kembali Hagoromo yang mengawasi mereka semua. Dengan matanya sendiri, ia melihat Akiko yang tersadar dari koma dalam waktu hanya beberapa jam. Aneh nya ia terlihat segar dan dapat berdiri layaknya manusia yang baru saja terbangun dari tidur yang umumnya tidak mungkin.

"Hiroko, pasti dia yang memulihkan Akiko..." kata Hagoromo dalam hatinya dengan wajah tanpa ekspresi.

Belum selesai berbicara, Hagoromo merasakan ada aura berbeda dari alam. Angin berhembus dengan tenang, menari-nari menaungi kamar persalinan. Di langit juga terlihat bulan purnama yang bersinar sangat terang dan terlihat lebih indah dari biasanya.

"Alam menyambut kehadirannya. Aura aneh ini sangat berbeda tekanannya. Hal seperti ini sangat jarang ku rasakan. Hiroko benar-benar anak yang istimewa. Apakah ia titisan ibu?" tanya Hagoromo dalam hatinya.

Hagoromo melirik ke atap kamar persalinan. Secara kasat mata, energi alam menaungi kamar tersebut. Di dalam, Akiko sedang menyusui Hiroko. Hagoromo yang melihat kebahagiaan keluarga baru itu tersenyum. Tak lama kemudian, ia di panggil oleh salah satu anggota ninshū nya. Ia pun pergi. Di tengah jalan, ia berpapasan dengan Asura Ōtsutsuki.

"Ayah, aku merasakan energi alam yang kuat, apakah ada sesuatu?" tanya Asura.

"Bayi yang akan menjadi master pengendali Shizen Energi telah lahir. Kau lihatlah" kata Hagoromo.

Mendengar ucapan Hagoromo ayahnya, Asura pun terkejut. Ia berpamitan dengan ayahnya dah segera berlari menuju kamar persalinan. Semakin ia berlari, semakin ia merasakan tekanan yang kuat.

"Energi ini, kuat sekali, sepertinya ramalan Gamamaru terwujud lagi" kata Asura dalam hatinya.

2 minggu yang lalu, di Tanah para Katak, Gunung Myōboku...

"Asura, anak ramalan yang akan menjadi master pengendali shizen energi akan lahir. Dia akan menjadi teman dekatmu" kata Gamamaru.

Langkah kaki Asura berhenti, ia menenggokkan wajahnya sambil mengikuti energi itu dan berhentilah dia atap kamar persalinan dengan wajah serius. Dengan jelas ia melihat energi berwarna hijau khas alam berputar mengelilingi kamar persalinan. Seseorang menepuk pundaknya dan menenggoklah ia. Rupanya itu adalah beberapa anggota klan Hirashima dan Yamashita menegur sapanya. Mereka memberinya makanan. Asura menerima makanan itu dan mengucapkan terima kasih dan pamit untuk melihat bayi yang baru lahir setelah menghabiskan makanan yang mereka berikan sembari mengobrol. Dengan perlahan, ia pun mendekati kamar itu dan menggeser pintu yang terbuat dari kain. Sambil berjalan, ia bergumam sendiri.

"Energi ini, sangat menyehatkan. Perlahan aku yang kelelahan pulih secara cepat. Ini benar-benar keajaiban. Gamamaru...Ah?!" putus Asura dalam hatinya.

Tiba-tiba saja, Asura mendapatkan penglihatan. Ia kembali terdiam. Melihat seorang gadis kecil berambut oranye kemerahan melayang di atas langit menciptakan sebuah bola energi besar berwarna hijau. Di dahi nya terdapat simbol aneh berwarna hijau toska transparan.

"Penglihatan apa itu..." kata Asura dalam lamunannya.

"Hoi Asura" sapa Hayato.

Mendengar suara Hayato, lamunan Asura buyar. Ia mengangkat tangannya tanda menyambut panggilan Hayato. Ia mendekati Hayato dan Akiko.

"Waah, Kak Hayato siapa namanya?" tahya Asura.

"Hiroko, Asura" jawab Hayato.

"Bayi yang cantik. Matanya bulat seperti mata kakak dan wajahnya cantik seperti Kak Akiko" puji Asura.

"Ah, kau bisa saja, Asura" tawa Akiko.

Mereka berdua tertawa mendengar pujian Asura. Tak lama kemudian, Akiko dan Hiroko kecil ikut tertawa. Mendengar Hiroko tertawa dan melirik ke Asura. Hayato menjadi ekspresif.

"Hahaha, Asura lihat, Hiroko sepertinya menyukaimu. Bagaimana kalau kau jadi kakaknya?" spontan Hayato.

"Yah, kalau memang begitu, aku akan ikut menjaga nya, kak" kata Asura sambil menggaruk kepalanya.

Setelah mengobrol cukup lama dengan Hayato, Asura pamit keluar. Ia berjanji pada ayahnya akan membantunya untuk melatih ninshū anggota-anggita baru. Sebelum pergi, Asura menatap langit malam.

"Ah, segar sekali setelah keluar. Benar-benar kamar yang di penuhi oleh energi kehidupan. Sebentar lagi aku akan menjadi kakak, ya. Kak Indra, aku penasaran, bagaimana rasanya menjadi kakak"

Musik pun bersahut-sahutan. Para anggota Klan Hirashima dan Klan Yamashita menari bersama-sama. Melihat ini, Asura menatap mereka dengan penuh kebahagiaan sambil tersenyum.

To be Continue.