Chapter 7
Disclaimer:
Semua karakter yang ada di cerita ini bukan milik saya.
dimana Mana adalah sesuatu yang dipuja untuk menciptakan berbagai Sihir yang melambangkan seberapa besar kekuatan seseorang. Namun, dia akan membuktikan bahwa dihadapannya Sihir hanyalah sampah, dengan kekuatan mutlak yang ada pada diri Hatake Naruto, Sang Accelerator.
Naruto : The Accelerator
Pair : Naruto x ….?
Genre : Fantasy, Adventure, Drama, Romance, Little Humor, DLL
Warning : Typo, OC, OOCNaru, Alur berantakan , OverpowerNaru,,DLL
Rate : M
" Halo " Berbicara
' Halo ' Batin
[ Halo ] Jutsu/Sihir
Di hari yang sama saat Naruto pergi, Sasuke (Akame) kembali dikunjungi oleh Anggota timnya yaitu Violet, Shinoa, dan Shikamaru
"Bagaimana keadaanmu hari ini Sasu-chan?" Tanya Violet
"Hm sudah lebih baik hanya aku masih sedikit merasa lemas" Balas Sasuke (Akame)
"Syukurlah… sebaiknya kau tetap beristirahat sampai kondisimu benar-benar pulih" Kata Violet
"Uhm…" balas Sasuke (Akame) ,kemudian dia pun melihat kearah temannya yang lain namun ia tidak menemukan Rin dan Naruto
"Apa kalian tidak bersama Rin dan Sasaki?" Sasuke (Akame)
"Ummm…. Rin dia ada perlu dengan kepala sekolah entah apa itu…. Kalau Naruto-san…"Ucap Shinoa menggantung dan melirik Shikamaru
"Naruto aku tidak tau dia dimana tadi aku sudah mengecek kamarnya dan dia juga tidak ada disana entah ia pergi kemana, mendokusai…" Kata Shikamaru
"An—"
"Ah kalian sudah disini ya… Gomen aku sedikit lama, aku tadi ada urusan dengan kepala sekolah " Kata Rin yang baru saja datang
"Kau ada perlu apa dengan kepala sekolah Rin-chan?" Tanya Violet
"Pertama dia memberiku surat dari Naruto dan memberi penjelasan tentang Rating Game kita selanjutnya yang di tunda selama sebulan…" Jawab Rin
"Surat dari Sasaki? Dia memang kenapa?" Tanya Sasuke (Akame) heran
"Sebenarnya aku sudah tau sih, tapi lebih baik kalian membaca dulu surat darinya secara langsung" Balas Rin dan memberikan surat itu kepada Sasuke (Akame) dan yang lain pun kecuali Rin berkumpul untuk membacanya..
Setelah mereka membacanya timbul raut wajah kebingungan pada mereka semua…
"Mencari uang untuk apa?" Tanya Shikamaru
"Hmm seingatku si Dobe itu tidak terlalu membutuhkan uang lagi pula dia hanya seorang pemalas dan juga bukannya kita sudah dibiayai oleh sekolah, lalu bukankah dia diberi uang saku oleh orang tuanya? …" Komen Sasuke (Akame), Rin yang mendengar itu hanya menatap datar Sasuke (Akame)
"Bukan hanya itu dia sepertinya sudah tahu kalau Rating Game kita akan di tunda sampai-sampai sudah menyiapkan jadwal latihan untuk kita….." Kata Shinoa
"Menurutku dia diberi tahu oleh Azazel-sensei lebih dulu karena kulihat mereka cukup akrab" Kata Violet
"Souka…" Balas Shinoa
"Tapi untuk masalah uangnya? Apa kau tidak tahu sesuatu tentang itu Tohsaka-san mengingat kau yang mendapat surat ini dari Azazel-sensei " Tanya Shikamaru
"Kalau di bilang tidak tahu tidak juga sih… tapi ya aku rasa kalau aku memberitahu kalian dia tidak akan mempermasalahkannya" Balas Rin santai
"Apa maksudmu?" Tanya Sasuke (Akame)
"Sebenarnya malam tadi aku mengunjungi Naruto di kamarnya.." Kata Rin enteng
"Apa!/Mendokusai" Respon kompak Sasuke (Akame), Shinoa, Violet yang kaget dan Shikamaru yang menatap malas Rin
Rin yang mendapat respon seperti itu hanya menatap bingung mereka…
"Memangnya kenapa?" Tanya Rin
"Apa kau tidak sadar dengan apa yang kau lakukan?!" Kata Sasuke (Akame)
Rin hanya menggelengkan kepalanya pertanda ia tidak tahu
"Haahh…. Dengarkan aku Rin kau sebaiknya jangan mengulang itu lagi meskipun aku mengetahui bahwasannya Sasaki adalah orang yang baik tapi tetap saja dia adalah seorang laki-laki" Kata Sasuke (Akame) memperingati
"Tapi bukannya kau pernah sekamar dengannya dengan waktu yang cukup lama Sasu-chan? Dan apa pernah ia melakukan hal buruk kepadamu?" Balas Tanya Rin
"Heh?!" Kaget Sasuke (Akame)
"Si-siapa yang memberitahumu tentang itu?!" Tanya Sasuke (Akame) dengan wajah memerah dan perasaan malu, Rin yang mendengar itu hanya melirik Violet yang hanya menatap polos Sasuke (Akame)
"Apa aku salah?" Tanya Violet
"Aku memang tidak mengatakan untuk merahasiakannya….. tapi sebelum itu,Violet kepada siapa saja kau memberi tahu tentang aku pernah sekamar dengan Sasaki?" Tanya Sasuke (Akame) kepada Violet
"Hanya kepada Rin dan Shinoa saja,lalu kurasa untuk Shikamaru-san dia sudah tahu dari Naruto-kun" Jawab Violet
"Souka" Kata Sasuke (Akame) dengan perasaan sedikit lega
"Umm ya aku memang pernah sekamar dengannya…" Kata Sasuke (Akame)
"Lalu apa pernah ia berbuat sesuatu yang jahat kepadamu?" Tanya Rin dan membuat Sasuke (Akame) mengingat-ingat kejadian yang pernah yang ia alami sewaktu sekamar dengan Naruto
'Umm memang seingatku Sasaki tidak pernah melakukan hal buruk kecuali dia sering menjahili dan menggodaku namun tak pernah lebih dari itu, meskipun penampilannya terkesan liar Sasaki adalah orang yang sopan berbeda dari kebanyakan laki-laki yang pernah ku temui jika diajak berbicara mata mereka selalu melihat kemana-mana,bukannya aku sombong tapi aku cukup percaya diri dengan penampilanku hingga bisa di bilang cantik tapi Sasaki sama sekali tidak terpengaruh dengan hal itu…. Seakan-akan aku sama sekali tidak menarik olehnya, ya mana ada yang suka dengan gadis yang memakai nama laki-laki dan selalu bersikap dingin dan ketus sepertiku…' Batin Sasuke (Akame) yang melamun dan sedih ketika memikirkan hal yang terakhir
"Ano Sasu-chan?" Kata Violet membangunkan lamunan Sasuke (Akame)
"Ya?"Kata Sasuke (Akame) yang sudah sadar dari lamunannya
"Jadi?" Tanya Rin
"Kau benar dia tidak pernah melakukan hal buruk saat aku sekamar dengannya" Kata Sasuke (Akame)
"Tapi kenapa kau bisa yakin kalau Naruto-san tidak akan berbuat buruk kepadamu Rin?" Tanya Shinoa
Rin yang ditanyai seperti itu sedikit salah tingkah dan wajahnya yang mulai memerah..
"Y-ya kenapa ya? Aku juga bingung" Kata Rin memalingkan wajahnya yang sedikit memerah
"Jadi alasan kau kekamar Naruto?" Tanya Shikamaru yang sedari tadi diam dan jengah mendengar percakapan para gadis di depannya
"A- Uhm…" Rin Langsung menormalkan ekspresinya…
"Aku ingin meminta sarannya untuk melatih kontrol manaku, saat aku berada di kamarnya dia sedang bersiap untuk pergi dan yang kulihat dari persiapannya dia mungkin pergi untuk beberapa hari.."
"Aku pun bertanya padanya dia mau pergi kemana? Naruto hanya mengatakan dia ingin mencari uang untuk Nenek dan adik-adiknya.." Jelas Rin
"Nenek dan adik? Lalu orang tuanya?" Tanya Shikamaru
Rin menggelengkan kepalanya dan itu sudah membuat Shikamaru paham
"Apa maksudmu?" Tanya Sasuke (Akame) yang tidak paham
"Dia yatim piatu Sasu-chan…. Dia ingin membantu panti asuhan yang telah merawatnya sedari kecil" Kata Rin dengan simpati
Sasuke (Akame) yang mendengar itu cukup terkejut dia baru mengetahui hal ini, sekarang dia menyadarinya bahwasannya Naruto tak pernah sekalipun membahas keluarga yang dimana adalah orang tuanya, sewaktu Sasuke (Akame) dan Naruto tinggal sekamar
Dulu ketika Sasuke (Akame) sekamar dengan Naruto ia pernah menyindir Naruto dengan mengatakan bahwasannya Naruto pasti hidupnya bahagia dengan orangtua yang menyayanginya hingga bermalas-malaspun tidak apa-apa,tapi setelah Sasuke (Akame) mengatakan itu Naruto menjadi agak dingin padanya.
'Apa aku sudah keterlaluan?' batin Sasuke (Akame) sambil meremas tangannya
Shinoa yang mendengar itu menaruh rasa hormat dan kagum yang tinggi terhadap Naruto dan juga muncul sebuah perasaan yang ia sendiripun tak menyadarinya..
"Begitu ya…. Hahhh… harusnya dia mengatakannya lebih awal jadi kita tidak usah berpikiran buruk tentang dia,Mendokusai" Kata Shikamaru
"Mungkin dia bukan tipe orang yang mau membagi masalahnya" Komen Rin
"Benar, dan aku juga jarang melihat Naruto-san meminta tolong akan sesuatu" Kata Shinoa
"Aku tidak tau itu sikap yang baik atau buruk tapi aku takut kalau Naruto-kun terus tetap seperti itu dia akan tertekan jika masalahnya yang ia emban sudah terlalu banyak, memang jika kau membagi masalahmu kepada orang lain bukan berarti masalah itu bisa langsung terselesaikan tapi setidaknya itu bisa meringankan sedikit bebanmu" Kata Violet sendu
"Dan juga melihat Naruto-kun tidak menceritakan hal ini kepada kita terlebih dahulu seolah dia masih belum mempercayai kita sepenuhnya" Tambah Violet sedikit sedih
"Kau benar, dan aku rasa Naruto tidak menceritakan semuanya kepadaku malam tadi namun ia juga tidak berbohong" Balas Rin
"Kalau begitu kita hanya perlu membuat si uban itu mempercayai kita sampai dimana dia akan meminta bantuan kepada kita.." Kata Shikamaru
"Kau benar si Dobe itu telah banyak membantuku namun aku belum ada membalasnya sama sekali" Kata Sasuke (Akame) dengan yakin
"Tidak hanya kau Sasu-chan dia juga telah menyelamatkan hidupku" Kata Volet tersenyum sejuk
"Ya aku juga punya utang padanya karena mau melatihku dan pernah menolongku" Kata Rin dengan tingkah Ojou-samanya
"Sepertinya kita semua juga punya urusan masing-masing dengan Naruto-san" Ucap Shinoa dengan senyum lembutnya
'Naruto ternyata kau populer di kalangan tertentu, semoga kau bisa bertahan…'Batin Shikamaru yang agak sweatdrop melihat keempat gadis didepannya
TOK!
TOK!
TOK!
CKLEK!
"Yo Sasu-chan bagaimana kabarmu?" Sapa Shisui ramah dan berjalan mendekati Sasuke (Akame) dan timnya
"Shisui-nii…, aku sudah lebih baik" Balas Sasuke (Akame)
"Hmm souka dan sepertinya aku keduluan lagi" Kata Shisui yang melihat tim Sasuke (Akame)
"Ada apa kau datang kesini Shisui-nii?" Tanya Sasuke (Akame)
"Tentu untuk menjengukmu Sasu-chan, ya sebenarnya harusnya aku datang dengan Itachi tapi dia sedang menjaga paman dan bibi" Jawab Shisui
"Lalu bagaimana keadaan mereka?" Tanya Sasuke (Akame) khawatir
"Paman dan bibi masih belum sadar tapi kondisi mereka sudah lebih baik mungkin mereka akan sadar besok" Kata Shisui
"Begitu ya…" Kata Sasuke (Akame) dengan perasaan lega
"Lalu bagaimana dengan dirimu sendiri Sasu-chan?" Tanya Shisui
"Aku masih sedikit merasa lemas tapi aku yakin besok sudah bisa keluar dari rumah sakit ini" Balas Sasuke (Akame)
Shisui lalu memperhatikan Sasuke (Akame) dengan serius….
"Sasu-chan apakah kau memang sudah baik-baik saja? Apa kau tidak merasakan sesuatu yang berbeda?" Tanya Shisui
"Hmm aku tidak merasakan apapaun yang berbeda? Kecuali manaku yang kurasa lebih lama pemulihannya dari yang biasanya hanya butuh istirahat sehari saja" Balas Sasuke (Akame)
"Souka…. Kalau begitu aku pergi dulu karena masih ada hal yang harus kulakukan semoga cepat sembuh Sasu-chan."Kata Shisui lalu pergi dari kamar Sasuke (Akame)
Setelah Shisui keluar dia melihat Itachi sedang menunggunya di ujung lorong dan diapun segera mendekatinya…
"Jadi bagaimana…" Tanya Itachi
"Sepertinya….."
Dan kita kembali ke Naruto yang sedang menggendong Chiya…
"Naru Nii-san apa tidak berat menggendong Chiya? Chiya tidak apa-apa kalau berjalan sendiri" Kata Chiya dengan khawatir namun masih dengan sifat polos yang melekat
Naruto yang mendengar itu hanya tersenyum geli..
"Tidak…Chiya kau sama sekali tidak berat dan Nii-san tidak akan membiarkanmu berjalan dengan perut lapar dan tanpa alas kaki" Balas Naruto
"Chiya Tidak la—"
Kryuuuuk~
Bunyi perut Chiya yang mengkhianati perkataannya sendiri dan membuat mukanya memerah malu..
"Hahaha… kau tidak akan bisa membohongi Nii-san mu ini,Imoutou" Tawa Naruto
Chiya yang mendengar itu bertambah malu bercampur bahagia karena di panggil adik oleh Naruto
"Benarkah? Chiya boleh menjadi adik Naru Nii-san?!" Tanya Chiya dengan muka polos yang penuh harap yang membuatnya semakin imut
"Tentu saja" Balas Naruto dengan senyum lembutnya
Chiya langsung memeluk Naruto dengan erat untuk meluapkan rasa bahagianya karena dengan ini ia bisa melupakan kesedihannya sedikit demi sedikit.
Dan sesuai perkataan Naruto mereka berdua pergi ke sebuah kedai makan dan disana Chiya dengan mata yang berbinar-binar melihat semua makanan yang ada disana, setelah mereka puas makan Naruto membawa Chiya ke toko pakaian untuk membelikannya beberapa pakaian baru..
Dan terlihat sekarang Chiya mengenakan kaos hitam tanpa lengan dengan jaket merah dan rok merah muda se lutut dan sebuah sepatu berwarna putih, yang membuat penampilannya semakin imut…
"Waahh baju ini sangat nyaman... Arigatou Naru-Nii.." Kata Chiya dengan senang dan mata yang berbinar-binar
"Hahaha…. Sepertinya kau suka baguslah… dan karena kau sudah siap ayo kita pergi…" Ajak Naruto
"Pergi kemana?"
"Tentu saja untuk bermain-main.."
Dan dengan begitu Naruto membawa Chiya mengelilingi Kota Kyoto dan mencoba berbagai tempat bermain..
"Wahh Kastil itu sangat besar….!" Kata Chiya dengan kagum
"Aku penasaran bagaimana mereka membuat kastil yang seperti itu.." Lanjut Chiya
"Ya aku juga penasaran.." Kata Naruto dengan pelan
"Ah Chiya di situ ada taman ayo kita kesana.." Ajak Naruto
"Umu.." Balas Chiya dengan semangat
Tak terasa mereka bermain sampai malam, Dan saat ini Naruto sedang berjalan pelan menuju salah satu penginapan yang ada sambil mengendong Chiya yang tertidur akibat lelah bermain seharian…
"Sepertinya dia sangat capek…" Kata Naruto pelan
Setelah mereka sampai di penginapan Naruto langsung memesan sebuah kamar dan menidurkan Chiya disana, setelah memastikan Chiya sudah nyaman Naruto mengambil sesuatu didalam tasnya dan ternyata itu ada adalah sebuah topeng dan langsung memakainya…
"Otsutsuki kah? Mari kita lihat apa yang ada disana" Kata Naruto sambil melihat keluar jendela atau lebih tepatnya kearah kastil milik Clan Otsutsuki
Skip Time
Hari ini merupakan dimana Sasuke (Akame) keluar dari rumah sakit dan saat ini dia sedang berkemas untuk pergi,setelah Sasuke (Akame) keluar dia sudah ditunggu Itachi di depan kamarnya dan membuat Sasuke (Akame) terkejut
"Ni-Nii-sama?!"
"Akame…. Ikuti aku" Kata Itachi datar yang membuat Sasuke (Akame) sekali lagi terkejut
Dalam diam Sasuke (Akame) mengikuti Itachi hingga mereka sampai pada sebuah ruangan dan saat Itachi membukanya terlihat Fugaku dan Mikoto yang sedang berbicara dengan Shisui namun mereka segera mengalihkan perhatian ke Itachi dan Sasuke (Akame) yang baru datang…
"Otou-sama….Okaa-sama" Kata Sasuke (Akame) dengan lirih dan mata yang mulai berair
"Akame.. Hisahiburi…" Kata Mikoto sambil merentangkan tangannya, melihat itu Sasuke (Akame) langsung memeluk Mikoto sambil menangis mencurahkan segala emosi yang tertahan di dalam hatinya setelah sekian lama…
"Huwaaa…. Okaa-sama… Okaa-sama…. Hiks…hiks" Tangis Sasuke (Akame)
"Hiks… maafkan Kaa-san Akame.. Hiks.. Kaa-san belum bisa menemuimu selama ini… Kaa-san sangat meridukanmu hiks…" Kata Mikoto yang juga menangis sambil memeluk erat Sasuke (Akame) seolah tidak ingin melepasnya, sedangkan yang lain hanya menatap mereka dengan senyuman
Setelah beberapa menit mereka berdua sudah lebih tenang…
"Jadi bagaimana kabarmu Akame?" Tanya Fugaku dengan datar tapi lebih lembut dari biasanya
"Aku baik-baik saja Tou-sama.. hanya saja manaku yang belum pulih sepenuhnya.." Balas Sasuke (Akame)
Fugaku yang mendengar itu hanya melirik Itachi sebentar…
"Souka… dan kudengar dari kakakmu di sekolah kau menggunakan nama Sasuke apa benar?" Tanya Fugaku lagi
"I-itu benar." Balas Sasuke (Akame) agak gugup
"Kenapa?"
"…itu.."
"Apa karena kau merasa bertanggung jawab atas kematiannya?"
Sasuke (Akame) tidak menjawab hanya menundukkan kepalanya
"Tou-san sudah pernah bilang kematian Sasuke bukanlah kau penyebabnya jadi kau tidak perlu merasa bertanggung jawab"Jelas Fugaku
"Tapi.."
"Tou-san tidak mau mendengar bantahanmu… mau bagaimanapun Sasuke adalah Sasuke dan kau adalah dirimu sendiri kalian memang terlahir kembar tapi bukan berarti kalian bisa menggantikan satu sama lain, dan mulai sekarang kau akan tetap memakai nama aslimu di sekolah kau paham?!" Tegas Fugaku tidak mau di bantah
"Aku paham Tou-san" Balas Akame
"Kalau begitu aku akan melepaskan segelmu sekarang…" Kata Fugaku
"A-apa Tou-san yakin? " Tanya Akame ragu
"Tentu saja ,sebenarnya Tou-san sudah sejak lama ingin melepas segelmu tapi akibat pengaruh klan Tou-san harus menundanya.."
"Dan sekarang karena ada kejadian itu aku baru bisa melakukannya,mungkin ini yang sering orang bilang di setiap musibah pasti ada sisi baiknya" Jelas Fugaku
"Jadi apa kau siap Akame?" Tanya Fugaku
"Aku siap" Kata Akame
Setelah itu Fugaku kemudian merapal mantra da memulai proses pembukaan segelnya tidak perlu waktu lama Fugaku telah menyelesaikan mantranya dan terlihat perubahan yang cukup besar pada Akame terutama pada Mana dan warna matanya yang menjadi merah seperti Ruby…
"Bagaimana rasanya Akame-chan?" Tanya Mikoto khawatir
"Aku bahkan belum pernah sebaik ini dan aku merasakan manaku sangat melonjak drastis" Kata Akame dengan senang becampur terkejut..
"Ya karena memang pada dasarnya kau adalah seorang bangsawan Akame-chan apalagi seorang Uchiha" Komen Shisui
"Hn" Balas Itachi
"Syukurlah.. kau tidak apa-apa dan Kaa-san sudah menduga kau memang lebih cantik dengan mata Rubymu Akame-chan" Kata Mikoto memuji putrinya
Mendengar pujian itu membuat Akame sangat senang dan kembali memeluk ibunya, Fugaku yang melihat itu hanya tersenyum tipis dan mengalihkan pandangannya kepada Shisui dan Itachi
"Bagaimana keadaan klan?" Tanya Fugaku
"Aku hanya bisa bilang buruk paman karena korban dari kejadian itu kebanyakannya adalah Ksatria sihir klan Uchiha,sehingga membuat klan kita kehilangan kekuatan militer kita tapi Heika-sama telah mengirimkan Kesatria sihirnya untuk melndungi Klan kita dari serangan 'Dia' atau bahkan serangan dari klan lain" Jelas Shisui
"Lalu siapa saja yang tersisa dari klan kita?"
"Kebanyakan adalah wanita dan anak-anak yang hampir tidak bisa bertarung sama sekali"
"Dan terakhir… bagaimana dengan benda itu?" Tanya Fugaku serius
"Sayangnya telah hilang mungkin 'dia' yang mengambilnya"
"Souka…. Itachi sampai aku kembali aku menunjukkmu sebagai pemimpin klan, kau harus mempertahankan keutuhan klan dan bantu mereka yang sedang memerlukan bantuan" Kata tegas Fugaku
"Haik… Tou-san" Balas Itachi dengan hormat
"Dan kau Shisui aku ingin kau menemui Heika-sama untuk memintanya bersedia bertemu denganku"
"Baiklah paman.." Kemudian mereka pun keluar dari kamar namun saat membuka pintu terlihat Rin, Shinoa, Violet dan Shikamaru yang akan mengetuk pintu..
"Ah… do-domo Senpai…" Sapa grogi Rin saat bertemu Itachi yang baru mau keluar
"Hn.." Balas Itachi lalu berjalan melewati mereka
"Ah.. teman-teman Akame-chan rupanya, kalian ingin menjemput Akame-chan kan?" Tanya Shisui ramah
"Hai—ha tunggu siapa?" Bingung Rin
"Kalau begitu kalian langsung saja masuk dia ada di dalam" Kata Shisui membawa mereka masuk dan tidak menanggapi reaksi kebingungan Rin
"Paman Bibi mereka adalah teman Akame-chan dan harusnya masih ada satu lagi tapi dia sedang tidak ada… dan kalian mereka berdua adalah orang berdua dari Akame-chan jadi silahkan berkenalan dan gomen aku ada urusan jadi tidak bisa menemani kalian jaa nee" Kata Shisui yang langsung pergi keluar..
"Ahh tunggu Senpai—" Kata Rin namun Shisui sudah terlanjur pergi keluar
Dan terciptalah suasana canggung disana sampai…
"Apa benar kalian teman Akame-chan?" Tanya Mikoto ramah
"Ano… Akame-chan?" Bingung Violet
Mikoto kemudian melirik ke arah Akame yang nampaknya masih sedikit ragu, Mikoto yang melihat itu hanya berkata 'Tidak apa-apa' dengan diakhiri senyuman..
"Halo..Minna" Kata Akame dengan agak canggung
"Sasu-chan?" Tanya Violet
"Sekilas memang mirip tapi warna mata dan tingkat mananya berbeda…" Kata Shinoa
"Sebenarnya…"
Lalu Akame pun menceritakan kejadian sebenarnya kepada mereka dan setelah selesai tidak ada sedikitpun reaksi dari Rin, Shinoa, Violet dan Shikamaru
Akame yang melihat itu muncul perasaan takut kalau dia akan dibenci oleh temannya meskipun dia telah terbiasa dibenci namun entah kenapa dia sama sekali tidak ingin dibenci oleh teman-temannya ini terutama oleh 'dia', dan kalau memikirkannya saja sudah membuatnya mau menangis…
Puk!
"Akhirnya kau terbuka juga pada kami Akame…" Kata Rin dengan senyumannya sambil memegang pundak Akame
"Akame-san kau orang yang hebat.." Kata Shinoa
"Akame-chan siapapun dirimu aku akan tetap menjadi temanmu.." Kata Violet
"Hahh…. Klan bangsawan memang merepotkan…" Komen malas Shikamaru
"Minna" Kata Akame yang terharu bercampur terkejut karena reaksi teman-temannya berbeda dari apa yang dia pikirkan
Mikoto yang melihat itu merasa senang karena putrinya mendapat teman yang baik,Fugaku yang melihat itu juga merasa senang dihatinya namun wajahnya hanya menatap datar mereka..
"Ano… Akame-chan apakah kau tidak mau memperkenalkan temanmu kepada kami?" Tanya Mikoto ramah
Mendengar itu Akame langsung menormalkan ekspresinya dan memperkenalkan teman-temannya satu persatu…
"Baiklah salam kenal semua aku ibu dari Akame-chan Mikoto Uchiha dan dia ayah Akame-chan Fugaku Uchiha" Kata Mikoto memperkenalkan diri dan suaminya
"Hn" respon datar Fugaku
"Salam kenal juga Uchiha-sama" balas hormat Rin dan yang lain
"Sebenarnya masih ada satu orang lagi tapi dia sedang pergi…" Kata Akame
"Ada satu lagi? Siapa memangnya Akame-chan?" Tanya Mikoto
"Orang yang paling menyebalkan.." Balas kesal Akame
"Hmmm?" Respon bingung Mikoto
"Dia juga salah satu teman kami bernama Sasaki Naruto…"
"Naruto?!" Kata Mikoto agak terkejut dan bingung lalu melirik Fugaku yang juga melirik Mikoto
"Bagaimana ciri-cirinya?" Tanya Mikoto
"Laki-laki berambut putih dengan matanya yang berwarna biru langit.." Kata Violet
Mikoto diam sejenak lalu melirik Fugaku dengan senyuman lembutnya dan Fugaku hanya menutup matanya dengan senyuman tipis
"Souka"
"Memang kenapa Kaa-san? Kaa-san mengenalnya?" Tanya Akame
"Tidak Kaa-san tidak mengenalnya… Cuma namanya cukup unik" Kata Mikoto dengan lucu dan yang lain hanya menatap bingung itu kecuali Fugaku
Skip Time
Terlihat sekarang Tim Sasuke sedang berkumpul (Kecuali Naruto) di arena latihan mereka yang biasanya…
"Nah sekarang karena Akame sudah bergabung dengan kita, maka sebaiknya kita jelaskan latihan apa saja yang akan kita lakukan karena kata Naruto Rating Game kita selanjutnya akan berbeda" Jelas Rin
"Berbeda bagaimana?" Tanya Akame
"Begini biasanya Rating Game adalah pertandingan tim namun, untuk pertandingan depan akan dirubah cara pertandingannya yang dimana setiap tim akan mengirm masing-masing satu anggotanya untuk bertanding dan jika salah satunya kalah maka tim yang menang mendapat poin dan diizinkan untuk mengganti anggotanya atau tidak.. sampai sini kau paham?" Jelas Rin
"Hn"
"Pertandingan akan terus berlanjut sampai semua anggota kalah" Tambah Shinoa
"Souka…. Jadi latihan kali ini akan berfokus untuk meningkatkan kekuatan masing-masing kita" Kata Akame
"Benar"
"Baiklah mari kita lakukan…."
Skip Time a Week Later..
Sudah seminggu mereka latihan meningkatkan kemampuan individu mereka dan Akame mengalami perkembangan yang paling pesat mengingat segelnya yang sudah di buka dan saat ini mereka semua sedang beristirahat….
"Minna… apa kalian telah mendengar berita tentang klan Otsutsuki?" Tanya Rin menarik perhatian
"Memang ada berita apa Rin?"Tanya Shinoa
"Seminggu lalu kastil klan Otsutsuki di Kyoto di serang oleh Accelerator…" Kata Rin, mendengar nama Accelerator Akame langsung mengalihkan perhatiannya kepada Rin
"Seminggu? Itu bukannya sudah cukup lama..?" Kata Shikamaru
"Memang kejadiannya sudah cukup lama tapi baritanya baru bocor kemarin… Klan Otsutsuki berusaha menutupinya namun ya akhirnya tetap bocor juga" Jelas Rin
"Lalu apa motifnya menyerang kastil klan Otsutsuki?" Tanya Akame
"Aku tidak tau namun akibat penyerangan itu Otsutsuki Kaguya-senpai sampai di rawat di rumah sakit akibat melawan Accelerator" Jelas Rin
"Menyerang klan Uchiha lalu Otsutsuki apa motif dibalik setiap penyerangannya?" Tanya Shikamaru
Rin hanya menggeleng, saat mereka semua sedang berpikir tiba-tiba ada sebuah suara yang mengejutkkan mereka dari belakang…
"Wah..wah..wah sepertinya kalian sedang bersantai… sudah kuduga si rusa itu pasti menularkan penyakitnya pada kalian" Kata Naruto yang baru datang
Mendengar itu mereka terkejut dan langsung melihat keasal suara…
"Kau! Kemana—sa—" Kata Rin yang tak pernah selesai digantikan dengan ekspresi terkejut dan penasaran, bukan hanya dia tapi semuanya juga melihat Naruto dengan ekspresi yang sama
"Naruto-kun dia si-siapa?" Tanya Violet dengan terkejut
Naruto pun mngelihkan pandangannya kepada orang ia gendong yaitu Chiya, Naruto dan Chiya saling pandang untuk beberapa saat, seolah bisa mengetahui pikiran masing-masing, Chiya memandang ke arah teman-teman Naruto..
"Ne.. Papa.. mereka siapa?" Tanya Chiya polos
Deg!
"Pa-pa-papa?!"
Bagaikan tersambar petir di siang bolong semua teman Naruto terutama para gadis …
"Ne teman-teman perkenalkan dia adalah anakku … Imut kan?" Kata Naruto dengan senyumannya dan menempelkan pipinya ke pipi Chiya
Teman-teman Naruto masih diam membeku Shock, melihat mereka yang seperti itu membuat Naruto tak bisa menahan tawanya…
"Hahaha…. Wajah kalian sangat lucu… maaf itu tadi semua bohong" Kata Naruto dan membuat para gadis menjadi sedikit rileks..
"Jadi dia siapa?" Tanya Shinoa
"Perkenalkan ini adalah Imotouku karena suatu alasan aku membawanya kesini" Jelas Naruto
"Oh souka hanya Imotou…" Kata Shinoa lega dan bukan hanya dia tapi Rin, Akame dan Violet juga
"Chiya beri salam kepada kakak semua" Kata Naruto lembut dan menurunkan Chiya
"Namaku Sasaki Chiya salam kenal Onee-chan…" Kata Chiya semangat dan dengan senyuman lebarnya yang membuatnya semakin imut
Deg!
"Ka-kawaiii!"Batin para gadis melihat keimutan Chiya
"Nah untuk Nee-chan yang rambutnya twintail namanya adalah Tohsaka Rin, terus ada kakak yang rambut biru itu Namanya Shinoa Hiragi dan untuk Kakak pirang itu namanya Violet Evergarden dan terakhir kakak yang rambutnya mirip nanas itu adalah Nara Shikamaru dan untuk kakak itu…..umm dare?" Kata Naruto memperkenalkan temannya satu persatu kecuali yang terakhir karena menurutnya bukan teman yang ia kenal meskipun sekilas mirip (tentu saja itu bohong)
Sedang kan orang yang di Tanya Naruto hanya diam dan menundukkan kepalanya…
"Lalu dimana Kuro-ojou seharusnya dia sudah keluar dari rumah sakit…." Kata Naruto lagi
"Hmm sebenarnya…-"
Akame pun menjelaskan situasinya kepada Naruto dari awal hingga akhir…
"Jadi begitulah…"
"Lalu? Itu bukan berarti aku akan merubah panggilanmu.." Balas biasa Naruto
"Hmm tak apa.. aku malah lebih suka seperti itu" Kata Akame dengan kalimat akhir yang ia simpan dalam hati
"Nah Chiya kau sudah mengenal semua teman Nii-san… jadi bersikap baiklah kepada mereka " Kata Naruto sambil tersenyum dan mengusap lembut kepala Chiya yang tak menyadari semua perempuan yang ada disansa (kecuali Chiya) memerah karena melihat senyuman di wajah tampan Naruto
"Umu" Balas Chiya
Lalu mengeluarkan cemilan yang ia bawa dalam tasnya dan memberikannya kepada Chiya..
"Chiya tunggu Nii-san sebentar ya..?Nii-san ingin berlatih sebentar dengan teman-teman Nii-san, sambil menunggu Chiya bisa memakan cemilan ini.." Kata Naruto
"Baiklah Nii-san Chiya akan menunggu.." Balas patuh Chiya karena bagi Chiya Naruto adalah orang yang paling ia sayangi sama seperti ibunya atau mungkin lebih dan karena itu ia mematuhi segala perinah Naruto agar membuat kakak barunya itu senang..
"Gadis pintar…" Balas Naruto, kemudian dia menghadap kearah teman-temannya dan berjalan menuju tengah arena latihan mereka
"Jadi bagaimana sejauh ini latihan kalian?" Tanya Naruto
"Selain Akame yang baru membuka kekuatan aslinya.. belum ada perubahan yang berarti.." Kata Rin
"Kalau begitu mari kita latih tanding sebentar.. kalian semua melawan ku sendirian…bagaimana?" Kata Naruto dengan seringai nya
"Apa kau yakin Naruto-kun?" Tanya Violet memastikan
"Tentu saja… dalam waktu sepuluh menit apakah kalian bisa mengalahkanku…" Balas Naruto sambil pemanasan
"Kalau kau terluka parah jangan salahkan aku.." Kata Rin dengan remeh
"Aku ingin melihat mu mencoba…" Kata Naruto sambil memegang katananya
Dengan kecepatan tinggi Akame menerjang Naruto menggunkan katananya namun itu masih mudah di tahannya..
"Ternyata benar kau sudah bertambah kuat Kuro-ojou?" Kata Naruto menyeringai
"Tapi itu belum cukup…" Setelah mengatakan itu Naruto mendorong katananya yang membuat Akame terdorong ke belakang, dan langsung menendang perut Akame namun masih bisa ia tahan dengan katanannya meskipun ia terdorong cukup jauh.
Setelah itu muncul Shinoa dari belakang Akame dengan melompatinya dan mengayunkan Scythe besarnya ke Naruto yang masih bisa ia hindari dengan mudah dengan melompat ke kanan tapi Naruto telah ditunggu oleh Rin yang sudah siap menembakkan Sihirnya
[Bullet Burst]
Naruto yang meihat itu dengan lincah menghindari setiap peluru sihir yang menujunya , dan bukan hanya itu dari arah samping ada sihir bayangan Shikamaru yang mengejar Naruto dan memaksa Naruto untuk terus menghindar hingga dia berhenti di tepi Arena yang membuat posisinya sangat terdesak namun Naruto hanya tersenyum saja melihatnya.
Naruto dia sudah dikelilingi oleh Akame, Shinoa dan Rin sebagai mempersempit pergerakan Naruto dan juga Violet dengan Shikamaru sebagai support mereka di belakang , namun bukan hanya itu mereka sudah memepersiapkan sihir mereka masing-masing…
"Nah dengan ini kau sudah tidak punya kesempatan untuk kabur Naruto… menyerahlah" Kata Rin mengancam
"Heh…sebuah kesalahan kalau kalian tidak langsung mengalahkan ku.." kata Naruto sambil mengambil beberapa bom asap dari sakunya
Bwooof!
Muncul asap tebal yang menyelimuti Naruto sehingga membuatnya menghilang , Akame dan yang lainnya segera waspada melihat itu namun sebelum mereka beraksi dengan kecepatan tinggi Naruto keluar dari asap dan menendang Akame sehingga ia terlempar cukup jauh dan melihat itu Shinoa dan Rin yang berada di sebelahnya tersentak dan dengan cepat menyerang Naruto, Rin menembakkan sihirnya namun Naruto masih bisa menghindarinya sehingga Shinoa lah yang terkena serangan Rin dan membuatnya terhempas kebelakang tak sampai situ Naruto lansung memukul perut Rin dengan cukup kuat sehingga membuatnya berlutut.
Shikamaru yang melihat itu langsung menyerang Naruto dengan sihirnya namun bukan Naruto kalau dia tidak bisa menghindarinya dan langsung melempar katananya kekepala Shikamaru yang membuatnya menangkap katana itu melihat kesempatan datang Naruto langsung menendang Shikamaru yang tidak siap alhasil dia juga harus bernasib sama dengan Akame dan sekarang hanya tersisa Violet yang sudah bersiap dan langsung menendang perut Naruto menggunkan kaki kirinya namun masih bisa di tahan oleh Naruto tidak sampai situ Violet juga menendang ke kepala Naruto mengunakan kaki kanannya tapi Naruto sudah mengetahui hal itu langsung mendorong kaki Kiri Violet yang membuatnya melompat kebelakang, Violet lalu mengumpulkan mana di kedua tangannya dan kembali melanjutkan serangannya dengan melompat dan berniat menerjang Naruto namun serangannya hanya mengenai tanah dan membuatnya retak dengan cukup besar, Naruto yang melihat itu cukup terkejut namun dengan cepat Naruto segera membalas dengan segera melayangkan pukulan ke arah wajah Violet yang dengan reflek melindungi wajahnya Naruto yang melihat itu menyeringai dan mengganti serangannya dengan menyerang kaki Violet yang membuat tersungkur…
"Menyerah ?" Tanya Naruto kepada Violet yang hanya mengangguk dan segera membantu Violet berdiri
Mengira sudah selesai Naruto berniat berjalan menuju Shikamaru untuk mengambil katananya namun ia harus menunda niatnya itu karena Akame datang dengan cepat dan menyerang Naruto menggunakan katananya yang masih ditutupi sarungnya sama dengan milik Naruto, Akame langsung menebas kea rah kepala Naruto namun itu masih bisa di hindari Naruto dengan menunduk tapi Akame melanjutkan serangannya dengan menebas secara bertubi-tubi kearah Naruto yang dengan mudah menghindari setiap serangannya sampai dia kehabisan energi dan langsung di manfaatkan oleh Naruto dengan memegang pergelangan tangan Akame dan dengan gerakan Judo dia membanting Akame yang sudah lelah…
"Bagaimana?" Tanya Naruto ke Akame
"Aku menyerah…" Balas Akame dan dengan itu Naruto langsung membantu Akame berdiri dan berjalan menuju tujuan awalnya yaitu mengambil Katananya namun niat itu kembaii tertunda saat sebuah Scythe besar melayang kearahnya dengan cepat dan dengan reflek yang bagus Naruto masih bisa menghindarinya serta langsung menjaga jarak dengannya dan terlihat Shinoa bersama Rin yang sudah bangkit dan bersiap menyerang Naruto
"Ternyata kalian masih kuat ya Shinoa, Rin.." Kata Naruto sambil menyeringai kecil..
Blush!
Blush!
'Shinoa/Rin !' Batin Shinoa dan Rin terkejut karena nama kecil mereka di sebut Naruto
Mereka langsung menggelengkan kepalanya untuk menormalkan ekspresinya dan segera memandang serius Naruto, dengan cepat Shinoa menerjang Naruto dan langsung menebasnya secara horizontal namun meleset mengenai tanah yang di pijak sehinga menimbulkan efek retakan yang cukup besar, Naruto yang mengdindarinya dengan cara melompat ke belakang dan dia sudah ditunggu oleh Rin dengan Sihirnya yang dengan cepat melesat kearah Naruto sesaat sihirnya akan mengenai Naruto, Naruto menahan sihir itu dengan tangannya dan membuat sihir itu menghilang..
Shinoa dan Rin yang melihat itu terkejut namun sebelum berekasi tiba-tiba mereka berdua merasakan angin yang kuat mengangkat mereka keatas sampai cukup tinggi mereka langsung di hempaskan ketanah dengan cukup kuat tapi tidak sampai melukai secara fatal, tapi seperti ditekan oleh sesuatu yang kuat mereka berdua tidak bisa lagi berdiri dan Naruto langsung berjalan mendekat kearah mereka berdua yang tidak bisa lagi melawan…
"Menyerah?" Tanya Naruto santai
Shinoa dan Rin saling pandang sejenak sebelum mengangguk…
"Kami menyerah " Kata Shinoa
"Souka…"
Dan sekarang mereka sudah berkumpul di tempat mereka beristirahat atau bisa di bilang tempat yang sama dimana Chiya memakan cemilannya, dan saat ini para gadis sedang menahan rasa cemburu bukan karena apa tapi saat ini Naruto sedang memangku Chiya yang tertidur sambil mengusap kepalanya dengan lembut…
'Aku tau dia adik Naruto tapi…uhh'Batin Rin memalingkan wajahnya
'Naruto-kun…'Batin Violet menatap iri Violet
'Entah kenapa aku merasa kesal…' Batin Akame yang tidak terima
'Aku tidak pernah melihat Naruto-san bersikap lembut pada seseorang seperti itu..'Batin Shinoa yang juga merasa iri
"Dari yang kurasakan selama pertarungan kita tadi… kalian sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat dan aku cukup terkejut dengan itu.." Puji Naruto
Mereka yang mendengar pujian itu merasa senang…
"Tapi kalian masih mempunyai kekurangan.." Tambah Naruto lagi
Semua yang mendengar itu kembali memperhatikan karena mereka tau Naruto belum selesai
"Yaitu pengalaman… kalian masih terlalu amatir dan naive dalam pertarungan sesungguhnya dan juga serangan kalian masih mudah untuk diprediksi kalian harus lebih kreatif lagi menggunkan kekuatan kalian" Jelas Naruto
"Lalu bagaimana cara kami untuk mengatasi kekurangan itu Naruto-kun? " Tanya Violet
"Itu mudah aku akan membawa ke tempat yang akan menambah pengalaman kalan…" Kata Naruto menyeringai
Melihat serinagi Naruto membuat mereka semua berkeringat dingin…
"Nah itu saja untuk hari ini kalian bisa kembali sekarang…" Tambah Naruto
Mendengar itu mereka langsung bergegas untuk pergi..
"Ah Rin tunggu aku punya sesuatu untuk mu…" Kata Naruto
"Ah! Y-ya?" Balas Rin yang masih terkejut namanya yang dipanggil secara langsung
"Ini untukmu.." Kata Naruto melempar sebuah gelang emas dengan ukiran kuno dan menggendong Chiya yang masih tertidur
"Ini apa Naruto?"
"Ah itu… seingat ku itu di sebut Divine Weapon yang isinya adalah senjata milik seorang dewi di jaman Mesopotamia dulu… kalau gak salah dia bernama Isthar…" Jawab enteng Naruto
"Hah!?"
Skip Time
Selama dua minggu penuh Tim Akame telah melakukan pelatihan ekstrim yang Naruto berikan di tempat 'spesial' yang di katakan Naruto sebelumnya dan mereka di berikan seminggu sisanya untuk beristirahat sekaligus menyusun rencana…
Akame Pov On
Hahh… Naruto dia sama sekali tidak main-main dalam memberikan pelatihan selama dua minggu penuh aku dengan yang lain harus menjalani latihan yang berat seperti kami akan melawan sesuatu yang besar padahal nyatanya kita hanya mengikuti pertandingan sekolah. Oke sebaiknya lupakan itu terlebih dahulu karena sekarang aku menuju tempat yang dimana Naruto pernah membawaku dan tentu bukan untuk betemu dengan Naruto tapi Menma-kun aku tidak tau kenapa,mungkinkah….
Blush!
Pipiku memerah memikirkannya…
Tak lama akupun sampai dan melihat Menma-kun sudah menunggu ku di sana
"Gomen Menma-kun aku sedikit lama" Kataku dengan senyuman
"Hm tak apa" balas datar Menma
Eh? Apa Cuma perasaanku atau Menma-kun memang agak lebih dingin hari ini?
"Jadi ada apa Menma-kun?" Tanyaku mengabaikan pikiranku tentang Menma-kun
"Sasuke apa benar klanmu sudah di serang dan hampir punah?" Tanya Menma datar
"Ah? Y-ya itu benar.."
"Souka… jadi semua percuma " Kata dingin Menma
"Eh?"
Akame Pov Off
"Sasuke aku ingin kau untuk tidak lagi mendekatiku…" Kata Menma yang masih dingin
Deg!
"Ke-kenapa?" Tanya Akame takut
"Karena aku membencimu.." Kata Tajam Menma menusuk hatu Akame
"Me-mebenciku?" Kata Akame dengan mata yang melebar dan mulai berlinang
"Ya sangat membencimu… karena kau adalah aib buangan klan yang tidak pantas berada didekatku kalau kau bukan putri dari kepala klan Uchiha aku tidak sudi untuk dekat denganmu, dan karena sekarang klan Uchiha sudah hancur maka ini semua jadi sia-sia"
"Ta-tapi dulu.-" Kata Akame mencoba menjelaskan sesuatu
"Ah ya itu semua bohong kau pikir aku pernah bertemu denganmu dan menolongmu? Hahaha sayangnya itu semua hanya kebohongan yang ku buat untuk menipumu kita sama sekali belum pernah bertemu dan bocah pirang yang kau katakan dulu pernah menyelamatkanmu itu bukanlah aku.." Kata Menma dengan senyuman kejamnya seolah menikmati keadaan Akame yang sudah down
"Men-Menma-kun…hiks" Akame mulai menangis
"Ah ya aku sudah sangat lama ingin melakukan ini padamu.." Kata Menma sambil menyiapkan sihirnya berniat menyerang Akame
Akame yang melihat itu tidak bisa bereaksi apa-apa akibat terlalu syok dan sedih dan hanya bisa menutup matanya menanti rasa sakit yang akan datang, Menma yang melihat itu memperlebar seringainya namun…
Tap!
Akame yang menunggu rasa sakit dari serangan Menma yang tak kunjung datang memberanikan diri untuk membuka matanya dan dia meihat Naruto sedang menahan tangan Menma dengan mengangkat tangannya dan membuat Sihir Menma batal…
"Na-Naruto..." Kata Akame tergagap
"Teme..!" Marah Menma menatap tajam Naruto
"Kau pikir apa yang sedang kau lakukan?!" Kata Naruto dingin dan membalas menatap tajam Menma
"Cih… lepaskan tanganku!" Perintah marah Menma
Naruto langsung menarik tangan Menma dan melemparnya namun dia masih bisa menyeimbangkannya.
"Kau akan menerima akibatnya…" Ancam Menma dengan kesal
"Heh… kutunggu di pertandingan nanti…" Tanggap remeh Naruto
Menma yang mendengar itu segera pergi menjauh, Akame yang sedari melihat itu hanya diam dan terkejut tak bisa bereaksi namun dengan air mata yang masih mengalir Naruto yang melihat itu mendekati Akame dan memberikannya sapu tangan..
"Kau tidak apa-apa Kuro-ojou?" Tanya Naruto khawatir
Akame yang mendengar itu melihat Naruto sejenak dan menerima sapu tangannya..
"Kau bisa duduk bersama kami disini sambil menenangkan pikiranmu dulu…" Kata Naruto sambil mengkode seseorang dari balik pohon dan keluar lah Chiya dari sana
Melihat ajakan Naruto diapun menyetujuinya dan duduk bersama untuk menenangkan diri..
Selama beberapa menit mereka duduk dengan tenang sampai..
"Nee-chan apa sudah tidak apa-apa?" Tanya Chiya khawatir namun ekspresi polos yang masih dominan
"Umm tidak apa-apa…" Balas Akame sambil tersenyum meskipun Naruto tahu itu adalah senyuman palsu
"Jadi kenapa si pirang itu menyerangmu.." Tanya Naruto meskipun dia sudah tahu jawabannya
"Apa tidak keberatan jika kau mendengar ku bercerita?" Kata Akame
"Yahh..aku juga sedang bersantai jadi ya tidak apa-apa.." Balas Santai Naruto
"Dulu…."
Flashback
Terlihat Akame yang berumur lima tahun sedang duduk sendirian di taman perkarangan sebuah rumah, kalau dilihat lebih dekat dia sedang menangis namun dengan suara tertahan…
Akame Pov On
Salahku…hiks… Sasuke meninggal karena salahku hiks… andai saja aku tidak terlahir aku yakin semua pasti hidup dengan bahagia hiks..
Aku terus menangis dalam diam sampai aku mendengar sebuah suara..
"Oi kau kenapa?" Tanya Seorang anak berambut pirang yang sedang memanjat pohon dan melihat ku menangis..
Aku langsung mengusap air mataku dengan kasar…
"Itu bukan urusanmu…"Kataku Ketus
"Nee..apa kau ingin ikut denganku?" Tanya bocah pirang itu
"Kenapa aku harus ikut denganmu?" Tanyaku
"Aku akan membawamu ke tempat rahasiaku dan aku yakin kau pasti senang disana.." Katanya
"Tapi…-"
"Tak usah banyak tanya ayo ikut saja…" Potong bocah itu sambil mengulurkan tangannya dan melihatku dengan senyuman
Entah kenapa kakiku berjalan sendiri menuju anak itu dan mulai menerima uluran tangannya, lalu dia menggandeng tanganku dan membawaku pergi ke dalam hutan yang cukup membuatku takut
"Tenang saja aku akan melindungimu dan percayalah padaku…" Katanya dengan senyum secerah matahari
Entah kenapa setelah mendengar itu aku tidak merasa takut lagi dan malah membuat hatiku menjadi lebih nyaman..
Akhirnya kami sampai di tempat rahasia yang di katakannya yaitu sebuah danau yang cukup luas dan sangat indah yang dimana di sekelilingnya di tumbuhi bunga dan juga banyak kupu-kupu yang berterbangan, selagi aku mengagumi keindahan alam itu anak itu malah mengambil air dan menyiramku, aku yang melihat itu hanya menatap kesal padanya dan juga mengambil air dan membalasnya..
Kami terus bermain seperti itu dan tertawa lepas bersama..
"Sudah kuduga kau lebih manis dan cantik bila tertawa dari pada bersedih .." Kata bocah itu sambil mengacungkan jempolnya
Aku yang mendengar itu seketika mukaku memanas dan jantungku berdetak lebih kencang, setelah itu dia sering membawaku pergi bermain dan bahkan memperkenalkan teman-temannya yang lain padaku, lalu tak terasa kami sudah berteman hingga dua tahun lamanya bermain bersama aku pikir kami akan selalu seperti ini selamanya, tapi sampai kejadian itu terjadi..
Dimana aku dan teman-teman anak pirang itu di culik oleh sekelompok orang dan menyekap kami di sebuah ruangan kami yang saat itu sangat takut dan hanya bisa menangis tapi tanpa di duga bocah pirang itu datang dengan keadaan yang babak belur datang menyelamatkan kami, kami pun yang melihat itu menangis senang dan memeluknya bersama-sama, namun itu adalah pertemuan kami yang terakhir…
"Senang berteman dengan kalian semua.. dua tahun ini adalah waktu yang sangat berharga bagiku tapi gomen… aku tak bisa terus bersama kalian lagi.." Katanya
"Eh?" Respon bingungku saat aku ingin bertanya tiba-tiba kepalaku terasa sangat berat dan membuatku pingsan tapi sebelum aku pingsan sepenuhnya aku sempat mendengar perkataan terakhirnya..
"Semoga kita bisa bertemu dan bermain lagi ne.. Kuro-ojou.." Katanya
Akame Pov Off
Flashback Off
Akame menceritakan masa lalunya tapi kecuali dua bagian akhir yang dimana dia malah melihat Naruto dengan pandangan terkejut…
"Hn… ada apa?" Tanya Naruto
"Ah tidak apa-apa " Balas ku cepat sambil menggelengkan kepalaku
"Hm…souka jadi begitu… jadi kau mengira si Menmu itu adalah temanmu di masa kecil..lalu bagaimana cara kalian bertemu?" Tanya Naruto
"Setelah kejadian itu berlalu aku sama sekali tidak mengingat apapun tentangnya bahkan namanya saja aku tidak inga tapi aku Cuma bisa mengingat bagian kecilnya saja"
"Lalu Menma datang dan dia mengatakan padaku bahwa dia adalah teman masa kecilku, akupun melihat dia mirip dengan temanku yaitu sama-sama berambut pirang meskipun perasaanku mengatakan dia adalah orang yang berbeda" Kata Akame panjang
" Baguslah kalau dia membongkar kebusukanya sekarang…." Kata Naruto tiba-tiba
Akame yang mendengarnya hanya diam dan tak berniat membalas..
Naruto kemudian berdiri sambil menggendong Chiya yang ternyata sudah tertidur..
"Aku pergi dulu… semoga kau bisa bertemu dengan teman lama mu… Kuro-ojou" Kata Naruto dan mulai pergi dari sana
Skip Time
"Selamat datang semuanya di Rating Game antara Tim Rias Gremory melawan Tim Uchiha Akame"
"Uchiha Akame? Bukannya harusnya Uchiha Sasuke.."
"Entahlah tapi kelihatannya tidak ada yang berbeda dari mereka"
"Lebih baik kita lihat saja langsung"
"Kedua Tim segera masuk ke dalam arena"
To The Team Uchiha Akame
"Kalian sudah Siap? Jangan sampai meunjukkan pertandingan yang memalukan" Kata Akame
"Perkataan yang konyol kau tahu..?" Balas Naruto dengan seringainya
"Aku Cuma ingin membangkitkan semangat kalian saja…" Balas Akame
"Hoo… bukannya kau yang perlu di beri semangat akibat kejadian beberapa hari yang lalu.." Kata Naruto mencibir Akame
"Diamlah.." Kata Cepat Akame
"Jadi rencananya?" Tanya Shikamaru
"Tidak ada hal yang khusus kecuali biarkan akan aku yang melawan orang yang bernama Issei Hyoudou yang berarti pada pertandingan yang pertama" Kata Naruto santai
"Kenapa bisa begitu Naruto?" Tanya Shinoa
"Hanya firasatku saja…"
"Baiklah kedua tim bisa menurunkan anggota pertama kalian untuk bertarung"
Dan tak lama setelah itu sesuai firasat Naruto, Issei lah yang pertama kali turun dan itu membuat seringai Naruto melebar dan dengan santai dia berjalan menuju Arena
"Issei permalukan kaum sampah itu…" Kata Rias arogan
"Tentu saja Buchou" Balas Issei
"Mari kita lihat sekuat apa kartu Asmu Rias…" Kata Sona yang menonton pertandingan itu
"Apa kedua peserta sudah siap?"
"Hn/Tentu saja" Balas Naruto dan Issei
"Baiklah pertandingan akan di mulai dalam
"5….4….3….2….1…. Battle Start"
Naruto dan Issei di teleportasi ke sebuah padang rumput yang luas
"Hahh sebenarnya aku kecewa bertarung dengan Mage lemah sepertimu aku lebih suka bertarung dengan Si Uchiha itu atau si Tohsaka juga tidak apa-apa, muehehe….. meskipun oppai mereka tidak sebesar Buchou dan Akeno-senpai" Kata Issei dengan senyuman mesum yang menjijikan
Akame dan Rin yang mendengar itu sudah mengeluarkan aura gelap yang pekat
"Hm? Begitukah… tapi apa kau yakin kalau punya mereka berdua asli?" Tanya Naruto
"Apa maksudmu…?" Tanya Issei
"Bukankah itu tidak normal mereka bisa membuatnya sampai sebesar itu di umur yang terbilang muda?" Tanya Naruto dengan serius
"Tentu saja itu asli!" Marah Issei
"Kalau begitu coba bayangkan ketika suatu saat nanti kalau itu benar-benar palsu yang dimana bisa hilang kapan saja dan itu bisa saja mengecil menjadi setengah dari ukuran aslinya…" Kata Naruto dengan seringai
Rias dan Akeno yang mendengar itu juga mengeluarkan aura gelap
"A-aku tidak akan membiarkan hal terjadi Hyaaah!" Mara Issei
[Boosted Gear]
Issei mengeluarakan sebuah gauntlet berwarna merah di tangan kirinya..
Naruto yang melihat itu memandang tertarik dan mengeluarkan katanya yang senantiasa tersarung
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
Dengan cepat Issei melesat kearah Naruto dan melayangkan tinjunya, Naruto yang melihat itu hanya diam dan santai dia menghindar lalu menangkap tangan Issei dan membantingnya keras
Duar!
Tak lama setelah itu Issei bangkit dengan sedikit menahan rasa sakit
"Hati-hati Aibo dia adalah lawan yang berbahaya.." Kata Tiba-tibayang berasal dari Gauntlet Issei ditandai dengan berkedip
"Apa maksudmu Draig dia hanya Mage sampah yang lemah dan kebetulan saja berhasil menyerangku.." Balas arogan Issei
"Hoo aku tidak tau itu bisa bicara..?" Kata Naruto tertarik
"Bukan Urusanmu!" Balas Issei
Naruto langsung menyerangnya dengan Issei dengan reflek yang lumayan menahan serangan Katana Naruto meskipun dia harus terseret ke belakan beberapa meter dan tidak sampai situ Naruto mulai menebas bertubi-tubi Issei yang hanya bisa bertahan, meihat dirinya terdesak dia meningkat kan lagi kekuatannya
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Explosion]
Dengan energy yang sudah terkumpul Issei menyerang balik Naruto yang kelihatanya sedang berhenti untuk mengumpulkan stamina tepat ke wajahnya
Duar!
Ledakan cukup kuat pun tercipta hasil dari serangan Issei dan menimbulkan asap tebal
"Hn berakhir sudah.." Komen Rias
"Hah… Cuma segini kemampuannya.." Kata Issei remeh
"Waspada Aibo!" Kata Draig tiba-tiba memperingati Issei
"Huh?"
Asap pun menghilang dan terlihat Naruto menahan serangan Issei dengan Katananya, terlambat bereaksi Issei harus merasakan sakit ketika perutnya di tending dengan lutut Naruto..
Duk!
"Ohok!"
Bukan hanya itu Naruto juga menggunakan handle Katananya untuk memukul kelapa Issei dan membuatnya mundur ke belakang dan sebagai penutup Naruto menebas sekali lagi Issei dengan katananya yang sudah di lapisi angin ke perut Issei yang mengakibatkan dia terlempar jauh…
"Ohok!"
Semua yang mengira pertandingan telah berakhir harus dibuat terkejut saat melihat serangan balasan Naruto yang cepat
"Ohok…Ohok…!" Issei batuk mengeluarakan liurnya
"Apa-apan tendangannya tadi aku seperti di hantam baja ratusan kilo.." Kata Issei yang meringis
"Sudah ku katakan dia adalah lawan yang berbahaya.." Balas Draig
"Padahal—"
"Kau pikir aku akan membiarkanmu istirahat" Potong Naruto dengan kecepatan yang gila sudah berada di hadapan Issei yang terkejut alhasil dia kembali di hajar Naruto habis-habisan
TAK!
DUG!
TAK!
DUG!
TAK!
DUG!
Semua yang melihat itu sangat terkejut karena tidak menyangka orang yang di warisi kekuatan pembunuh dewa bisa dihajar habis-habisan oleh orang yang mereka kira lemah..
Rias yang melihat itu sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini
Dan sebagai serangan terakhir Naruto menendang kepala Issei yang membuatnya terlempar jauh…
"Aibo Aibo! Apa kau tidak apa-apa!"Kata Draig
"Ohok hah..hah… Draig kita akan menggunakan itu akan menghancurkannya" Kata Issei yang babak belur dan marah
"Baiklah"
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Balance Breaker]
Seketika aura merah meledak keluar dari Issei dan terlihat kini Issei sudah menggunkan Armor naga berwarna merah dan di sambut teriakan meriah penonton dan dengan cepat ia melesat ke arah Naruto dan meninju perutnya ya meskipun masih di tahan dengan Katana tapi membuatnya terlempar jauh
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Dragon Shot]
Issei menembakkan sebuah bola energy menuju Naruto…
DUARR!
Ledakan besar pun terjadi
"Dengan itu pasti dia akan kalah" Ucap Issei namun pengumuman tentang kekalahan Naruto belum juga di beritahukan yang membuat Issei kembali waspada
Tiba-tiba muncul Naruto dari belakang Issei dan langsung menebas kepalanya
PYARR!
Suara pecahan armor Issei ketika Naruto menebasnya dengan kuat dan membuat Issei terlempar beberapa meter dan wajahnya yang menjadi terlihat akibat pecahnya armornya tadi…
Naruto sekarang terlihat luka-luka dengan baju yang habis terbakar sepenuhnya dan beberapa luka bakar, karena merasa terganggu dengan itu Naruto langsung menyobek bajunya dan terlihat lah tubuh bagian atas Naruto yang sangat atletis membuat semua kaum hawa yang melihatnya menjadi memerah apa lagi dengan luka-luka itu menjadikannya semakin seksi di mata para gadis…
Issei lalu bangkit dan dengan cepat dia menerjang Naruto dan memukulnya bertubi-tubi yang terus di tahan Naruto…
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Boost]
[Explotion]
"Matilah kau Sasaki Naruto!" Kata Issei sambil menyerang Naruto
"Ini pertama kalinya kau menyebutkan namaku dengan benar…" Balas Naruto dan dengan gerakan lambat dia menghindari serangan Issei dan menebasnya dengan Katana…
CRASH!
Luka sabetan panjang katana dari bahu kanan hingga pinggang kiri Issei tercipta
"Ohok huek!" dan Issei muntah darah sebelum…
PYARR!
Armor Issei menghilang dan meninggalkannya pingsan di tengah arena,kemudian Naruto mengangkat katananya lalu..
"Pemenang pertarungan pertama adalah Sasaki Naruto"
TBC…
Hallo Minna-san bagaimana kabar kalian semuanya aku harap kalian berada di keadaan sehat. Maaf aku baru bisa up sekarang ya karena seperti alasan sebelumnya,oke mari ke cerita maaf kalau ceritanya membosankan atau masih bnyak typonya aku mohon maaf sekali lagi, Disini sudah terbuka sedikit salah satu misteri tapi kalau kalian paham sama ceritanya mungkin kalian bisa menebak kelanjutannya seperti apa, kalau begitu enjoy ceritanya
Keep Respect….Happy Reading….and Stay Healthy
Bye…bye…
