Chapter 8
Disclaimer:
Semua karakter yang ada di cerita ini bukan milik saya.
dimana Mana adalah sesuatu yang dipuja untuk menciptakan berbagai Sihir yang melambangkan seberapa besar kekuatan seseorang. Namun, dia akan membuktikan bahwa dihadapannya Sihir hanyalah sampah, dengan kekuatan mutlak yang ada pada diri Hatake Naruto, Sang Accelerator.
Naruto : The Accelerator
Pair : Naruto x ….?
Genre : Fantasy, Adventure, Drama, Romance, Little Humor, DLL
Warning : Typo, OC, OOCNaru, Alur berantakan , OverpowerNaru,,DLL
Rate : M
" Halo " Berbicara
' Halo ' Batin
[ Halo ] Jutsu/Sihir
Terlihat beberapa orang sedang berkumpul di sebuah tempat yang sangat di jaga ketat atau lebih tepatnya tempat itu adalah ruangan tempat Raja dan petinggi klan untuk melakukan sebuah rapat.
"Baiklah hari ini kita akan memulai rapat darurat mengenai beberapa penyerangan yang di lakukan oleh seseorang yang menyebut dirinya Accelerator" Kata seseorang yang berdiri di samping Raja
"Langsung saja tak usah perlu basa-basi aku ingin dia di anggap musuh umat manusia setara dengan Akuma dan segera buat tim untuk memburunya dan kalau perlu aku ikut dalam tim itu" Kata seorang pria dengan rambut kuning bercampur orange dan mengenakan jubah bertuliskan Phenex dengan tegas dan amarah
"Apa alasanmu membuatnya setinggi itu Phenex-dono?" Tanya priadengan surai yang mirip dan membedakannya adalah kuningnya lebih pucat dan mengenakan jubah yang tertulis Pendragon
"Bukankah itu sudah jelas?! Dia berhasil menyusup ke kawasanku merusak dan mencuri Elixir ku lalu membantai klan Uchiha dan baru-baru ini dia sudah menyerang Otsutsuki" Balas Phenex
"Aku setuju dengan Phenex-dono dia harus di musnahkan segera sebelum membuat kekacuan lebih besar" Kata seseorang dengan rambut berwarna putih dan mengenakan jubah bertuliskan Otsutsuki
"Dan aku dengar dia telah mengalahkan Kakashi yang merupakan salah satu veteran perang dengan mudah" Kata pria dengan surai merah maroonya dan jubahnya yang tertulis Gremory
"Bagaimana pendapatmu tentang ini Namikaze-dono?" Tanyanya lagi
"Aku sudah tidak memiliki hubungan dengannya lagi… Tapi aku cukup terkejut mendengar hal ini.. dan juga bukankah dia sudah keluar dari rumah sakit beberapa hari lalu" Balas Orang yang dipanggil Namikaze yang memiliki surai pirang keemasan
"Itu hanya membuatku bertambah yakin kalau dia harus segera dimusnahkan!" Kata Phenex
"Lalu bagaimana pendapatmu tentang ini Uchiha?" Tanya Heika yang sedari tadi diam mendengar perdebatan kepala klan
Fugaku yang ditanyai seperti itu terdiam sebentar
"Aku juga sependapat dengan Phenex-dono dan bukan hanya karena apa yang dilakukan olehnya terhadap klanku tapi dia juga mencuri benda 'itu' yang dimana itu adalah rahasia kerajaan" Kata Fugaku dengan serius
Semua perserta rapat kecuali Heika terkejut mendengar itu..
"Kau serius Uchiha-dono?" Tanya Namikaze dengan serius
"Hn"Balas Fugaku
"Ini situasi gawat…kalau di sampai mencuri benda 'itu' maka dia tau kegunaannya." Kata Pendragon
"Tapi dia baru memiliki satu.. berarti kita harus melindungi dua sisanya.."Kata Gremory
"Daripada, itu aku malah berpikir dari mana ia tau tentang benda 'itu' mengingat hanya Heika dan kepala klan yang mengetahui tentang itu" Kata Namikaze dengan serius sambil menatap satu persatu wajah setiap kepala klan
"Jadi kau mencurigai dianatara kita dan Heika ada pengkhianat?!" Kata Otsutsuki dengan serius dan menatap tajam Namikaze
"Aku tidak mengatakan hal itu." Balas Namikaze
Setelah mengdengar itu semua kepala klan terdiam beberapa saat..
"Memang seharusnya benda'itu' biar klan kami saja yang menjaga ketiganya.." Kata Namikaze dengan datar
"Apa maksudmu mengatakan hal itu Namikaze-dono?!" Kata Fugaku datar merasa tersindir menatap tajam Namikaze
"Kau tahu apa maksudku Uchiha-dono.." Balas datar Namikaze
"Tentu kau tahu juga betapa kuatnya klan kami kalau begitu…" Kata Fugaku sembari menatap Namikaze dengan Sharingan yang mengintimidasi
"Tapi lihat sekarang…" Balas Namikaze seolah tidak terpengaruh oleh intimidasi Fugaku
"…"
Selama beberapa saat tercipta ketegangan sampai tiba-tiba mereka semua merasakan sebuah aura yang membuat mereka semua merinding dan mencari asal aura itu yang rupanya di keluarkan oleh Heika..
"Kalian semua memang tidak berguna…" Kata Heika datar
"Kalian saling mencurigai satu sama lain tanpa memikirkan bagaimana dengan diri kalian senidiri…"
"Aku akan menanyakan satu hal kepada kalian…"
"Bagaimana bisa kalian tidak bisa menyadari ada orang yang seperti itu dalam klan kalian….?" Kata Heika dengan suara berat dan datar serta masih mengeluarkan aura emas yang sangat kuat
Kepala klan yang mendengar itu terdiam dan tak berani menatap Heika…
"Seandainya kalian lebih awal menyadari keberadaannya aku yakin hal ini tak akan pernah terjadi…"
"Tapi sekarang sudah terlambat … " Kata Heika yang mulai menurunkan auranya dan menatap para kepala klan dengan pandangan kecewa
Heika mulai berdiri dan meninggalkan ruang rapat dan sebelum dia benar-benar keluar dia berhenti…
"Sebaiknya kalian menyelesaikan masalah ini dengan cepat…"
Flashback Few days ago….
Shinoa Pov
Hahh… sama seperti biasa latihan dari Naruto memang tidak mudah tapi semua latihan yang dia berikan sama sekali tidak ada yang sia-sia tapi tetap saja ini melelahkan, aku merasa jauh lebih kuat dari sebelumnya dan bukan hanya dalam kekuatan Naruto juga mengajarkan aku dan yang lainnya menggunakan kekuatan kami dengan efisien serta merubah pola pikir kami, yang membuatku sangat menghormati dan mengaguminya…. Ya kukira begitu…
Sejak pertemuan pertama kami aku selalu merasakan perasaan nostalgia sekaligus rindu dan senang ketika bertemu Naruto yang membuatku merasa aneh, tapi aku mengabaikannya dan selama beberapa lama bersamanya perasaan itu bertambah kuat dan membuat sikapku sedikit berubah jika bersama Naruto seperti aku akan merasa sangat senang bila dipujinya merasa cemburu ketika ada perempuan lain yang mendekatinya dan aku cuma bisa menyimpulkan satu hal tentang itu yaitu, aku telah jatuh cinta dengan Naruto dan anehnya aku merasa perasaanku ini telah ada sejak lama jauh sebelum pertemuan pertama kami...
Merasa percuma untuk berpikir aku memutuskan untuk beristirahat karena besok merupakan jadwal latihan aku dengan Naruto yang entah kenapa hanya dengan memikirkannya jatungku berdetak lebih cepat…
"Berdua dengan Naruto.."Kataku pelan sambil menangkup pipiku yang memulai memanas
Namun dengan cepat aku mengelengkan kepalaku untuk segera menormalkan ekspresiku karena masih terlalu awal untuk senang, karena aku sadar bukan hanya aku yang mencintai Naruto ada Violet yang sangat jelas menyukai Naruto dan Rin dia juga menyukai Naruto meskipun di tutupi oleh sikap tsunderenya dan entah kenapa aku merasakan Akame juga menyukai Naruto, namun dari semua itu ada penghalang yang lebih berat, yaitu Naruto itu sendiri, kenapa aku bisa mengatakan hal itu karena meskipun Naruto itu sangat jenius tapi dia itu sangat tidak peka terhadap dengan perasaan perempuan…
"Ahh… lebih baik aku segera mandi dan tidur…" kataku yang menyudahi monologku…
Skip Time…
Aku saat ini sedang berjalan menuju tempat latihan yang dibilang Naruto untuk melatihku dan tidak butuh waktu lama aku sampai dan terlihat Naruto sedang duduk menungguku sambil membaca novel kesukaannya dan ada Chiya di pangkuannya yang sedang memakan cemilan atau kue? Yang masih membuatku cemburu melihatnya..
"Apa kau menunggu lama Naruto?" Tanyaku sekedar basa-basi
Shinoa Pov off
"Tidak juga.. aku baru sampai beberapa menit lalu dan baiklah kita mulai saja latihannya… Nah Chiya duduk disini dulu ya menunggu Nii-san dan Noa-nee latihan.." Kata Naruto lembut sambil mengusap Chiya.
"Umu, Chiya akan menunggu Nii-chan dan Noa-nee… ganbatte ne!" Balas Chiya ceria dan senyum lebarnya
"Baiklah Noa ki—kau kenapa?" Kata Naruto yang ingin mengatakan sesuatu terhenti ketika melihat wajah Shinoa yang memerah pekat sambil diam mematung
"Eh?! Noa?" Balas Shinoa pelan namun masih bisa di dengar oleh Naruto
"Ah itu adalah panggilanku kepadamu sekarang bukankah itu imut.." Kata Naruto dengan senyum senang
Shinoa yang mendengar itu merasa sangat senang dan tiba-tiba muncul sebuah inagatan di kepalaku..
"Nenene… Shinoa aku punya panggilan yang bagus untukmu.." Kata ******
"Hm? Apa itu ******-kun?" Tanya Shinoa kecil
"Noa!… Noa-chan bukankah itu imut..!" Kata ****** dengan semangat
"Um! Aku menyukainya…" Balas Shinoa kecil yang sangat senang
"Moshi-mosih…oi Noa…" Kata Naruto sambil melamaikan tangannya di depan wajah Shinoa
"Eh!" kata Shinoa yang tersadar dan muka memerah
"Kau tidak apa-apa? Kalau kau merasa sakit lebih baik kau istirahat saja.." Kata Naruto
Shinoa dengan cepat menggelengkan kepalanya dan menormalkan ekspresinya..
"Tidak aku tidak apa-apa dan aku sangat sehat… dan sebaiknya kita mulai saja latihannya…" Kata Shinoa berjalan duluan di depan Naruto untuk menyembunyikan wajahnya yang masih memerah meskipun tidak semerah tadi namun pikirannya masih memikirkan hal yang tadi..
'Itu tadi apa?' Batin Shinoa penasaran
Flahback Off
"Pemenang pertarungan pertama adalah Sasaki Naruto!"
Para penonton terdiam dalam keterkejutan melihat hasil pertandingan yang diluar imajinasi mereka semua bagaimana seorang Wizard yang bahkan memiliki senjata yang dialamnya bersemayam sesosok mahkluk yang digadang-gadang bisa membunuh dewa kalah oleh seorang Mage yang kekuatannya hanya terasa di kisaran tahap awal [Appereantice]…
Sona yang melihat pertandingan itu juga tercengang dengan hasil ini hanya dengan trik sederhana namun kuat Naruto bisa mengalahkan Issei dengan telak yang bahkan telah mengeluarkan Kartu As-nya.
"Nah bagaimana tanggapan mu tentang ini Rias…" Kata Sona
With Rias
"I-i-ini Mustahil!" Kata Rias kaget tidak percaya
Akeno dan yang lainnya juga terkejut meilhat ini namun ia segera sadar
"Rias aku paham kau terkejut, akupun sama tapi kau harus segera menenangkan diri dan bagaimana rencana selanjutnya…" Kata Akeno serius
Rias yang mendengar itu segera menenangkan pikirannya namun tidak dipungkiri dia masih tetap merasa panik tiba-tiba dia mengingat kata-kata Naruto beberapa minggu lalu..
" Sepertinya kesombonganmu lebih besar dari tumpukan lemak di dadamu dan tenang di saat kami melawanmu nanti kami tidak akan membutuhkan keberuntungan karena kalian lah yang akan membutuhkannya" Kata Naruto dengan dingin
Rias yang mengingat itu hanya bisa menggigit bibirnya…
"Baiklah Kiba kau selanjutnya…" Kata Rias yang sudah agak tenang
"Baiklah Buchou" Kata Kiba patuh dan segera bersiap
Rias kembali mengalihkan perhatiannya ke arena dan di saat bersamaan Naruto juga melihat kearahnya dan sedang menatapnya dengan tajam yang membuatnya merinding kembali..
"Ara~ara pria pilihanku memang terbaik…" Kata Akeno dengan muka merona dan Rias memandang kesal sahabatnya..
With Team Akame
Terlihat Naruto yang baru datang langsung di kerumuni oleh teman-temannya..
"Wahh pertandingan yang hebat Naruto tak kusangka kau bisa mengalahkannya.." Kata Shikamaru
"Lebih baik kau segera beristirahat Naruto dan biarkan Violet menyembuhkanmu.." Kata Akame dengan nada khawatir yang teras meskipun ia coba tutupi
"Akame-chan benar lebih baik kau istirahat Naruto-kun" Kata Violet yang jelas mengkhawatirkan dirinya
"Baiklah.." Balas Naruto dan kemudian duduk dan Violet langsung menggunakan sihir penyembuhannya
"Ini Naruto kau pasti hauskan?" Kata Shinoa sambil memberinya minuman
"Ah arigato.."
"Hmph! ini handuk dan cepat kau bersihkan keringat bau dan noda darah di badanmu.." Kata Rin dengan sikap tsunderenya
"Hm arigato" dan Naruto langsung membersihkan keringatnya dan kegiatan itu tak luput dari mata gadis-gadis yang sekarang wajah mereka sudah memerah hebat melihat badan Naruto yang sangat atletis dan seksi di mata mereka.. Namun itu semua terganggu ketika terdengar bunyi ketukan pintu….
TOK!
TOK!
TOK!
"Hmm masuk lah…" Kata Naruto dan dengan kuat pintu terbuka dan…
"NII-CHAAANN!..." Kata Chiya yang memasuki ruangan terdengar sangat keras dan khawatir, bersamaan dengan pintu yang terbuka dengan kuat, Chiya melihat sekeliling ruangan mencari sosok yang ia panggil dan setelah ketemu dia berlari dengan kencang dan masih berteriak memanggil Naruto dan setelah merasa cukup dekat ia melompat untuk memeluk Naruto yang sigap menangkapnya
"NII-CHANN! Daijobou?!..apa masih ada yang sakit?! Apa perlu kerumah sakit?! Kalau iya ayo kita pergi sekarang ! "Kata Chiya dengan khawatir yang berlebihan dan mata berlinang takut Nii-chan tercintanya kenapa-kenapa..
"Hahaha… tenang Chiya, Nii-chan baik-baik saja dan juga teman-teman Nii-san sudah ada untuk mengobati Nii-san.." Kata Naruto dengan senyum lembut sambil mengusap kepala Chiya yang sudah duduk di pangkuannya yang sekali lagi membuat para gadis cemburu
"Mendokusai…" Kata Shikamaru
"Hounto?" Tanya Chiya
"Iya jadi tenang saja…" balas Naruto
Mendengar itu Chiya sudah mulai agak tenang dan berdiri dari pangkuan Naruto untuk membiarkan Naruto diobati..
"Adikmu benar-benar sangat mengkhawatirkanmu sangat susah menjaganya tetap tenang.." Kata seseorang yang datang melalui pintu yang sama dengan Chiya
"Hahaha… tapi kukira kau bisa menjaganya lebih lama Kakashi-sensei .." Kata Naruto melihat kearah orang yang berbicara yang ternyata adalah Kakashi
Kemudian Kakashi mendekat kearahnya dan memberi Naruto sebuah baju kaos berwarna putih…
"Pertandingan yang hebat Naruto,tak kusangka kau bisa mengalahkannya" Kata Kakashi dengan senyuman yangterhalang oleh maskernya
"Hahaha itu bukan hal yang perlu di banggakan, lagi pula kalau dia tidak meremehkan lawaannya aku yakin hasil pertandingan akan berbeda" Kata Naruto santai
"Tak perlu merendah…" Kata Kakashi sambil mengacak rambut Naruto
'Dan bukannya kau yang meremehkannya kalau tidak kau bisa langsung menyelesaikan pertandingannya dalam hitungan detik' Batin Kakashi sweatdrop
"Bagaimana keadaanmu sekarang Kakashi-sensei?" Tanya Naruto
"Sudah lebih baik…dan sepertinya aku harus kembali mengingat kalian akan segera bertanding,semoga beruntung" Kata Kakashi sambil berjalan keluar
Melihat Kakashi yang sudah pergi Naruto langsung memakai kaos pemberiannya
"Ano Naruto-kun apa hubunganmu dengan Kakashi-sensei kalian terlihat sangat dekat..?" Tanya Violet
"Ahh itu bagaimana aku menjelaskannya… pertama-tama aku ingin bertanya apa kalian bisa menjaga rahasia?" Kata Naruto
"Kalau itu sesuatu yang memang harus dirahasiakan aku akan merahasiakannya" Kata Akame dan diikuti oleh anggukan yang lain menyetujui perkataan Akame
"Bisa dibilang dia adalah ayahku, ayah tiri lebih tepatnya" Kata Naruto
"Apa!" Kata mereka semua dengan kaget
"Aku yakin kalian sudah tahu kalau aku itu anak yatim piatu dari Rin, lalu aku diadopsi olehnya ketika aku berumur 7 tahun, dia membesarkanku dengan kasih sayang dan aku tumbuh dengan juga menyayanginya dan menghormatinya sebagai contoh adalah rambut ini.." Kata Naruto panjang
"Kenapa memangnya rambutmu?" Tanya Shinoa
"Ini bukanlah warna asli rambutku aku merubah warnanya agar terlihat sama seperti Kakashi-sensei"Kata Naruto
"Lalu apa warna asli rambutmu?" Tanya Akame dengan penasaran sama seperti Shinoa, Rin dan Violet
"Kenapa kau ingin tahu?"Tanya Naruto
"Bukan apa-apa aku hanya penasaran saja.." Kata Akame
"Kapan-kapan saja aku beri tahu.." Kata Naruto yang membuat para gadis semakin kecewa
"Jadi bagaimana selanjutnya Kuro-ojou siapa yang akan bertanding?" Tanya lanjut Naruto
"Hmm aku meminta Shinoa untuk maju.." Balas Akame
"Souka… hati-hati dan semoga-ah tidak kau pasti menang Noa" kata Naruto
Mendengar itu rasa senang membuncah di dalam hati Shinoa dan wajahnya sudah memerah..
"Itu pasti.."
Skip Time..
"Baiklah pertandingan kedua akan segera di mulai dan kedua perserta di harap segera memasuki arena.."
Terlihat kiba dan Shinoa yang memasuki Arena yang dimana para penonton kali cukup tenang dimana tidak terdengar lagi suara ejekan menghina untuk tim Akame…
"Apa kalian sudah siap?"
"Haik/iya" Balas Kiba dan Shinoa
"Baiklah pertandingan akan di mulai dalam
"5….4….3….2….1…. Battle Start"
Kiba dan Shinoa di teleportasi ke sebuah kota yang sepertinya telah di tinggalkan..
"Aku tidak seperti Issei-kun aku akan menghadapimu dengan serius" Kata Kiba sambil menghunuskan pedangnya
"Ara…aku tidak berharap kau akan lembut padaku…" Kata Shinoa yang sudah mengeluarkan Scythenya
Dengan cepat Kiba melesat kearah Shinoa dan langsung menebas nya secara vertikal yang mudah dihindari Shinoa dan langsung membalas Kiba dengan kuat melayangkan Scythe besarnya yang masih bisa di tahan oleh Kiba dengan pedangnya namun dia masih terlempar akibat kalah tenaga oleh Shinoa.
"Haahh kau cukup kuat.." Kata Kiba
"Arigato pujiannya.. dan kali ini biar aku yang menyerang.."
[Earth Magic: Rock Bullet]
Shinoa mengeluarkan sihirnya yang melesat cepat kearah Kiba yang siap menangkis namun…
[Earth Magic: Dust]
Sihir Shinoa langsung pecah dan menghasilkan debu tebal yang mengejutkan Kiba namun bukan hanya itu dia mendengar suara langkah kaki yang menuju arahnya serta sesosok bayangan dan dengan cepat menebasnya…
"Apa!" Kejut Kiba yang ternyata itu adalah sebuah pilar batu yang di buat Shinoa
Dan bukan hanya itu tiba-tiba tanah di sekitar Kiba bergetar dan dengan cepat bergerak keatas mengangkat Kiba sekitar tiga meter yang membuatnya sedikit kehilangan keseimbangan lalu disambut oleh Shinoa yang sudah melompat kearahnya sambil melayangkan Scythenya
DUAR!
Ledakan besar terjadi akibat serangan Shinoa, Rias yang melihat itu merasa was-was dan bukan hanya dia tapi seluruh penonton juga begitu mereka tidak pernah mengira seorang Mage bisa memberikan perlawanan seperti ini kepada seorang Wizard
Tak lama kabut yang menutupi Shinoa dan Kiba telah menghilang dan terlihat Kiba yang sedikit kesusahan sudah berlutut sambil menahan Scythe besar Shinoa dengan pedangnya…
Merasa serangannya gagal Shinoa kemudian melompat menjauhi Kiba…
"Cukup susah juga untuk mengalahkanmu ya Yuuto-san" Kata Shino dengan sedikit keringat di wajah ayunya
"Hah..hah.. begitulah tapi kau juga sangat hebat bisa melancarkan serangan yang seperti itu.." Balas Kiba yang terengah-engah
"Tapi cukup sampai situ saja…" Kata Kiba yang langsung memasang dan merapal Sihir
[Body Magic: Enchant Agility]
[Body Magic: Enchant Strength]
Shinoa yang mendengar itu langsung bertahan dan dan dia juga merapal Sihir…
[Earth Magic: Overearth]
Mendengar itu Kibalangsung siaga namun selama beberapa saat tidak terjadi apa-apa dan kemudian dia melihat ekspresi Shinoa yang sedikit terkejut…
"Sepertinya mana mu telah habis ya… kalau begitu akan ku akhiri dengan cepat" Kata Kiba
"Cih" Decih Shinoa yang mulai mengeratkan pegangannya pada Scythe miliknya
Wush!
Dengan kecepatan tinggi Kiba melesat kearah Shinoa dan langsung menebasnya namun Shinoa berhasil menghindar ke samping namun Kiba tidak membiarkan dengan kelincahan yang telah ditingkatkan dia langsung mengejar Shinoa dan kembali menebasnya secara horizontal kearah kepala Shinoa namun masih bisa ditahan meski dengan sedikit kesusahan, Kiba kembali menyerangnya dengan cepat membuat keadaan Shinoa semakin terdesak dan terpojok…
Slash!
Srett!
Sebuah serangan Kiba berhasil melukai bahu Shinoa yang membuatnya sedikit kehilangan tenaga dan Kiba yang melihat itu dengan cepat menendang perut Shinoa yang membuatnya terlempar beberapa meter..
"Hah..hah…hah…" Kata Shinoa yang sudah berlutut
"Menyerahlah itu akan menjadi keputusan yang bijak.." Kata Kiba sambal mengacungkan pedangnya ke Shinoa
Shinoa yang mendengar itu hanya tersenyum remeh..
"Kau harusnya mengalahkanku jika ada kesempatan…" dan setelah itu muncul lingkaran Sihir di bawah yang terang membuat Kiba silau dan dengan cepat Shinoa mengumpulkan mana ke Scythenya dan langsung menyerang Kiba
[Deadly Punish]
Kiba yang melihat itu tak sempat menghindar namun dia masih menahannya dengan pedangnya meski…
Duar!
Pyarr!
Wush!
Duar!
Itu percuma…
Kiba terlempar jauh dan menghantam salah satu bangunan dan menimbulkan ledakan dan debu tebal…
Penonton kembali dibuat menarik nafas melihat serangan telak dari Shinoa…
Shinoa yang belum mendengar pemberitahuan kalau Kiba telah kalah masih bersiaga menatap serius kearah Kiba yang terlempar dan tak lama terlihat Kiba dengan luka yang cukup parah kembali berdiri menatap tajam Shinoa sambil memegang pedangnya yang telah patah kemudian dia melirik kearah pedangnya lalu mengeluarakan mana yang besar …
[ Balance Breaker: Sword of Birth]
"Woooaaaahhhh!" Suara teriakan penonton
Muncul berbagai macam pedang dari tanah di sekitar Kiba yang membuat Shinoa terkejut…
Kiba lalu mengambil dua pedang dan dengan kecepatan tinggi melesat kearah Shinoa yang dengan sigap menahan serangannya
Tang!
Srett!
Tang!
Tang!
Ting!
Dan dengan serangan terakhir Scythe Shinoa terlempar dan keadaan tubuh Shinoa yang penih luka sayatan..
"Ini telah berakhir…"Kata Kiba mengangkat pedangnya berniat menebas Shinoa tapi tiba tiba tanah kembali bergetar dan muncul pilar diantara Shinoa dan Kiba yang langsung menusuk kearah perut Kiba membuatnya yang tidak siap terdorong jauh dan bukan hanya itu muncul lagi beberapa pilar yang langsung menahan pergerakan Kiba membuatnya tidak bisa bergerak lalu dia merasakan sesuatu kearahnya, dia melihat sebuah Scythe besar melaju cepat kearahnya…
"Aku kalah ya…" Kata Kiba pelan sebelum….
Duar!
Serangan Shinoa mengenai telak Kiba yang langsung membuatnya terlempar dan pingsan…
"Pemenang pertandingan kedua adalah Shinoa Hiiragi!"
With Rias
"I-iini tidak mungkin…Akeno katakan kalau ini semua bohong..!" Kata Rias frustasi
"Gomen Buchou…" Kata Akeno dengan kepala tertunduk
"Cihh ini tidak bisa dibiarkan para rendahan itu sudah keterlaluan Koneko kau yang akan turun" Kata Rias marah
"Haik Buchou.." Balas Koneko datar
With Akame Team
Terlihat Shinoa yang baru memasuki ruang tim mereka langsung di hampiri oleh teman-temannya
"Shinoa-chan daijobou?" Kata Violet khawatir
"Lebih baik kita biarkan dia duduk dan istirahat terlebih dahulu…" Kata Akame dan mereka yang mendengar itu langsung menggiring Shinoa untuk duduk..
"Itu tadi pertandingan yang hebat…Noa.." Kata Naruto memuji dengan senyuman ramahnya
Blush
Wajah yang awalnya menyiratkan kelelahan langsung tergantikan oleh warna merah merona yang langsung ia sembunyikan dengan menangkup kedua pipinya…
Para gadis selain Shinoa yang mendengar itu merasa cemburu dan menatap Naruto dengan pandangan sebal, merasa di perhatikan Naruto melihat kearah mereka…
"Hm Nani..?" Bingung Naruto
"Hmph! Betsuni!" Balas kompak para gadis sambil menggembungkan pipi mereka..
"Naruto kau itu jenius tapi bodoh ya… mendokusai…" Kata Shikamaru sambil memegang bahu Naruto dan menatapnya prihatin
"Apa maksudmu berkata begitu..!" Balas Naruto kesal
"Hahh.. tidak ada dan lebih baik kita pikirkan tentang pertarungan selanjutnya…" Kata Shikamaru
"Ehem! Itu benar jadi siapa yang ingin bertarung selanjutnya..?" Kata Akame yang sudah menormalkan ekspresinya
"Biar aku saja..!" Kata Violet mantap yang telah memberikan Shinoa sihir penyembuhan
"Umm kamu yakin Violet?" Tanya Naruto
"Umu!" Balas Violet yang entah kenapa Naruto bisa melihat bara api di matanya, Setelah melihat Naruto yang memuji Shinoa di juga ingin dipuji seperti itu
"Semangat yang bagus Violet…" Kata Naruto
Kryuuuukkk!
Tiba-tiba terdengar sebuah suara yang mengalihkan perhatian mereka, semua yang mendengar itu mencari sumber suara yang ternyata adalah Chiya yang sedang memegang perutnya..
"Hahaha… lebih baik kita makan siang dulu dan bukankah ada jeda istirahat satu jam untuk pertandingan berikutnya, dan aku akan memasak untuk kalian bagaimana?" Kata Naruto sambil menggendong Chiya dan menawarkan teman-temannya untuk makan
Mendengar itu Chiya langsung berbinar dan Akame juga terlihat antusias meskipun ia coba tutupi tapi tidak bisa menutupi binar di matanya..
"Yatta! Masakan Onii-chan!"Kata Chiya semangat
"Makan setelah pertandingan itu tidak buruk" Kata Sinoa
"Masakan Naruto-kun ya, aku penasaran…" Kata Violet
"Hehh…masakan Naruto aku ingin mencobanya.." Kata Rin
"Daijobou… Masakan Onii-chan adalah masakan terhebat dan paling enak di dunia ini.."Kata Chiya membanggakan masakan Naruto dan dalam diam Akame mengangguk setuju
"Hahaha, Chiya terlalu melebih-lebihkan tapi baiklah ayo ke kamarku.." Ajak Naruto
Skip Time
Terlihat saat ini Tim Akame sedang duduk tenang, meskipun yang duduk adalah para gadis sedangkan Shikamaru malah tidur di kasur Naruto dan Chiya yang sedang benyayi-nyanyi kecil menunggu masakan Naruto.
Violet dan Shinoa saat ini sedang melihat sekeliling kamar Naruto dengan penasaran karena bagi mereka ini pertama kalinya memasuki kamar seorang laki-laki yang bukan keluarga mereka. Rin dan Akame terlihat biasa mengingat Rin pernah mengunjungi kamar Naruto sebelumnya dan Akame yang juga pernah tinggal dengan Naruto.
"Wahh aku tidak menyangka kamarnya serapi ini mengingat sifat Naruto-kun yang cukup malas" Kata Violet
"Hmm itu benar dan aku melihat dia mempunyai beberapa tanaman, jadi dia suka berkebun juga" Komen Shinoa
"Dan juga entah kenapa di ruangan ini sangat terasa nyaman dan damai" Tambah Violet
"Beruntungnya dirimu Akame pernah tinggal seruangan dengan Naruto" Kata Rin dengan pandangan jahil
Blush
"A-aapa maksudmu berkata seperti itu Rin.." Balas Akame gugup sedikit merona
"Bukan apa-apa, aku cuma berpikir kalau aku yang tinggal sekamar dengannya aku tidak akan keberatan" Kata Rin dengan senyuman menawan yang membuat para gadis lainnya entah kenapa merasa was-was
"Hehehe… aku cuma bercanda…" Kata Rin tertawa dan membuat yang lain merasa lega sambil menghembuskan nafasnya, namun di dalam hatinya Rin benar-benar tidak keberatan bila tinggal dengan Naruto dan bukan hanya tinggal bersama tapi lebih dari itu, memikirkan hal itu membuat wajah Rin memerah sedikit
Dan beberapa saat kemudian terciumlah aroma makanan yang sangat wangi dan memacu rasa lapar setiap orang yang menciumnya bahkan Shikamaru yang awalnya tertidur pulas terbangun akibat itu..
"Oke masakanku sudah siap jika tidak sesuai dengan selera kalian ya.. nikmati saja.." Kata Naruto
Lalu mereka pun mengambil masakan Naruto dan bersiap mengambil suapan pertama, tapi sebelum itu dia melihat Chiya yang langsung memakannya dengan lahap..
"Oishiii!" Kata Chiya dengan bahagia dan mulai memakannya secara terburu-buru..
Glek!
Suara para gadis yang kompak menelan ludah mereka sendiri ketika melihat Chiya makan…
"Hahaha… pelan-pelan Chiya nanti kau bisa tersedak.." Kata Naruto dan benar saja setelah mengatakan hal itu Chiya langsung tersedak, beruntung Naruto sudah menyiapkan minum untuknya dan langsung memberikannya sambil menpuk pelan punggung Chiya
"Sudah ku bilangkan? Pelan-pelan saja makanannya masih banyak kok…" Kata Naruto
"Lalu kalian tunggu apa lagi?" Kata Naruto lagi ketika melihat para gadis yang masih belum makan
Mendengar itu para gadis langsung makan dan kemudian mata mereka melebar serta erangan bahagia terdengar dari mereka menandakan mereka menyukainya, Naruto yang melihat itu hanya memandang ramah mereka sambil tersenyum tipis…
Merekapun memakan masakan Naruto dengan sangat hikmat dan setelah selesai Naruto langsung menyuci piring kotor dibantu Violet, setelah selesai pun mereka duduk bersama..
"Jadi bagaimana masakanku?" Tanya Naruto sambil mengelus kepala Chiya yang duduk dipangkuannya karena kekenyangan dan terlihat mengantuk
"Ku akui itu makanan terenak yang pernah kumakan" Kata Rin
"Sangat enak Naruto-kun" Kata Violet
"Tidak Buruk.." Kata Shinoa
Akame hanya mengangguk menyetujui usulan teman-temannya
"Lalu tentang pertandingan nanti bagaimana keadaanmu Violet?" Tanya Naruto
"Aku sangat baik apa lagi setelah memakan masakanmu yang sangat enak.." Balas Violet sambil tersenyum
"Baguslah kalau begitu… jangan terlalu memaksakan diri tapi aku yakin kau bisa memenangkan pertarungan nanti dengan mudah.." Balas Naruto
"Umu!"
Skip Time
"Baiklah sebentar lagi kita akan memulai pertandingan ketiga dan kedua peserta diharapkan memasuki arena"
Kemudian masuklah Koneko dan Violet..
"Apa kalian sudah siap?"
"Hn/Haik" Balas Koneko dan Violet
"Baiklah pertandingan akan di mulai dalam
"5….4….3….2….1…. Battle Start"
Violet dan Koneko di teleportasi ke daerah pegunungan bebatuan…
Dan tak membutuhkan waktu lama Violet dan Koneko langsung mengalirkan mana mereka pada tubuh mereka masin-masing dan dengan kecepatan tinggi mereka melesat menuju satu sama lain sambil menyiapkan tinju mereka dan ktika tinju itu bertemu..
DUAR!
…..
….
…
…
…
..
.
TBC…
Hallo Minna-san bagaimana kabar kalian semuanya aku harap kalian berada di keadaan sehat. Maaf aku baru bisa up sekarang ya karena seperti alasan sebelumnya,oke mari ke cerita maaf kalau ceritanya lebih pendek dari sebelumnya dan juga membosankan atau masih banyak typonya aku mohon maaf sekali lagi, Kalau ada yang bertanya Chiya dari anime yaitu dari Anime Urara Meirochou dan ceritanya akan memasuki babak pertengahan, jadi enjoy ceritanya
Keep Respect….Happy Reading….and Stay Healthy
Bye…bye…
