Di pagi hari semua orang mulai beraktivitas di liuye, berbeda dengan yang satu ini-Chongyun-. ya, dia masih tidur di ranjangnya dengan nyaman tidak terganggu dengan cahaya matahari yang masuk dari jendela kamarnya.

Tok tok tok

"Yun Yun, bangun sudah pagi. Apa kau tidak mau pergi wanmin?"

Ada suara di balik pintu kamarnya membuat Chongyun terbangun dari tidurnya, di sangat kenal dengan suara itu apalagi di rumah hanyalah dirinya sendiri yang tinggal.

"Baiklah aku akan bangun, tunggu lah dulu. Xingqiu"

"Ok, akan ku tunggu di ruang tamu"

Setelah mendengar langkah kaki yang mulai menjauh, Chongyun pun bersiap-siap memulai aktivitasnya. Setelah bersiap-siap mereka pun pergi ke wanmin seperti biasanya.

*di wanmin

Setelah sampai di wanmin mereka melihat paman mao sedang melayani pelanggannya.

"Aaaa. Nak Chongyun apa kau kemari untuk memesan makanan?"

"Iya, aku ingin pesan Cold Noodles nya satu dan Crystal Shrimp nya satu"

"Yun Yun, aku ke toko buku dulu ya. Menyusul lah ke sana"

Setelah Xingqiu pergi dari tempat itu, pesanan mereka pun jadi. Sebelum membayar Paman Mao mengobrol sebentar dengan Chongyun.

"Ini dia pesananmu… Apa ini untuk makan pagi dan siang mu?"

"Tidak, aku akan makan pagi bersama Xingqiu"

"Xingqiu? Maksudmu anak berambut biru dulu yang sering bersama kalian Xiangling?"

"Benar, kenapa dengan itu paman?"

"A… tidak, hanya saja. Kabarnya dia sudah….."

"Sudah apa?"

"Ah, bukan apa-apa. Semoga harimu menyenangkan, jangan lupa datang lagi"

Paman Mao melambaikan tangannya sambil menatap Chongyun prihatin? Itu membuat Chongyun binggung dan gelisah. Kenapa dengan Xingqiu? Apa ada sesuatu yang terjadi? Kenapa tatapan Paman Mao terlihat sedih saat menatapnya?

Tapi, semua pikiran itu buyar saat melihat Xingqiu sedang berbicara dengan Hu Tao. Terlihat Xingqiu dan Hu Tao asik berbicara sambil tertawa membuat hatinya tenang, saat dia menghampiri mereka berdua terlihat Hu Tao tersenyum jahil menatapnya.

"huuh, lihat ini Xingqiu pengawalmu sudah datang"

"Berhentilah menjahilinya Hu Tao"

Chongyun hanya menatapnya datar, Xingqiu menatap Chongyun sambil tersenyum.

"Yun Yun, Apa kita pergi sekarang?"

"Oya… kalian ingin pergi? Kemana?"

"Ke Milin seperti biasa"

"Kalo begitu, bersenang-senang lah kalian…"

"Sampai jumpa lagi Hu Tao"

Chongyun dan Xingqiu pun pergi meninggalkan Hu Tao, saat mereka pergi Hu Tao pun berucap.

"A…. tentu saja, sampai jumpa di tempat para roh berada ihihihi"

*Milin

Saat di milin mereka mulai sarapan sambil menatap pemandangan di sana, mereka makan dengan hening tapi keheningan itu tidak membuat mereka canggung malahan membuat mereka nyaman.

Saat Chongyun makan dengan lahap dia menatap makanan Xingqiu yang tidak tersentuh membuat kerutan di dahi Chongyun. Dia menatap Xingqiu yang masih membaca bukunya.

"Xingqiu, kenapa kau tidak memakan makanan mu?"

"Aku akan memakannya setelah ini Yun Yun, aku masih penasaran dengan misteri di buku ini"

Mendengar ucapan Xingqiu membuat Chongyun kesal, di mengambil satu Crystal Shrimp dan mengarahkannya ke mulut Xingqiu.

"Makan lah dulu Xingqiu, kau bisa sakit nanti"

Xingqiu yang melihat makanan yang di arahkan ke mulutnya sebentar lalu berbalik melihat Chongyun terus begitu secara bergantian. Chongyun geram melihat Xingqiu tidak memakan malah melihat dirinya dan makanannya secara bergantian, dengan paksa Chongyun membuka mulut Xingqiu dengan makanan yang di arahkannya tadi.

"Kau lambat sekali! Makan dan jangan membaca buku itu dulu!"

Melihat Chongyun yang marah bukannya takut malah dia merasa gemas dengan Chongyun, hei siapa yang tidak gemas dengan wajah imutnya yang marah itu rasanya ingin sekali Xingqiu mencubit pipinya itu.

"Iya-iya ini aku makan, jangan marah begitu dong"

Mereka pun mulai makan lagi dengan tenang, tentu saja Xingqiu juga ikut makan jika tidak Chongyun bakalan ngambek beberapa hari dan tidak ingin bicara dengannya lagi.

Bersambung...