A NaruTema Oneshot
"Halo Nona Galak, bisa lihat senyumnya, nggak?" pinta pemuda bersuara serak itu.
"Sudahlah, Naruto. Jangan memperburuk moodku pagi ini, cukup tugas Iruka-sensei saja."
"Kau belum mengerjakannya? Mau melihat tugas milikku, Nona Cantik?" tanya Naruto, seraya melemparkan buku tugasnya.
Temari hanya diam dan menangkap buku tersebut, sebelum dia menyadari sesuatu.
"Kau panggil apa aku tadi?" tanyanya, memastikan.
"Hah? Aku bilang kau cantik,"
Temari hanya bisa merona.
"Tapi sayang, galak," sambung Naruto dengan cengiran khasnya.
Plak!
"Cih, dasar pria dungu, tidak peka!" teriak Temari sambil berlari keluar kelas.
"Woii, jangan marah, aku hanya bercanda!" teriak Naruto.
Temari terus berlari, meninggalkan Naruto. Mau tak mau, Naruto harus mengejarnya karena buku tugas Iruka-sensei masih dibawa oleh Temari saat berlari keluar kelas.
"Hei Gadis Galak! Kau gila ya, setelah ini jam pelajaran akan dimulai dan kau malah santai santai mengerjakan tugas di atap sekolah?!" tanya Naruto terengah-engah. Kecepatan lari Temari sangat cepat, maklum Temari merupakan anggota klub estafet sekolah, bukan seperti Naruto yang hanya anggota band. Jelas saja Naruto kalah cepat.
Kringg
"Tuh kan, waktu istirahat sudah selesai! Sekarang kembalikan bukuku,"
"Tidak mau."
"Hei, bagaimana nanti bila aku kena marah Iruka-sensei? Kau mau tanggungjawab?"
"Bukankah kau yang meminjamkan sendiri buku ini padaku?"
"Iya memang, tapi waktunya sudah habis, Nona Keras Kepala. Sekarang berikan atau aku akan merebutnya darimu,"
"Tidak mau, aku masih belum selesai menyalin,"
"Tema–"
"Nggak mauu!" potong Temari.
"Awas kau ya!" ujar Naruto sambil berlari ke Temari, berusaha merebut buku tugasnya.
Melihat hal itu, Temari pun berusaha mengelak. Naas, dia tersandung dan hampir terjatuh, bila Naruto tak memeluknya. Hanya saja mereka masih belum sadar, buku tugas Naruto terjatuh dari atap.
Mereka saat ini lebih fokus pada hal yang jauh lebih penting. Ya. Saat ini mereka berpelukan. Lebih tepatnya, Temari dipeluk Naruto. Seperti yang kita ketahui, pipi Temari memerah.
"Apa yang kau lakukan, sialan!"
"Hei, hei! Aku baru saja menyelamatkanmu, dan ini ucapan terimakasih untukku? Yang benar saja!"
"Baiklah bung, sekarang apa yang kau inginkan, hah?"
"Aku ingin buku tugasku kembali– Hei! Di mana buku tugasku?"
"Eh? Bukannya tadi masih di sini ya? Apakah jatuh?" tanya Temari.
Mereka melihat ke bawah. Dan benar saja, buku itu terjatuh. Hanya saja, dia mendarat di tempat yang salah. Gudang belakang sekolah.
"Bagaimana ini, bantu aku mengambilnya, Temari! Kau yang menjatuhkannya!"
"Kalau kau tak memelukku tiba-tiba, mana mungkin aku menjatuhkannya, sialan!"
Hari mulai gelap saat mereka menemukan buku itu, terselip di antara benda benda gudang lain.
"Sudah ketemu kan? Sekarang aku mau pulang, dadah Narutoo~" pamit Temari seraya berlari.
"Hei Temari, jangan tinggalkan aku sendirian di sini! Di sini menakutkan sekali, sialan!" teriak pemuda bersurai kuning itu.
"Kheh, kau pasti takut hantu kan, Naruto?! Sudah kuduga, dan bersiaplah besok kau akan dipermalukan di seluruh sekolah!" kata Temari dengan nada mengancam.
"Tidak, tolong, jangan! Begini saja, aku akan melakukan apapun yang kau mau, asal jangan sebarkan fakta bahwa aku takut dengan hantu!" pinta Naruto dengan bersujud.
"Kalau begitu," ujar Temari mendekatkan wajahnya, dan menutup mata.
"Cium aku, frenchkiss. Sekarang juga," pinta Temari, dengan wajah memerah.
Naruto hanya bisa tertegun. Ini pertama kalinya bagi pemuda bersurai pirang itu melihat wanita monster ini berubah menjadi gadis yang imut dan menggemaskan–
"Cepat, Naruto! Kau kira aku tidak malu melakukan ini, sialan!"
Oke, Naruto menarik kata-katanya.
END
Oneshot anime fanfic pertama, selesai! Terimakasih telah membaca!
Peace,
JrdyMunki
