Duke Pendragon : Revenge


Disclaimer :

Dia bernama Naruto Grius, seorang tentara bayaran yang paling ditakuti di dunia. Sihir, teknik pedang, dan pembunuhan selalu bisa dikuasai olehnya. Saat menemani seorang Duke Kekaisaran yang memilki nama yang sama dengannya, dia terbunuh bersama dengan Duke tersebut. Saat membuka matanya, dia terlahir kembali 12 tahun di masa lalu, namun bukan sebagai Naruto Grius, melainkan Naruto Pendragon.

Genre : Action, Fantasi, Kingdom, Harem, Magic, and etc.

Warning : buat yang ga suka Harem harap skip, alasan ane masukin genre Harem karena seorang Duke pasti bakalan punya banyak istri, selain itu ane juga mempertimbangkan politik yang akan dimasukan..

.

.

Chapter 1.

Seorang pria tinggi dengan rambut hitam kelam terlihat berjalan dengan pelan di tengah hutan. Iris matanya yang memilki warna emas terang memandang tajam kearah depan.

Di pinggang kiri pria tersebut terdapat sebuah pedang tipe Long Sword yang tersimpan dengan baik. Dia juga terlihat membawa tas yang cukup besar di pinggang kanan nya, dengan bercak darah yang menempel di tas tersebut.

Pria tinggi itu adalah Naruto Grius, seorang tentara bayaran paling terkenal di dunia. Dia merupakan tentara bayaran yang bisa menyelesaikan misinya dengan sempurna tanpa kesalahan sedikitpun.

Dia memiliki perawakan berupa tinggi badan sekitar 184 cm dengan sebuah luka tebasan di pipi kirinya. Naruto juga memiliki sebuah julukan yang membuat namanya terkenal di antara pembunuh bayaran.

Dark Crown, itulah julukan yang dimiliki Naruto di antara tentara bayaran. Bukan tanpa alasan mereka menamainya dengan julukan tersebut. Naruto mendapatkan julukan itu dari ciri khas rambut nya yang memiliki warna hitam kelam, dimana dianggap langka di benua ini. Selain itu, Naruto juga memiliki sepasang burung gagak peliharaan yang selalu dia bawa kemana-mana. Hal itulah yang membuatnya disebut sebagai Dark Crown.

Keluarganya, Grius, merupakan keluarga ksatria dari sebuah wilayah terpencil di tenggara Kekaisaran. Keluarganya memiliki ciri khas selalu memelihara gagak sebagai binatang peliharaan mereka agar bisa digunakan sebagai senjata di dalam pertempuran.

Grius adalah keluarga terhormat yang selalu menanamkan ideologi ksatria di dalam darah mereka. Mereka selalu setia kepada tuan yang mereka layani, walau harus menyerahkan nyawa mereka sebagai taruhannya.

Sifat ksatria sejati bisa dilihat dari keluarga Grius. Namun, 13 tahun lalu keluarganya dimusnahkan oleh Bangsawan yang mereka layani karena dianggap sebagai pengkhianat tanpa alasan.

Ayah dan saudara-saudara nya dibunuh dengan kejam didepan matanya sendiri karena dituduh sebagai seorang pengkhianat. Anehnya, hanya Naruto yang tersisa, dia dibiarkan hidup namun dijual ke dalam pasukan Iblis.

Dia sudah menderita selama 13 tahun di dalam pasukan Iblis. Walau begitu, Naruto bisa membuat namanya terkenal sebagai tentara bayaran paling ditakuti di dunia.

Rencananya, Naruto akan berada di dalam pasukan Iblis selama 13 tahun sesuai kontrak. Setelah kontraknya selesai, Naruto akan pergi untuk untuk menyelesaikan tuduhan palsu yang diterima keluarganya secara menyeluruh. Untuk itulah dia mengirim gagaknya untuk pengintaian di kampung halamannya.

Dia ingin membuat ayah dan saudaranya tenang di alam sana. Walau identitas aslinya sebagai seorang anak Haram dari Lord Grius pada waktu itu. Tapi Naruto sangat menyayangi ayah dan saudaranya yang tidak membedakan dirinya sedikit pun.

Kebetulan, hari ini merupakan hari terakhir kontrak nya selesai. Naruto merasa sangat senang. Dia sudah menunggu lama menunggu momen pada hari ini.

Akhirnya..., akhirnya dia bisa menyelidiki tentang tuduhan palsu untuk keluarganya secara menyeluruh. Dia tidak sabar ingin membunuh bajingan yang membuat keluarga dan hidupnya menderita seperti sekarang.

Memikirkannya saja membuat Naruto melepaskan energi hitam pekat di sekitar tubuh nya. Energi yang dikeluarkan nya membuat rumput dan pohon yang dilewati nya menjadi layu. Itu merupakan energi penghancur yang Naruto dapatkan dari pedang di pinggang nya.

Setelah lama berjalan, Naruto akhirnya berhenti saat melihat sebuah kamp besar di depan matanya. Kamp tersebut sangatlah luas dengan ribuan tentara bayaran yang menyebar di segala tempat.

Kamp tersebut adalah tempat peristirahatan bagi pasukan Iblis. Sebuah unit pasukan yang bekerja untuk kekaisaran dengan cara independen. Mereka bisa bergerak sendiri tanpa harus menunggu perintah dari seseorang.

Kamp pasukan Iblis ini diisi oleh berbagai orang dengan latar belakang berbeda, namun mempunyai kesamaan yang sama. Mereka adalah bajingan yang menjadi sampah dalam Ksatria.

Rata-rata yang mengisi kamp pasukan Iblis ini adalah para ksatria yang sudah membunuh tuan mereka atau ksatria yang dibuang oleh tuan mereka. Intinya kamp ini adalah surganya para penjahat.

Ada juga kasus lain. Seperti dijual oleh seseorang ke kamp ini. Itu sama dengan Naruto. Bajingan yang membunuh keluarganya menjual dirinya saat masih berumur 8 tahun ke pasukan ini.

Naruto juga dipaksa untuk menandatangani kontrak agar tidak bisa kabur dari pasukan. Kontrak tersebut dibuat menggunakan segel khusus yang dibuat para Elf dengan rumit. Itu membuat orang yang menandatangani kontrak menjadi seperti seorang budak bagi pemimpin kamp ini.

Naruto tersenyum melihat kamp tersebut. Kemudian dengan pelan melanjutkan langkahnya masuk ke kamp itu. Senyuman tipis terlihat di bibir Naruto saat memikirkan tentang dibebaskan nya dia hari ini.

Saat Naruto memasuki kawasan kamp pasukan Iblis itu, ribuan tentara bayaran dari pasukan Iblis mengalikan pandangan mereka kearah Naruto. Ekspresi mereka mengeras saat melihat pria tersebut, rasa benci terpancar dari pandangan setiap tentara.

Bukan rahasia umum lagi bahwa Naruto sangatlah dibenci oleh sebagian besar tentara bayaran. Itu dikarenakan, tidak ada satupun misi yang dia kerjakan gagal, malah menjadi sebuah tugas yang selesai dengan lebih bagus dari target. Sehingga membuatnya selalu dicari oleh klien-klien dengan kantong tebal. Karena itu, banyak tentara bayaran dari pasukan iblis lainnya jarang mendapatkan misi dengan bayaran besar akibat Naruto.

Selain itu, Naruto juga merupakan tentara bayaran yang selalu selamat seorang diri dalam misi kelompok. Mau separah apapun kejadian yang terjadi kepada kelompok yang mengerjakan misi bersama dengannya, Naruto selalu bisa selamat dengan keajaiban.

Pernah terdapat sebuah misi untuk mengalahkan Raja Troll dan pasukannya. Misi tersebut dinilai sebagai misi Rank SS yang dikatakan sangat berbahaya, sehingga membuat orang yang melaksanakan misi tersebut harus memiliki jumlah pasukan berjumlah 70 lebih.

Kabar burung mengatakan bahwa 70 tentara bayaran yang melaksanakan misi itu dibantai oleh Raja Troll tanpa tersisa. Semua orang mengira bahwa semuanya sudah mati.

Namun secara ajaib, 2 Minggu kemudian, Naruto dengan darah yang ada di seluruh tubuhnya dan kedua gagaknya yang terbang diatas kepalanya kembali ke kamp pasukan Iblis dengan kepala Raja Troll yang dia bawa, siluet-nya saat membawa kepala Raja Troll pada saat itu sangatlah mengerikan. Kejadian itu membuat gempar seluruh kamp sehingga membuat Naruto mendapatkan julukan Dark Crown untuk pertama kalinya.

Naruto tetap berjalan dengan pelan menuju ke tengah-tengah kamp pelatihan. Dia berencana memberikan benda yang berada di dalam tas yang dia bawa ke penanggung jawab dari pasukan Iblis ini.

Dia tidak menghiraukan tatapan maupun bisikan tidak enak dari setiap tentara bayaran. Naruto sudah kebal akan semua hal itu, dia sudah mengalami apa bernama Neraka sebelumnya. Jadi, apa yang dilakukan tentara lain tidak berpengaruh apa-apa pada dirinya.

Naruto kemudian sampai di sebuah tenda yang lebih besar daripada tenda yang lain. Tenda tersebut memiliki beberapa tentara bayaran dari pasukan Iblis yang berjaga di sekeliling nya. Mereka dilengkapi dengan pedang LongSword yang berkilat tajam ditambah armor berkilau di tubuh mereka.

Dengan pandangan intens, Naruto menatap tenda itu dalam keadaan diam untuk beberapa saat. Kemudian melangkah pelan menuju pintu kamp yang dijaga oleh 2 tentara bayaran itu.

Setelah sampai, Naruto menatap dingin kedua tentara itu lalu mengeluarkan suara datar yang membuat bulu tengkuk kedua tentara itu gemeter.

"Apakah Freed ada didalam?" tanya Naruto.

Kedua tentara bayaran itu menatap sejenak kearah Naruto, kemudian saling memandang sebentar lalu mengangguk kan kepala mereka setelah menginformasi identitasnya. Salah satu dari tentara bayaran itu melangkah maju dengan perlahan kearah Naruto disertai sebuah keringat dingin.

Tentara bayaran tersebut tentu saja takut akan sosok Naruto. Saat ini dia sedang berhadapan dengan tentara bayaran paling terkenal di dunia. Naruto merupakan sosok luar biasa yang posisinya diidam-idamkan oleh setiap tentara bayaran..

Tentu saja..., siapa yang tidak tertarik menjadi seorang paling terkenal di dunia. Mereka bisa mendapatkan kekuasaan, uang, bahkan wanita cantik dengan mudah. Bila mereka bisa mendapatkan posisi Naruto, tentu saja hidup mereka yang susah sekarang akan menjadi sangat mudah dan menyenangkan.

Namun itu semua tidak berlaku untuk Naruto. Dia terlalu terobsesi tentang menyelesaikan tuduhan dari keluarga nya dan membalas dendam tanpa pernah menikmati semua kenikmatan tersebut, itu membuatnya tidak pernah mengenal wanita selama hampir 13 tahun ini.

Naruto berpikir dia bisa dengan mudah menghadapi 20 ribu pasukan seorang diri serta kembali dengan selamat tanpa luka sedikitpun daripada harus berurusan dengan sosok bernama wanita. Mereka adalah makhluk paling merepotkan yang ada di kamus Naruto. Dia tidak tertarik untuk menjalani hubungan yang akan membuat target awalnya menjadi terlupakan.

"Freed-sama ada di dalam Grius-dono. Silahkan masuk.."

Naruto mengangguk pelan sebagai jawaban. Tangan-nya memegang sebentar tas yang dia bawa, memeriksa isi yang ada dalam tas itu masih sama, lalu melepaskan nya saat sudah selesai. Naruto kemudian melangkah perlahan melangkah kearah pintu tenda tersebut dan memasukinya.

"Ahhh... Ahhh, a-ahh..."

"Ahh! I-ini sangat nikmat sialan!"

Setelah sampai di dalam, Naruto mendengar desahan wanita disertai dengan umpatan seorang pria di telinganya. Mata ber iris emas Naruto menatap dingin kearah depan, saat melihat sebuah pemandangan yang menurutnya sangat menjijikkan untuk dilihat.

Disana, terdapat seorang pria dengan rambut putih panjang dengan wajah brengsek sedang menindih seorang wanita di bawahnya. Pria tersebut menggerakkan pinggulnya dengan tempo cepat sehingga membuat wanita di bawahnya menjadi kewalahan dan berteriak kesakitan.

Di dekat pria tersebut, ada 5 tubuh wanita terlihat sudah membusuk yang sepertinya sudah mati dengan puluhan lalat yang mengelilingi tubuh para wanita tersebut. Melihatnya saja membuat Naruto mendapatkan sebuah kesimpulan bahwa mereka adalah korban dari nafsu pria brengsek itu.

Pria dengan rambut putih dan wajah brengsek tersebut bernama Freed Sellzen. Dia merupakan ketua yang menjadi penanggung jawab dari pasukan Iblis ini. Itu artinya dia adalah orang yang memiliki kekuasaan tertinggi di pasukan ini, hal itu membuatnya bisa melakukan hal apapun sesuka hatinya.

Freed dulunya merupakan seorang Exorcist dari Gereja besar Jubi. Namun, karena memiliki sifat bajingan dan menjijikkan yang tidak seharusnya dimiliki oleh pelayan Dewa membuatnya diusir darisana.

Setelah diusir, Freed kemudian di rekrut oleh pasukan Iblis dan menjadi ketua penanggung jawab dalam 20 tahun lamanya. Bakat dan otaknya sangat luar biasa, namun itu di kurangi karena pria tersebut memiliki sifat bajingan yang sangat tercela. Tentu saja, nafsu nya yang sangat besar adalah hal yang membuat namanya makin jelek.

"Hahahaha..! Teruslah menjerit jalang!! Melihatmu seperti itu membuatku memikirkan bahwa kau itu adalah si jalang Gabriel tersebut hahahaha!"

Freed tertawa gila sambil terus menggerakkan pinggulnya dengan tempo cepat. Air liur nya menetes ke sembarang arah dengan lidah panjang nya yang menjulur keluar. Pria gila itu sudah termakan akan dorongan nafsu nya yang sangat besar.

"Ahhhh! A-ahhhh!!!!..."

Naruto tetap diam melihat kegiatan di depannya tanpa berniat menghentikan kegiatan pria gila itu, dia tidak ingin mendapatkan masalah di hari-hari terakhirnya karena melakukan sesuatu yang merepotkan untuk dilakukan. Walau dia dikenal sebagai seorang tentara bayaran paling terkenal, namun Naruto masihlah menjadi bagian dari pasukan Iblis sehingga membuatnya tidak berani untuk menghentikan kegiatannya.

Dia bisa menjadi lemah dan tidak berdaya apabila menentang atau melawan sang penanggung jawab. Itu karena kontrak yang ada di tubuhnya tidak bisa hilang begitu saja dan akan terus aktif sampai masa kontrak habis. Tapi, walaupun masa kontrak telah habis, kontrak tersebut akan terus aktif bila orang yang menjadi penanggung jawab tidak melepaskan nya dengan sendirinya.

Dan Freed, yang bertugas sebagai penanggung jawab adalah orang yang bisa mengaktifkan dan menghilangkan kontrak tersebut kapan saja dia mau. Bahkan kalau dia ingin membunuh Naruto sekarang, pria itu bisa dengan mudah melakukannya. Hidup Naruto berada di tangan pria brengsek tersebut.

"Cih! Sudah mati..., Cepat bawakan wanita yang lainnya."

Freed mendecih kesal saat wanita di bawahnya sudah meninggal karena kelelahan. Ini sudah wanita ke-6 yang dia mainkan, namun tenaga dan nafsu yang dimilikinya masih tersimpan banyak. Dia ingin melepaskan stress dari ingatan masa lalunya karena diusir dari Gereja.

Ini merupakan kegiatan rutinitas yang selalu dia lakukan setiap hari apabila mengingat tentang masa lalunya. Sudah puluhan wanita yang dijual menjadi budak oleh keluarga mereka sendiri sudah mati mengenaskan akibat kelelahan karena bermain dengan dirinya.

Freed bangun dari kegiatan menindih wanita di bawahnya lalu menendang dengan keras tubuh tak bernyawa wanita itu kearah 5 mayat lainnya. Freed kesal karena tidak memiliki wanita yang bisa mengimbangi tenaga monster nya. Dia ingin melepaskan bayang-bayang dari Gereja yang selalu menghantuinya setiap hari.

Setelah menendang wanita yang mati tadi dengan kadar, Freed kemudian berbalik perlahan kebelakang, lalu matanya menemukan sosok Naruto di belakang saba. Ekspresi kesal menghilang begitu saja saat melihat sosok Naruto, itu selanjutnya digantikan dengan sebuah seringai lebar yang tercipta di bibir pria itu.

"Well well well..., siapa yang kutemukan disini?"

Freed melangkah kearah Naruto dengan kondisi telanjang. Pria tersebut tidak memiliki urat malu sedikitpun yang membuatnya memperlihatkan seluruh bagian tubuhnya kepada Naruto. Naruto menatap datar sosok Freed yang berjalan telanjang kearahnya, dia sama sekali tidak terganggu akan keadaan pria gila itu yang saat ini tidak memakai sehelai benang pun ditubuhnya.

Seringai tajam masih dipertahankan oleh Freed saat melihat ekspresi Naruto yang masih memepertahankan wajah datar. Setelah sampai di dekat pria tinggi itu, Freed mendekatkan wajahnya kearah wajah Naruto dengan kedua matanya yang memelotot dengan tajam.

Naruto membalas tatapan Freed dengan datar. Dia sama sekali tidak takut akan intimidasi dari cecenguk di depannya ini. Di dunia ini belum ada satupun orang yang bisa membuatnya takut lagi. Hanya beberapa makhluk saja yang benar-benar membuat nya takut, diantaranya adalah Raja Troll, Raja Griffin, dan Ras Naga yang sangat menakutkan.

Selebihnya dari itu, Naruto hanya menganggap semuanya sebagai seorang cecenguk di matanya. Freed yang melihat tatapan dingin Naruto merasakan sedikit hawa dingin di tengkuknya saat menatap mata emas Naruto. Namun hal itu berlangsung sebentar, setelah dengan cepat Freed langsung tersadar.

Merasa bahwa Naruto tidak membalas perkataan nya membuat Freed menghela nafas dalam hatinya. Kemudian dengan pelan berbalik dan berjalan kearah sofa di dekatnya sambil mengambil jubah mewah yang digantung di dekat sofa.

Freed memakai jubah mewah itu untuk menutupi tubuh telanjangnya, lalu duduk dengan pelan di atas sofa tersebut. Pandangannya kemudian menatap kearah Naruto sebentar lalu mengeluarkan sebuah cerutu di cincin dimensinya dan menghisapnya.

Freed menghisap cerutu di mulutnya beberapa kali, kemudian menghembuskan asap tebal ke udara. Setelah melakukan itu, dengan mata tajam Freed kembali menatap kearah Naruto.

"Jadi..., apa yang kau perlukan, Grius?" tanya Freed dengan senyuman licik di wajahnya.

"Menyerahkan ini..."

Naruto menjawab singkat pertanyaan Freed kemudian melemparkan tas yang dia bawah kearah pria tersebut. Freed menatap tas yang dilempar Naruto dengan intens, lalu dengan pelan memanggil seorang tentara untuk melihat isi tas tersebut. Seorang tentara datang lalu membuka dengan kasar tas itu kemudian memperlihatkan isi yang ada didalamnya kepada Freed.

Freed memasang seringai lebar saat melihat isi dari tas itu. Di dalam tas itu terdapat 4 kepala berbeda dengan kedua mata mereka yang melotot. Seringai Freed makin lebar saat mengetahui identitas dari kepala-kepala tersebut. Julukan Dark Crown, sang tentara bayaran paling hebat memang sangat cocok untuk Naruto, pekerjaan yang dia lakukan benar-benar selalu berhasil dari kata sempurna.

"Coba kita lihat. Kepala dari Goblin King, kepala Bangsawan dari keluarga Argeto dengan putri dan Ksatria-nya. Khukhukhu hahahaha!!!, pekerjaan yang bagus Crown!!"

Naruto hanya memasang wajah datar menanggapi ucapan dan tawa kegembiraan dari Freed. Sejujurnya dia tidak peduli dengan misi yang diberikan padanya, mau itu melawan Raja Iblis pun Naruto tetap siap untuk mengerjakan nya.

Asalkan hal itu membuat Naruto bebas dari pasukan terkutuk ini, dia akan dengan senang hati menerima dan melakukan nya.

"Jadi, apakah aku boleh keluar dari pasukan Iblis ini sekarang?" tanya Naruto to the point dengan datar.

"Oh!? Benar juga..., ini adalah hari terakhir mu kan?" Freed tersadar dari kegembiraan nya saat mendengar pertanyaan Naruto. Dia balik bertanya kepada Naruto sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan pria itu. Naruto menatap dingin Freed yang balik bertanya kepadanya, dan hal itu membuat pria gila itu bergidik ngeri sebentar.

Ini adalah hari terakhir dari tentara bayaran dengan julukan Dark Crown tersebut di dalam pasukan Iblis. Mungkin ini adalah hari yang sudah dinanti-nantikan Naruto dalam hidupnya. Tapi, Freed malah memikirkan hal yang lain, masih dengan seringai lebar Freed malah mengambil sebuah surat di dekatnya lalu membuka dengan pelan.

"Aku memang ingin melepaskan mu sekarang. Tapi, ada satu misi lagi yang harus kau kerjakan." seringai licik masih tetap terpasang di wajahnya.

"Apa itu?" kali ini tatapan mata emas Naruto menjadi semakin dingin. Dia tidak suka dengan jawaban yang baru Freed keluarkan. Itu bukanlah jawaban yang dia inginkan.

"Kau tahu?!.., pasukan Iblis kita saat ini akan membantu salah satu Duke dalam pertempuran melawan Iblis yang sebenarnya besok pagi. Aku ingin kau ikut dalam perang tersebut dan menjadi penjaga dari sang Duke..."

Naruto terdiam mendengar ucapan Freed. Memang benar, saat ini pasukan Iblis akan melawan iblis sebenarnya besok. Dikatakan, iblis tersebut merupakan utusan dari sang Dewa Iblis untuk menghancurkan para manusia. Saat ini, sudah lebih dari separuh benua ini sudah di invasi oleh Iblis tersebut, dan hanya tinggal setengahnya lagi untuk ditaklukkan.

Untuk melawan invasi Iblis itu, mereka akan bekerja dibawah salah satu Duke Kekaisaran untuk melawan Iblis tersebut. Semuanya mungkin akan sibuk karena mempersiapkan perang untuk besok. Naruto sebenarnya tidak peduli akan itu, tapi melihat seringai di wajah Freed membuatnya menggeram kesal. Dia tahu apa yang akan dikeluarkan pria brengsek itu bila menolaknya.

Duke, itu merupakan gelar bagi Bangsawan tertinggi. Mereka adalah Bangsawan yang bisa menentang keputusan Kaisar secara langsung. Umumnya latar belakang Duke adalah kerabat dari Kaisar, jadi tentu saja mereka bisa menentang keputusan Kaisar apabila menemukan ada yang salah.

Di Kekaisaran ini, Atraxia, hanya ada 5 Bangsawan yang memiliki gelar Duke. Mereka adalah Bangsawan kuat yang tidak bisa Naruto lawan dengan mudah. Walaupun Naruto dikenal sebagai tentara bayaran terkenal, dia harus memutar otaknya dua kali untuk mencoba melawan mereka. Bukan karena dia takut, itu karena dampak yang akan terjadi bila dia membunuh atau melawan mereka walau sedikit saja.

"Hanya menjaganya saja kan?" setelah terdiam beberapa saat Naruto akhirnya mengeluarkan pertanyaan dengan nada dingin.

"Itu benar!" Freed menjawab dengan cepat pertanyaan Naruto dengan ekspresi senang di wajahnya.

"Baiklah akan kuterima, Duke siapa yang harus kujaga?"

"Dia adalah Duke Pendragon. Rumornya dia sudah menjalin kontrak dengan Dewa Naga baru-baru ini. Kau harus menjaganya agar tidak ada serangan musuh yang mengenainya"

"Pendragon kah?" gumam Naruto menyebut nama dari Duke yang diucapkan Freed.

"Oh satu hal lagi... Dia memiliki nama yang sama denganmu Crown... Jadi kau harus bersikap lebih sopan. Tentu saja, kau harus akrab dengan dia. Rumor mengatakan bahwa Pendragon itu baru bangun beberapa bulan ini setelah tidur lama lebih dari 10 tahun"

Freed memperingati nya dengan suara serius. Naruto yang mendengar suara Freed yang mendadak berubah menjadi serius dengan cepat mengangguk atas peringatan tersebut. Bila pria gila ini sudah serius, pasti ada sesuatu yang besar akan terjadi. Walau Naruto benci mengakuinya, peringatan atau ucapan dari Freed 90% tepat sasaran.

Merasa bahwa urusannya sudah selesai dengan Freed disini, Naruto kemudian berbalik dengan perlahan lalu melangkah pergi meninggalkan Freed.

Freed yang melihat kepergian Naruto menyeringai semakin lebar. Seringai yang dia keluarkan saat ini berbeda dari seringai yang dia keluarkan sebelumnya, seringai ini lebih kearah seringai yang memancarkan niat jahat. Naruto tidak akan tahu, bahwa sebuah malapetaka akan terjadi menimpa dirinya.

"Cepat!!!... Dimana budak wanitanya!!!"

...

Setalah meninggalkan tenda Freed, Naruto melihat 2 penjaga yang tadi di pintu masuk membawa 4 wanita lain dengan paksa, keempat wanita itu diborgol dengan sebuah besi yang memiliki berbagai ukuran kuno di setiap bagiannya. Naruto menatap intens kearah 4 wanita tersebut, dia merasa kasihan akan takdir kejam yang menimpa mereka, namun itu cuma berlangsung sesaat sebelum dia melanjutkan langkahnya menuju tenda miliknya sendiri. Dia tidak memiliki kekuasaan apapun untuk membebaskan wanita-wanita itu.

Setelah sampai di tenda miliknya, Naruto melepaskan pedang hitam dipinggangnya lalu menaruh pedang hitam tersebut di meja disanq. Naruto juga melepaskan baju yang dipakainya kemudian meletakkannya di dekat pedang nya.

Sehabis membuka bajunya, terlihat berbagai bekas luka tercipta di tubuh Naruto, baik di bagian depan maupun belakang. Luka yang ada ditubuhnya ada bermacam-macam. Mulai dari luka tebasan, luka bakar, luka tusuk, dan lainnya.

Naruto lalu memegang cincin yang terpasang di jarinya hingga mengeluarkan cahaya perak, kemudian mengeluarkan sepasang baju yang tiba-tiba muncul dari cincin tersebut setelah cahaya tadi menghilang. Naruto mengambil baju tersebut lalu memakai nya dengan pelan menutupi berbagai luka di tubuhnya.

Selepas berganti pakaian, Naruto meraih kembali pedang hitam nya dan menaruhnya di pinggang. Setelah merasa semuanya selesai, Naruto lalu melangkah keluar dari tenda-nya lalu berjalan menuju suatu tempat.

Dia ingin melihat sosok dari Duke Pendragon yang harus dia jaga. Selain itu, Naruto harus memberitahu Duke tersebut tentang tugas yang dia terima untuk menjaganya.

Beberapa menit berjalan, Naruto kemudian sampai di tenda yang lebih besar dari tenda milik Freed. Tenda tersebut adalah tenda yang dimiliki oleh Duke Pendragon, tenda milik Pendragon ini memiliki simbol kepala Naga berjumlah 3 dengan sayap berbeda warna di setiap sudut, ketiga kepala Naga itu mengeluarkan sesuatu yang berbeda di mulutnya.

Terlihat beberapa ksatria yang menjaga keamanan tenda tersebut. Mereka memakai armor berwarna emas dengan pedang yang tersimpan dengan rapi di pinggang mereka. Ditangan mereka, terdapat tombak panjang dengan bendera berkepala Naga yang tergambar disana.

Naruto berhenti lalu menatap tenda itu sebentar, setelah yakin bahwa tujuannya benar, dengan pelan Naruto melanjutkan langkahnya ke tenda tersebut.

"Apa yang kau mau?" salah satu Ksatria itu menghentikan langkah Naruto dan bertanya dengan tajam kearah nya.

"Aku bertugas sebagai penjaga Duke. Aku ingin menemui Duke untuk memberitahu beliau tentang itu." jawab Naruto dengan nada datar, kedua Ksatria itu menatap sebentar kearah Naruto, lalu mengangguk bersamaan.

"Begitu? Silahkan masuk."

Ksatria itu mengangguk pelan atas jawaban Naruto, lalu membuka pintu masuk tenda itu dengan pelan. Melihat tenda yang sudah dibuka, secara perlahan Naruto kemudian melangkah masuk ke dalam tenda.

Setelah sampai di dalam. Naruto melihat furniture yang mewah yang ditaruh disetiap sudut tenda. Ada berbagai pedang panjang dengan hiasan dan ukiran mewah yang ditempatkan dengan rapi, ada juga tombak dan senjata lainnya yang terlihat sangat mahal.

Naruto terkagum sebentar melihat senjata-senjata itu..., bila tentara bayaran lain dari pasukan iblis melihat ini, mereka pasti tanpa pandang bulu akan dengan cepat mengambil semuanya lalu kabur dan menjualnya. Harus dia akui, senjata-senjata itu memang sangatlah indah dan mahal.

"Siapa disana?".

Sebuah suara halus dan maskulin terdengar di telinga Naruto. Pria itu tersadar dari kekaguman nya akan senjata mewah di sekeliling saat mendengar suara itu. Naruto mengalihkan pandangannya ke berbagai arah, lalu menemukan sebuah bayangan dibalik ruangan yang tertutupi kain halus.

Naruto langsung duduk dengan sikap ksatria saat mengetahui siapa identitas siluet dari bayangan tersebut. Kepalanya menunduk sebagai penghormatan kepada siluet itu.

"Saya Naruto Grius.., tentara bayaran yang akan mengawal anda besok dalam pertempuran!"

Hening tercipta beberapa saat setelah Naruto berbicara. Sosok bayangan yang tengah duduk itu terlihat bergerak lalu berdiri dengan pelan. Bila Naruto mengangkat kepalanya, Naruto pasti akan melihat rambut panjang sepunggung yang dimiliki oleh siluet itu.

"Soukka..., sepertinya kita memiliki nama yang sama, Grius-san..."

"Jangan mengatakan hal seperti itu Yang Mulia..., saya hanyalah orang kecil dihadapan anda..."

"Begitu?.., baiklah.., aku mengerti apa yang ingin kau sampaikan... sekarang kau bisa pergi, aku ingin beristirahat untuk saat ini..."

"Sesuai perintah mu Yang Mulia.."

Naruto bangun dari duduknya lalu pergi meninggalkan ruangan tempat bayangan sang Duke Pendragon tadi. Samar-samar Naruto bisa merasakan bau busuk yang tercium disana. Dia tidak mengetahui bau tersebut berasal darisana, namun yang pasti, Naruto merasa bau itu merupakan bau yang membuat firasat nya mengatakan bahwa itu adalah sesuatu yang berbahaya.

-Skip-

Naruto membelalakkan matanya dengan lebar. Dia terpukau melihat sebuah pertarungan dahsyat yang ada di depan matanya.

Disana, di depan matanya, terdapat pemandangan pertarungan luar biasa yang dilakukan oleh seekor Naga raksasa. Naga tersebut sangatlah besar, kira-kira memiliki ukuran sekitar 50 meter, dia memiliki sayap lebar yang membentang di langit dengan indah, Naga tersebut juga memiliki sisik merah darah di seluruh bagian tubuhnya.

Mulut Naga itu mengeluarkan nafas api yang terasa sangat panas kearah gerombolan iblis dan Monster yang menyerbu di depannya, hal itu membuat gerombolan tersebut langsung hangus tanpa menyisakan seekor pun..., saat ini, peperangan untuk melawan invasi Iblis sudah dimulai.

Mereka saat ini sedang berperang dengan gerombolan Iblis dan Monster yang menerjang pasukan Duke Pendragon dengan ganas. Jumlah yang dimiliki oleh Iblis yang ingin menginvasi kekaisaran sangatlah banyak, itu kira-kira sekitar 700.000 lebih dengan berbagai Monster lainnya yang membantu.

Ada Orc, Troll, Goblin, Griffin, Harpy, dan Monster lainnya yang menyerang mereka. Para monster itu terlihat sangat ganas, berbeda dengan monster yang pernah Naruto temui sebelumnya.

Ditengah-tengah serbuan Monster dan gerombolan Iblis. Terdapat Naga besar merah tadi yang menghabisi mereka dengan mudah, sejujurnya hampir sebagian pasukan musuh dihabisi seorang diri oleh Naga tersebut. Diatas Naga itu, terdapat seorang pemuda tampan atau juga cantik tengah berdiri dengan tenang.

Pemuda itu memiliki rambut berwarna pirang keemasan yang nampak sangat halus, dengan panjang sepunggung dan mata berwarna shappire yang indah. Dia memakai armor emas dengan ukiran kepala Naga, dan sebuah bendera yang dia bawa di tangan kirinya.

Pemuda itu adalah Naruto Pendragon, sosok Duke yang saat ini memerintahkan Keluarga Pendragon. Sedangkan Naga yang dia naiki bernama Great Red, sosok Dewa Naga yang dikatakan dalam legenda mewakili mimpi semua makhluk dan kekuatan terkuat diantara Naga lainnya.

Naruto sudah melihat keganasan dari Naga yang bernama Great Red itu dari awal. Dia tidak pernah berhenti kagum akan kekuatan yang dikeluarkan Naga merah raksasa itu. Harus Naruto akui, keberadaan nya saat ini disana benar-benar sangat kecil dibandingkan Naga merah itu.

Dalam beberapa menit kemudian, Great Red terus menghabisi para gerombolan Iblis dan Monster seorang diri. Dia terlihat tidak terkalahkan, bahkan tidak ada tanda-tanda kelelahan yang ditunjukkan olehnya. Great Red bagaikan tembok raksasa yang menghadang dan berusaha menjadikan para gerombolan Iblis dan Monster itu untuk meruntuhkan nya.

Semua baik-baik saja untuk beberapa waktu kedepan, bahkan Naruto sudah mengira bahwa perang ini akan dimenangkan oleh Duke Pendragon dan Great Red. Melihat dari gempuran kuat yang di lakukan Great Red membuat Naruto berspekulasi dengan itu.

Namun, setelah menghabisi setengah gerombolan iblis dan Monster itu, nampak secara tiba-tiba Great Red menunjukkan reaksi aneh dalam pandangan Naruto. Melihat gelagat aneh Great Red membuat Naruto mengangkat satu alisnya bingung, kenapa Naga superior itu berhenti secara tiba-tiba? Apakah ada yang salah?

Pandangan Naruto kemudian beralih kearah Duke Pendragon yang ada diatas kepala Great Red. Dark Crown itu menyimpitkan kedua matanya saat melihat kondisi Duke Pendragon tersebut yang terlihat sama seperti keadaan dari Great Red.

Merasa tidak beres dengan semua ini, dengan cepat Naruto terbang kearah Great Red dan Naruto Pendragon berada. Setelah sampai, pria itu membelalakkan matanya lebar saat melihat sebuah kejadian mengejutkan di depannya.

Nampak, sosok Great Red, sang Dewa Naga terjatuh itu dengan kecepatan tinggi ke tanah. Alasan dari Naga merah itu terjatuh adalah kedua sayapnya yang dipotong dengan kasar oleh 2 orang misterius yang tiba-tiba datang entah darimana disamping Naga tersebut. Naruto tidak bisa melihat dengan jelas rupa dari 2 orang itu, wajah mereka terlalu jauh untuk bisa Naruto liat dengan mata telanjang.

Brughhhn!!

Suara tubuh Great Red yang terjatuh terdengar sangat keras saat menyentuh tanah, tubuh besar nya menindih ratusan gerombolan iblis, monster, dan manusia yang bertempur disana. Naga tersebut nampak mengeluarkan dengusan kasar dari mulutnya yang terdengar menyakitkan di telinga Naruto.

Tidak cukup sampai disitu, 2 orang misterius yang terbang tadi nampak meleset dengan kecepatan diluar nalar kearah tubuh Great Red yang sudah terjatuh di tanah. Kedua makhluk tersebut sepertinya tidak berniat melepaskan sosok Dewa Naga Mimpi begitu saja.

Sebuah sinar yang sangat terang tercipta saat salah satu dari 2 orang itu sampai di dekat tubuh besar Great Red, sinar yang dikeluarkan orang itu memiliki warna merah darah dengan sedikit aura perak di beberapa bagian. Sedangkan dengan 1 orang lainnya, dia mengeluarkan rantai berwana hitam raksasa di punggungnya yang memancarkan aura kematian ke sekitar.

Rantai dari orang itu kemudian dengan cepat mengikat tubuh Great Red yang sudah tidak bisa dibilang baik-baik saja. Bersamaan dengan rantai itu yang mengikat tubuh besar Great Red, cahaya yang dimiliki orang satunya kemudian membentuk sebuah pedang raksasa diatasnya. Dapat Naruto lihat sebuah seringai kejam tercipta di bibir orang itu, lalu sedetik kemudian melepaskan pedang raksasa tersebut untuk membelah tubuh Great Red.

Naruto terdiam seribu kata.., apa-apaan itu? Bagaimana mereka dengan kejam dan mudah membunuh sang Dewa Naga yang menjadi salah satu pelindung dari Kekaisaran Atraxia?!!.., bukankah Great Red sangatlah kuat sebelumnya?!!.., bagaimana dia terlihat begitu lemah tadi sehingga membuatnya terbunuh dengan kejam?

Tidak cukup sampai disitu.., Naruto Pendragon sang kepala keluarga Kadipaten Pendragon yang sebelumnya berada diatas kepala Great Red terlempar dengan sangat keras akibat efek tebasan pedang raksasa orang misterius tadi. Naruto menatap intens tubuh Duke Pendragon itu yang terlempar dengan cepat menuju kearahnya.

Dengan reflek yang bagus, Naruto kemudian berhasil menangkap tubuh Duke Pendragon itu dengan mudah. Naruto buru-buru memeriksa keadaannya, memastikan bahwa dia masih hidup atau tidak.

Naruto lalu menghembuskan nafas lega saat tahu bahwa Duke Pendragon itu hanya sekedar pingsan saja. Dia hanya mengalami sedikit luka di dahinya yang mengeluarkan sedikit darah, mungkin efek dari benturan Great Red saat terjatuh tadi.

"Wah wah...,"

Naruto mengalihkan pandangannya ke samping saat mendengar suara yang dia kenal di telinganya. Disana Naruto bisa melihat sosok Freed dan beberapa tentara bayaran dari pasukan iblis sedang berjalan kearahnya, tidak lupa dengan seringai lebar yang masih terpasang di wajah pria itu. Dia membawa pedang tajam di tangannya yang Naruto rasakan samar-samar mengeluarkan aura ganas.

Tidak hanya itu, ratusan gerombolan iblis dan Monster yang tersisa juga mengikuti Freed di belakangnya.., Naruto mengernyitkan dahinya dengan bingung..., situasi apa ini?? Kenapa Freed bisa bersama dengan gerombolan iblis dan Monster itu??!

"Tidak aku sangka.., kau masih bertahan sampai saat ini, Crown!" Freed menghentikan langkahnya 2 meter dari Naruto, dia mengeluarkan seringai yang sangat lebar di wajahnya, yang bahkan terlihat sampai ke pipinya.

"Apa yang kau ucapkan Freed?!!!.., cepat bantu aku, Pendragon-sama saat ini sedang dalam keadaan kritis."

"Oh benarkah?!..,kasihan sekali..., sini biar aku periksa..,"

Tanpa mempertanyakan lebih jauh, Naruto menyerahkan Duke Pendragon itu kearah Freed. Pria gila itu menerima dengan lembut tubuh Duke Pendragon dari tangan Naruto, dia mengamati sebentar wajahnya, lalu menatap kearah Naruto kembali. Dengan gerakan yang sangat cepat, Freed kemudian mengangkat pedang di tangannya lalu memotong kepala sang Duke.

Crashhh!

Apa-apaan itu?!!!

Naruto berteriak dalam hatinya saat melihat Freed memotong kepala Naruto Pendragon dengan tiba-tiba, mata dengan iris emasnya membulat karena kejutan yang dia lihat di depannya.., apakah pria itu sudah tidak waras lagi? bagaiman dia dengan mudahnya membunuh salah satu Duke dari Kekaisaran Atraxia??

Apakah dia tidak peduli akan kemarahan Kaisar saat tahu Duke Pendragon meninggal karena dibunuh olehnya?.., Naruto benar-benar tidak mengerti situasi yang terjadi sekarang.

"Terkejut bukan? Khukhukhu Hahahaha...!!!., benar.. hal seperti ini seharusnya terjadi lebih cepat agar rencana ku bisa dimulai lebih cepat!!!"

Bagai orang kerasukan, Freed tertawa terbahak-bahak karena senang dan gembira di depan Naruto.., butuh beberapa saat sebelum tawa dari pria gila itu berhenti.., setelah tawanya berhenti, Freed dengan cepat kemudian menatap kearah Naruto yang masih terkejut dan bingung akan situasi sekarang lalu berjalan dengan langkah pelan dan seringai kejam di wajahnya.

Naruto memasang sikap siaga saat Freed berjalan kearahnya, dia merasakan aura membunuh dari pria gila itu, namun tanpa gejala apapun pandangan dan tubuh Naruto langsung kabur dan lemas sehingga membuatnya berlutut di tanah secara tiba-tiba. Narut memegang dadanya dengan keras, dia merasakan rasa sakit yang amat kental disana.

Tap!

Freed berjongkok dengan pelan di depan Naruto yang tengah berlutut sambil memegang dadanya yang tengah sakit. Matanya memandang sebentar tubuh dari Naruto, lalu dengan perlahan mengangkat tangannya dan memegang kepala hitam pria itu

"Apakah sesakit itu, Crown?" tanya Freed dengan suara mengejek.

Naruto mengangkat wajahnya dengan susah payah mencoba melihat wajah brengsek dari Freed dengan pandangannya yang kabur. Freed yang melihat Naruto kesakitan bangun lalu tertawa terbahak-bahak sekali lagi..,

"Kau pasti bingung bukan dengan keadaan sekarang, Crown? Khukhukhu.., sebelum membunuh mu, akan ku beritahu tentang situasi yang sekarang terjadi.."

Naruto mengerang kecil sebagai balasan atas ucapan Freed, dia tidak memiliki tenaga untuk membuka mulutnya saat ini. Mendengar erangan Naruto, Freed menghilangkan seringai di wajahnya, lalu dengan gerakan pelan menaruh pedang di tangannya di leher Naruto.

"Pertama, kau saat ini terkena sebuah sihir kuno yang membuat seluruh tubuhmu mati dalam beberapa menit kedepan, hal itu juga terjadi dengan Naga besar itu dan sang Duke terhormat.., semoga itu mengobati rasa penasaran mu..."

"Kedua, aku sudah mengetahui bahwa kau memiliki kekuatan untuk melakukan Regenerasi, jadi percuma saja bila kau terkena sihir ini.., namun..."

Seringai kembali di wajah Freed, dia mendorong sedikit pedang nya yang ada di leher Naruto, sehingga membuat leher pemuda itu mengeluarkan sedikit darah berwarna merah kental.

"..., bagaiman kalau aku menebas kepalamu? Apakah saat itu kau bisa beregenerasi seperti biasa?!!.."

Naruto diam, dia tidak bisa membalas perkataan yang diucapkan Freed. Rasa sakit yang dia derita sekarang makin sakit seiring berjalan nya waktu. Freed yang tidak mendengar Naruto bersuara memasang wajah datar, lalu dengan kasar menendang kepala dari tentara berjuluk Dark Crown itu.

Brughhhn!

"Oh benar!!!..., impianmu cuma satu bukan? Kau ingin bebas dari belenggu kontrak itu? Khukhukhu.., sebagai hadiah perpisahan, akan ku kabulkan permintaan mu itu!!"

Freed mengangkat tangannya ke arah tubuh Naruto lalu menempelkan nya, cahaya perak keluar dari tangannya bersamaan dengan energi hitam di sekirar tubuh Naruto. Setelah satu menit, cahaya di tangan Freed menghilang bersamaan dengan energi hitam di tubuh Naruto.

"Nah.., kau sudah bebas sekarang, Crown!..,"

"Erhhhgg!!"

"Hah? Kau ingin mengatakan sesuatu?.. ck ck ck, sayang sekali teman, ini sudah waktunya kita untuk berpisah..."

Freed mengangkat pedangnya, memposisikan untuk memotong kepala Naruto. Naruto melihat dengan susah payah kearah Freed, dia menatap tajam pria brengsek itu dengan mata emasnya.

"Oh?!!.., ada apa dengan tatapan mu itu kawan? Apa informasi yang kuberikan tidak cukup?.., khukhukhu, kalau begitu akan ku beritahu satu hal lagi..."

"...kejadiab sekarang ini memiliki hubungan erat dengan kasus yang dialami keluarga mu!!

Crashhh!

Bersamaan dengan perkataan terakhir yang diucapkan Freed, mata Naruto membelalak dengan lebar karena terkejut lagi, tapi itu tidak berlangsung lama karena kepalanya sudah terlepas dari badannya dengan cepat oleh pedang Freed. Alhasil, kepala Naruto yang terpotong terlihat membelalakkan matanya dengan lebar, sehingga membuat Freed tertawa keras melihat itu!

Dan itulah.., sebuah akhir dari seorang Naruto Grius, seorang tentara bayaran paling terkenal dengan julukan Dark Crown di dunia. Dia mati ditangan seorang pengecut bernama Freed, hal itu kemudian membuat Freed dijuluki sebagai Tentara Bayaran terhebat menggantikan Naruto..

--

'Dimana ini?'

Kegelapan memenuhi pandangan Naruto. Kepalanya berputar kesana-kesini, mencari tahu tempat gelap ini.

Namun sejauh apapun Naruto memeriksa, dia tidak bisa melihat apapun selain hanya kegelapan.

'Benar juga, aku telah mati..'

'Hah!.., menyedihkan.., mati tanpa bisa membalaskan dendam dari keluarga ku..'

'Freed sialan!.., bila bertemu di dunia lain, akan kubunuh ribuan kali disana'

Naruto berteriak dengan keras, walaupun hal itu tidak bisa di dengar oleh orang lain.

Secara tiba-tiba, sebuah cahaya terlihat di depan Naruto. Pemuda itu menatap ke cahaya tersebut sebentar, kemudian dengan cepat berlari kesana.

Saat akan mendekati cahaya itu, secara mengejutkan, cahaya kecil yang dia tuju membesar dengan cepat sehingga membuat pandangan Naruto terhalangi. Naruto menutupi kedua matanya untuk menghalangi cahaya itu agar masuk ke matanya.

Cahaya itu semakin besar dan makin besar, setelah beberapa saat berlalu cahaya itu kemudian menelan seluruh tubuh Naruto...

.

.

.

.

"Ugh!!"

Mata berwarna biru shappire milik seorang pemuda tampan terlihat menyapa dunia. Dia mengeluarkan erangan pelan di mulutnya, lalu menatap ke sekeliling secara perlahan.

Di pandangan pemuda itu, nampak beberapa wanita dengan sebuah pakaian berupa pakaian Maid terlihat memasang ekspresi terkejut di wajah mereka.

"D-dimana i-ni?.."

To be continue!

Ini fict sampingan saat ane nulis fanfic satunya, karena sia-sia disimpan aja jadi ane up

Kalau liat penggunaan kata yang salah mohon dikoreksi, soalnya saya nulis ini saat waktu luang di sela-sela nulis cerita satunya.

Ini terinspirasi dari Novel Korea berjudul Duke Pendragon, bila memiliki alur yang sama, mohon dimaklumi...

Sebab ane ambil alurnya darisana.

Untuk fict ini akan di update tidak menentu, sevav ini fict kegabutan...

Ya sudah, itu saja.

Sampai jumpa di cerita yang satunya

Mata ne~