My Beautiful Partner
By KitsuneSan99
Saat ini terlihat seorang pemuda yang sedang duduk di sebuah bangku taman, terlihat jelas ekspresi bahagia di wajahnya dengan senyum yang belum juga menghilang, pemuda itu sedang bahagia sekarang karena dia baru saja mendapat pekerjaan.
Beberapa saat yang lalu pemuda tersebut mendapat sebuah pekerjaan di sebuah minimarket didekat tempat tinggalnya, dia akhirnya bisa mendapatkan pekerjaan sebagai karyawan tetap di minimarket tersebut.
Karena sebelumnya dia hanya bisa bekerja paruh waktu disebuah kedai dikarenakan dia masih sekolah saat itu, namun saat ini dia telah lulus dari sekolah, karena itu dia memutuskan untuk langsung bekerja untuk kehidupannya sehari hari.
"Akhirnya aku bisa mendapatkan pekerjaan tetap, di sebuah minimarket, yah meskipun tidak seberapa namun itu cukup untuk menghidupiku."
'Mungkin aku akan mulai menabung dari sekarang agar aku bisa melanjutkan pendidikan.' Lanjut pemuda tersebut di dalam pikirannya, pemuda itu beranjak dari duduknya dan mulai melangkah pergi.
20.49 Waktu Setempat
Saat ini pemuda pirang tersebut sedang berjalan menuju rumahnya, jalanan sekarang terasa sangat sepi, karena sudah cukup larut. Mungkin beberapa orang lebih memilih untuk tidur atau mungkin beberapa dari mereka memilih untuk bersantai bersama keluarganya.
Namun berbeda dengan pemuda yang bernama Naruto, saat ini dirinya sedang membersihkan serta merapihkan rumahnya, Naruto tinggal di sebuah apartemen sederhana seorang diri.
"Lelah sekali, mungkin aku akan sedikit memanjakan diriku malam ini, atau mungkin aku akan langsung tidur." Ucap Naruto
Dia terlihat sedang memikirkan sesuatu, setelah beberapa saat dia berpikir, Naruto memutuskan untuk segera tidur karena dirinya terlalu lelah untuk melakukan hal lain.
Terdengar bunyi alarm yang berdering menandakan sudah saatnya sang pemilik kamar untuk segera bangun dan melakukan aktivitasnya hari ini.
Suara lenguhan mulai terdengar di kamar itu, sepertinya pemilik kamar tersebut sudah terbangun dari tidurnya dan dengan mata setengah terbuka dia berjalan menuju dapur untuk memasak sarapannya sendiri.
Naruto sudah terbiasa memasak sarapannya sendiri, dia lebih memilih memasak karena saat ini dia tinggal seorang diri di apartemennya itu, bahkan dia sudah melakukan rutinitas itu sejak dia masih sekolah dulu.
Setelah selesai dengan acara sarapannya Naruto melangkah menuju kamar mandinya untuk membersihkan diri karena beberapa saat lagi dirinya akan berangkat kerja, sebagai seorang karyawan baru tentunya dia tidak ingin terlambat di hari pertamanya masuk.
"Okay, karena sekarang semuanya sudah aku siapkan, waktunya berangkat." Ucap Naruto dengan penuh semangat.
Naruto memilih kendaraan umum sebagai pengantarnya hari ini, karena jarak yang akan di tempuh lumayan jauh, jadi dia memilih untuk menggunakan kendaraan umum.
Sepanjang perjalanan Naruto melihat pemandangan di sekitar pegunungan, karena dia tinggal di sebuah tempat yang cukup jauh dari daerah kota dia masih bisa melihat beberapa pepohonan hijau dan sawah yang membentang di sisi jalan.
Naruto memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa sampai di tempat kerjanya, mungkin dia memerlukan waktu sekitar setengah jam dari rumahnya untuk bisa sampai
37 Menit Setelahnya
Naruto saat ini sudah sampai di tempat kerjanya, dia disambut dengan baik oleh manajer barunya, bahkan teman kerjanya yang lain juga ikut menyambutnya.
"Selamat bekerja, Naruto." Ucap sang manajer toko tersebut dengan ramah.
"Terima kasih, mohon kerja samanya." Jawab Naruto dengan senyum lebarnya.
Manajer yang melihat sikap Naruto yang ramah dan penuh semangat, membuatnya tersenyum kecil, dia juga merasa bahwa Naruto merupakan seorang pekerja keras.
'Mungkin aku bisa mempercayainya.' Pikir sang manajer ketika dia melihat sikap yang ditunjukkan Naruto.
Tidak terasa sudah hampir satu tahun sejak Naruto mulai bekerja disini, sang manajer pun sudah secara penuh memercayainya, Naruto bahkan sudah berteman baik terhadap semua teman kerjanya.
"Naruto, manajer memanggilmu, dia menyuruhmu untuk datang keruangannya, katanya ada beberapa hal yang ingin dibicarakan." Ucap salah satu temannya.
"Baiklah, nanti saya segera menemuinya setelah saya selesai merapihkan rak ini, terima kasih Tanaka." Jawab Naruto kepada salah satu temannya yang bernama Tanaka.
Tanaka hanya menganggukkan kepalanya, Naruto sudah berteman dengannya sejak hari pertama dia masuk kerja, Tanaka juga mengajari Naruto tentang beberapa hal yang perlu dia ketahui saat bekerja disini.
Setelah Naruto selesai merapihkan rak tersebut, dia langsung pergi menuju ruangan manajernya untuk memenuhi panggilan dari manajernya itu. Sesampainya disana, Naruto melihat manajernya sedang berbicara dengan seorang perempuan.
Karena Naruto tidak ingin mengganggu pembicaraan menajernya itu, Naruto lebih memilih untuk menunggu di depan pintu, sampai manajernya menyelesaikan pembicaraannya. Setelah dirinya sudah menunggu cukup lama, dia mendengar manajernya memanggilnya.
"Naruto, kau boleh masuk sekarang, kemarilah." Ucap sang manajer dari ruangannya.
Setelah Naruto mendengar panggilan manajernya, di langsung masuk ke dalam ruangan tersebut. Naruto melihat sekeliling ruangannya, dan ternyata perempuan yang tadi berbicara dengan manajernya masih duduk di sofa itu.
Dia melihat perempuan itu tersenyum kepadanya, dan Naruto hanya membalasnya dengan sebuah senyuman. Setelahnya, dia duduk berhadapan dengan manajernya.
"Jadi, apa yang ingin manajer bicarakan kepadaku?" Tanya Naruto.
"Kamu lihat perempuan yang di sana." Jawab sang manajer dengan jarinya yang menunjuk ke arah perempuan tadi.
"Aku melihatnya, ada apa dengan perempuan itu?" Naruto bertanya kembali setelah dia melihat ke arah yang di tunjuk oleh sang manajer.
"Perempuan itu merupakan karyawan baru kita, dia ingin bekerja disini sebagai karyawan tetap, jadi aku mempercayakannya kepadamu untuk mengajarinya beberapa hal yang harus dia ketahui saat bekerja disini. Apakah kamu setuju, Naruto?" Jelas sang manajer kepada Naruto.
Dia perlu meminta persetujuan Naruto tentang ini, karena dia tidak ingin memaksa Naruto untuk melakukan hal ini, jika Naruto tidak mau.
"Baiklah, aku akan menerimanya." Ucap Naruto kepada manajernya disertai dengan senyum kecil.
"Terima kasih karena sudah mau menerimanya." Sang manajer menghela napas lega saat dia tahu Naruto mau menerima tugas darinya.
"Sekarang kau boleh mulai mengajarinya hari ini Naruto, dan untuk Jeanne silahkan perkenalkan dirimu kepada Naruto." Lanjut sang manajer.
"Perkenalkan namaku Jeanne, mohon kerja samanya Naruto-san." Ucap Jeanne dengan nada datar.
Naruto yang melihat wajah Jeanne sedikit bingung, karena saat perempuan di depannya itu memperkenalkan dirinya, Jeanne tidak memberikan senyuman ramah, perempuan itu malah memasang wajah datarnya.
"Baik Jeanne, bisakah kamu sedikit tersenyum saat memperkenalkan diri?" Tanya Naruto.
"Tidak." Jawab Jeanne dengan singkat dan mulai melangkah keluar dari ruangan itu.
"Huh..." Naruto hanya bisa menghela napas ketika dia melihat sikap perempuan tadi.
'Pertama aku harus mengajarinya untuk bersikap ramah, dan memintanya untuk sedikit merubah raut wajahnya.' Batin Naruto.
Saat ini terlihat pemuda pirang sedang bersama dengan seorang perempuan di tempat kasir, si perempuan terlihat memasang raut wajah datar.
Naruto sekarang sedang mengajari Jeanne tentang beberapa hal yang perlu dia lakukan saat bekerja disini, Naruto memberitahu Jeanne agar perempuan itu merubah sedikit raut wajahnya.
"Jadi, bisakah kamu menghilangkan wajah datarmu itu, atau setidaknya kamu bisa tersenyum kepadaku saat ini." Ucap Naruto kepada perempuan di depannya.
"Untuk apa aku melakukan itu." Tukas Jeanne.
"Nee... Jeanne sekarang kamu akan mulai bekerja di sini, kamu akan melayani pelanggan mulai sekarang."
"Jadi, usahakan kamu bisa merubah raut wajah datarmu dan mulailah bersikap ramah kepada pelanggan, dengan cara tersenyum, mungkin itu akan bisa menghilangkan sifat dinginmu secara perlahan." Jelas Naruto.
"Baiklah baiklah, akan aku coba tersenyum, dan bisakah kamu segera memberitahuku tentang pekerjaan yang akan aku lakukan." Jawab Jeanne dengan sedikit nada malas.
"Terima kasih, Jeanne." Ucap Naruto disertai dengan senyuman lebarnya.
"Oke kita langsung mulai saja pembelajarannya hari ini." Lanjut Naruto dengan penuh semangat, sedangkan perempuan di depannya hanya memasang wajah malas.
Naruto mulai menjelaskan tentang pekerjaan Jeanne, Jeanne akan bekerja sebagai seorang kasir, dan sebagai seorang kasir Naruto meminta Jeanne untuk memberikan senyuman saat dia melayani pelanggan.
Jeanne yang mendengar itu hanya bisa menghela napas, karena bagaimanapun juga dia harus mulai bersikap ramah kepada setiap pelanggan yang datang.
Tidak hanya itu, Naruto juga menjelaskan tentang apa yang harus Jeanne lakukan saat kasirnya sedang kosong, atau dengan kata lain sedang tidak ada pelanggan di toko.
Naruto memberitahu Jeanne untuk merapihkan beberapa rak dan memberitahunya apabila ada beberapa stok barang yang masih kosong di rak.
"Kurasa hanya itu pekerjaan yang akan kamu kerjakan sebagai karyawan di toko ini, dan tentunya kamu harus segera beristirahat saat sudah masuk jam makan siang." Ucap Naruto disertai dengan cengiran.
"Apa maksudmu hanya itu, pekerjaan yang harus aku lakukan cukup banyak." Ucap Jeanne dengan sedikit kesal kepada Naruto.
Jeanne sebelumnya belum pernah melakukan pekerjaan sebanyak itu. Sedangkan Naruto yang mendengarnya sedikit bingung, karena menurutnya pekerjaan Jeanne tidak terlalu berat.
"Nee... Jeanne, mungkinkah ini pertama kalinya kamu bekerja di sebuah toko seperti ini?" Tanya Naruto kepada Jeanne.
Jeanne yang mendengar itu agak kesal, karena dia tidak ingin dianggap sebagai seorang pelajar yang baru bekerja di sebuah tempat, yah meskipun itu benar tapi Jeanne tidak ingin dianggap seperti itu.
"Tentu saja aku pernah bekerja di tempat lain sebelumnya, dan ini bukan pertama kalinya aku bekerja di toko seperti ini." Jawab Jeanne dengan tangannya ditumpuk di depan dadanya, serta wajahnya yang dia palingkan ke samping.
Naruto yang melihat sikap Jeanne seperti ini hanya bisa tersenyum saat melihat wajahnya yang sedikit memerah, bahkan Naruto tidak tahu jika Jeanne bisa bersikap seperti ini.
'Dia terlihat menggemaskan saat sedang seperti itu, mungkin ini akan sedikit menyenangkan.' Batin Naruto disertai dengan cengiran lebar yang terlihat sedikit mengerikan.
"Kenapa kau memasang wajah menyeramkan seperti itu." Ucap Jeanne setelah dia melihat cengiran yang terpasang di wajah Naruto saat ini.
Muncul sebuah perempatan di dahi Naruto saat Jeanne mengatakan bahwa wajahnya menyeramkan, dia tidak terima akan hal itu.
'Enak saja dia bilang seperti itu, apakah dia tidak bisa melihat wajah seorang Naruto yang tampan dan dewasa ini.' Batin Naruto dengan sedikit membanggakan dirinya sendiri.
"Sekarang kau menunjukkan wajah aroganmu, apakah sekarang kamu sedang berpikir kalau wajahmu itu tampan?" Ucap Jeanne kepada Naruto.
"Asal kau tahu wajahmu itu hanya terlihat sedikit tampan, jadi kau tidak perlu memasang raut wajah bangga seperti itu." Lanjut Jeanne.
Naruto yang mendengar itu semakin emosi, tetapi dia juga sedikit senang karena perempuan didepannya mengakui kalau dirinya tampan, yah walaupun cuma sedikit.
"Hoo, jadi kau mengakui kalau wajahku tampan, apakah sekarang kamu mulai terpesona kepadaku?" Tanya Naruto dengan nada menggoda.
"A-apa yang kau katakan, bukankah tadi aku bilang hanya sedikit, hanya sedikit tampan saja, dan bukan berarti aku terpesona kepadamu." Ucap Jeanne dengan sedikit terbata, dan memalingkan wajah merahnya kesamping.
'Kenapa wajahku memerah seperti ini, apakah ini karena pirang bodoh dihadapannya saat ini.' Pikir Jeanne.
Jeanne mulai menggelengkan kepalanya, untuk menghilangkan rona merah di wajahnya.
"Kau tidak perlu malu mengakuinya nona, dan kenapa wajahmu memerah seperti itu? apakah kamu mulai tertarik kepadaku nona?" Goda Naruto kepada Jeanne, Naruto ingin terus menggodanya seperti ini, karena Jeanne dengan wajah seperti itu sangat menggemaskan.
Jeanne yang tahu dirinya hanya akan jadi bahan kejahilan Naruto memilih untuk pergi ke ruang karyawan, untuk menghilangkan rona merah di wajahnya, serta menetralkan kembali detak jantungnya.
Naruto yang melihat perempuan itu pergi hanya tersenyum, dan dia mengikuti Jeanne pergi ke ruang karyawan untuk beristirahat, karena sudah masuk jam makan siang.
"Kenapa kau mengikutiku?" Ucap Jeanne saat dia tahu kalau Naruto berusaha mengikuti dirinya ke ruang karyawan.
"Tentu saja untuk istirahat makan siang nona, apakah kamu lupa kalau ini sudah waktunya bagi kita istirahat?" Jawab Naruto sedikit kesal.
"Apakah kamu berpikir aku akan mengikutimu karena aku tertarik kepadamu nona?" Lanjut Naruto dengan niat untuk menggoda Jeanne kembali.
"T-terserah kau saja, dan berhentilah memanggilku dengan sebutan 'nona' karena aku punya nama." Jawab Jeanne, dia menambah kecepatannya pergi ke ruang karyawan, karena dirinya tidak ingin di goda lagi oleh pemuda pirang itu.
Naruto yang melihat Jeanne menambah kecepatannya hanya tersenyum memandang Jeanne dari belakang, dia juga mulai menambah kecepatannya agar dia bisa melihat wajah Jeanne lebih dekat.
'Kurasa aku sedikit tertarik kepadamu, Jeanne' Batin Naruto senang.
Sudah beberapa minggu berlalu sejak Jeanne mulai bekerja disini, terlihat pula hasil latihannya bersama Naruto, Jeanne sudah berhasil bersikap ramah kepada para pelanggan.
Jeanne juga sudah berhasil mengubah raut wajah datarnya, saat ini Jeanne lebih sering tersenyum yang menambah kesan cantik pada dirinya, Bahkan Jeanne sudah bisa mengakrabkan dirinya kepada seluruh teman kerjanya.
Hubungan Jeanne dengan Naruto pun menjadi semakin dekat, bahkan tak jarang Jeanne meminta bantuan Naruto untuk membantunya, padahal saat dulu Jeanne baru bekerja disini, dia sangat jarang meminta bantuan kepada Naruto.
Namun, saat ini Jeanne tidak segan lagi untuk meminta bantuan kepada Naruto, dan Naruto juga sebisa mungkin membantunya tanpa tahu maksud sebenarnya dari Jeanne yang terus meminta bantuannya.
Saat ini sudah waktunya bagi para karyawan istirahat, karena sudah memasuki waktu makan siang, saat ini Jeanne sedang mencari keberadaan Naruto. Tetapi dia tidak bisa menemukan pemuda yang telah membuatnya tertarik tersebut.
'Dimana si Naruto ini, jangan buat calon kekasih khawatir kenapa sih.' Batin Jeanne disertai dengan senyum manisnya.
Beberapa minggu melakukan sesuatu bersama Naruto membuat Jeanne mulai menyukai pemuda pirang itu, dia menyukai segala hal dari Naruto.
Seperti saat Naruto tersenyum, saat Jeanne melihat Naruto bekerja keras, bahkan dia menyukai Naruto saat memasang ekspresi lelahnya setelah selesai dengan pekerjaannya.
Jeanne sudah mencari Naruto di beberapa tempat yang sering Naruto datangi saat sedang istirahat seperti ini, namun dia tidak menemukan sosok yang dia cari saat ini.
'Satu satunya tempat yang belum aku datangi adalah tempat parkir di halaman belakang toko, seingatku disana terdapat sebuah pohon yang cukup besar, mungkin saja Naruto saat ini sedang bersantai di bawahnya.' Batin Jeanne
Setelah Jeanne sampai di tempat parkir tersebut dia tersenyum karena sosok yang saat ini dia cari berada di bawah pohon itu, Jeanne akui kalau tempat itu memang cocok untuk bersantai, seperti sebuah tempat khusus yang dibuat untuk bersantai saat siang seperti ini.
"Naruto, apa yang sedang kamu lakukan di tempat seperti ini?" Tanya Jeanne kepada Naruto
"Aku hanya sedang memikirkan sesuatu, dan aku juga sedang memikirkan langkahku selanjutnya." Jawab Naruto
"Heh... apa yang sedang kamu pikirkan saat ini?" Ucap Jeanne
Jeanne duduk di samping Naruto saat ini, dia penasaran apa yang sebenarnya Naruto sedang pikirkan hingga dia memilih tempat ini untuk memikirkannya.
"Aku hanya sedang berpikir, bagaimana cara membuat orang yang kusukai juga menyukai ku." Jawab Naruto kepada Jeanne.
Bagai tersambar petir di siang bolong, Jeanne terkejut saat tau Naruto sudah menyukai orang lain, hatinya terasa sesak dan sakit saat ini, karena Jeanne sudah sangat menyukai Naruto sekarang.
Jeanne hanya bisa menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan matanya yang mulai berkaca kaca, bahkan terlihat beberapa air mata mengalir melewati pipinya.
"Nee, Jeanne maukah kamu mengajariku tentang hal ini, tentang bagaimana caranya membuat orang yang kusukai juga menyukaiku." Tanya Naruto tanpa melihat raut wajah Jeanne yang nampak menyedihkan.
Jeanne yang mendengar itu semakin tercabik hatinya, mengapa dia harus membantu orang yang disukainya mendapatkan cinta dari orang lain yang bahkan Jeanne tidak mengetahuinya.
"Kurasa aku tid-"
"Ayolah Jeanne bantu aku mendapatkan hatinya, aku sangat mencintainya dan aku tidak ingin dia jatuh ketangan orang lain." Potong Naruto saat dia tahu bahwa Jeanne akan menolaknya, Naruto bahkan memasang wajah memelasnya.
Jeanne rasanya ingin pergi meninggalkan tempat itu dan menangis saja, namun dia urungkan niatnya saat melihat tatapan memelas Naruto.
Dengan menahan sekuat mungkin air mata yang akan turun Jeanne juga sebisa mungkin menahan isakannya.
"M-mungkin k-kamu h-harus memberikan hal yang dia sukai saat ingin mengungkapkan perasaanmu, seperti bunga atau mungkin boneka beruang." Ucap Jeanne sebisa mungkin menahan air matanya yang akan turun, bahkan dirinya tidak percaya jika dia akan membantu pemuda pirang itu.
"Apakah Jeanne menyukai hal semacam itu?" Tanya Naruto kepada Jeanne
"T-tentu s-saja a-aku m-menyukainya, siapa yang tidak suka dengan pemberian dari seseorang yang telah memenuhi hatinya." Jawab Jeanne
"Baiklah terima kasih Jeanne, kurasa aku akan mencobanya besok, mari kita segera masuk waktu makan siang hampir habis." Ajak Naruto
"Baiklah" Ucap Jeanne dengan suara lemah.
Keesokan harinya Jeanne datang bekerja seperti biasanya, namun ada sesuatu yang berbeda dari penampilannya pagi ini, mata Jeanne telihat sedikit bengkak dan memerah.
Naruto yang melihatnya sedikit khawatir, dia khawatir jika Jeanne kekurangan jam tidur atau kelelahan hari ini. Naruto berjalan menghampiri Jeanne, setelah sampai di depannya Naruto bertanya kepada Jeanne
"Jeanne apakah kamu baik baik saja, matamu terlihat sedikit merah dan bengkak, apakah kamu menangis semalaman atau mungkin kamu kurang tidur."
"Kamu bisa beristirahat sekarang, biar aku yang akan bilang ke manajer kalau kamu sedang tidak enak badan." Lanjut Naruto.
Jeanne yang mendengar nada khawatir Naruto terbesit rasa senang dihatinya, namun segera dia ubah raut wajahnya menjadi datar dan berjalan melewati Naruto tanpa berniat membalas pertanyaan pertanyaan yang Naruto katakan.
Sedangkan Naruto yang melihat Jeanne mengacuhkannya merasa sedih dan juga sakit, Naruto sudah menaruh hatinya kepada Jeanne saat dia baru bertemu dengannya beberapa minggu yang lalu, namun melihat sikap Jeanne kembali menjadi datar membuat hati Naruto semakin sakit.
'Di-dia mengacuhkanku, dan kenapa ekspresinya berubah menjadi seperti dulu lagi, kurasa aku telah membuat kesalahan kepadanya, aku akan meminta maaf kepadanya sekarang.' Batin Naruto
Naruto berjalan menghampiri Jeanne, dia berniat untuk berbicara kepada Jeanne dan meminta maaf sekarang juga, namun setelah dia mendekatinya Jeanne langsung menjauhinya lagi.
'Dia menghindariku, apakah dia membenciku?'
Namun Naruto tidak menyerah, saat ini prioritas utamanya adalah meminta maaf kepada Jeanne dan meminta penjelasannya.
'Waktu makan siang telah tiba, ini kesempatanku untuk berbicara dengannya, semoga dia tidak menghindariku lagi.' Batin Naruto penuh harap
Naruto mencari Jeanne keseluruh penjuru toko, bahkan dia sudah memeriksa ruang karyawan namun dia tidak menemukannya,
Naruto mulai memeriksa halaman belakang toko, tepatnya di pohon kemarin, dan dia melihat Jeanne disana sedang menundukkan kepalanya.
Naruto berniat menghampirinya, setelah Naruto sampai dia mengambil tempat duduk di samping Jeanne
"Nee Jeanne kenapa kamu menghindariku hari ini, apakah aku telah membuat kesalahan, kalau memang aku membuat kesalahan, tolong maafkan aku." Ucap Naruto, namun tidak terdengar suara dari sampingnya.
"Huh... Kurasa aku akan memberitahumu sesuatu." Lanjut Naruto sambil melirik kearah Jeanne berharap mendapatkan perhatiannya.
"Apakah kamu masih ingat saat aku memintamu untuk membantuku kemarin, kurasa aku tidak akan berhasil dengan rencana itu, karena sekarang dia seperti sedang menghindariku." Naruto kembali melirik kearah Jeanne, namun dia tidak berhasil mendapatkan perhatiannya.
"Kenapa? kenapa dia menghindarimu sekarang ini?" Mendengar suara dari Jeanne, Naruto tersenyum karena akhirnya dia bisa mendapatkan kembali perhatiannya.
"Kurasa aku telah membuat kesalahan yang cukup fatal kemarin, mungkin itulah alasannya kenapa dia menghindariku sepanjang hari ini." Jelas Naruto.
"Memang seberat apa kesalahan yang kamu perbuat hingga dia menghindarimu?"
"Entah aku juga kurang mengerti, Jeanne apakah kamu tidak ingin tahu siapa perempuan yang kusukai selama ini." Ucap Naruto.
"Memangnya siapa?" Tanya Jeanne dengan ekspresi penasaran.
Naruto yang mengetahui perubahan Jeanne saat ini kembali terenyum, sepertinya dirinya berhasil membuat Jeanne menghilangkan ekspresi datarnya.
"Akan kuberitahu setelah kamu memberitahuku apa yang membuatmu menghindariku seharian ini." Tawar Naruto kepada Jeanne.
"Aku tidak akan memberitahumu tentang itu." Ucap Jeanne dengan nada kesal yang menggemaskan.
"Kurasa perempuan itu merupakan perempuan yang sama yang sedang menghindariku sepanjang hari ini di toko." Ucap Naruto disertai senyumannya.
Jeanne yang mendengar itu sedikit bingung, seharusnya Naruto tidak terlalu akrab dengan karyawan wanita di toko ini selain dirinya.
"Siapa wanita yang kamu maksud?" Tanya kembali Jeanne.
"Dasar, memangnya siapa lagi wanita yang sangat akrab padaku di toko ini selain kamu, itu kamu Jeanne kamulah perempuan yang aku sukai selama ini." Ucap Naruto tulus bahkan terlihat dari senyuman yang diberikan Naruto kepada Jeanne.
Jeanne yang mendengar hal itu tidak bisa untuk tidak terkejut, ternyata pria yang disukainya juga menyukai dirinya.
"Benarkah itu? kamu sedang tidak bercanda, kan?"
"Untuk apa aku bercanda tentang hal itu." Jawab Naruto disertai dengan senyumannya.
Jeanne langsung menghambur kepelukan Naruto saat itu juga, bahkan dia sedikit terisak di pelukan pemuda itu, Jeanne sangat bahagia saat ini begitu juga dengan Naruto.
"Jadi apakah itu artinya kamu menerima perasaanku." Ucap Naruto
Jeanne hanya menganggukkan kepalanya yang masih bersarang di dada Naruto.
"Syukurlah, terima kasih Jeanne, kamu memang partner terbaikku di sini."
"Jadi, bagaimana kalau kita segera kembali ke toko sekarang, aku yakin manajer dan yang lainnya sedang menunggu kita disana." Ucap Naruto sambil merenggangkan pelukan yang diberikan oleh Jeanne.
Namun sayangnya, Jeanne tidak berniat sedikitpun untuk melepas pelukan itu, bahkan Jeanne semakin mempererat pelukannya kepada Naruto.
"Izinkan aku memelukmu seperti ini lebih lama lagi." Pinta Jeanne dengan suara yang lucu, Naruto yang mendengar suara yang dikeluarkan Jeanne membuatnya tidak bisa untuk menolak permintaan itu.
"Baiklah"
Naruto juga balas memeluk Jeanne sama eratnya, dia juga sebenarnya tidak ingin jika Jeanne melepaskan pelukannya.
"Nee Jeanne"
"Ada apa Naruto?" Tanya Jeanne sembari melepaskan pelukannya untuk menatap wajah Naruto.
"Kau belum menjawab pertanyaan ku, kenapa kamu menghindariku seharian ini? kau tau saat aku melihat wajahmu yang kembali menjadi datar hatiku terasa sakit, jadi kenapa?" Naruto kembali bertanya.
"Oh... Apakah kamu ingat saat kamu membicarakan tentang wanita lain, saat kamu bertanya tentang hal itu aku merasa cemburu sekaligus sedih karena aku berpikir aku akan kehilanganmu, dan untuk ekspresi yang kutunjukkan seharian ini aku minta maaf karena aku juga berusaha menutupi kesedihanku saat itu." Jelas Jeanne dengan raut wajah menyesal.
Naruto yang melihat wajah menyesal kekasihnya itu hanya tersenyum, dan membenamkan kambali wajah Jeanne kedalam pelukannya, Jeanne yang diperlakukan seperti itu hanya bisa tersenyum dan semakin dalam membenamkan wajahnya.
'Terima kasih.'
FINISH~
Stories By KitsuneSan99
Original Oneshoot
About Story :
Pair : Naruto Uzumaki X Jeanne d'Arc
Title : My Beautiful Partner
Anime :
- Naruto Belongs To Masashi Kishimoto
- Fate Series Belongs To Type Moon
Word : 3.327 Words (Clear)
Berjumpa lagi dengan saya KitsuneSan99 di Fic ini. Seperti biasa, saya ingin para readers memberikan kritik dan sarannya dengan baik terhadap Fic ini.
Jangan lupa untuk memberikan review kalian tentang fic ini.
Saya ucapkan terima kasih kepada para readers yang sudah memberikan respon positif di Fic sebelumnya.
Saya minta maaf apabila ada beberapa kesalahan kata maupun bahasa yang saya gunakan.
Silahkan beritahu aku jika kalian menikmati Fic ini, tolong di review ya... Stay tune~
Mungkin nanti aku akan coba bikin yang berseri, tapi itu nanti kalau aku udah benar benar siap membuatnya. Bye...
Mark : Kitsune~
