Prolog
Tittle : Eine Kleine
Genre : Shounen-ai, hurt, comfort, life.
Rating : T
Pairing : Kageyama Tobio x Hinata Shoyo
Slight
Sawamura Daichi x Sugawara Koushi
Author : Himawariyuzu
Desclaimer : Cerita ini murni milik saya dan terinspirasi dari lagu Kenshi Yonezu – Eine Kleine. Karakter dalam anime Haikyuu sepenuhnya milik Haruichi Furudate, OC yang digunakan untuk membangun isi cerita juga mutlak milik saya.
Warning : Mengandung unsur shounen-ai jika pembaca tidak berkenan silahkan meninggalkan page ini. Maaf jika karakter yang terbangun di fanfiction ini OOC.
Summary : Setelah sekian lama tidak bertemu dan saling menghindari satu sama lain, Tanaka mencetuskan ide untuk berkumpul kembali melepas rindu tim voli Karasuno. Bagi Kageyama dan Hinata itu bukanlah hal yang mudah, sementara bagi Daichi dan Sugawara bayangan rasa canggung membuat mereka ragu. Shounen-ai! Bxb! AU! KageHina slight DaiSuga and other.
Tanaka Ryuunosuke mengapit dagu dengan jari telunjuk dan ibu jarinya, matanya sibuk mengawasi keadaan diluar sana. Musim panas terasa lebih panjang tahun ini, pemuda yang terkenal banyak bicara dan bersikap bar-bar itu terlihat begitu serius. Matahari mulai kembali ke peraduan, menyisakan sejumput warna orange di langit Miyagi. Ah, sudah berapa lama Tanaka tidak kembali pulang ke rumahnya? Dua tahun? Tiga tahun? Kota Tokyo membuat Tanaka lupa pada tempat ini, Tanaka begitu merindukan Miyagi. Banyak kenangan berharga yang tertinggal disini.
Menghela napas dengan berat, ingatan masa SMA yang menyenangkan melintas dalam benak Tanaka. Masa dimana ia masih begitu bersemangat mengejar impiannya, masa dimana ia mulai tak mengenal kata 'menyerah' masa muda yang menempa Tanaka hingga ia mampu mencapai titik ini.
Lagu di café yang tak terlalu ramai berganti menjadi lagu menyenangkan yang menceritakan tentang cinta. Pemuda yang mencintai voli itu menyesap latte yang mulai dingin, sudah terlalu lama ia ada disini.
"Oi, Tanaka!" bolamata hitam pekat tertuju pada sosok yang Tanaka kenal betul. Senyum lebar menggores bibirnya, di pintu masuk dua pemuda berdiri. Satunya memiliki tubuh pendek dengan rambut hitam beraksen pirang yang lucu tapi memiliki daya tarik tersendiri, disamping pemuda pendek itu ada pemuda bertubuh tinggi dengan rambut lumayan panjang yang diikat kebelakang.
"Hoi! Asahi! Nishinoya!" Keduanya melangkah mendekat, Nishinoya menghadiahkan pukulan keras di kepalanya. Asahi menyengir kasihan, barista muda yang tengah merenung sontak menoleh ke sumber suara.
"BAKAAAAAAA! BAGAIMANA BISA KAU MENIKAH DENGAN KIYOKOOOOOOO?!" Jerit Nishinoya dengan berlebihan dibubuhi nada patah hati yang memperihatinkan. Asahi menenangkan Nishinoya yang masih saja menjadi fanboy manager club voli itu.
Tanaka menyeringai lebar dengan wajah super menyebalkan di abad ini. "Aku keren kan?"
Andai Asahi tidak menahannya, bisa dipastikan kepala Tanaka menjadi korban jurus Rolling Thunder kebanggaannya itu.
"Sudah-sudah." Asahi menengahi keduanya, menyuruh Nishinoya untuk diam dan duduk dengan tenang.
"Tidak baik loh Nishinoya kalau kau cemburu padaku, padahal kau dan Asahi sudah bertunangan." Nishinoya ingin menyiram wajah sombong Tanaka dengan latte pemuda itu.
Asahi hanya tertawa kaku, apa yang Tanaka katakan memang benar. Ia sendiri tidak menyangka jika pada akhirnya Kiyoko Shimizu menjatuhkan pilihannya pada Tanaka, padahal dulu Kiyoko dikabarkan dekat dengan Sugawara.
"Kalau sampai anggota tim yang lain tahu, kau tidak akan selamat." Judes Nishinoya. Tanaka tergelak sampai terbatuk, Asahi menggeleng kecil melihat kelakuan teman-teman satu timnya yang tak jua berubah sejak dulu.
"Ah soal tim," atmosfer disekeliling mereka berubah, Tanaka tampak lebih serius. Sebenarnya hal inilah yang ingin ia bicarakan. "Aku kehilangan kontak dengan yang lainnya. Aku hanya bisa menghubungimu, Asahi, Tsukishima, dan Yamaguchi. Mereka menghilang begitu saja."
Nishinoya menunduk, memandang buku menu tanpa minat. Tanaka benar. Sugawara, Daichi, Kageyama dan Hinata menghilang sama sekali tidak bisa dihubungi. Tidak ada yang tahu dimana mereka sekarang.
Tanaka sudah menjadi Manager disebuah supermarket Tokyo, Asahi menjadi guru bimbel, Nishinoya yang kelewat semangat menjadi guru olahraga, Tsukishima melanjutkan S2, dan Yamaguchi bekerja disebuah kantor biasa.
Sulit rasanya mengumpulkan mereka seperti dulu, selain karena kesibukan masing-masing mereka kehilangan kontak satu sama lain. Ia dibantu oleh Kiyoko akhirnya berusaha mencari tahu, hasilnya tak terlalu memuaskan namun ini sudah cukup.
"Kiyoko sedang mencaritahu, kuharap hasilnya menyenangkan. Aku ingin merayakan pesta lajang dengan kalian." Pernikahannya dengan Kiyoko akan berlangsung beberapa bulan yang lalu, Tanaka ingin pesta lajangnya berlangsung dengan mengesankan.
"Kami juga." Asahi tidak ingin berpangku tangan. Ia dan Nishinoya sudah cukup menelan pil pahit bahwa di pertunangan mereka anggota tim voli Karasuno tidaklah lengkap. Meski Nishinoya tidak mengatakannya, Asahi tahu pemuda itu cukup kecewa. "Tenang saja, Tanaka pasti mereka akan segera ditemukan."
Asahi menenangkan Tanaka sekaligus dirinya sendiri.
"Kalau sampai mereka berhasil ditemukan, awas saja." Nishinoya tertawa bak psikopat yang berhasil membunuh targetnya. Bulu kuduk Asahi dan Tanaka meremang mendengar ucapan dan ekspresi Nishinoya.
"Tenanglah." Asahi menenangkan Nishinoya yang nyaris saja meremukkan buku menu ditangannya.
Bunyi lonceng café terdengar cukup nyaring, barista muda memberi sambutan ceria pada sosok jangkung berambut pirang dengan kacamata yang khas.
Tsukishima menyapukan pandangannya kesekeliling, ia tampak lega ketika akhirnya berhasil menemukan orang yang hendak ditemui.
"Oi, Tanaka-senpai!" Tsukishima menyapa Asahi dan Nishinoya dengan nada malas andalannya, ia mendapat protes keras dari Nishinoya. "Yamaguchi tidak bisa datang, ia ada pekerjaan mendadak."
"Ya, itu bisa diterima." Tanaka mengangguk-angguk penuh wibawa.
"Ne, aku menemukan informasi yang menarik." Tiga orang yang lebih tua darinya tampak penasaran dan menanti apa yang hendak Tsukishima.
"Apa itu?" Tanya Nishinoya dengan semangat yang menggebu.
Tersenyum miring, Si Pirang berusaha bersikap cool.
"Daichi-senpai selama ini ada di Osaka, dia sepertinya punya bisnis disana. Kebetulan dosenku mengenalnya. Kemudian Sugawara-senpai kudengar ada di Kanada, teman kuliahku pernah mengikuti program pertukaran pelajar dengan Sugawara-senpai. Kageyama… dia sebenarnya ada di Tokyo," Tanaka tercekat mendengarnya. Kenapa ia tidak tahu padahal dirinya ada di Tokyo? "Dia bergabung dengan atlet naisonal Jepang bukan? Namun keluar karena cidera parah yang mengharuskannya berhenti bermain voli. Kabarnya kini ia hanya menjadi pelatih voli."
Hening menyapa, lagu ceria milik idol Jepang tidak bisa mencairkan suasana tegang yang tercipta. Terpujilah Tsukishima dengan koneksi luasnya itu.
"Lalu… Hinata?" Tanya Asahi dengan lamat-lamat.
Tsukishima membenarkan letak kacamatanya yang melorot.
"Ia tinggal di pegunungan Komori. Tidak banyak yang kutahu, aku hanya tahu Hinata ada disana."
Nishinoya menghembuskan napasnya kasar. Teringat pada bocah yang secara terang mengakui kehebatannya itu. Hinata menghilang begitu saja, tidak melanjutkan pendidikkannya. Tidak ada yang tahu apa yang Hinata alami, termasuk Kageyama. Kemudian semuanya terjadi begitu cepat, tim voli tercerai dengan sendirinya. Seolah itu adalah hal alami yang tidak perlu untuk dipertanyakan kenapa bisa terjadi.
Tapi semakin lama mereka menyadari bahwa ikatan yang terbentuk tidak bisa putus begitu saja, sebuah insting yang muncul untuk mencari dan berkumpul kembali. Entah untuk bercakap khas teman lama ataupun melihat wajah satu sama lain. Bertukar cerita dan menertawakan kebodohan dimasalalu. Saling mengunggulkan diri mungkin bisa saja dilakukan-dalam kasus ini Tanaka akan menyombong bahwa ia akan menikahi Kiyoko-.
Mereka bertanya-tanya apakah Daichi masih berwibawa namun menyeramkan jika marah? Apakah Sugawara masih selembut dan seoptimis dulu? Apakah Kageyama masih egois dan gemar marah? Lalu Hinata… apakah dia masih sering gugup dan polos?
Waktu memang bisa mengubah segalanya, menghapusnya tanpa ada sisa. Masa dewasa tidak akan pernah sepolos masa muda.
TBC
