Diamond no Ace © Terajima Yuuji
Aku tidak mengambil keuntungan apapun kecuali kesenangan jiwa semata (?)
Sawamura Eijun, Miyuki Kazuya,
.
Devastated
7th night : Kuramochi Youichi
0o0o0o0o0
.
Eijun hanya tinggal satu malam di Nagano. Tidak berani untuk lebih lama karena melihat reaksi tetangganya ketika bertemu dengan dirinya dan Mima di sana. Kondisi kakeknya juga sudah membaik, walau ia memilih untuk tidak menemui kakeknya, Eijun tetap datang untuk mengintip sendiri bagaimana sang kakek. Baru setelah yakin semua baik-baik saja dirinya pamit pada Wakana dengan alasan, "Mima-san harus berangkat kerja lagi besok."
Sebenarnya Mima tidak keberatan jika mereka bertahan lebih lama, tapi Eijun tidak ingin Mima sampai tahu kalau dirinya dibenci banyak orang sekitar karena statusnya yang seorang Gay. Eijun juga sudah menghubungi kakak kelas kesayangannya selain Kazuya saat di SMA dulu, orang yang juga tahu semua hal tentang Eijun, meminta untuk disembunyikan dari Miyuki satu malam lagi.
Jadi begitu mereka sampai lagi di Tokyo sore hari itu, Eijun langsung menolak ajakan Mima yang ingin menghabiskan malam bersama lagi. "Aku harus menemui salah satu seniorku. Aku janji akan menemaninya minum malam ini."
"Miyuki?"
"Bukan. Dia bukan satu-satunya senior yang aku kenal, Mima-san."
"Baiklah kalau begitu. Lain kali langsung hubungi aku saja kalau kau butuh teman." Eijun mengangguk kemudian sedikit menunduk ketika pamit. Dari stasiun tempat pemberhentian mereka tadi Eijun harus pergi empat stasiun lagi ke arah barat. Rumah Kuramochi Youichi adanya sedikit jauh dari area kampus dan tempat kerja Kazuya.
Saat di SMA dulu Eijun punya satu senior yang kebetulan satu kamar asrama dengannya, dan juga mengaku sebagai gay. Orang itu adalah Kuramochi Youichi. Orang yang membuat Eijun akhirnya memberanikan diri mengatakan hal yang sebenarnya tentang hubungan ia dengan Chris pada ayah dan ibunya. Orang yang menjaga Eijun dari banyak gunjingan dan mengajarkan Eijun untuk tegar dari semua gunjingan itu.
Dia sama baiknya dengan Miyuki Kazuya, tapi Eijun tidak jatuh cinta padanya karena Eijun tahu Kuramochi sudah punya tambatan hati, dan orang itu adalah teman satu kelasnya di kampus juga. Yap, Kuramochi Youichi adalah kekasih Kominato Haruichi. Belakangan mereka sedang ada masalah karena ternyata Kuramochi pernah memiliki hubungan dengan Ryosuke, kakak laki-laki Haruichi, sebelum berhubungan Haruichi, dan sepertinya dua orang itu belum benar-benar menyelesaikan masalah mereka saat berpisah, jadi Haruichi sedikit merasa bersalah pada kakaknya dan mulai menolak bertemu dengan Kuramochi.
"Kau benar-benar datang." Eijun dipersilahkan masuk ke dalam apartemen sang senior. Tidak berbeda jauh dengan apartemen Eijun, tempat Kuramochi juga tidak begitu besar, tidak terlalu mewah, tapi tempat yang Kuramochi pilih adalah tempat yang lumayan ramai. Karena kebetulan jaraknya hanya lima menit berjalan kaki dari stasiun terdekat, di sebelah gedung apartemen ada sebuah swalayan besar dan tidak jauh dari sana adalah kawasan anak sekolah; ada SMA, SMP dan Sekolah Dasar juga.
"Mochi senpai, kau benar-benar tidak bilang Miyuki senpai kalau aku datang ke sini, kan?" Kuramochi mengiyakan sambil menyuguhinya dengan beberapa kaleng beer dan makanan pendamping. Eijun benar-benar datang untuk mendengarkan kelu kesah Kuramochi, kerena memang sudah sejak lama Eijun berjanji akan mengunjungi seniornya ini.
"Tapi kenapa kau harus bersembunyi dari Miyuki? Kalian bertengkar?"
Eijun mengiyakan. Menceritakan tentang pertengkarannya dan Kazuya dua hari lalu. Juga menceritakan tentang kondisi kakeknya di Nagano. Ia juga bercerita tentang dirinya yang sempat bersembunyi sana-sini demi menghindari Kazuya sebelum akhirnya tertangkap basah saat membawa pulang Furuya. "Aku bilang padanya aku akan tinggal di Nagano beberapa hari, tapi karena mengajak Mima-san aku tidak bisa tinggal lama. Dan aku masih tidak ingin bertemu Miyuki senpai, makanya aku tidak ingin dia tahu aku sudah kembali ke Tokyo."
Tas yang penuh dengan pakaian ganti menjadi barang bukti yang Eijun pamerkan pada Kuramochi. Tas itu membawa pakaian untuk setidaknya tiga-empat hari, dan Eijun berniat untuk menghindari Kazuya sampai rasanya ia sudah tidak punya pakaian bersih lagi di tasnya.
"Malam ini biarkan aku menginap. Sebagai gantinya aku akan dengarkan semua kelu-kesah Mochi senpai tentang Haruichi dan Ryo-san. Begini-begini aku lumayan berpengalaman, loh."
Tidak bisa menolak permintaan adik kelas kesayangannya, Kuramochi mengangguk dan mulai dengan meneceramahi Eijun dan kelakuan Eijun yang suka kabur-kaburan dari Kazuya. Meski harusnya malam itu mereka membicarakan masalah Kuramochi, tapi sekarang justru dirinya yang habis diomeli.
"Aku paham kenapa Miyuki marah, aku juga pasti akan menegurmu kalau setiap hari yang kau lakukan adalah membawa pulang laki-laki yang berbeda. Selain berbahaya, itu juga tidak baik untuk kesehatanmu." Omongan Kuramochi terjeda karena beberapa teguk beer yang diminumnya. Padahal belum banyak minum, tapi malam ini seniornya itu sudah mulai mabuk. "Tapi aku juga tidak suka dengan kata-kata yang dia pilih. Bagaimana pun cara hidupmu, dia tidak punya hak untuk menggolongkannya dalam satu kata. Kau punya cara bertahanmu sendiri, dia bisa memberi masukan, tapi tidak bisa menggolongkanmu seenaknya."
"Dia sendiri harusnya sadar diri kalau dia tidak punya hak untuk menceramahimu, setidaknya menurutku, kelakuannya yang suka tidur dengan pria atau wanita manapun hanya untuk bersenang-senang satu malam sama saja dengan apa yang kau lakukan—hanya yang membedakan adalah dengan siapa saja kalian tidur. Selebihnya cara hidup Miyuki sendiri jauh lebih buruk ketimbang cara hidupmu, di mataku."
"Kan? Dia jahatkan?" entah kenapa hati Eijun sedikit lega mendengar pembelaan Kuramochi barusan. Seperti ada yang benar-benar berdiri di pihaknya dan mau mengerti seberapa sulit hidup dengan jutaan ketakutan yang Eijun rasa.
"Tapi dia benar-benar menyebalkan memang. Tanpa tahu tentang perasaanmu dengan seenak jidatnya dia melakukan ini-itu dalam hidupmu." Oh, dan yah, Kuramochi juga tahu tentang perasaannya pada Kazuya. Kuramochi adalah orang pertama yang Eijun beri tahu sendiri tentang itu. "Kau cukup sial karena jatuh cinta pada orang yang hobi ikut campur dalam hidupmu, ya? Mau menjauh rasanya sulit, tapi terus di dekatnya juga sulit."
"Mochi senpai juga cukup sial karena jatuh cinta pada adik kandung mantan kekasih yang kau putuskan sepihak." Sahut Eijun sebelum memajukan kaleng beernya, menawarkan toss untuk hati mereka yang malam ini sama-sama kesal dengan salah satu jenis perasaan sialan yang orang-orang anggap sebuah anugrah, tapi sesunggunya menyimpan sejuta kesengsaraan pula.
"Tapi memang, yah, mencintai seseorang itu tidak semudah yang film dan drama tunjukan. Kalimat-kalimat manis yang menggambarkan cinta dalam novel tidak sepenuhnya benar. Dan sekarang kita sama-sama terjebak disituasi bingung harus mencari reverensi apa lagi untuk membantu permasalahan cinta kita."
0o0o0o0o0
Waktu berjalan cukup lambat, tapi sekarang sudah lewat tengah malam, mereka juga sudah cukup mabuk. Eijun bahkan yakin kalau Kuramochi sudah benar-benar mabuk.
Setelah puas menceramahi Eijun dan membicarakan keburukan Kazuya, kakak kelasnya itu benar-benar menjadikan Eijun tong sampah untuk membuang semua unek-uneknya tentang hubungan dia dan Haruichi. Dia menceritakan semuanya pada Eijun, semua hal yang pernah terjadi antara dirinya dengan Kominato Ryousuke, kakak laki-laki Haruichi, dan kesalahpahaman yang sampai sekarang tidak pernah ingin Haruichi dengar penjelasannya.
Semuanya, Kuramochi Youichi mengatakan semua hal yang mengganjal hatinya pada Eijun. Dia yang biasanya menjadi tempat Eijun mengadu ini dan itu, bersembunyi dari dunia yang menjengkelkan, kini membiarkan Eijun membalas semua perlakuan baiknya di masa lalu.
"Padahal sudah kubilang, antara aku dan Ryou-san sudah tidak ada apa-apa. Kami benar-benar sudah putus dulu, aku yang memutuskannya sendiri dan Ryou-san hanya diam waktu itu." Rancaunya sambil kembali menenggak beer dari kaleng yang lain. "Mana aku tahu kalau ternyata Ryou-san masih punya perasaan padaku. Dan juga, itu bukan salahku, iyakan, Sawamura?"
Eijun mengangguk. Mengiyakan sambil terus ikut menemani Kuramochi minum. Walau dirasa kepalanya mulai pusing, kesadarannya mulai pudar, tapi Eijun tetap ingin mendengarkan semua yang Kuramochi ingin katakan. Hanya dengan begini cara dirinya membalas budi atas semua hal yang sudah Kuramochi lakukan padanya dulu—bahkan sampai sekarang.
"Aku mencintainya, apa itu masih kurang bagi dia? Kenapa dia harus takut Ryou-san membenci dirinya hanya kerena tahu kalau sekarang kami sepasang kekasih? Aku dan Haruichi kan tidak melakukan hal yang salah. Kami tidak main curang di belakang Ryou-san, dan aku tidak akan pernah melakukan hal menjijikan seperti itu. Kan, Sawamura?"
Eijun kembali mengangguk. Mengiyakan dengan dengungan singkat.
"Butuh waktu lama bagiku untuk mendapatkan hati Haruichi, tapi setelah masalah ini terungkap rasanya waktu yang aku gunakan untuk meyakinkan Haruichi jauh dari kata cukup untuk membuat anak itu mengerti bahwa aku mencintainya—lebih dari kakaknya, aku mencintai Kominato Haruichi."
Eijun ingin tahu bagaimana dengan laki-laki gay lain di luar sana. Apa mereka juga merasakan kesulitan seperti yang dirinya dan Kuramochi rasakan hanya untuk bersama dengan orang yang di cintai? Atau adakan yang jauh lebih menderita dari mereka? Eijun ingin tahu, ingin sedikit menenangkan diri dengan kalimat, "Aku tidak sendirian. Mereka yang lain juga sama sepertiku."
"..atau mungkin akan jauh lebih baik jika aku jatuh cintanya padamu, Sawamura?" kaleng beer dihentakan keras pada meja di depan mereka. Eijun tahu kali ini Kuramochi sudah benar-benar mabuk, semua masalah yang berputar-putar di kepala sang senior mungkin saat ini sedang menggila, membuat Kuramochi ingin lari dari kenyataan. Dan sebagai orang yang masih sadar saat ini, Eijun tidak ingin sampai mereka melewati batasan mereka sendiri. "Seperti mereka yang rela mendapat gelar bodoh karena terus mengejar-ngejar tubuh dan cintamu, padahal mereka tahu kau tidak akan pernah jatuh cinta pada kebaikan dan perlakuan manis mereka ... apa aku harus jadi salah satu dari mereka?"
Kuramochi mendekat, memotong jarak antara wajah mereka sambil terus menatap lurus pada mata Eijun sebelum akhirnya menjatuhkan satu ciuman pada bibir Eijun. Dia tersenyum, kemudian tertawa sebentar dan kembali meminum beernya.
Tadi itu sedikit tidak terduga. Eijun tidak bisa menghindarinya. Jadi dalam hati Eijun hanya bisa memohon pada dewa dan Haruichi. "Maafkan aku. Maafkan aku."
"Senpai kurasa kau sudah terlalu mabuk."
"Biar saja." Kuramochi menolak saat Eijun mencoba mengabil kaleng beer di tangannya. "Aku ingin melupakan Haruichi, kemudian jatuh cinta padamu saja."
Jujur saja, Eijun tidak suka mendengar itu. Ada beban yang tiba-tiba jatuh padanya.
Eijun berhubungan dengan banyak orang bukan karena ingin memuaskan mereka dengan tubuhnya. Tidak-tidak, hubungannya dengan pria-pria lain itu bukan sebuah pekerjaan. Eijun bersama dengan mereka karena Eijun menginginkan cinta mereka, karena Eijun ingin diperlakukan istimewa oleh mereka, dan karena Eijun ingin melarikan diri dari rasa kesepian yang menggerogoti hatinya.
Atau secara garis besar bisa dikatakan begini; Kazuya tidak bisa memberikan dirinya waktu dan cinta, makanya Eijun mencari cinta itu dari orang lain dimalam hari, disaat dunia jadi seratus kali lebih sepi dan menakutkan untuk dihuni sendirian.
"Setidaknya jatuh cinta denganmu akan membuatku lebih mudah untuk menyerah. Aku bisa langsung mengubur harapanku karena aku tahu kau hanya mencintai Miyuki-sialan itu." Lagi Kuramochi menenggak isi kaleng beernya. Kali ini sampai habis. Setelah itu dia mendekatkan diri pada Eijun lagi, mencoba untuk mencium Eijun lagi.
Tapi tidak mau menyerah, Kuramochi menjatuhkan diri di atas tubuh Eijun—menibannya. Kemudian tangan Kuramochi mulai nakal dengan meraba paha Eijun. Naik, meraba perutnya dan membuat Eijun kaget saat tangan Kuramochi berhasil menyentuh puting kirinya.
Tentu saja Eijun mengelak. Hatinya akan merasa tidak enak jika membiarkan seniornya ini melakukan lebih dari itu. "Mochi senpai, sadarlah." Sekuat tenaga Eijun menghindari ciuman lain yang ingin Kuramochi beri padanya.
"Kenapa? Kau juga tidak ingin bersama denganku? Menurutmu aku—hik—adalah orang brengsek?"
"Tidak, senpai." Eijun menjauhkan diri. Buru-buru memberekan semua kaleng beer di sana sebelum Kuramochi mencoba untuk minum dari kaleng lain lagi. Setelah itu dia mengambilkan satu gelas air untuk sang senior, meminta Kuramochi untuk minum dan menenangkan diri.
"Bagiku Mochi senpai adalah orang baik. Aku ingin tetap menjadi juniormu, menerima banyak pelajaran darimu dan menjadi temanmu seterusnya. Tapi aku tidak ingin hal yang lebih dari itu."
"Lalu kenapa? Hik ... kalau bukan karena kau pikir aku brengsek kenapa kau menolak—hik—ku?"
Eijun mengambil kembali gelas yang tadi ia berikan pada Kuramochi setelah isinya kosong. Senior di sampingnya sedang terisak, tapi yang bisa Eijun lakukan hanya menepuk pundak Kuramochi dan berkata, "Karena kalau kubiarkan senpai melakukan hal lebih, kau sendiri yang akan menyesalinya nanti. Dan aku tidak ingin hal itu terjadi padamu, Mochi senpai. Kau terlalu berharga untuk terjebak dalam neraka yang aku ciptakan."
Eijun membantu Kuramochi untuk naik ke tempat tidur, membaringkan sang senior agar istirahat di tempat yang lebih baik, sedangkan dirinya kembali membuka satu botol beer lain. Meminumnya sambil menunggui Kuramochi yang tidur di belakangnya. Malam ini rasanya Eijun tidak akan bisa tidur. Takut hal seperti tadi terjadi lagi saat dirinya hilang kesadaran, dan Eijun rasa dirinya harus memohon ampun pada dewa dan Haruichi sepanjang malam karena hampir membuat Kuramochi terjebak dengan dirinya, kalau tidak hatinya tidak tenang.
"Aku ingin dia—hik—tahu kalau aku mencintainya." Keluh Kuramochi.
"Aku juga." Sahut Eijun.
"Aku—hik—ingin dia mengatakan dirinya mencintaiku."
Diam-diam hati Eijun mengiyakan. Ikut berbisik mengharapkan hal yang sama, dan kemudian bibirnya mengucapkan harapan itu. "Aku juga. Aku ingin Kazuya mencintaiku, seperti aku mencintainya."
0o0o0o0o0
TBC
0o0o0o0o0
.
10/10/2021 22:22
Dan akhirnya aku kembali~ apa kabar semua? Adakah yang menantikan perjalanan malam Eijun ini? Maaf libur lama buat yang nungguin.
Kali ini Mochi senpai yang lagi frustasi aku ajakin buat main-main sama Wamura kesayangan kita. Aku masih belom bisa bikin adegan lemon, tapi aku lagi beljar. Tabah ya, kali aja bisa kesampean nanti.
Terima kasih buat yang ninggalin jejaknya di chapter kemarin.
AKOH TJINTA KALIHAN!
TANPA KALIAN AKU TIDAK AKAN SERAJIN INI!
Segitu aja dariku. Sampai ketemu di chapter selanjutnya.
Bye~
(Jangan lupa jaga kesehatan kalian ya~)
