Diamond no Ace © Terajima Yuuji

Aku tidak mengambil keuntungan apapun kecuali kesenangan jiwa semata (?)

Sawamura Eijun, Miyuki Kazuya,

.

Devastated

9th night : Kanemaru Shinji


0o0o0o0o0


.

Eijun bangun kesiangan. Tentu saja, setelah minum obat dan menemani permainan Shunshin dua ronde tubuhnya butuh lebih banyak istirahat. Beruntung Eijun tidak tertidur di tengah permainan mereka semalam. Kalau sampai hal itu terjadi, mungkin pagi ini dirinya tidak bisa dapat ijin untuk keluar dari pengawasan Shunshin.

"Yakin sudah baik-baik saja?" Eijun mengangguk. Dan karena kesiangan itu Shunshin berbaik hati mengantarkan dirinya sampai kampus sekarang—Eijun tahu kalau Shunshin sendiri sengaja tidak membangunkannya pagi tadi, jelas sekali kalau pria itu masih sedikit tidak terima dengan kata-kata Eijun malam sebelumnya. "Baiklah, kalau terjadi sesuatu lagi langsung hubungin aku, oke?"

"Oke, Shun-nii. Bye~" setelah mobil Shunshin menjauh Eijun masih berdiri di tempatnya. Memikirkan apa yang harus ia lakukan sekarang.

Yah, walau Eijun tahu penyebab dirinya tumbang kemarin adalah kebiasaan ini, tapi tetap saja, seperti tujuan awal, selama masih ada pakaian bersih di tas-nya, maka Eijun belum punya alasan untuk kembali ke apartemen. Singkatnya; Eijun masih enggan bertemu dengan Kazuya, walau sejak kemarin rasanya ia semakin merindukan Kazuya.

Hari ini Eijun tidak ada janji dengan siapapun. Ada bimbingan dengan dosen adalah alasan bohong yang ia karang untuk lepas dari Shunshin. Dosen pembimbingnya juga sedang cuti persiapan pernikahan, dan satu-satunya hal yang harusnya Eijun lakukan di tahun terakhir kuliahnya saat ini adalah mencari perusahaan dan melamar pekerjaan. Sebanyak mungkin mengajukan lamaran di beberapa perusahaan. Sebanyak mungkin menciptakan kesempatan di terima kerja pada tempat yang baik.

Sampai saat ini Eijun sudah mengajukan lamaran di lima perusahaan penerbitan. Bukan karena ingin mengikuti Kazuya, memang Eijun tertarik dengan bidang itu makanya ia melamar pekerjaan di perusahan seperti itu, lagi pula Eijun tidak mengajukan lamaran di perusahaan tempat kerja Kazuya dan Mima—tidak ingin terjebak dengan dua orang itu di satu tempat yang sama.

Kalaupun ada bidang lain yang cocok dengan Eijun, maka itu adalah perhotelan. Menjadi salah satu pegawai hotel adalah hal hebat, menjamu tamu dan membuat mereka nyaman tinggal di sana itu bukan pekerjaan yang mudah tapi selalu terlihat keren. Tidak beda jauh dengan orang-orang yang terlibat dengan penerbitan. Dan karena Eijun pernah bermimpi ingin menjadi kepala pelayan di salah satu rumah keluarga konglomerat.

"Oy, Sawamura." Seseorang tiba-tiba saja mucul dari belakangnya. Langsung mengalungkan lengan tangan pada leher Eijun. "Kupikir kau tidak akan berangkat lagi hari ini."

"Kanemaru?" Eijun langsung melepas rangkulan orang itu. Melihat sekitar, berjaga-jaga kalau tidak akan ada yang melihat mereka saat ini. Eijun enggan punya masalah lagi dengan anak-anak di kampusnya. Cukup dengan Mukai Taiyo CS dan Furuya Satoru saja. (Okumura Koushuu tidak masuk hitungan karena anak itu tidak pernah melakukan hal yang tidak Eijun suka, jadi aman.)

Yang kali ini datang adalah Kanemaru Shinji. Mantan teman malam Eijun.

Iya, mantan. Sampai akhir tahun kemarin Eijun masih sering berhubungan dengannya, dan karena mereka ada di kampus yang sama, kelas yang sama, Kanemaru adalah orang yang paling sering menemani malam hari Eijun—padahal Furuya juga satu kampus dan satu kelas dengan Eijun, tapi entah kenapa Kanemaru selalu bisa menculiknya lebih dulu sebelum Furuya atau Okumura.

Tapi Eijun tidak begitu bermasalah dengan Kanemaru. Berbeda dengan Furuya yang sangat terobsesi dengan dirinya, Kanemaru itu benar-benar hanya teman yang kebetulan juga punya hubungan malam dengannya. Eijun tidak pernah menganggap Kanemaru lebih dan sebaliknya pun seperti itu. Memang, beberapa kali Kanemaru pernah menyatakan cinta dan meminta Eijun jadi kekasihnya, tapi Eijun tahu betul tidak ada kesungguhan di kata-kata temannya itu. Sampai akhir tahun lalu, untuk pertama kalinya Eijun tahu kalau ada orang lain yang benar-benar dicintai Kanemaru.

"Yang tadi itu siapa?" Eijun memilih untuk tidak menjawabnya. Bukan karena Kanemaru sekarang adalah mantan teman malamnya, tapi karena memang sejak awal Eijun tidak ingin orang-orang yang ada dan pernah menjadi bagian dalam kehidupan malamnya saling mengenali—beberapa dari mereka memang saling kenal, tapi bukan berarti Eijun ingin mengadu mereka dan sengaja melakukan pada orang-orang yang saling kenal. Tidak-tidak, Eijun tidak ada niat sejahat itu sejak awal.

Alasan kenapa dirinya bersama dengan banyak orang adalah karena Eijun tidak ingin sendirian saat malam datang, terutama saat pikirannya penuh dengan hal-hal bodoh tentang seberapa sengsara hidupnya. Eijun hanya ingin ada yang menemaninya, dan orang-orang itu datang sendiri padanya, menawarkan tubuh dan waktu mereka untuk Eijun, mempersembahkan kalimat-kalimat cinta nan manis untuk dirinya. Bukan salah Eijun kalau beberapa dari mereka saling kenal dan merasa berkompetisi.

Lagi pula, Eijun pikir dirinya sudah cukup adil dengan semua orang itu.

"Kau sendiri sedang apa?" mengalihkan pembicaraan, Eijun berbalik dan berjalan masuk ke dalam area kampus.

"Menyelesaikan tesisku. Hari ini harusnya aku ada bimbingan dengan profesor, tapi mendadak dibatalkan." Eijun hanya ber-oh ria menanggapi itu. Tapi kemudian Kanemaru masih tidak melepaskannya, tiba-tiba saja Eijun ditarik paksa untuk ikut berjalan ke arah yang berbeda dengan gedung kuliahnya.

"Oi, Kanemaru, lepaskan aku." Kanemaru menolak. Bukannya di lepas, pegangan tangan Kanemaru justru semakin erat. "Kita mau ke mana? ..oi, gawat kalau Tojo lihat nanti."

"Biar saja. Aku justru senang kalau dia lihat."

"Hah? Kau mulai tidak waras ya?"

Tojo Hideaki, salah satu teman satu angkatan Eijun juga, dia adalah orang yang membuat Eijun menjauhi Kanemaru, dan melepaskan Kanemaru dari jeratan kehidupan malam Eijun. Tojo adalah orang yang benar-benar sudah mencuri hati Kanemaru dan membuat Eijun sadar diri. Oh, dan yah, Eijun adalah orang yang membantu Kanemaru mendapatkan Tojo dulu, tapi setelah itu Eijun memilih menjauhi keduanya, tidak ingin sampai menimbulkan masalah pada hubungan mereka. Mau seperti apapun ditutupi, Tojo pasti tahu kalau dirinya dan Kanemaru punya hubungan lebih dari sekedar teman, makanya Eijun menjauh dan membiarkan mereka hidup bahagia berdua di dunia yang tidak ada Eijun di dalamnya.

Kemudian setelah setengah tahun lebih berlalu, tiba-tiba saja Eijun tertangkap oleh mantan teman malamnnya ini. Perasaannya tidak enak, sikap Kanemaru sedikit aneh. Setidaknya setengah tahun terakhir Kanemaru mengikuti apa yang Eijun lakukan untuk kebaikan hubungan Kanemaru dan Tojo sendiri. Eijun dan Kanemaru bersikap pura-pura tidak saling kenal lagi, tapi hari ini...

"Tunggu." Eijun berhenti, dan Kanemaru terpaksa ikut berhenti. "Katakan padaku, kau ada masalah apa dengan Tojo?"

Sekali lagi Kanemaru berusaha untuk menarik Eijun mengikutinya, tapi Eijun masih menolak. Sekuat tenaga bertahan pada posisinya.

"Kanemaru..."

Dia menyerah. Pegangannya masih tidak mengendur, tapi dia berbalik dan mendekat pada Eijun. Lalu berbisik. "Aku akan ceritakan semuannya, tapi nanti. Sekarang kau menurut saja dan ikut denganku."

Walau ragu Eijun mengikuti instruksi itu, tapi baru beberapa langkah ditarik oleh Kanemaru lagi, di persimpangan sebelum memasuki salah satu gedung, mereka bertemu dengan Tojo. Eijun cukup terkejut, tapi Kanemaru bersikap biasa saja, bahkan mengabaikan Tojo begitu saja dan tetap menarik Eijun bersamanya.

Sekarang Eijun tahu apa niat sebenarnya Kanemaru.


0o0o0o0o0


"Sudah puas? Tojo sudah melihat kita tadi dan seperti yang kau harapkan dia terkejut." Sekarang mereka berdua ada di dalam salah satu ruang seminar. Hanya berdua. Kanemaru duduk di bangku paling pojok belakang, dekat dengan pintu yang tadi mereka masuki, sedangkan Eijun memilih untuk berdiri bertolak pinggang di depan temannya ini. Gusar, Eijun benar-benar tidak ingin membuat musuh baru. "Sekarang Tojo akan benar-benar membenciku," keluhnya.

"Tidak, dia tidak akan pernah membencimu."

"Oh ya? Tahu dari mana kau?"

"Yang dia benci adalah aku." Eijun sedikit terkejut melihat ada penyesalan di wajah Kanemaru. Tapi masih tidak mengerti kenapa harus dirinya yang dimanfaatkan seperti ini? Kenapa semua teman malamnya suka sekali membuat Eijun dibenci oleh orang lain? Padahal mereka mengaku mencintai Eijun!

"Yah, tentu saja dia akan membencimu. Dia pasti berpikir ada sesuatu dengan kita lagi sekarang."

"Tidak, bukan begitu maksudku."

"Lalu apa?"

Kanemaru mendongak, menatap lurus padanya sesaat, tapi setelah itu dia menunduk, kedua tangannya meraih tubuh Eijun dan tiba-tiba memeluk Eijun. Mereka terpisah meja, tapi sekarang kepala Kanemaru menempel pada dadanya. Padahal di sekitar mereka tidak ada siapa-siapa, Tojo juga tidak terlihat. Eijun tidak mengerti kenapa Kanemaru masih harus bersikap manja seperti ini padanya.

"Dia bilang aku tidak mencintainya." Oh, Eijun berkedip beberapa kali, lagi-lagi terkejut. "Tojo selalu bilang kalau aku masih mencintaimu. Dia selalu membandingkan dirinya denganmu. Merasa kalah darimu dan menyalahkan aku yang masih bertahan bersamanya padahal hatiku bukan untuknya." Pelukan mereka terlepas, Kanemaru yang melepasnya sendiri, dan Eijun merasa sedikit lega karena itu.

"Aku tidak mengerti bagian mana dari sikapku yang membuatnya berpikir seperti itu. Padahal kau sudah menjauhiku, aku juga menjauhimu, menghapus kontakmu dan semua hal yang berhubungan denganmu." Dia kembali menunduk. Menyembunyikan wajahnya.

"Oh, jadi karena itu kau menarik aku ikut denganmu? Agar Tojo melihat kita dan berpikir kalau semua yang dia pikirkan selama ini adalah benar, begitu?" Kanemaru mengangguk. "Bodoh! Kau membuat posisimu semakin salah, kau sadar itu?"

"Aku tahu! Tanpa perlu kau beri tahu aku juga mengerti. Sekarang Tojo mungkin benar-benar membenciku." Jujur saja, melihat Kanemaru yang biasanya tangguh jadi begitu lemah hanya karena orang yang dicintai membuat Eijun seperti bercermin. Eijun juga menjadi jenis manusia yang sama seperti Kanemaru saat ini kalau berhadapan dengan Kazuya. Mendebat Kazuya itu butuh tenaga lebih, mencitai Kazuya terus seperti sekarang juga butuh tenaga yang jauh lebih banyak lagi. Sekarang jadi ada sedikit rasa simpati dan keinginan untuk membantu mantan teman malamnya ini.

"Tapi bisa jadi Tojo benar, mungkin sebenarnya aku memang mencintaimu."

"Haaah? Jangan bercanda! Kau tidak mencintaiku sama sekali, dan aku peringatkan padamu, jangan coba-coba untuk menjadikan aku pelarian dari masalahmu dengan Tojo." Kepala Kanemaru yang ada di hadapannya sempat Eijun ketuk sekali. Sebagai peringatan untuk dia yang sudah melibatkan Eijun dalam masalah ini. "Lagi pula aku tipe yang tidak akan menerima mantan kembali padaku, jadi maaf saja."

Hening sesaat. Kanemaru meraih satu tangannya, menggenggam tangan Eijun saat bertanya, "Kenapa kau bisa begitu yakin kalau aku tidak mencintaimu?"

Yah, setidaknya berkat menjalin hubungan malam dengan banyak orang Eijun bisa membedakan mana yang benar-benar mencintainya, mana yang hanya terobsesi dengannya, mana yang hanya mencintai tubuhnya, dan mana yang hanya menjadikannya selingan malam. "Nah, Sawamura, katakan cinta itu sebenarnya apa?"

0o0o0o0o0

Akhirnya Eijun terpaksa untuk menemani Kanemaru seharian, dan sekarang mereka berada di dalam sebuah kamar hotel mewah.

Tidak-tidak, Eijun tidak sedang membawa Kanemaru untuk kembali menjadi teman malamnya. Eijun hanya terpaksa untuk meminjam satu kamar hotel setelah berhasil memaksa Kanemaru yang mabuk berat untuk berhenti minum. Langsung kembali ke apartemen Kanemaru bisa saja, tapi Eijun takut Tojo sedang menunggu di sana. Bahaya bagi Kanemaru kalau pulang dalam keadaan seperti ini. Dan Eijun masih belum ingin kembali ke apartemennya, apalagi membawa Kanemaru pulang, kalau Kazuya lihat bisa panjang urusannya. Itu sebabnya sekarang mereka ada di kamar hotel ini.

Kebetulan Eijun kenal seseorang dengan jabatan penting di hotel ini, jadi dia bisa minta sedikit bantuan dan tumpangan menginap gratis.

"Kau berhutang banyak padaku, ingat itu, Kane." Eijun menarik keluar ponsel Kanemaru dari saku celana sang teman. Tapi belum sempat ponsel ia dapatkan tangannya sudah lebih dulu ditangkap oleh Kanemaru, ditarik paksa untuk jatuh di atas tubuh Kanemaru. "Oi, aku bukan Tojo."

Diabaikan. Tangan Kanemaru justru sibuk meraba-raba tubuh Eijun, sambil terus mengeluh dan memanggil-manggil nama Tojo. Tapi kesempatan itu Eijun gunakan untuk mengambil ponsel di saku celana Kanemaru. Menyalahkan layarnya menggambil gambar, kemudian mengetikan beberapa hal diruang chat pada orang yang bisa ia salahkan. Selesai semua itu baru Eijun berjuang melepaskan diri dari Kanemaru.

Kanemaru benar-benar keras kepala—dan mungkin tuli. Eijun sudah berulang kali menolak dan mengatakan dirinya bukan Tojo, tapi tetap saja, dia mencium Eijun. Tidak hanya sekali. Sudah begitu Kanemaru hampir melakukan yang lebih; sesuatu yang dulu sering mereka lakukan tapi sekarang sudah tidak pernah lagi.

"Sinting!" umpat Eijun kesal. Butuh perjuangan besar untuk lepas dari temannya ini, tapi sesekali mungkin tidak masalah. Eijun sadar dirinya sering merepotkan banyak orang, jadi ia harus siap untuk sesekali repot karena orang lain juga. "Ingat saja kau, suatu hari akan aku buat kau membayar ini."

Kemudian Eijun berjalan ke sofa di sisi ranjang tempat dirinya merebahkan Kanemaru. Sekarang giliran dirinya untuk istirahat.

Eijun sampai baru ingat kalau kemarin dirinya sempat pingsan karena kelelahan dan kurang tidur, sekarang berkat mantan teman malamnya ini Eijun merasa bisa jatuh pingsan lagi saking lelahnya. Kalau tahu akan begini jadinya, mungkin jauh lebih baik jika Eijun tinggal satu hari lagi di tempat Shunshin.

"Hah, sial-sial."


0o0o0o0o0

TBC

0o0o0o0o0


.

12/10/2021 12:01

Kali ini Kane, gimana? Gimana? Baikan Eijun kesayangan kita?

Aku ngga terlalu pengen melibatkan Kane sebenernya, di kepalaku dia itu sohib sejatinya Eijun, tapi yah, maaf aja yang namanya godaan ya gini. Tetep aja aku bikin~

Terima kasih buat yang ninggalin jejaknya di chapter kemarin.

AKOH TJINTA KALIHAN!

TANPA KALIAN AKU TIDAK AKAN SERAJIN INI!

Segitu aja dariku. Sampai ketemu di chapter selanjutnya.

Bye~

(Jangan lupa jaga kesehatan kalian ya~)