Masashi Kishimoto - Naruto
#Drama
#Romance
#NaruSaku
#AU
#OOC
#ONESHOOT
• The sun rises in
the spring •
• Matahari terbit di
musim semi •
'Aku jatuh cinta karena senyuman dari seorang wanita yang cantik.'
- 08.23 pagi di SMA Konoha -
Naruto Uzumaki seorang remaja yang sedang melihat ke arah wanita remaja bernama Sakura Haruno. Naruto hanya tersenyum setiap kali dia memperhatikan Sakura Haruno yang sedang tersenyum saat mengobrol dengan teman-temannya.
"Hah! Apa kau tidak bercanda? Sasuke itukan sangat populer!"
Naruto berjalan menyusuri lorong sekolah sembari memasukan kedua tangan disaku celananya.
Dia melihat Sakura yang sedang membicarakan tentang seorang yang populer di sekolahnya.
"Dia membicarakan Sasuke lagi?"
Naruto bergumam bicara sendiri dengan rasa penasaran karena hanya Sasuke yang menjadi perdebatan selama Naruto mendengarkan Sakura sedang bicara dengan temannya yang bernama Ino Yamanaka.
Naruto mengetuk-ngetukan ujung sepatu kets hitam miliknya bersamaan dengan suara siulan pelan sambil bersandar di tembok.
Dan melihat lurus ke arah Sakura.
"Teruslah tersenyum. Aku senang melihatnya"
Naruto bergumam.
Beberapa murid sekolah yang melintas sekilas melihat Naruto yang sedang tersenyum dengan ramah sambil memperhatikan Sakura dari kejauhan.
"Andai saja ada keajaiban
untukku ini."
Naruto membatin dan bertanya kepada dirinya yang sedang terpesona dengan seseorang yang tidak pernah dia sapa ataupun sekedar berpapasan. Setiap ingin melangkah untuk mendekat ada sesuatu yang mencegahnya yaitu debaran dalam dada yang begitu mengebu dibalut rasa gugup.
Saat bel sekolah berbunyi, Naruto berjalan melewati kelas Sakura. Naruto hanya berjalan santai namun sekilas ia melihat ke arah jendela dan senyumannya muncul saat melihat Sakura yang sedang duduk dekat jendela kelas karena bangku tempat duduk Sakura dekat jendela kelas.
"Senyumnya manis sekali."
Naruto Uzumaki remaja yang pendiam itu selalu saja mengikuti Sakura kemanapun ia pergi bahkan saat pulang sekolah, Naruto menguntitnya hingga sampai di rumah Sakura.
Naruto khawatir jika nanti akan ada sesuatu yang buruk menimpa Sakura saat pulang sekolah.
Teman dekat Naruto, Kiba Inuzuka selalu mengatainya seorang pecundang karena tidak berani mengatakan bahwa Naruto mencintai Sakura. Naruto hanya tersenyum tidak mempedulikan hal sepele itu, dia menikmati yang ia lakukan sekarang mengamati dari jauh dan menjaganya dalam kesunyian.
"Kyaaa! Sasuke!"
Naruto sekilas tersenyum saat mendengar suara Sakura memanggil Sasuke dengan histeri bersama siswi yanglainnya.
Naruto tahu bahwa Sakura sangat menganggumi Sasuke melebihi yanglainnya.
"Kau, aneh sampai seperti itu."
Naruto bergumam dalam batinnya.
Tap.
Di loker sekolah yang hanya ada dua orang sedang berhadapan.
Naruto menghentikan langkah kakinya dan melihat kedua orang dengan tatapan serius.
Sasuke dan Sakura yang Naruto lihat kini sedang berbicara mengenai sebuah surat cinta yang Sasuke tolak dengan mentah-mentah sampai membentak sangat kasar.
"Sakura?"
Naruto mulai melangkah lurus kedepan disetiap langkahnya ada perasaan yang begitu menyayat hati karena yang dia cinta dalam diam kini sedang menangis karena penolakan cintanya terhadap
Sasuke Uchiha yang memanglah memiliki sifat tidak peduli pada siapapun walaupun itu seorang wanita.
"Hiks."
Bersandar di loker sembari menghapus airmata itulah yang Sakura lakukan ketika Sasuke pergi tanpa melihat kebelakang untuk memastikan keadaan yang dia tolak secara kasar.
"Kau tidak apa-apakan?"
Sakura menoleh ke arah Naruto. Sakura terburu menghusap airmatanya dan tersenyum membalas pertanyaan Naruto.
Naruto ikut tersenyum sembari mengaruk belakang kepalanya sendiri sambil melihat sekitarnya.
"Kau lihat semuanya ya?"
"Iya, maaf aku tidak sengaja."
Sakura pergi meninggalkan Naruto sementara Naruto hanya diam dengan tatapan sendu lalu dia menghembuskan nafas untuk menenangkan diri.
"Untunglah dia baik-baik saja."
Saat menjelang sore waktu pulang sekolah Naruto seperti biasa mengikuti Sakura dari kejauhan. Sakura yang sedang bersama Ino kini sedang membagi cerita mereka berdua.
Naruto mendengarkan lagu di smartphone miliknya saat mengenakan airphone di telinga kirinya.
"Sakura apa yang kau pikirkan sekarang? Apa kau masih sedih?"
Naruto membatin disetiap langkahnya mengikuti Sakura.
Mereka berdua melangkah dengan tempo yang sama walaupun jarak mereka berdua cukup jauh. Saat Sakura berbalik kebelakang, Naruto dengan sigap bersembunyi lalu ia mengintip untuk memastikan Sakura tidak tahu jika Naruto mengikutinya dari sekolah sampai di stasiun kereta.
Ketika di dalam kereta. Naruto hanya bersembunyi dibalik kerumunan penumpang yang berdiri. Sakura yang sedang berdiri didekat pintu keluar bersama Ino. Mereka berdua masih membicarakan sesuatu yang ingin sekali Naruto dengar.
"Mungkin sudah tidak sedih lagi."
"Hey, bocah kau bicara sendiri dari tadi?"
"Maaf paman, aku hanya menghafalkan naskanku." ucap Naruto berbohong kepada salah satu penumpang.
Saat kereta berhenti di setasiun berikutnya. Sakura dan Ino keluar dari kereta diikuti Naruto yang begitu berhati-hati agar tidak ketahuan oleh Sakura.
"Hampir saja."
Sakura dan Ino berpisah saat melewati gang. Naruto mulai melangkah mengikuti Sakura yang memilih tidak pulang, dia menuju kesuatu tempat. Naruto baru pertama kali mengikuti Sakura ke arahlain selain menuju ke rumah Sakura.
"Kau mau kemana?"
Sore menjelang malam Sakura menuju kuil dekat hutan kecil dekat perumahan. Naruto melangkah terburu agar tidak tertinggal oleh Sakura.
Naruto bersembunyi dibalik pohon dekat kuil. Sakura berdoa di kuil itu meminta sesuatu yang dia impikan. Naruto hanya tersenyum sembari mengintip.
Naruto berusaha lebih mendekat dengan cara mengendap-endap.
Krak.
"Siapa disana!"
"Gawat!"
Naruto tidak segaja mengijak rating pohon dan akibatnya diapun harus bersiap untuk ketahuan sekaligus mendapat kata-kata sebagai penguntit.
"Maaf.."
"Kau! Kenapa bisa ada disini!"
"Aku tersesat."
"Hah?"
Naruto beralasan bahwa dia tersesat saat jalan-jalan sebelum pulang namun Sakura tidak mudah percaya karena gelagat gugup Naruto sangat terlihat jelas.
"Apa mungkin kau mengikutiku?"
"Ti-tidak! Mana mungkin aku mengikutimu hehe.."
Sakura memutuskan keluar dari kuil dan pulang menuju rumahnya. Naruto menarik nafas dan bertanya kenapa Sakura ke kuil. Sakura heran karena Naruto bertanya hal yang pribadi bagi Sakura.
"Aku mengikuti saran temanku, jika berdoa meminta sesuatu di kuil ini saat jam menjelang malam maka doa kita akan terkabul."
"Benarkah?"
"Katanya sih begitu."
Naruto mengantar Sakura sampai rumahnya dan pamit untuk pulang, saat Naruto keluar dari gang ia langsung berlari menuju kuil dan terburu-buru menaiki tangga jalan menuju kuil dengan terburu-buru. Naruto berdoa agar Sakura mencintainya namun selesai berdoa Naruto tiba-tiba menepuk jidatnya sendiri dan tertawa geli karena kebodohannya percaya dengan mitos aneh.
- 10.04 malam -
Naruto melihat layar smartphone miliknya sembari berbaring ditempat tidur. Dia masih terjaga ingin melihat foto Sakura yang Naruto ambil secara diam-diam. Dengan polosnya remaja surai pirang itu mengecup layar smartphone dan malu-malu tidak jelas.
"Aku bisa gila kalau seperti ini terus."
Naruto membayangkan jika suatu saat nanti dia akan menjadi kekasih Sakura saat Naruto berharap doa nya di kuil bisa terwujud namun Naruto mencoba berpikir jernih itu tidak akan bisa terwujud dengan mengandalkan mitos yang belum tentu benar.
"Apa mungkin aku harus bertindak saja ya?"
Naruto beranjak dari tempat tidur dan bergegas mengambil buku didalam tasnya. Dia menulis surat untuk Sakura yang berisikan tentang perasaannya dan kenapa dia bisa menyukai Sakura bahkan sampai jatuh cinta seperti orang gila bicara sendiri sembari berkhayal di setiap waktu untuk mengisi kehidupannya yang monoton.
'Kita memanglah tidak mengenal dengan akhrab tapi aku ingin jujur padamu Sakura bahwa aku sangat menyukaimu bahkan lebih dari itu. Aku berharap kau suka dengan isi suratku ini. Apapun jawabanmu nanti tenanglah dan jangan ragu karena aku akan menerima apapun hasil jawabanmu Sakura.
Dari seseorang yang mencintaimu Naruto Uzumaki.'
"Semoga sukses! Semangat! Semoga dia tidak akan marah,
Kami-sama aku sangat meminta bantuanmu kali ini. Aku mohon kabulkan permintaan besarku ini."
Pagi harinya di SMA Konoha.
Naruto mondar-mandir di kelas Sakura menunggu Sakura kembali di kelas. Sakura heran kenapa Naruto mencarinya, Naruto meminta agar Sakura mau ikut dengannya. Naruto sudah membulatkan tekat tidak akan gugup ataupun ragu. Dia memberikan surat cinta yang dia buat semalam dengan tulisan yang ia buat sebagus dan serapi mungkin.
Di taman belakang sekolah mereka berdua saling berhadapan. Dan Sakura membaca surat itu namun raut wajah Sakura menunjukkan ekspresi biasa saja dan hanya tersenyum manis.
Naruto garuk kepala saat Sakura menolaknya dengan alasan tegas bahwa dia mencintai Sasuke Uchiha.
"Sa-Sakura maaf pasti kau kesal karena suratku itu. Apa aku bisa jadi temanmu?"
Sakura tersenyum lalu mengangguk, saat Sakura pergi. Naruto terlihat senang walaupun ada rasa kecewa di dalam batinnya. Naruto besyukur paling tidak dia sudah bisa dekat dan berbicara cukup lama dengan Sakura.
Naruto dan Sakura sejak saat itupun menjadi sahabat terkadang Sakura meminta tolong agar Naruto membantunya supaya Sasuke menyukai Sakura. Naruto mencoba banyak cara sampai berdebat dengan Sasuke.
Sasuke terus-menerus mendapatkan gangguan dari Naruto yang ngotot agar Sasuke menerima Sakura.
"Cih!"
"Ayolah, kau harus mau Sasuke. Apa salahnya menjadi pacar Sakura diakan baik hehe.."
"Kau seperti budaknya saja."
"Maksudmu apa? Aku budak? Jangan asal bicara, aku ini sahabatnya jadi wajar kalau aku membantunya."
Sasuke tidak mempedulikan Naruto. Naruto menghela nafas saat Sasuke pergi dengan angkuhnya.
"Aku gagal lagi."
Di atas sekolah yang tiap sisinya dikelilingin bembatas terali besi. Naruto dan Sakura duduk bersandar diterali besi itu. Sakura lebih memilih bersama Naruto daripada Ino karena Ino sudah memiliki Kekashi seorang murid pindahan bernama Sai Shimura. Sakura tidak ingin menjadi penganggu hubungan Sai dan Ino karena sebelumnya Sakura dan Ino sering bersama menghabiskan waktu.
"Naruto, apa kau tidak punya seseorang yang kau suka?"
"Ada."
"Siapa?"
"Itu kau Sakura."
"Aku mencintai Sasuke. Kau jangan bermimpi Naruto."
"Hehe... Maaf.."
Naruto masih memendam perasaannya terhadapan Sakura walaupun Naruto tahu jelas siapa yang Sakura cinta. Naruto seakan tak peduli walaupun dia bukan kekasih tapi tekat Naruto sebagai sahabat tetap ingin mencintai Sakura sampai kapanpun.
Saat Sakura terserang demam Naruto datang menjengguk ke rumah Sakura, Naruto berusaha membuat bubur walaupun hasilnya mengecewakan karena terlalu asin.
Sakura selalu menolak saat Naruto membantu dengan semangat mengebu-gebu. Sakura terkadang heran dengan sifat Naruto yang semakin lama menjadi aneh dan konyol namun karena itu juga Sakura jadi lupa dengan rasa sedihnya selalu ditolak Sasuke.
"Naruto, kau sedang apa!"
"Sakura?"
Naruto menghampiri Sakura yang sedang berada di halaman rumahnya. Naruto membuat ayunan dekat pohon di halaman rumah Sakura. Naruto meminta agar Sakura mencoba ayunan yang Naruto buat. Sakura senang saat mencoba ayunan itu, Naruto pun ikut senang sembari melihat Sakura.
"Sakura senang. Aku juga jadi lebih senang.."
Naruto membatin dengan polosnya kini dia lebih terbuka dan ceria dibanding saat hanya bisa melihat Sakura dari kejauhan.
Naruto berusaha lagi agar Sasuke menerima Sakura namun Sasuke memberi sarat agar Naruto menjadi pelayan Sasuke. Naruto tanpa berpikir panjang langsung menerimanya dan membatin yang terpenting adalah Sakura bahagia itu saja sudah cukup.
Sakura akhirnya dapat dekat dengan Sasuke. Naruto selalu mendapat perintah mutlak dari Sasuke yang selalu meminta agar Naruto membawakan tas mereka berdua terkadang mengipasi mereka berdua dan mengantikan kegiatan piket sore sebelum pulang sekolah.
Sakura sampai tidak enak hati dengan sikap Sasuke yang berlebihan namun saat Sakura memberi saran agar Sasuke menghentikan yang dia inginkan yang Sakura dapat hanyalah kata-kata kasar dan sikap dingin Sasuke.
"Huaaammm... Akhirnya selesai."
Naruto menyelesaikan piket sorenya dan piket sore Sasuke dan yang terakhir piket milik Sakura namun kali ini Sakura sudah menyelesaikan piketnya. Sasuke pulang lebih dulu meninggalkan Sakura.
"Naruto, kau tidak apa-apa?"
"Tenang saja Sakura."
Naruto berpura-pura semua dalam kendalinya padahal ia memaksakan diri agar bisa menyelesaikan semuanya setiap hari giliran piket.
Hubungan Sakura dengan Sasuke sama sekali tidak ada perkebangan malah semakin buruk di sebulan mereka berpacaran. Naruto terus memberi semangat kepada Sakura. Dengan kata-kata yang menenangkan hati.
'Sakura, kau harus yakin dengan cintamu. Aku percaya selama cinta itu tulus maka semua akan berjalan lancar.'
Hampir seminggu Sakura tidak masuk sekolah saat Naruto ke rumah Sakura. Sakura tidak ingin menemui siapapun bahkan Naruto yang menjadi sahabatnya.
Naruto mencari penyebab kenapa Sakura sampai seperti itu. Naruto mendapat kabar buruk dari Ino. Penjelasan yang sangat membuat Naruto syok sekaligus ingin menghajar Sasuke sampai mati. Sasuke mengajak Sakura ke klub malam milik Sasori dan alhasil sesuatu yang buruk menimpa Sakura. Naruto menyesal karena dia pikir karena Sasuke kekasih Sakura pasti Sasuke akan menjaganya malah Sakura di jadikan sebagai bahan taruhan di klub malam.
"SASUKE!"
Dakh!
Sasuke Uchiha yang populer dan berparas tampan itu kini dihajar habis-habisan oleh Naruto. Sasuke menyesali apa yang dilakukan namun Naruto tidak mempedulikannya bahkan mengutuknya dengan kata-kata yang sangat kasar diluar kebiasaan Naruto seumur hidupnya.
Di dekat pohon, Sakura hanya duduk di ayunan sembari tertunduk lesu. Naruto hanya dia diambang pintu rumah keluar halaman.
"Sakura."
Naruto mencoba menghibur Sakura namun tidak berhasil, Naruto tetap terus mencoba sampai-sampai bersikap konyol agar Sakura ceria kembali.
Naruto meminta izin agar dia bisa membawa Sakura untuk jalan-jalan. Kedua orangtua Sakura mengizinkan karena mereka percaya dengan Naruto yang selalu ada saat Sakura sedang mengalami suatu hal buruk bahkan saat sakitpun Naruto paling terlihat panik dibandingkan kedua orangtua Sakura.
Naruto mengajak Sakura berjalan selayaknya sepasang kekasih yang sedang kencan namun Sakura masih bersedih karena kejadian yang mengerikan baginya itu selalu menjadi mimpi buruk baginya.
Sebelum mereka berdua pulang. Naruto membawa Sakura ke kuil tempat pertama bertegur sapa hingga sampai bicara banyak hal dulu.
"Sakura, ini sudah menjelang malam hehe.. Kita buat permohonan ya?"
Sakura hanya diam tak menjawab pertanyaan Naruto. Naruto menceritakan rahasiannya bahwa dulu sebenarnya ia selalu menguntit Sakura selama 1 tahun. Sakura terkejut dengan ucapan Naruto yang menjelaskan rahasia yang sangat memalukan itu.
"Naruto, maaf.."
"Maaf untuk apa Sakura?"
"Aku baru sadar bahwa aku ini egois lebih memilih yang kusuka tanpa berpikir yang kusuka apa menyukaiku atau tidak."
Naruto hanya tersenyum dan menghusap airmata Sakura.
"Sakura aku paling senang jika melihatmu tersenyum. Kau sangat manis."
"Kau pintar bicara."
"Semua ini untukmu."
Sakura menatap intens Naruto. Sakura tidak mengerti apa maksud dari Naruto barusan.
Sasuke menyesali semua perbuatanya dan akan menjadi lebih baik dari sebelumnya namun Sakura memilih untuk mengakhiri hubungan mereka berdua.
Saat musim semi bunga Sakura terlihat sangat indah memanjakan mata bagi yang melihat ke indahannya.
Di taman yang di setiap sisi jalannya di isi dengan pohon sakura. Naruto dan Sakura berjalan bersama sambil membicarakan tujuan kulian mereka nanti. Naruto bingung harus menjawab apa karena dia belum berpikir sejauh itu.
"Naruto?"
"Iya apa Sakura?"
"Terimakasih. Kau selalu ada saat aku sedih."
"Aku ini menyayangimu Sakura. Bahkan lebih, jujur saja aku masih mencintaimu. Maaf aku keras kepala selalu memaksamu hehe.."
"Naruto, apa kau mau bersamaku selamanya?"
Naruto hanya diam karena terkejut tidak percaya dengan apa yang ia dengar itu seperti harapan yang hampir menghilang namun tetap dia percaya dan yakini.
"Tapi aku sudah tidak-. Mungkin kau tidak akan mau menerima permintaanku ini."
"Seperti apapun dirimu Sakura.
Aku Naruto Uzumaki akan tetap menjagamu dan ekhm! Mengejarmu jika perlu."
Sakura memeluk Naruto. Naruto membalas pelukan Sakura.
Dalam batin Naruto dia sangat bahagia karena semua usahannya tidak berakhir sia-sia. Naruto tidak peduli dengan apa yang menimpa Sakura. Naruto hanya ingin Sakura menjadi kekasihnya dan selalu melihat senyuman manis itu sepanjang waktunya.
#TAMAT
Maaf kalau jelek ya?
Gpp kan NaruSaku hehe .. Sekali-kalilah biar ada :v
