Season 3 Chapter 6: Doofan
DISCLAIMER: Everyday I imagine a future where I can.. tunggu. Hey, ngapain kau Bocil Disclaimer?
Keesokan harinya, kami sangat bersemangat untuk bersiap-siap. Aku juga sudah menelpon pak Inspektur untuk konfirmasi tentang ini. Dan strateginya masih sama, tetap berkumpul.
Drogba: Akhirnya, setelah terkena kesusahan terus, kita akan melepas semuanya.
Raras: Aku akan memburu boneka baru disana.
Arka: Hmm.. kalian ini, belum berangkat udah menghayal duluan. Udah cepetan siap-siap.
Raras: Iya ini juga sambil siap-siap kok.
Belum selesai siap-siap, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Mereka adalah Genta dan Linka.
Genta: Apakah kalian sudah siap?
Naya: Belum.
Gofar: Sambil nunggu, mendingan kalian duduk dulu.
Genta duduk di ruang tamu.
Arka: Jadi kita mau kemana?
Linka: Kita akan ke Doofan.
Drogba: Tunggu, apa? Doofan?! Seriusan?
Genta: Iya.
Gofar: Tapi kan biaya masuk sana lumayan mahal.
Genta: Tenang saja, aku yang akan membayarkan kalian semua.
Raras: Apa? Serius? Asyiik..
Kami tertawa.
Tak butuh waktu lama bersiap-siap, akhirnya kami semua sudah beres.
Arka: Genta, memangnya besok kau sibuk apa?
Genta: Memangnya kenapa?
Arka: Tidak apa-apa, aku cuman penasaran aja.
Genta: Aku sekarang sedang mempersiapkan sesuatu yang sangat penting.
Drogba: Sangat penting? Apa itu?
Linka: Besok kalian akan tau itu. Sekarang kita fokus ke Doofan dulu aja.
Genta: Ya, itu benar. Jangan pusing mikirin aku. Kita kan mau santai hari ini.
Aku yakin dia mencoba menyembunyikan sesuatu. Dia pasti ikut lomba itu juga.
Sepanjang perjalanan di kota, terlihat suasana sedang rame.
Linka: Padahal dulu disini tidak serame ini.
Arka: Apakah ini karena pertambahan penduduk itu?
Linka: Ya. Sekarang Pulau ini semakin padat karena itu. Padahal sebelumnya hanya seperti pedesaan kelihatannya.
Linka: Dulu disini tidak pernah ada macet, sekarang rata-rata pasti saja ada macet setiap harinya.
Linka: Mungkin nanti kehidupan disini akan berkembang pesat. Disini memang awalnya sepi karena orang tidak mengetahuinya.
Linka: Tapi setelah orang-orang tahu, pasti akan terjadi sebuah perkembangan besar disini nanti.
Arka: Kalian masih tidak tahu kenapa jadi begini?
Genta: Ya, kami tidak mendapat informasi apa-apa.
Genta masih menyembunyikan soal lomba itu. Ini berarti dia memang ingin kami tidak mengetahuinya.
Sekitar 30 menit perjalanan, aku melihat pelang tinggi bergambar bianglala yang disampingnya bertuliskan "Doofan".
Akhirnya sampai juga, aku muak mendengar album Genta isinya romantis semua. Apa jangan-jangan film kesukaannya juga romantis? Entahlah.
Drogba: Wah, besar sekali.
Gofar: Kalau kecil itu namanya museum, satu tempat doang. Taman Mini Indonesia Indah aja besar. Apalagi ini.
Drogba: Iya maksudku aku tak menyangka sebesar ini. Aku kira jauh lebih kecil dari ini.
Naya: Daripada bincang-bincang disini, lebih baik kita masuk.
Arka: Ayo.
Kami masuk ke loket pembayaran.
Genta: Ini uangnya pak, untuk ber7.
Petugas: Ok mas, terimakasih. Silahkan masuk.
Genta: Nah, ini dipasang gelang kertasnya.
Hmm.. apa ini? Gelang kertas?
(Pakai/Simpan/Buang)
Aku pakai saja lah.
Genta: Ini sebagai bukti kalau kita memang berhak masuk alias punya akses.
Drogba: Oh pantesan. Aku kira apa tadi.
Untung saja tidak kubuang. Kami semua langsung masuk.
Drogba: Wow, rasanya tempat ini jadi lebih luas lagi setelah dilihat dari dalam.
Genta: Sekarang kita mau kemana dulu?
(Boneka/Roller Coaster/Film/Makan)
Arka: Kami belum sarapan, mungkin kita makan dulu sebentar.
Drogba: Hmm.. ide yang bagus. Perutku sudah menggeliat didalam.
Genta: Baiklah. Lagian aku dan Linka juga belum makan.
Kami mencari tempat makan terdekat didalam sana.
Genta: Bagaimana kalau restoran Jepang itu? Kalian pasti belum pernah mencobanya.
Gofar: Tapi kan disana mahal. Kau tidak keberatan membayar kami?
Genta: Sudah kubilang, aku akan membiayai kalian didalm sini.
Drogba: Aku tidak suka makan mentah.
Raras: Ya ampun, Drog. Di restoran Jepang juga ada kali makanan masak.
Linka: Ya sudah, ayo.
Kami masuk restoran itu.
Masing-masing mulai mencari-cari menu makanan yang cocok.
(Sushi/Sashimi/Ramen/Bento)
Hmm.. setauku Bento itu makanan yang lengkap. Baiklah, aku mesan ini saja.
Arka: Bento 1 ya mas.
Genta: Hmm.. sepertinya kau lumayan tau dengan makanan Jepang.
Arka: Tidak juga, aku hanya pernah mendengarnya.
Drogba: Mi ini kenapa namanya ramen?
Linka: Bentuknya memang terlihat seperti mi, tapi sebenarnya itu berbeda.
Gofar: Oh ya, bedanya apa?
Linka: Bahannya jelas beda, terus penyajiannya pasti taulah gimana, kerasaan sensasi Jepang nya.
Drogba: Ya sudah, aku mi... eh, maksudnya ramen 1, mas.
Kami tertawa kecil.
Gofar: Aku juga ramen 1 ya mas.
Naya: Hmm.. Sushi Set 1 ya mas.
Raras: Kenapa kamu milih sushi, Nay?
Naya: Sushi kalau menurutku adalah makan Jepang yang paling pas komposisinya. Walaupun hanya dalam bentuk bulat kecil, tapi tetap menggunakan komposisi makanan pada umumnya. Jadi kalau cuman mau ngemil, atau gak terlalu lapar, atau memang lapar, semuanya pas. Tinggal atur jumlah potongannya aja lagi.
Raras: Hmm.. benar juga sih. Kalau aku... Sashimi Set 1 ya mas.
Tiba-tiba Drogba melihat ke arah Raras.
Drogba: Hah? Sashimi? Apa itu?
Raras: Pendeknya ya... makan makanan mentah.
Drogba: Iiii, kenapa kamu mau makan mentah sih?
Raras: Kamu gak akan paham kalau gak coba sendiri.
Drogba yang masih merasa jijik dengan Sashimi akhirnya tidak bicara lagi.
Linka: Salmon Donburi 1 ya mas.
Arka: Hmm... kenapa punyamu mirip seperti punyaku?
Linka: Donburi dan Bento memang agak mirip. Bisa dibilang Donburi ini versi simpel dan mininya Bento. Coba liat, jauh lebih simpel dari Bento, tapi karena simpel, pilihannya jadi lebih banyak. Jadi kalau mau makan yang lebih spesifik, bisa memilih Donburi.
Arka: Oooh...
Genta: Teppanyaki 1 ya mas.
Linka: Hah?! Teppanyaki?
Gofar: Kenapa emangnya?
Linka: Biasanya Genta lebih sering makan daging, sedangkan Teppanyaki itu kan sayur-sayuran.
Genta: Pengen coba aja, sekali-sekali. Lagian gak baik juga kalau terlalu sering makan daging. Sekali-kali diselingi lah sama makanan sehat.
Linka: Bener juga sih.
Pelayan: Untuk minumannya apa, mas, mbak?
Baru Drogba mau buka suara tapi dipotong oleh Genta.
Genta: Untuk yang ini biar aku aja yang milihin, ok?
Drogba: Kenapa?
Genta: Aku mau kalian merasakan minuman khas Jepang kali ini.
Gofar: Boleh juga, emangnya apaan?
Genta: Ocha 7 ya mas.
Pelayan: Ok. Mohon ditunggu ya.
Tak lama kemuadian, semua hidangan datang.
Drogba: Oh, jadi begini rasanya ramen.
Arka: Aku pasti akan kenyang memakan semua ini.
Raras: Hmm.. ini memang makanan mentah, tapi kelihatannya jadi sangat segar.
Drogba: Apakah dia masih hidup?
Kami tertawa.
Gofar: Ya nggak lah bodoh.
Drogba: Oh, aku kira yang mentah itu masih hidup. Jadi aku jijik.
Raras: Hmm.. rasanya lebih enak dari yang kuduga. Fresh sekali.
Drogba: Oh ya, fresh banget?
Raras: Iya, kamu mau?
Tiba-tiba Drogba langsung tersipu malu mendengar ucapan Raras.
Drogba: Eng-Engga...
Raras: Udah, coba aja dulu.
Tanpa berpikir panjang, Raras meletakkan sepotong Salmon Sashimi kedalam mangkok ramen Drogba.
Drogba: Yakin nih?
Raras: Ya gak mungkin ku ambil lagi kan?
Drogba langsung mencicipi Sashimi itu.
Drogba: Wah, ternyata rasanya enak sekali! Aku tak menyangka bisa seenak ini.
Raras: Tuh kan bener apa yang aku bilang, kamu baru bisa tau setelah mencicipinya sendiri.
Gofar: Kamu ini, tadi jijik. Sekali dicoba malah ketagihan.
Drogba: Hehehe, kalau tau gini rasanya, next time aku kesini fix bakalan beli sashimi sih.
Gofar: Emang lu ada duit buat makan disini?
Drogba termenung.
Genta: Ah, kalau masalah itu, kalau kita ketemu lagi nanti, kita bisa makan kesini lagi. Nanti aku traktir lagi.
Drogba: Oh ya? Asyiiik!
Gofar: Kamu ini, traktiran mulu pikirannya, Drog.
Kami tertawa.
Genta, Genta. Harapanmu bertemu kami tak akan ada lagi nanti. Akan kupastikan kejahatanmu akan dibalas sampai ke akar-akarnya. Tidak akan kubiarkan kau lolos apalagi sampai merebut Naya dariku!
Linka: Tuh kan, liat. Gak jauh beda sebenarnya tampilan Donburi dan Bento. Cuman punyamu lebih lengkap aja.
Arka: Iya, bener.
Arka: Oh ya, apakah ini Ocha?
Genta: Ya, silahkan diminum.
Kami mulai mencoba minuman kuning bernama Ocha ini.
Drogba: Hmm.. kenapa rasanya mirip teh?
Linka: Ya, memang begitu rasanya.
Arka: Ooh jadi begini rasa Ocha.
Sekitar 30 menit kami selesai makan.
Raras: Terimakasih sudah mentraktir kami, Ta.
Genta: Sama-sama.
Drogba: Ayo kita ke tempat lain lagi.
Genta langsung membayar makanan kami.
Samar-samar aku mendengar perbincangan Genta dan kasirnya.
Genta: Berapa harganya, mbak?
Kasir: 1,1jt pak.
Genta: 1,1jt atau 11rb?
Kata Genta sambil menggerakkan tangannya didekat mata kasir.
Kasir: 11rb pak.
Apa?! Genta menghipnotis kasir itu? Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus bisa mengeliminasi Genta sebelum dia berbuat kekacauan lagi.
FLASHBACK START
Genta's POV
7:45 AM
Aku sampai di satu tempat fotokopi. Misiku harus berjalan dengan lancar.
Aku langsung berjalan ke arah kasir.
Genta: Mbak, liat mata saya.
Mbak itu nampaknya sangat mudah dihipnotis. Baru sebentar dia sudah masuk dalam perangkap.
Genta: Tolong tuliskan di kertas struk pembayaran "Buat Foto Asli – Rp125.000,00*. Cetak Foto – Rp.15.000,00. *Detail: Hutan, 2 orang berciuman, senyata mungkin."
Kasir: Ini, mas. Struknya.
Genta: Makasih, mbak.
Aku langsung keluar dari tempat itu, masuk mobil, dan aku siap menuju rumah Linka.
FLASHBACK END
Kena kau, Genta. Aku diam-diam merekam kejadian itu. Setelah itu Genta langsung balik mendatangi kami.
Genta: Jadi kemana lagi?
(Boneka/Roller Coaster)
Arka: Biar makin seru, gimana kalau kita ke roller coaster dulu.
Drogba: Ide yang bagus, aku ingin benar-benar menguji adrenalin.
Gofar: Ya, aku setuju.
Genta: Aku juga.
Arka: Yang perempuannya berani gak nih naik roller coaster?
Naya, Raras & Linka: Ya berani lah.
Kami langsung pergi dan naik roller coaster.
Semua: Woo-hoo!
Drogba: Ini seru sekali!
Raras: Aku tak menyangka bisa seseru ini.
Arka: Bener kan ideku. Kita akan have fun disini.
Semua benar-benar senang naik roller coasternya. Setelah selesai, Raras dan Naya terlihat agak pusing.
Arka: Kalian tidak apa-apa?
Naya: Tidak apa-apa kok. Kami hanya sedikit pusing.
Arka: Apakah kalian ingin istirahat?
Naya: Tidak. Kita lanjutkan saja.
Genta: Kemana lagi?
(Boneka/Bianglala/Pulang)
Arka: Berhubung ini sudah pengen malam, mendingan kita ke tempat terakhir aja.
Linka: Apa itu?
Arka: Kita akan penuhi permintaan Raras, kita akan ke tempat permainan boneka.
Raras: Wah, asyiik!
Drogba: Yah, gak seru.
Arka: Apakah kalian yakin? Mengambil bonekanya bisa bikin greget banget lho.
Gofar: Bohong. Itu mah mudah banget.
Raras: Susah lho.
Drogba: Kalian menantang kami?
Naya mengangguk.
Genta: Baiklah, ayo.
Kami langsung pergi ketempat permainan boneka.
Drogba: Liat nih, mudah banget kok.
Drogba langsung mencobanya.
Drogba: Nah, nah, nah. Yes!
Dan Drogba berhasil
Raras: Tak kusangka, ternyata kau bisa memegang janjimu.
Drogba: Nah ambil nih.
Raras: Seriusan? Yey, makasih, Drog.
Linka: Siapa lagi?
Naya: Kamu mau coba, Arka?
(Coba/Lain/Kebelet)
Arka: Aku lagi mau ketoilet, kalian aja dulu.
Yang lain masing-masing mulai mencoba permainan itu.
Sebenarnya aku tak ingin ketoilet, aku dari tadi melihat hp Linka tergeletak di kursi. Diam-diam aku mengambilnya. Aku langsung mencari informasi di hpnya di tempat yang agak jauh.
Dengan skill stalking ku. Aku berhasil menemukan informasi masa lalu Linka. Datanya lumayan rumit juga untuk dicari. Linka mungkn juga tidak pernah tau bahwa data lamanya terpindahkan kesini. Setelah menemukan itu, aku langsung membackup dan aku langsung menelpon pak Inspektur.
Inspektur: Ada apa, Arka? Kau menemukan sesuatu?
Arka: Saya menemukan tiga bukti penting, pak.
Inspektur: Apa itu?
Arka: Genta ternyata memang ikut lomba besok. Saya juga sudah menemukan memori Linka. Dan saya juga merekam video tentang Genta menghipnotis kasir agar tidak bayar mahal.
Inspektur: Apakah semua itu sudah kamu simpan?
Arka: Tentu, pak.
Inspektur: Bagus sekali, jaga bukti itu. Kita akan bertemu besok di tempat lomba. Kita selesaikan semuanya.
Arka: Baik, pak.
Telpon terputus. Aku kembali menemui yang lain. Pelan-pelan kutaruh kembali hp Linka.
Arka: Bagaimana, tadi.
Linka: Genta berhasil, tapi Gofar gagal.
Arka: Kenapa kamu sampai gagal, Far. Malu-maluin.
Gofar: Susah tau, coba aja sana.
Aku langsung mulai mencoba. Aku memfokuskan targetku kepada satu boneka pink.
Dengan sangat berhati-hati, aku berhasil mendapatkan boneka yang kutargetkan tadi.
Arka: Sudah kubilang, ini tak terlalu susah.
Gofar langsung mengalihkan pandangannya.
Gofar: Baiklah, aku mengakui kalian hebat.
Aku langsung menyerahkan bonekaku kepada Naya.
Naya: Hah? Kenapa? Untukku?
Aku mengangguk.
Raras: Ciee.. romantisnya.
Naya: Diam, Raras. Kamu ini.
Arka: Bukan itu maksudku. Kan perempuan yang lain udah dapet, masa kuberi buat laki-laki?
Linka: Hmm.. Benar juga sih.
Naya: Makasih, Arka.
Naya terlihat tersenyum manis kepadaku. Aku sangat senang melihat ekspresinya yang bahagia itu.
Genta: Sekarang ayo kita pulang. Harinya sudah mau malam.
Arka: Ya sudah, ayo.
Di jalan pulang, diam-diam perlahan Naya mendekat kepadaku. Kepalanya berbaring ke bahu ku sambil berjalan.
Naya: Terimakasih, Arka.
Aku merasakan rambut Naya lembut seperti sutra. Rasanya aku sedang didatangi suatu malaikat. Aku yakin sebenarnya dia masih ada perasaan denganku. Pasti akan kudapatkan itu.
Akhirnya kami semua pulang. Besok adalah hari yang kutunggu-tunggu. Kompetisi Mural.
Oh ya, mereka belum tau ini. Hmm.. Mungkin besok saja. Aku sudah mengantuk. Semoga besok menjadi hari yang baik.
CHAPTER SELESAI
Author's Note: Filling sudah selesai. Tinggal 3 chapter terakhir penentuan. Chapter selanjutnya bakalan dirilis bulan ini juga, dan 2 chapter selanjutnya pada bulan November. Oh, dan ada juga chapter Epilogue yang akan dirilis pada hari yang sama dengan tanggal rilis chapter terakhir! Gak sabar ya? Hahaha. Makanya di follow dan favorite ceritanya dan authornya juga, supaya gak ketinggalan kalau The Finale Chapters nya sudah diupload. Stay safe!
