Season 3 Chapter 7: Kompetisi Mural
DISCLAIMER: Bisa gak sih aku ngomongnya cuman di Author's Note? Ku suruh mmh, Hey! 'Shutdown'
Inilah hari yang kutunggu-tunggu. Akhirnya. Selain lomba, hari ini semua kebenaran akan terungkap.
Arka: Kita memang tak akan jalan-jalan dengan Genta, tapi aku punya rencana jalan-jalan yang bagus untuk hari ini.
Drogba: Oh ya, aku kira hari ini kita akan diam dirumah.
Raras: Kita mau kemana, Arka?
Arka: Kudengar hari ini dilaksanakan Kompetisi Mural.
Naya: Kompetisi Mural? Ada apa disana?
(Lomba/Bazar & konser/Genta)
Arka: Disana ada bazar dan konser. Kita akan bersenang-senang disana.
Aku tidak boleh memberitahu mereka aku ikut lomba.
Raras: Hmm.. itu ide yang bagus. Baiklah.
Arka: Bagaimana yang lain.
Drogba: Aku setuju.
Gofar: Aku juga.
Naya: Aku juga.
Arka: Baiklah, ayo kita siap-siap.
Tidak butuh waktu lama untuk itu, kami pun siap. Aku diam-diam menyiapkan alat dan bahan kompetisi di tasku.
Gofar: Karena Genta tidak ada, maka kita pakai mobilku saja.
Arka: Ayo!
Kami berangkat.
Drogba: Kenapa kau baru beritahu kami sekarang? Jika kami tahu dari beberapa hari yang lalu, pasti Genta dan Linka akan ikut juga.
Aku yakin mereka sudah ada disana.
Naya: Ya, jadi bisa lebih seru deh.
Arka: Tapi kan dia memang sibuk hari ini, tidak baik memaksanya.
Gofar: Bener juga sih. Lagian dia lumayan banyak juga bersenang-senang dengan kita.
Raras: Tapi sebenarnya kenapa jadi dia kesini ya? Apakaha dia akan pulang atau diam disini?
Arka: Entahlah. Kalau itu hanya Gentanya saja yang tau.
Sekitar 20 menit perjalanan, kami pun tiba di tempat tujuan.
Gofar: Wah, banyak sekali orangnya. Aku tak pernah melihat orang sebanyak ini.
Drogba: Apakah ini hanya perasaanku atau memang orang disini jauh lebih banyak dari di Doofan kemarin?
Raras: Iya, banyak banget. Kenapa ya? Kan cuman konser.
Ya karena ada lomba berhadiah besar disini.
Arka: Semoga kita bisa masuk.
Dengan sedikit ugel-ugelan, akhirnya kami berhasil masuk tempat acara Kompetisi Mural.
Gofar: Kita harus cari tempat dulu buat nonton konsernya.
Kami pun mencari tempat yang lumayan lenggang untuk bisa menonton konser. Tiba-tiba disana kami menemui seseorang yang sangat kami kenal.
Raras: Genta? Linka?
Genta: Oh, hai semuanya.
Linka: Bagaimana kalian bisa ada disini?
Gofar: Justru kami yang ingin menanyakan itu.
Genta: Aku akan ikut lomba melukis disini.
Naya: Apa? Jadi kamu bisa melukis, Ta?
Genta: Bisa dong, kalau enggak kenapa aku ikut?
Kenapa aku agak curiga dengan Genta. Aku merasa ada hal yang buruk dibalik semua ini.
Linka: Kalau kalian kenapa kesini?
Raras: Arka mengajak kami, katanya ada konser disini.
Genta: Bener sih, ya udah. Yuk kita nonton bareng.
Drogba: Tapi sambil nonton, bagusnya sambil ngemil.
Gofar: Ya, benar.
Arka: Bagaimana kalau aku belikan makanan untuk kalian?
Drogba: Ditraktir?
Arka: Nggak lah, kalian kumpulin duitnya ke aku, biar aku beliin.
Drogba: Oh, kirain mau traktir.
Gofar: Aku mau soda.
Drogba: Aku juga. Aku lagi haus.
Raras: Aku mau coklat.
Naya: Memangnya gak kehausan nanti?
Raras: Sama air mineral.
Linka: Kalau aku belikan kentang goreng aja sama air putih.
Genta: Aku juga sama seperti Linka.
Arka: Baik, kamu apa, Nay?
Naya: Hmm.. entahlah. Aku ikut denganmu saja. Nanti sambil jalan aku bakal putusin. Lagian aku juga mau cek isi bazarnya.
Apa?! Seriusan? Wah, bagus nih. Aku bisa semakin dekat dengannnya.
Arka: Yakin? Jalan-jalan nanti capek lho.
Naya: Iya gapapa. Ayo.
Naya langsung jalan duluan. Dengan menyimpan uang yang lain, aku mengikutinya.
Naya: Beli apa dulu?
(Minuman/Coklat/Kentang)
Arka: Kita cari minuman-minumannya aja dulu. Pasti deket.
Naya: Ide yang bagus, lagian itu gak bakal berat.
Kami langsung mencari tempat yang menjual minuman. Baru sebentar berjalan kami sudah mendapatkannya.
Arka: Air mineralnya 3, Cuka-culanya 2 ya mbak.
Penjual: Duitnya masih kurang, mas.
Arka: Apa? Biar saya liat dulu.
Hmm.. Ampun dah, ternyata uang Drogba kurang. Dasar dia ini. Makan iya, bayar kagak.
(Bayarin/Minta Diskon/Ga Jadi)
Arka: Ini mbak kurangnya.
Penjual: Ini, mas.
Arka: Makasih bu.
Naya: Kamu gak keberatan nambahin kurang duitnya?
Arka: Gapapa kalo sekali-sekali.
Naya: Kamu memang masih seperti yang dulu kukenal. Baik hati, membantu orang lain.
Rasanya aku sangat senang mendengar perkataan Naya. Nay, andaikan kau tau. Sebenarnya aku tidak berubah sama sekali. Dan alasan semua ini terjadi adalah Genta yang sebenarnya juga nggak ada berubah dari dulu.
Pesanan Gofar dan Drogba, Check. Setengah pesanan Raras, Linka, dan Genta, Check!
Naya: Sekarang kemana lagi?
(Coklat/Kentang/Makanan kita)
Arka: Kita ke toko coklat dulu. Biar tahan lama makanannya nanti.
Naya: Baiklah, ayo.
Sambil mencari tempat tujuan, diam-diam Naya memegang tanganku yang satunya.
Aku yakin sebenarnya dia masih ingin bersamaku. Bertahanlah Nay, hari ini semuanya akan kembali normal seperti dulu lagi.
Tidak butuh waktu lama mencari, kami menemukan 1 toko coklat.
Arka: Coklat reguler 1, mbak.
Penjual: Ini mas.
Arka: Makasih, mbak.
Pesanan Raras, Check. Sekarang tinggal sisa pesanan Linka dan Genta, kentang. Apalagi ini, tempat makanan fast food berjajar disini. Tanpa perlu mencari kami langsung dapat.
Arka: Bagaimana kalau kita mesan makanan disini juga?
Naya: Ide yang bagus.
Arka: Jadi kamu mau mesan apa?
Naya: Menurutmu apa?
Wah, belum apa-apa sudah di test.
(Burger/Pizza/Ayam)
Arka: Bagaimana kalau pizza? Kalau kamu gak habis yang lain yang masih laper bisa bantu.
Naya: Bagus juga, sekalian berbagi.
Arka: Kentangnya 2, Pizza reguler 1 ya, mas.
Penjual: Siap, mohon ditunggu ya.
Kami duduk sambil menunggu.
Naya: Kenapa aku merasa bahwa kamu itu seperti bertransisi kepribadian ya?
Arka: Apa maksudmu?
Naya: Awalnya sama seperti sekarang, kamu itu baik sekali. Tapi kenapa saat kita ke hutan kemarin, sikapmu berubah 180 derajat?
Sebenarnya bukan sikapku yang berubah, Nay. Orang laknat itu yang ternyata serigala berbulu domba.
Aku terdiam.
Arka: Lebih baik kita tidak usah membahas hal itu lagi. Kan hari ini tujuan kita semua bersenang-senang.
Naya kembali tersenyum.
Naya: Baiklah. Oh itu, makanannya sudah siap.
Arka: Oh ya?
Aku langsung kembali kekasir.
Arka: Ini bayarannya, mas.
Penjual: Ini kembaliannya. Terimakasih sudah berbelanja disini.
Hanya punya Naya yang ada kembaliannya.
Arka: Ambil kembalianmu, Nay.
Naya: Tidak usah, untukmu saja. Karena sudah membayarkan punya Drogba.
Arka: Serius? Gak mau diambil nih.
Naya: Iya, buat kamu aja.
Arka: Makasih banyak, Nay.
Naya: Sama-sama.
Semua pesanan sudah selesai. Kami kembali ke tempat konser.
Naya: Mau kubantu membawa?
Arka: Tidak usah, ini ringan aja kok.
Naya: Menurutku itu berat.
Arka: Ah, gapapa kok.
Sebenarnya memang agak berat, tapi aku tidak ingin membebani Naya.
Naya: Hai semuanya. Kami sudah datang.
Drogba: Wah, baguslah. Aku sudah haus.
Arka: Minumnya iya, bayarnya kagak.
Drogba: Apa maksudmu?
Arka: Duitmu kurang tau.
Drogba: Apa? Beneran? Aku kira itu cukup.
Arka: Cukup matamu.
Raras: Jadi bagaimana?
Naya: Arka menambahkan sisanya.
Drogba: Wah, makasih Arka.
Arka: Tidak, pada akhirnya sebenarnya Naya yang menambahkan sisanya.
Naya: Kenapa aku?
Arka: Kamu memberiku uang kembalianmu untuk menutupi kekuranganmu, berarti kamu yang berbagi.
Raras: Wah, aku salut sama kalian berdua.
Naya: Ya sudah, ayo diambil semuanya.
Yang lain mulai mengambil makanannya. Setelah Genta selesai menyantap makanannya..
Genta: Aku ingin pergi daftar ulang lomba dulu.
Linka: Ya sudah, cepat kembali.
Genta langsung pergi dari kami.
Oh iya, aku juga belum daftar ulang. Aku harus pergi.
Arka: Aku juga mau pergi dulu?
Naya: Lho? Tapi kamu belum ambil pizzanya. Kamu ikut lomba?
(WC/Lomba/Rumah)
Arka: Aku mau ke WC dulu.
Gofar: Oh ya sudah sana. Nanti bau disini.
Kami tertawa. Aku langsung pergi menyusul Genta tanpa diketahuinya. Aku melihat Genta masuk ruangan bertuliskan "Ruangan Daftar Peserta".
Setelah 5 menit kutunggu, Genta keluar. Aku pun masuk.
Panitia: Ada yang bisa saya bantu?
Arka: Saya mau daftar ulang, pak.
Panitia: Dengan nama siapa?
Arka: Arka Raya.
Panitia: Hmm.. ok. Silahkan diambil nomor urutnya. Mohon ditempel di dada dan dijaga agar tidak hilang.
Arka: Baik, pak. Terimakasih.
Aku langsung keluar dari tempat itu. Nomor urutku 128. Gila, berarti aku melawan ratusan orang disini. Aku harus bisa semaksimal mungkin melukis kalau begini.
(Pasang/Simpan/Buang)
Tidak, teman-temanku tak boleh tau tentang hal ini. Aku lebih baik menyimpannya saja.
Aku langsung kembali ke tempat konser. Acara sepertinya sudah dimulai. Semuanya tampak menikmati konsernya.
3 jam berlalu, konser selesai. Terdengar suara dari speaker disana.
MC: Bagi peserta lomba melukis, silahkan masuk ruangan peserta. Lomba akan segera dimulai.
CHAPTER SELESAI
Author's Note: Bagian 1 dari 3 sudah selesai. Tinggal 2 chapter penentu, semuanya akan dirilis bulan depan, November 2021. Dan ingat, akan ada juga chapter Epilogue yang bakalan dirilis di hari yang sama dengan rilis Chapter terakhir, Season 3 Chapter 9! Sedikit lagi kawan, jadi make sure to follow everywhere, okay? Stay safe ;)
Oh, dan untuk sosok misterius yang tiba-tiba masuk Author's Note aku... itu akan ku reveal di chapter selanjutnya...
