Season 3 Chapter 8: Lomba Melukis
DISCLAIMER: Hey, kenapa sih? (Don't do it now, I'm not ready yet!) Tsk. Terserahlah.
Lomba melukis akan segera dimulai..
Genta: Aku pergi dulu ya teman-teman.
Linka: Baiklah, semoga menang.
Gofar: Kami mendoakanmu, Ta.
Genta langsung pergi ke ruangan lomba. Harusnya kalian mendukungku, bukan si pengkhianat itu. Aku juga harus pergi. Apa yang harus kukatakan?
(WC/Lomba/Rumah)
Arka: Astaga, aku ada sesuatu yang ketinggalan dirumah. Aku harus mengambilnya. Genta, aku minjam kunci mobilmu.
Gofar: Barang apa?
Arka: Udah cepet, penting ini.
Gofar: Nah ambil ini, cepat kembalikan nanti.
Aku langsung lari menipu mereka. Lalu aku berbelok masuk ke ruangan lomba.
Ternyata ada gedung khusus untuk lombanya ya. Baguslah, Genta tak akan pernah bisa melihatku.
MC: Lomba dimulai 5 menit lagi.
Waduh, aku harus cepat mencari ruanganku. 128, 128, 128!
Aku berlari sekencang mungkin sambil menganalisa.
MC: 10.. 9.. 8..
Aku mempercepat lariku. Itu dia! Aku langsung masuk. Ternyata ruanganku di ujung gedung. Aku langsung menaruh alat dan bahanku.
MC: 3.. 2.. 1.. MULAI!
Aku berusaha secepat mungkin menggerakkan kuasku, tapi tetap santai dan sedetail-detailnya.
Dengan imajinasi dan ingatanku, aku mulai melukis seseorang yang bermuka dua itu.
Bedanya kalau dirumah pak Inspektur orangnya tidak kukenal. Kalau kali ini sengaja kubuat orangnya Genta, dan yang dikhianati adalah kami semua.
Ini sangat tepat dengan kondisi yang sedang berlangsung. Apalagi kalau nanti aku menang. Semua orang pasti akan paham maksud dari lukisan ini. Semoga saja.
Hampir 4 jam berjalan..
MC: Waktu melukis tinggal 5 menit lagi.
Arka: Waduh, aku belum sempat menambahkan detailnya.
(Percepat/Tinggal/Sederhanakan)
Aku tak ada pilihan lain, aku harus sederhanakan detailnya. Tak sedetail kemarin, tapi yang penting selesai dan tetap bagus.
5 menit berlalu, aku akhirnya berhasil menyelesaikan lukisanku.
MC: Waktu habis! Semua peserta dipersilahkan keluar, jangan ada yang pulang dulu. Pengumuman akan dilaksanakan sebentar lagi.
Aku langsung membereskan alat-alatku, lalu langsung keluar.
Terlihat banyak sekali peserta yang memenuhi ruangan lomba. Semoga saja aku menang bertanding dengan orang-orang sebanyak ini.
Hampir sampai di pintu utama, tiba-tiba aku melihat Genta yang berhadapan denganku.
Genta: Arka? Mengapa kau berada disini?
Gawat ini, aku ketahuan.
(Lomba/Mencari/Lihat)
Arka: Aku sedang mencarimu.
Genta: Apa? Mencariku?
Arka: Ya, kulihat peserta yang lain sudah mulai keluar. Jadi aku putuskan langsung mencarimu kedalam.
Genta: Kenapa aku melihatmu dari dalam?
Arka: Kita pasti berselisih. Aku tak melihatmu sampai keujung. Aku kira kau sudah keluar mungkin. Akhirnya aku kembali. Eh, ternyata ketemu juga.
Genta: Oh, jadi begitu. Aku memang agak lambat keluar tadi.
Arka: Kenapa?
Genta: Alat dan bahan yang kubawa banyak, jadi beres-beresnya jadi agak lambat.
Arka: Oh, pantesan gak ketemu tadi.
Genta: Ya sudah, ayo keluar. Yang lain pasti sudah menunggu kita.
Kami berdua keluar. Aku agak curiga dengan Genta. Kenapa saat aku bertemu dengannya, posisinya berbalik arah? Seakan ingin masuk kedalam.
Kami sampai diluar, akhirnya selesai juga.
(Cari yang lain/WC/Pulang)
Arka: Duh, aku mau ke WC dulu. Kau cari mereka, nanti aku nyusul.
Genta: Ok.
Aku langsung pergi ke mobil Gofar. Sebenarnya aku ingin menghubungi pak Inspektur.
Arka: Halo, pak.
Inspektur: Halo, Arka. Apakah kamu sudah siap.
Arka: Ya pak. Dan ada satu hal yang mencurigakan dari Genta tadi.
Inspektur: Apa itu?
Arka: Saat saya selesai lomba, sialnya saya berpapasan dengan Genta.
Inspektur: Apa? Jadi kamu ketahuan ikut lomba?
Arka: Tidak, pak. Saya berhasil membuat alibi.
Inspektur: Syukurlah. Bahaya kalau sampai ketahuan. Terus apa hal yang mencurigakan?
Arka: Saat saya berpapasan dengannya, posisinya malah sedang berbalik arah seperti malah ingin masuk.
Inspektur: Hmm.. itu lumayan mencurigakan. Baiklah, kita akan urus itu disana. Tunggu kedatangan kami.
Arka: Kami?
Inspektur: Ya, kamu pasti akan terkejut dengan ini.
Telpon terputus. Apakah pak Inspektur membawa banyak polisi lagi ya? Feelingku kami akan mencek ruang CCTV. Lebih baik aku mencarinya terlebih dahulu.
Aku berjalan-jalan sambil mencari ruangan CCTV. Sekitar 5 menit lihat-lihat, ternyata ruang CCTV berada di dekat tempat konser.
Oh ya, yang lain pasti bingung kenapa aku lama sekali.
Aku sudah bilang ke mereka aku akan mengambil sesuatu. Aku harus memilih alasan yang tepat.
Tapi apa ya kira-kira alasan yang setimpal dengan penungguan 4 jam gini?
(Cari hp/Tidur/Lomba/Makan)
Kayanya alasan cari hp lumayan.
Aku langsung kembali menemui yang lain.
Gofar: Arka, kau tidur atau apa? Kenapa lama sekali?
Arka: Aku ketinggalan hpku. Aku kira tertinggal dirumah. Setelah lama kucari, tidak dapat juga. Akhirnya aku keliling-keliling disini mencarinya.
Arka: Alhasil sampai berjam-jam aku juga tidak mendapatkannya. Dengan rasa pasrah kucek mobil kau, dan ternyata ada disana. Sialan. Aku lelah sekali.
Arka: Setelah itu kulihat peserta-peserta sudah mulai keluar dari ruangan, maka langsung kucari saja Genta.
Arka: Setelah agak sedikit susah mencari, akhirnya kami bertemu.
Raras: Hmm.. pantesan lama banget.
Naya: Makanya, jangan ceroboh lagi meletakkan sesuatu.
Arka: Hehehe, iya. Selama aku tak ada, kalian ngapain?
Linka: Ya kami jalan-jalan disekitar sini. Sekalian makan siang.
Arka: Makan siang?
Raras: Ya, kami padahal juga sudah sempat membungkuskan untukmu.
Arka: Mana?
Raras: Tuh cari di perut Drogba.
Arka: Apa? Kamu makan ya?
Drogba: Kau lama banget sih. Daripada mubazir, lebih baik kumakan.
Arka: Ya, itu memang salahku juga sih.
Gofar: Jadi sekarang kita bagaimana, Genta?
Genta: Belum, jangan pulang dulu. Pengumumannya sebentar lagi.
Naya: Hmm, baiklah.
Arka: Bagaimana kalau kita menjelajah bazar disini lagi?
Drogba: Kami sudah menjelajahi semuanya. Kalau kau mau, kau saja sana.
(Ya/Tidak/Temenin)
Arka: Hmm, baiklah. Aku juga sedang mau refreshing habis kena sial tadi.
Aku langsung pergi ke depan gerbang masuk. Ini kesempatan yang tepat untuk menunggu pak Inspektur.
Hmm.. aku masih penasaran, apa yang dia lakukan di tempat lomba tadi ya?
Sekitar 20 menit menunggu, aku melihat ada rombongan mobil datang. Memang banyak, tapi suara mereka tidak terdengar.
Setelah beberapa saat, kulihat banyak sekali polisi yang keluar, bahkan jauh lebih banyak daripada saat di lereng kemarin.
Arka: Wah, pak. Niat banget.
Inspektur: Tentu. Bapak tak akan biarkan Genta lolos kali ini. Dia sudah sangat membuatku geram dengan ulahnya.
Inspektur: Ayo kita selesaikan semua ini!
CHAPTER SELESAI
Author's Note: One chapter left. The Finale. 15 November 2021. Chapter terakhir dan Chapter Epilogue. Season 3 Chapter 9 Finale dan The Grand Finale Chapter: Epilogue. Apakah kalian siap? 8 hari lagi. 15 November 2021. 2 Chapters in 1 Day! Are you ready? Oh, I'm freaking ready!
