The Grand Finale Chapter – Epilogue
DISCLAIMER: Sekarang? (Yes.) Ok guys, orang ini adalah...
Keesokan harinya kami siap-siap untuk pulang. Tidak lupa aku sambil melihat-lihat apakah koperku masih aman atau sudah dilahap Drogba. Seperti biasa, sebelum perjalanan pulang, kami akan membeli perlengkapan untuk di perjalanan.
Arka: Bagaimana? Apakah semuanya sudah siap?
Raras: Ya. Ayo berangkat!
Kami langsung pergi meninggalkan penginapan kami.
Kami sepakat untuk berbelanja kebutuhan di Mall. Karena tidak akan ribet dan pastinya akan menyediakan lebih banyak waktu di perjalanan.
Sebelum ke Mall, kami setuju untuk mengajak Linka di perjalanan terakhir ini.
Linka: Gapapa nih? Ga ngerepotin kalian?
Arka: Ya nggak lah. Ya sudah, ayo!
Kami berangkat lagi. Sekitar 30 menit perjalanan, akhirnya kami sampai.
Arka: Bagaimana kalau kita sarapan dulu?
Drogba: Sarapan dimana?
Arka: Di salah satu cabang restoran Jepang kemarin.
Naya: Tau dari mana?
Aku menunjuk ke belakang Naya, terlihat jelas restorannya ada disana.
Raras: Wah? Beneran?
Gofar: Bayar sendiri atau di traktir nih?
Arka: Bayar sendiri.
Teman-teman: Yah.
Arka: Nggak kok. Canda. Ya iyalah kutraktir.
Drogba: Yey, akhirnya aku bisa beli Sashimi Set!
Kami tertawa.
Sesampainya di restoran itu, kami tidak disambut seperti biasanya. Tiba-tiba kami didatangi petugas.. tidak, sepertinya Manager di sana.
Manager: Halo, Arka.
Arka: Em.. halo pak?
Manager: Kami mendengar berita bahwa buronan di pulau ini telah ditangkap. Dan itu melibatkan kalian semua. Apakah itu benar?
Arka: Em.. Iya pak.
Manager: Salah satu yang paling saya lihat adalah bagian kasir di perusahaan saya dihipnotis.
Aku meneguk ludahku.
Manager: Untuk itu, kami meminta rugi sebanyak 1 juta 89 ribu rupiah, sesuai dengan harga makanan yang kalian beli kemarin. Karena baru 11rb saja yang terbayarkan.
Aku menghela napas, aku sudah menduga ini akan terjadi. Tapi mau bagaimana lagi, itu juga makanan kami. Kami wajib membayarnya.
Arka: Baiklah, pak. Tunggu sebentar saya ambilkan uangnya.
Manager: Oh, silahkan.
Aku mengambil dompetku dan mengambil uang sesuai yang diminta. Untung aku bawa 2jt buat persiapan perjalanan. Kalau tidak aku bisa disuruh cuci piring.
Baru saja aku mau memberi uang itu, tapi tanganku dihentikan Naya.
Naya: Tidak, Arka. Jangan bayar semuanya.
Arka: Apa maksudmu, Nay?
Naya: Itu bukan makananmu semua, makanan kami juga termasuk disitu. Jadi harusnya kami lah yang membayar punya kami masing-masing, bukan kamu.
Gofar: Bener, kami akan bayar masing-masing aja.
Drogba: Eng..
Tiba-tiba tangan Drogba dicubit Raras.
Drogba: IYA! IYA! IYA! Duh.. sakit.
Linka: Iya, aku bayar punyaku, dan yang lain bayar masing-masing.
Raras: Ya, aku setuju.
Arka: Tak perlu, teman-teman. Aku bisa membayar semua ini. Lagian kan aku yang merekam kejadiannya, jadi aku juga yang harus bertanggungjawab tentang itu.
Suasana hening sementara, tiba-tiba Naya menggelengkan kepalanya.
Naya: Tidak, Arka. Kalau kau mau membayarkanku, aku tidak mau menerimanya.
Gofar: Aku juga.
Linka: Aku juga.
Raras: Aku juga.
Drogba: Eng.. EH!
Drogba dicubit lagi.
Drogba: IYA, IYA! Aku juga! Duh, huhuh..
Arka: Tapi...
Aku terhenti di tengah perkataanku.
Naya: Biarkan kami menunjukkan kepadamu rasa peduli kami. Kamu sudah cukup.. bukan.. sangat banyak membantu kami. Sekarang giliran kami membalasnya.
Teman-teman yang lain, sekarang termasuk Drogba tanpa paksaan, mengangguk.
Aku menghela napas.
Arka: Baiklah, aku juga tidak bisa memaksa kalian.
Teman-temanku tersenyum.
Naya: Bisa tunjukkan bill yang kemarin lagi, pak.
Aku menegok balik ke pak Manager itu, dia terlihat... terharu?
Manager: O-Oh.. ya ya. Tunggu sebentar.
Manager itu langsung masuk mencek smartphone nya dan mencari struk bill makanan kami semalam.
Manager: Ini.
Aku melihat sebuah gambar bill di hp Manager itu.
"Bento 1 = Rp300.000, Ramen 2 = Rp165.000 x2 = Rp330.000, Sushi Set 1 = Rp120.000, Sashimi Set 1 = Rp100.000, Salmon Donburi 1 = Rp100.000, Teppanyaki 1 = Rp80.000, Ocha 7 = Rp10.000 x 7 = Rp70.000. Total = Rp1.100.000"
Arka: Ini pak, 300rb punya saya.
Gofar: Ini juga, pak, 165rb.
Naya: Ini 120rb pak.
Raras: Ini 100rb pak.
Linka: Ini 100rb pak.
Drogba: Eng... Ini 165rb pak.
Arka: Sisanya biar aku yang bayar.
Naya: Tapi...
Arka: Sudah, sudah. Ini pak, sisa 139rb-nya pak.
Manager: Terimakasih, mbak, mas. Ikhlas kan ya?
Kami saling menatap satu sama lain.
Arka: I-I-Iya kok pak. Ini memang tanggung jawab kami.
Manager itu tersenyum.
Manager: Tidak usah, saya sudah puas melihat apa yang ingin saya lihat.
Tiba-tiba Manager itu mengembalikan uang kami.
Arka: Kenapa pak? Kami kan harus bayar.
Manager: Tidak perlu, harusnya kami lah yang harus bayr kepada kalian. Tanpa kalian, mungkin tempat ini akan terus dipermainkan Genta entah sampai kapan.
Arka: Jadi yang kemarin itu bukan yang pertama kali ya pak?
Manager: Tentu saja bukan, ini sudah ke-69 kalinya kami kecolongan.
Apa?! Udah 69 kali?
Drogba: Jadi kenapa tadi sampai ditagih?
Manager itu tersenyum lalu berkata.
Manager: Saya hanya ingin melihat apakah kalian sudah cukup baik untuk menerima hadiah dari kami.
Raras: Hadiah?!
Manager: KEJUTAN!
Sampai sekarang, aku baru sadar ternyata ada 1 meja yang sedang ditutupi oleh kain. Dan setelah terbuka, ternyata ada...
...Bento Deluxe 1, Ramen Wagyu 1, Sushi Set Group Edition 1, Sashimi Group Edition 2, Wagyu Donburi 1, dan 1 Teko Besar Ocha.
Arka: What...
Gofar: ...The...
Drogba: ... ?!#
Sontak kami langsung melihat Drogba. Tapi kami langsung fokus kembali kepada makanan yang ada.
Manager: Sebagai bentuk terimakasih kami, semua hidangan ini kami sajikan gratis untuk kalian.
Mata kami langsung terbuka lebar.
Raras: Wah, beneran pak?!
Manager itu mengangguk.
Drogba: ASYIIIIIIIIIIIIIIIK!
Arka: Wah, terimakasih banyak pak.
Manager: No no no. Harusnya kami yang berterimakasih banyak. Ya sudah, makan sana. Nikmati hadiah kalian.
Manager itu ingin kembali ke dalam.
Gofar: Tunggu, pak!
Manager itu berpaling lagi.
Manager: Ada apa?
Gofar: Siapa yang membayar kerugian-kerugian bapak?
Manager itu tersenyum.
Manager: Genta yang membayarnya kembali...
Arka dkk: APA?!
FLASHBACK START
Inspektur's POV
Ini saatnya untuk mengembalikan kerusakan ekonomi menjadi normal.
Inspektur: Bagikan semua uang ini kepada yang terdampak ulah si Genta itu.
Polisi 2: Baik, pak.
Untung saja kekayaan Genta kebanyakan masih berupa uang. Dan itu cukup menutupi kesengsaraan masyarakat yang terdampak olehnya... setidaknya yang kami ketahui sebagai prioritasnya.
Sekali lagi...
Inspektur: Terimakasih, Arka.
FLASHBACK END
Arka's POV
Manager: Jadi kami adalah salah satu yang di kompensasi.
Gofar: Ooh. Pantesan aja. Kirain Gentanya langsung yang bagiin.
Manager: Ya nggak lah. Ya sudah, bapak pergi dulu.
Manager itu pergi.
Arka: Ya sudah, ayo makan.
Drogba: Akhirnya aku bisa menyantap Sashimi lezat ini...
Linka: Akhirnya aku bisa mencoba daging termahal di dunia...
Arka dkk: Selamat makan!
Setelah 30 menit, akhirnya kami selesai makan santapan Sultan ini. Setelah itu kami langsung pamit dengan petugas-petugas disana.
Arka: Kita selesaikan hiburan kita dulu sebelum beli perlengkapan, supaya gak susah bawanya.
Naya: Emangnya kita mau kemana lagi, Arka?
Arka: Kita nonton bioskop horror... lagi.
Drogba & Raras: AAAAAAHHHHHHH! TIIIIIIDAAAAAAAAAAAAAKKKKK!
Mau bagaimanapun reaksi Drogba dan Raras, keputusannya tetap sama. Nobar film horror. Ya gimana mau ngelawan, hasil votenya 4-2, 2 yang ga mau cuman Drogba dan Raras. Apalagi alasannya kalau bukan insiden pelukan kemaren.
Akhirnya demi mencegah hal yang tak diinginkan diantara mereka berdua, posisi duduknya adalah Drogba-Gofar-Arka-Naya-Linka-Raras. Ya, Drogba dan Raras terpisah di Ujung Barat dan Timur.
Selama film berlangsung, Drogba berkali-kali berteriak, aku dan Gofar tetep biasa aja. Untuk bagian ceweknya kayanya Linka berani banget nonton film horor, soalnya dia gak kelihatan takut sama sekali, sama seperti aku dan Gofar. Raras berkali-kali menutup mukanya, dan Naya... seperti biasa, aku selalu menang banyak. Bahkan ada yang sampai setengah dipeluk, saking seringnya sampai digoda teman-teman yang lain. Sialan. Tapi bagus juga, hehehe.
Setelah 2 jam berlalu, film akhirnya berakhir.
Arka: Nah, sekarang baru kita ke supermarketnya.
Raras: Ayo!
Setelah sekitar 1 jam berbelanja, pada akhirnya kami membeli snack segunung... canda, tapi memang banyak banget, dan beberapa cinderamata sebagai kenang-kenangan. Para ceweknya juga malah beli pakaian.
Setelah semua selesai, kami memutuskan untuk mengantar Linka pulang.
Sesampainya disana..
Linka: Terimakasih semuanya, sudah menemaniku 1 minggu ini. Terutama Arka, kamu telah menyelamatkan pikiranku dari penjahat Genta itu.
Arka: Ah, jangan melebih-lebihkanku. Kalian semualah pendukung batinku hingga semua ini bisa terjadi. Tanpa kalian yang ada di hatiku, aku mungkin sudah putus asa dari awal.
Linka: Aku akan rindu kalian semua.
Linka meneteskan air mata.
Sontak kami semua langsung memeluk hangat Linka.
Naya: Kami juga akan rindu kepadamu, Linka.
Raras: Ya, itu benar.
Linka: Kalau kalian tidak keberatan, kunjungi aku setiap ada waktu ya?
Arka: Tentu, Linka.
Kami semua berpelukan selama 5 menit sebelum akhirnya melepaskan diri.
Linka: Bye, semuanya.
Arka dkk: Bye, Linka!
Setelah itu kami kembali ke penginapan untuk mengurus check out dan persiapan terakhir. Setelah itu kami memulai perjalanan pulang.
Untungnya diperjalanan kali ini kami tidak mengalami masalah lagi dijalan seperti pas berangkat. Mungkin sudah diperbaiki.
Seperti biasa, seiring waktu semua cemilan yang dibeli ludes kedalam perut kami, puluhan atau mungkin ratusan jokes dari buku Drogba pun sudah masuk ke otak kami.
Setelah berjam-jam dijalan, kami akhirnya sampai.
Drogba: Akhirnya, kita balik ke kampung kesayangan kita lagi.
Gofar: Semoga nanti kita ada waktu lagi untuk jalan-jalan seperti ini.
Raras: Tentu, dengan harapan tak ada insiden-insiden seperti jalan-jalan kali ini.
Naya berbisik kepadaku.
Naya: Dan agar kita bisa menghabiskan waktu lebih banyak lagi.
Aku tersenyum. Setelah itu kami semua pergi kerumah masing-masing.
Setelah aku masuk, ibu langsung menyambutku dengan hangat.
Mamah Arka: Akhirnya kamu kembali, Arka. Ibu rindu sekali denganmu.
Arka: Tapi ibu baik-baik saja kan?
Mamah Arka: Tenang saja, masalah ibu hanya kerinduan kepadamu. Sudah sana, beres-beres dulu. Baru kita sambung berbincang. Ibu juga sudah siapkan makanan untukmu.
Arka: Baik, bu.
Aku langsung beres-beres dan makan.
Mamah Arka: Oh ya, bagaimana hasil lomba kemarin? Apakah kamu menang?
Aku menggelengkan kepala.
Mamah Arka: Tidak apa-apa, Arka. Walaupun kamu kalah, yang penting kamu mendapatkan pengalaman dari sana.
Apa yang kulakukan? Kenapa aku malah menggelengkan kepala? Mungkin aku terlalu lelah. Otakku sudah mulai tidak sinkron.
Arka: Oh ya, maaf bu. Aku sudah kelelahan, makanya salah gestur. Aku menang bu.
Mamah Arka: Oh ya, juara berapa?
Arka: Juara 1 bu.
Mamah Arka: Apa? Seriusan? Jangan bohong kamu!
Arka: Iya bu.
Ibu langsung memelukku erat. Pelukannya sangat hangat. Dari rasa tubuhnya terasa perasaan yang sangat senang.
Mamah Arka: Ibu bangga denganmu, Arka. Tak ibu sangka kamu bisa menjadi juara 1.
Arka: Itu pasti karena ada unsur doa ibu juga, kan?
Mamah Arka: Ah, bisa aja kamu. Dimana kamu menyimpan uangnya?
Arka: Di koperku, bu.
Ibu langsung pergi mengecek isi koperku.
Mamah Arka: Hah? Kenapa jadi totalnya 60 juta, Arka? Seingat ibu hadiahnya cuman 50 juta untuk juara 1.
Arka: Itu ceritanya panjang bu.
Mamah Arka: Jangan bilang kamu mencuri.
Arka: Tidak, bu. Untuk apa aku mencuri?
Mamah Arka: Mungkin saja. Tapi baiklah, ceritakan.
Aku menjelaskan semuanya kepada ibu.
Mamah Arka: Jadi sekarang bagaimana kondisi Genta.
Arka: Entahlah. Antara dia sedang dipenjara atau sudah di eksekusi.
Mamah Arka: Ibu agak ngeri mendengar hukumannya. Tapi pada intinya, kamu melakukan hal yang benar. Kamu berhasil menegakkan kebenaran untuk satu pulau. Ibu bangga denganmu.
Arka: Terimakasih, bu.
Mamah Arka: Sudah, kamu istirahat aja dulu. Setelah perjalanan panjang itu, kamu pasti lelah sekali.
Arka: Baik, bu.
Aku langsung pergi kekamarku, lalu tidur.
Terimakasih semuanya, sudah mendampingiku. Dari awal aku kelas 12 SMA, sampai sekarang, perjalanan di pulau Palelo.
Tanpa bantuan dari kalian, mungkin aku masih menjadi bad boy dengan masa depan yang kelam. Sekali lagi terimakasih.
Untuk selanjutnya, aku akan menghadapinya sendiri. Aku tidak akan merepotkan kalian lagi. Biarlah aku mulai berdikari dari sekarang.
Aku berjanji akan tetap menjadi seseorang yang baik. Sekali lagi, thank you for all of your support.
TAMAT
Author's Note:
Wow, akhirnya cerita yang berjalan selama 2 tahun ini selesai. Ya, aku tahu uploadnya dimulai dari 5 Juli 2020, tapi fanficnya sudah mulai dibuat pada 15 November 2019, oleh karena itu aku putuskan untuk mengupload akhir dari fanfic ini pada anniversary nya, yang ternyata sekarang pada 15 November 2021, Ulang tahun ke-2 fanfic ini dari awal dibuat.
Seperti yang aku katakan dulu, fanfic ini sebenarnya sudah lama selesai. Dari awal pembuatannya pada 15 November 2019, sebenarnya awalnya sudah selesai dibuat sekitaran 16 Desember 2019. Itu adalah masa-masanya aku produktif banget dalam membuat fanfic ini.
Tapi sayangnya, pada Sabtu, 21 Desember 2019, Laptop tempat aku menyimpan isi cerita Partner in Cream: The Villain Story ini rusak. Sekitaran tahun baru 2020, laptopnya akhirnya bisa diperbaiki, dari versi Windows 7 ke Windows 10, tapi sayangnya data lama laptopku tidak bisa diselamatkan, sehingga aku harus mulai dari awal.
Ya... enggak terlalu dari awal juga sih, aku masih ingat-ingat sedikit isi utama ceritanya, jadi itu bakalan membantu banget. Cuman... yah, pasti ada beberapa bagian yang beda dari versi awal pada Desember itu. Ditambah lagi mood ku drop banget habis sadar kalau aku harus ulang dari "awal". Tapi akhirnya, aku memutuskan untuk memulai pengetikan ulang fanfic ini. Banyak selang waktu yang terjadi karena mood ku yang berubah-ubah, tapi akhirnya fanfic ini bisa selesai lagi pada 25 April 2020.
Tentunya ada beberapa perbedaan dari versi awal Desember 2019 dengan versi April 2020. Salah satu yang paling aku ingat adalah perubahan format chapter. Di versi awal, aku nggak buat fanfic ini jadi 2 bagian (lanjutan Season 2 lalu Season 3), tapi langsung berlanjut dari Season 2 Chapter 6 sampai Season 2 Chapter 15. Ya, awalnya cuman ada 10 Chapter, tapi setiap chapter lebih panjang dari chapter yang sekarang. "Pilihan Interaktif" nya juga lebih banyak, sekitar 6-7, dimana hanya ada 3-4 dalam setiap chapter versi yang sekarang (April 2020).
Perubahan besar yang paling aku inget juga adalah penambahan chapter Doofan. Awalnya itu nggak ada, cuman setelah aku pisah-pisah chapter panjang menjadi 2 chapter/lebih, hasilnya mengganjil, sampai Season 3 Chapter 8 aja. Jadi supaya sama setiap Season ada 9 chapters, aku tambahin satu chapter yang akhirnya menjadi Season 3 Chapter 6: Doofan.
Epilogue ini juga ada cerita tersendiri. Awalnya Epilogue ini menyatu dengan Season 3 Chapter 9. Karena itu aku sempat ingin mencancel bagian akhir ini. Aku pikir akan lebih baik jika (chapternya) diakhiri dengan klimaks, tapi setelah aku pikir-pikir lebih baik dibuat saja, hanya saja dibuat chapter khusus yaitu... ya, chapter ini, Epilogue.
Setelah 25 April 2020, waktunya publish. Awalnya aku ingin kirim ke Binarystudio54, siapa tau mereka tertarik untuk memakai konsepku dan melanjutkan projek Partner in Cream, karena kan yang gak ada lagi penulisnya doang, kan siapa tau... Tapi saat aku mau kirim, tiba-tiba website mereka down. Gak bisa diakses lagi. Aku nggak tau kalau mereka memang bubar atau bagaimana, tapi yang jelas rencanaku untuk mengupload cerita ini ke developernya langsung gagal.
Sekitaran waktu itu juga aku tau website ini. Ya, aku memang bukan baca-baca fanfic tentang Partner in Cream sih, tapi game lain, karena ya... ga ada fanfic PiC disini sampai terakhir aku cari sekarang. Makanya kategorinya Misc. Games. Tapi dari sana, akhirnya aku memutuskan untuk mengupload cerita ini lewat website ini.
Dari 30 Juni 2020 sampai 5 Juli 2020, aku coba buat sedikit perubahan pada fanfic ini agar compatible atau cocok dengan website ini, dan akhirnya... yah, pada 5 Juli 2020, aku mulai mengupload cerita ini per chapter, dari 5 Juli 2020 sampai 15 November 2021, 2nd anniversary dari pembuatan fanfic ini.
Ceritanya memang technically selesai major part nya pada 25 April 2020, which is hanya sekitar 1,5 tahun yang lalu. Tapi konsep ceritanya sudah mengkristal dari awal November 2019. Apapun perubahan setelahnya, tetap mengakar pada konsep ini, yaitu cerita yang tetap menaiki gunung klimaks hingga chapter penghabisan.
Menurut aku sendiri di akhir tahun 2021 ini, ceritanya agak kurang realistis (bagaimana menurut kalian?), tapi memang dari awal konsepnya adalah Arka yang membalas dendam (di sisi yang baik) kepada Genta dengan bukti di balik layar yang terus bertambah seiring chapter, tidak peduli setidak realistisnya itu, dan akhirnya... boom, titik akhir Genta pada chapter terakhir. Mungkin era akhir 2019 sampai awal 2020 itu era emosi pembalasan ketidakadilanku kali ya?
Tapi intinya, banyak yang sudah berubah dari caraku membuat cerita selama 2 tahun ini (dari November 2019 hingga November 2021 ini), dan ya... kalau kalian merasa ada sesuatu yang akan datang, maka kalian benar. Aku sedang membuat fanfic ku selanjutnya. Fanfic ini juga berdasarkan game, tapi bukan kelanjutan cerita yang terhentikan seperti PiC, tapi alternative universe, seperti kebanyakan fanfic yang lain.
Fanfic baru ku ini adalah... dari suatu game juga, tapi dari luar negeri, dan ini juga yang membuatku tahu tentang website itu. Ini adalah fanfic tentang...
Doki Doki Literature Club.
(Hello everyone.)
Ya. Orang yang kadang muncul dalam fanfic ini adalah Monika, salah satu karakter dari DDLC. Kalau kalian membaca chapter April Fools 2021 yang aku sempat upload di sini dan kalian teliti lebih lanjut, aku sebenarnya sudah pernah membahas tentang fanfic baru ku ini.
Namanya adalah Your Princess is in Another Castle. Basically tentang player DDLC yang masuk dunia DDLC, namun masuk Act 4, dimana Monika tidak ada lagi, sedangkan player itu jatuh cintanya dengan Monika.
Fanfic itu masih jauh dari selesai. Aku bahkan tidak bisa janji bahwa aku akan merilis fanfic itu. Karena setidaknya sekarang aku masih fokus ke hal lain. Fanfic itu saja masih tidak terurus sejak Maret lalu. Tapi entahlah, mungkin suatu nanti aku akan benar-benar mengupload fanfic itu. Bahasanya sih bahasa Inggris ya, supaya cakupannya worldwide. Jadi kalau kalian mau baca... ya... kalian harus serius dalam kelas Bahasa Inggris kalian hihihi.
(I've read some parts of the fanfic, and I have to say, there's A LOT of improvements there. There's still the climactic parts, which is actually one of the first chapters that exist as of right now, but there's also different story parts that's not some straight lines like this fanfic, and I love how much story arcs this story has. He even already makes a sequel to it named-)
Ssst, sst. Sudah sudah. Sudah cukup, Monika.
(Hmph. Fine.)
Mereka bahkan mungkin gak paham tau. Biar aku aja yang jelasin.
(*sighs* Ok then.)
So... ya, sebenarnya bukan cuman 1 fanfic baru tentang DDLC ini. Ada 3 total fanfic yang aku sudah buat... konsepnya. Dua dari 3 fanfic itu berhubungan, walaupun konsepnya beda... ya... namanya juga beda fanfic.
Jadi aku sebenarnya sudah ada juga rencana buat sequel untuk YPiiAC, yaitu MQtR. Kepanjangannya... ya, mungkin ga usah diberitahu dulu kali ya. Spoiler soalnya. Intinya, kalau aku upload YPiiAC, kemungkinan aku sudah punya paling tidak basic concept sampai akhir YPiiAC dan sampai akhir MQtR. Aku tidak suka membiarkan sesuatu yang sudah diupload tidak diselesaikan. Tapi... aku tetap tidak bisa janji. Siapa yang tahu apa yang terjadi nanti.
Jadi, make sure to follow my account everywhere, favorite dan follow author ini agar kalian tidak ketinggalan info kalau ada update ok?
Terimakasih telah membaca fanfic ini.
(Stay safe everyone!)
