Naruto masashi kishimoto.

.

.

By hunnah

.

.

.

OOC super. Drama , romace

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Ada yang Sakura yakini bahwa cinta akan datang bersama dengan jatuhnya salju pertama disaat matahari masih terik, dan Sakura mendapatkanya tepat di saat dirinya sedang mengenakan Cuat putih dan celana Coklat madu favitenya di tempat bukit belakang rumah neneknya yang menjadi persembunyian favoritnya juga Sakura menemukannya.

Lelaki tampan dengan senyum semanis madu sedang duduk diayunan yang ayahnya buat satu tahun lalu, di tempat matahari terlihat sangat indah dari atas pohon sakura itu menimpanya sakura melihatnya.

Gitar dikedua tangannya yang lentik itu terlihat amat maskulin bagi jiwa Sakura kecil, terlihat tampan juga manis semanis madu di atas roti sarapan paginya sakura menyapa. Mengatakan bahwa ayunan itu adalah miliknya yang dibuatkan oleh ayahnya tahun lalu saat sakura liburan musim panas, dan sosok itu tersenyum kecil, ugh manis dan tampan seloroh Sakura saat itu.

Namanya Itachi, lelaki itu.

Lelaki tertampan setelah otou-sannya yang menemani sakura kecil disetiap liburan menyapa, dibelakang rumah neneknya dan beberapa puluh meter dari rumah nenek Itachi yang ternyata ada di belakang bukit, dan Sakura kecil tak mempermasalkan itu baginya Cukup Itachi saja yang menemaki itu saja.

Mereka belajar bersama, dengan Itachi yang mengajari sakura dan sakura yang sesekali membawakan bekal makan siang mereka bersama.

Menjadikan kehidupan kecil sakura amat berwarna dengan kisah 'persembunyian daunnya' bersama Itachi terbawa hingga kini mereka dewasa dengan ego yang bertambah juga status pertemanan kecil menjadi status sepasang kekasih, menjadikan Sakura agak pemarah. Apalagi setelah Sakura tahu bahwa lelaki Annoying yang sering kali menguntitnya adalah adik kandung dari sang kekasih membuatnya sering kali mendiami Itachi yang amat sibuk sekarang.

Seperti hari ini, ditengah kepadatan kota Tokyo pada musim dingin Sakura lagi-lagi melihatnya dibalik kaca kedai kopi langganannya – tengah bersama Naruto yang tengah membisikan hal tidak berguna untuk memalukannya lagi, kali ke tiga bila Sakura tak salah hitung kelakuan aneh Sasuke untuknya, menemabak dikerumunan mahasiswa beberapa waktu kemarin adalah yang terfatal, memalukan.

ting

'hime, malam ini aku pulang telat nee'

Notifikasi itu terlihat jelas di kedua mata hijau emerald sakura, mendengus adalah apa yang harusnya dia lakukan untuk menanggapi. Kali ke sekian Itachi memberitahukannya bahwa dia akan terlabat pulang dan berakhir tidak pulang dan hanya tidur di sofa kantornya, membuat Sakura mual.

Bukan sekali dua kali Sakura menangap basah Kekasihnya itu tertidur lelap di Sofa kantornya pagi buta saat dirinya membawakan Sarapan, namun hal itu masih saja membuat Sakura geram.

Bagaiamana Tidak, Itachi yang sekarang tela berganti menjadi Itachi si Gila kerja hingga tak ada sedikitpun waktu untuk dirinya bersenang senang.

Mungkin bila bukan Sakura yang merecokkinya untuk memakai Perawatan wajah Itachi akan abai pada wajahnya, memang tampan sih namun bila tak terawat kan jadi tidak enak dipandang, begitu kata sakura waktu lalu.

'tidak usah pulang'

Send

Adalah balasan yang Sakura berikan, bukan bermaksud untuk terlalu pemarah kepada Kekasihnya namun sekian lama mengenal karakter Itachi membuat Sakura semakin kesal, kekasihnya itu selalu mengabaikan banyak hal untuk mendapatkan apa yang dia harapkan.

Contohnya perusahaanya sekarang, untuk ukuran seorang berusia dua pupuh enam itachi pemikirannya setara orang berusia empat puluh bagi Sakura.

Terlalu Workaholic bila Sakura boleh berkata, lima tahun menjalin hubungan dan lebih dari setengah umurnya menganal Itachi tak membuat sakura paham bagaimana caranya menghentikan kegilaan Itachi dalam menghadapi masalah.

Masalah dengan keluarganya yang paling Sakura hindari. Itachi hanya memberitahukan bahwa keluarganya tak sebaik yang terlihat dan dia memilih untuk meninggalkan keluarganya daripada mati katanya dulu, dan Sakura tak paham bahagaimana definisi mati menurut Itachi itu.

Yang jelas baginya Itachinya tak baik baik saja bila menyinggung apapun tentang keluarga dan itu benar, beberapa kali Sakura berkata bahwa adiknya mengganggu Sakura dan seketika sikap Itachi berubah menjadi manusia Dingin. Padahal Itachi adalah manusia terhangat yang Sakura kenal.

Siang ini sakura berjanjian dengan Ino ddan Terumi untuk menyelesaikan diskusi terakhir tentang desain pakaian yang akan dipamerkan sebagai acara penutupan bagi kelulusan mereka beberapa minggu nanti. Dan Sakura muak, bila banyak wanita yang terpesona akan ketampanan sang Bungsu Uchiha maka Sakura tidak.

Mengerutu kecil diantara banyaknya manusia di kedai ini sakura lakukan, menunggu adalah hal amat mengesalkan untuknya apalagi menunggu teman-temanya yang kini tengah berbalas pesan dengannya yang mengatakan bahwa mereka tengah menuju ke sini namun amat lama.

"Sakura-chan" suara membahana ini tentu amat mengundang decak kesal manusia yang mendengar, namun si pelaku tak menganggap pusing. Si kuning dari fakultas hubungan Internasional yang juga teman dekat si lelaki emo itu memanggilnya dengan suara cemprengnya seperti perempuan.

"hufft kau ini diamlah" dan Sakura Heran bagaimana Sahabatnya Hinata yang amat tergila gila dengan lelaki berisik ini, jelas jelas tak ada bagusnya selain bahwa dia Adalah anak sang walikota.

"Sakura-chan aku dan Sasuke ikut gabung nee, kami kehabisan tempat duduk" katanya setelah beberapa lama duduk dikursi tepat dihadapan Sakura dan lelaki Emo Itu duduk disamping Sakura.

Memperhatikan sekilas calon adik iparnya itu dan mendapatkan delikan dari beberapa gadis disepanjang tempatnya duduk lalu Sakura kembali mendengus kesal.

"espresso huh, tak biasanya" bisikan yang amat pelan itu menyadarkan Sakura akan sebuah perhatian kecil dari lelaki didepannya ini. Lirikannya adalah apa yang menjadi jawaban atas sebuah perkataan.

"sepertinya kita berjodoh huh"

Sakura menaikan alisnya anggun, mendengar dengan baik bagaimana kata demi kata itu terucap dengan penuh kesadaran dari lelaki di sampingnya itu masih tak paham kemana arah pembicaraanya.

"aku memesan espresso juga, lihat" tunjuknya pada cangkir putih miliknya yang masih beruap.

" bila kau mendefinisikan jodoh dengan minuman, sepertinya aku lebih berjodoh dengan lelaki tampan diujung sana" tunjuk Sakura kearah ujung ruangan dimana seorang lelaki yang dia Katakan tampan itu tengah duduk bersama kekasihnya—tampaknya "lihat kami mengenakan jaket yang sama" tambah sakura.

Yah jaket mereka sama, berwarna coklat susu dengan ukuran besar.

"bukankah itu jaket untuk lelaki Sakura?" tanya Naruto yang ikut melihat kearah tunjukan Sakura tadi, melihat ada kerutan kecil di dahi Sahabatnya.

"memang, dan aku tak ingin menjelaskan apapun" katanya.

Sedikit sangsi memang Sakua akui untuk berbicara dengan Sasuke selain sifatnya yang menurut Sakura sangat Annoying juga terkadang diamnya amat memuakkan dan menambah fangirl saja. Sakura akui bahwa Lelaki seperti Sasuke jarang ditemui di Negara ini, selain tampan lelaki itu juga terkenal jenius dan berasal dari keluarga kaya, maka tak heran busana yang dikenakannya adalah busana mahal dan Sakura sangan suka busana dari tangan berbakat dunia itu.

Melihat pujaan hati didepan matanya langsung tentu sesuatu yang Sasuke syukuri, berasal dari ajakan Naruto tadi pagi untuk memanjakan motor Orangenya yang nyatanya harus masuk bengkel dan berakhir di daerah padat Tokyo ini Sasuke tadinya mengeluhkan semua itu.

Namun ternyata Naruto adalah Naruto pemuda dengan banyak informan yang tersebar luas seluas jaringan para ibu ibu dipasar, Naruto mengajaknya ke kedai kopi yang menjadi tempat favorite gadis tercintanya. Awalnya tak yakin Sasuke rasa bahwa Sakura ada dikedai itu mengingat kebiasaan Sakura di Hari libur adalah berenang dan membaca buku dan kali ini Sasuke harus berterima kasih kepada sahabat dobenya ini.

Agak aneh melihatnya Sasuke tak suka kernyitan tak menyenangkan di wajah gadisnya itu. untuk sesaat Sasuke melihat Sakura menyernyit saat membalas pesan di ponselnya, dan berakhir dengan tak bagus. Tampaknya kehadiran Sakura disini sedikit banyak beralasan dan Sasuke tak tahu bagaimana alasan itu.

"kenapa?" tanyanya, Sakura telah melakukan kegiatan menatap jendela dan memandang ponsel mengambil ponsel dan menghempaskannya, lagi dan lagi. Itu membuat sedikitnya tiga kali hembusan nafas kencang dan mencuri perhatian Sasuke yang sedari tadi tak bisa melepaskan perhatian dari Sakura.

"tidak apa" kata Sakura pelan.

Tak puas dengan ucapan Sakura, membuat Sasuke semakin yakin bahwa Sakura-nya tidak baik baik saja.

Alunan musik rock eight minutes memecah keheningan dari ketiga orang yang sedang asik menikmati keadaan, Naruto yang sedari tadi diam sambil berbalas pesan dengan kekasihnyapun merasa bahwa deringan itu terlalu kencang dan Sakura cepat mengankatnya dan berlalu menjauhi Sasuke dan Naruto.

My Roommate calling...

Tbc

Ah gomen baru lanjut hehehe

Boleh minta reviewnya?