Matahari sudah merangkak, memperlihatkan terang nya. Memberitahu waktu nya untuk kembali beraktivitas.

Di sebuah kamar bernuansa ungu masih ada yang malas untuk bangun. Sampai suara yang tidak asing menembus pendengaran si pirang.

"INO BANGUN!" ucapan yang menggelegar memenuhi ruangan itu.

Ino terlalu kebal dengan suara yang sudah menyerupai tarzan. Menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya tanpa peduli dengan seseorang yang sudah berdiri di samping tempat tidur nya.

"Ino apa perlu aku menyuruh Sasuke membangunkan mu?" kali ini suara wanita paruh baya itu terdengar mengganggu bagi Ino.

Ino membelalakkan matanya yang terpejam, dan langsung duduk di kasur nya. Menatap kaachan nya dengan wajah yang mendelik tidak suka akan perkataan tadi.

"makanya bangun. apa kau tidak malu? Sasuke bangun lebih awal dari mu" ucap Kaachan nya Ino sambil berjalan keluar kamar Ino.

"ya. jelas lah bangun duluan. karena dia kan penumpang tau. Kaachan terlalu polos" Ino menggerutu lalu pergi kekamar mandi. Bersiap untuk pergi ke sekolah.

"Ino makan sarapan mu" Minori memanggil putri nya agar makan bersama.

Saat kaki nya melangkah mendekat, matanya menangkap sosok Sasuke yang masih memakai baju santai.

"tidak kaachan aku sudah terlambat" ujar Ino dengan senyum tipis. lalu mendelik pada Sasuke.

"Ino Sasuke akan masuk sekolah. Di KHS nanti siang" ucap Minori hati-hati, supaya tidak terjadi adu mulut antara kaachan dan anak.

"terserah lah kaachan. ittekimasu" Ino berlalu dan hendak membuka pintu rumah nya. Tapi terhenti.

"jangan membawa mobil" kaachan nya bersuara menginterupsi langkah Ino.

"baiklah aku naik mobil Sakura saja" ucap Ino kesal dan lalu pergi begitu saja.

"baachan kenapa mau menampung ku?" Sasuke merasa tidak enak dengan perubahan kaachan Ino. ya... walau itu hanya asumsi nya saja. kalau kaachan Ino berubah.

"ada alasan nya. sudah lah jangan di pikirkan" ucap Minori dengan ramah dan senyum hangat seorang kaachan.

"hei...! forehead!" teriak Ino memanggil julukan sahabat nya.

Sambil berlari kecil mengejar Sakura yang seperti nya juga berjalan kaki.

"hai pig" balas Sakura dengan julukan bagi si pirang, dengan nada ketus yang kentara sekali dalam ucapan nya.

"biar ku tebak. Penghuni baru rumah mu masuk sekolah yang sama nanti siang mereka akan datang. Dan kau tidak di beri izin membawa mobil kesekolah. benar?" Ino menebak segala yang terjadi pada sahabat nya itu melalui kejadian nya sendiri.

Sakura hanya mengangguk dengan alis terangkat. sedikit terkejut mengetahui Sabahat nya adalah seorang cenayang. "Ino kau pencenayang?" tanya Sakura polos.

Ino menepuk jidat nya mendapati sahabatnya itu yang seolah tak mengetahui kalau masalah mereka sama. "hei ayolah Sakura jangan berlagak bodoh. nasibmu dan nasibku sama baka" Ino memutar bola matanya jengah menghadapi Sakura yang seperti sekarang.

"oh" Sakura ber'oh ria saja. Tapi sedetik kemudian ia kembali memasang wajah galak. "memang nya siapa mereka sih? kenapa kaachan sangat baik pada nya? padahal seperti nya baru sekali bertemu. cukup kau yang selalu ku cemburui karena mendapat perhatian kaachan. sekarang aku harus apa. huuhh!" Sakura mengeluarkan kekesalannya dengan di akhiri helaan nafas kasar.

"what? kau cemburu pada ku? kalau begitu kita sama" Ino sempat kaget karena sahabatnya mengaku tapi akhirnya dia juga mengaku. Bedanya Ino terkekeh geli akan kesamaan mereka. Tapi tetap saja terlihat konyol kalau seperti itu.

Tak terasa kaki mereka telah sampai pada halte bis. Sebelum masuk keduanya melakukan ritual buang napas kasar lalu duduk di bangku bis itu.

"wow lihat ada anak baru" suara riuh di lorong KHS yang lebih mendominasi suara para perempuan gila kalau bagi Ino dan Sakura.

"Kya ... dia tampan sekali"

"yang satu keren. cool lagi"

"mereka kelas berapa?"

"apa sudah punya kekasih?"

oke... serentetan pertanyaan dan pernyataan yang di tujukan pada dua anak baru di siang hari itu membuat kedua-duanya menatap risih pada mereka semua yang memuji"

Sasuke dan Naruto lah anak baru itu. Bukan nya mereka tidak mau menjawab pertanyaan para perempuan tadi. Hanya saja semakin di ladenin akan semakin menjadi-jadi.

Kalau di tanya kelas berapa mereka akan menjawab kelas A . kalau yang di tanya sudah punya kekasih jawaban nya tidak mudah memang menjawab nya tapi sangat tidak berguna itu saja.

Kaki mereka menuntun mereka menuju kantin sekolah yang sangat ramai. Makin ramai saat mereka berdua menjadi pusat perhatian semua penghuni kantin.

Naruto mengedarkan pandangannya mencari tempat kosong untuk duduk dan menikmati makanan.

"itu dattebayo!" ucap Naruto menarik Sasuke berjalan kearah meja yang di huni dua orang pria sekelas mereka.

"boleh bergabung?" ucap Naruto sopan meminta izin untuk duduk di sisa bangku yang ada.

"hn" ucap pemuda berambut panjang dengan mata berwarna putih mutiara.

"hoam... kalian anak baru itu ya? bokumo Shikamaru desu" Shikamaru yang sesaat tadi menguap langsung memperkenalkan diri nya.

"Neji" yang satu lagi berujar datar dan dingin.

"Naruto desu" Naruto berucap dengan senyum tiga jari nya.

"Sasuke" tidak jauh beda dari Neji. Sasuke juga orang yang seperti Neji ternyata.

"Hyuga bujuk Niichan mu supaya mau berkencan dengan ku" ucap gadis dengan surai pirang panjang mirip dengan yang sekarang tengah di pojokkan. kalau tidak salah nama nya adalah Shion. Dengan tidak elitnya Shion menjambak rambut indigo gadis Hyuga itu.

"jauhkah tangan menjijikan mu dari Hinata baka" suara mengintimidasi terdengar dari belakang Shion.

Sakura langsung duduk di samping Hinata. Sedangkan Ino tengah melepas paksa tangan Shion dari surai Hinata.

"CK. kau yang menjijikan Yamanaka. Memang nya kau tahu anak siapa kau!" Shion menuding Ino dengan angkuh nya.

Sontak seluruh penghuni kantin menatap mereka berdua. tidak terkecuali Shikamaru, Naruto, Sasuke, dan Neji.

"memang nya kau tahu?" ucap Ino menyeringai sambil memutar tangan Shion kebelakang panggung Shion.

"Sakit baka" Shion meringis. Karena Ini menjatuhkan Shion dengan sekali dorong. Membuat mau tak mau Shion mencium lantai kantin.

"kenapa tidak ada yang melerai?" Naruto menyuarakan pikiran nya.

"kau belum mengenal mereka Naruto" Shikamaru menjawab bosan. Neji hanya memandang malas.

Ino berjongkok sambil menekan tubuh Shion dengan tangan yang tetap berada di punggung Shion.

"apa ada hak mu menindas Shion?" nada dingin Ini menembus pendengaran Shion. Membuat Shion ingin menangis. Sekarang dirinya sudah di permalukan mungkin Shion akan membalas nya. tidak apa kan mengalah sekarang.

"ti-tidak Yamanaka san. Gomennasai" ucap Shion dengan suara yang di buat agar meyakinkan.

"terserah lah" Ino menghempas tangan Shion kasar lalu beralih duduk di samping Sakura.

Shion pergi dengan wajah memerah malu? atau marah? entahlah dua-duanya seperti nya benar.

"seharusnya jangan seperti itu Ino" ucap Hinata lembut.

"harus seperti itu. aku tidak mau melihat sahabat ku di lecehkan" Ino berujar dengan wajah malas menghadapi gadis paling lembut itu.

"CK... nanti terluka bagaimana?" tanya Hinata memasang wajah kesal nya.

Ino hanya tersenyum simpul sambil menggaruk kepalanya.

"kalau dia mati sih tidak apa Hinata. kan masih ada aku" Sakura berucap sarkastik membuat Ino melotot tajam pada Sakura.

lalu ketiga nya tertawa bersama. Memakan makanan yang sudah di pesan oleh Hinata dan Sakura dengan tenang.

Sampai lonceng sekolah berbunyi menandakan pelajaran yang akan mengganti istirahat.

Hinata pergi duluan dari dua gadis tadi.

Neji bangkit dari duduknya dan mengikuti Hinata dengan cepat. Agar langkah nya bisa menyusul.

"dia itu Niichan Hinata?" Naruto bertanya dengan menunjuk Neji yang sudah sejajar dengan Hinata.

"yup" Shikamaru berjalan juga ingin kembali ke kelas nya.

Sasuke dan Naruto menatap Ini dan Sakura yang sudah berlari mengejar Hinata? atau Neji?

"Neji kun!" panggil Ino dengan kencang membuat si pemilik nama berhenti.

"hn?" Neji bergumam sambil menatap Ino dan Sakura yang masih mengatur nafas.

"sekarang tidak ada latihan kan" Ino berucap dengan kalimat ragu.

"kalau ada?" ucap Neji tetap kalem.

"bisa kah kami tidak hadir" kali ini Sakura yang menjawab.

"tanya saja Lee" Neji menyudahi percakapan singkat itu dan pergi.

"hei. kan kau ketua nya" ucap Ino berteriak. Untung sudah lumayan sepi.

"Lee wakil nya. tanya saja dia" Neji menjawab dengan tetap berjalan.

"ck menyebalkan" ucap Sakura dan Ino kompak.

"hei Saku itu Lee. ayo tanya" ucap Ino menunjuk pria dengan rambut mangkok terbalik berwarna hitam legam.

"Lee. kami tidak latihan. oke terimakasih" ucap mereka dengan lancar dan pergi begitu saja. Sedikit tidak sopan. Tapi si alis tebal itu tidak masalah.

"memang tidak ada latihan sekarang Sakura, Ino" ucap Lee dengan senyum ramah dan pergi begitu saja. Meninggalkan dua gadis itu yang mematung dengan perempatan imejiner di kening mereka. Merasa nyaris di tipu oleh Neji.

"bagus sekali Neji...akan kami balas lain kali" ucap Sakura kesal. Mereka kembali ke kelas nya. Sekedar info kelas mereka berdua adalah kelas F3.para berandalan yang menghuni. Entahlah kenapa mereka masuk kelas itu. Kelas mereka terdiri dari A sampai F dengan pembagian A1,A2,A3 dan begitu sampai kelas F.

"Dobe apa menurut mu ada yang aneh dengan keluarga mereka?" ucap Sasuke yang berjalan bersama Naruto kekelas nya.

"entahlah. tapi mereka kasar sekali ternyata. padahal aku sempat tertarik" ucap Naruto dengan tangan yang mengacak surai pirang dan tertawa hambar.

kring...

lonceng panjang berbunyi dari sekolah besar itu. pertanda masuk kembali untuk memulai pelajaran nya.

Saat pulang sekolah Sakura dan Ino berjalan dengan gontai melewati gedung sekolah. Mungkin kalau harus di tebak mereka kenapa jawaban nya hanya satu kembali kami akan bertemu manusia menyebalkan seperti itu mungkin.

padahal kalau di lihat-lihat jelas saja tidak ada masalah diantara mereka atau lebih tepatnya belum ada masalah.

"Sakura, Ino mau pulang bersama?" suara lelaki terdengar dari belakang kedua gadis yang di sebut namanya.

Terlihat Naruto dan Sasuke yang berjalan kearah mereka berdua.

wajah Ino dan Sakura langsung kembali berubah makin kusut. "tidak mau" ujar Sakura ketus.

"tapi kaachan mu menyuruh kami menemani kalian sampai Kerumah" kali ini Sasuke bersuara dengan datar dan berjalan melewati mereka.

"terserah lah. siapa perd-" perkataan Ino terjeda karena ada suara yang memanggil mereka.

"Ino, Sakura" seru gadis bersurai coklat dengan cepolan di kepala nya.

"oh. Mau apa Tenten? Aku tidak ikut bersama mu kali ini" Ino bersuara malas.

"aku juga" Sakura menambahkan dengan ekspresi wajah yang tak jauh beda dari Ino.

"ck. bukan bekerja baka. Tapi mengunjungi tempat baru. mau ikut?" Tenten menjelaskan dengan kembali bertanya.

"kemana?" jawab Ino yang sudah berbalik badan membelakangi Tenten.

"baik-baik. kau pemaksa Ino. kita hanya ke taman oke" Tenten jengah.

"setuju" ujar keduanya.

Sasuke dan Naruto menatap dua, eh tiga orang gadis itu. "hei kalian tidak pulang?" tanya si pirang dengan wajah yang tak dapat di artikan.

"pulang dulu lah" Tenten yang menjawab si Naruto. "eh siapa mereka? tampan sekali. kenapa tidak bilang kalau punya kekasih baru?" Tenten mencerocos dengan wajah terkagum menatap dua pria rupawan itu.

"pertama kami tidak kenal, dan kedua mereka bukan kekasih kami" ucap Sakura terkesan tidak berhati dengan mengatakan tidak kenal walau pada kenyataannya memang benar.

"kalau begitu aku Tenten salam kenal kalian berdua" ucap Tenten semangat dengan senyuman yang di buat semanis mungkin.

"hei! Ino, Sakura tega sekali kalian meninggalkan ku" Tenten terlihat kesal pada dua gadis yang berjalan menjauh dari acara perkenalan Tenten. Terlihat sekali mereka berdua kesal pada Tenten itu. Tapi nama nya sahabat tetap saja mereka akur.

Naruto dan Sasuke hanya berpandangan lalu mengikuti Ino dan Sakura dari jarak yang cukup bagi mereka.

TBC...


note:saya kembali. walau kehadiran saya tidak di butuhkan (﹏)tolong review nya dong... jangan membuat sate sedih.

okelah Minna itu aja.

see you...