"kau akan menyadari kalau takdir kita lebih kental dari darah Hyung"
*
"Dokter!!pasien dari ruang rawat nomor 43, tiba-tiba kejang dan detak jantungnya lemah" teriak seorang suster menginformasikan kepada dokter.
"bawa pasien itu ke ruang IGD sekarang!lalu suster Lee, cepat siapkan peralatan untuk operasi darurat!aku segera mempersiapkan diri untuk operasi" instruksi dokter Kim yang di respon anggukan dari suster tersebut.
Seperti inilah keseharian dari Kim Taehyung salah satu dokter ahli bedah syaraf di rumah sakit HOPE. Ia juga merupakan dokter muda yang prestasinya di akui di seluruh Korea, jadi wajar saja kegiatannya begitu sibuk dari pagi hingga malam menagani pasien, bahkan untuk makan saja sulit. Seperti saat ini Taehyung merelakan jam makan siangnya untuk melakukan operasi mendadak, cukup melelahkan tetapi ia juga senang karena bisa menyelamatkan nyawa orang lain.
*
Taehyung menghela nafas lelah, setelah 3 jam melakukan operasi, memang operasinya berhasil namun pasien masih dalam keadaan koma yang tidak tahu kapan akan terbangun kembali. Stress kembali melanda Taehyung jika memikirkan tentang pasiennya, terutama yang belum sembuh. Tubuh dan pikirannya merasa sangat lelah, belum lagi perutnya yang keroncongan karena belum makan apapun sejak pagi.
"Dokter Kim, aku kelebihan membeli roti..ini untukmu saja" ujar seorang lelaki, yang menyadarkan Taehyung dari lamunannya. Taehyung tersenyum senang setiap kali melihat lelaki itu, ia selalu perhatian dan dapat menghibur dirinya di kala stress. Lelaki manis dan cantik itu merupakan salah satu pasien juga di rumah sakit ini, sudah sekitar sebulan ia di rawat untuk terapi dan pengobatan.
"terima kasih Jeon Jungkook, kau selalu perhatian denganku..ah, aku jadi terharu" goda Taehyung, yang sebenarnya ada ketulusan disana. Jungkook membalas tatapan jijik kepada dokter yang menurutnya lebay itu.
"Aku hanya kelebihan beli, makanya daripada ku buang ku berikan saja padamu" elak Jungkook gengsi. Taehyung hanya tertawa dan mengelus kepala mendengar respon Jungkook, anak ini benar-benar lucu dengan sifat tsunderenya. Jungkook hanya menggerutu kecil saat rambutnya yang sudah ia tata di acak-acak oleh dokter Kim, jika di lihat sekilas interaksi mereka begitu manis dan akrab, seperti sepasang kekasih.
"Taehyung..Aku menunggumu di ruang dokter sedari tadi, ternyata kau disini" seorang wanita menginterupsi interaksi antara dokter Kim dengan Jungkook.
"ah..kau kemari Yerin??maaf aku baru saja menyelesaikan operasi dan sedang beristirahat sebentar di sini" ujar Taehyung pelan, ia berusaha membujuk wanita itu yang tampaknya agak kesal. Jungkook hanya memperhatikan interaksi diantara keduanya, ia dan seluruh rumah sakit ini tahu tentang dokter Kim Taehyung dan tunagannya Jung Yerin yang merupakan anak dari salah satu pendiri rumah sakit HOPE. Hubungan keduanya sudah berjalan 1 tahun menurut gosip yang beredar oleh suster-suster di rumah sakit mereka sebenarnya di jodohkan, tetapi bila di lihat sepertinya mereka memang saling mencintai, setidaknya itulah yang Jungkook tahu. pandangan Yerin lalu beralih ke Jungkook, ia memandang tidak suka ke lelaki itu. Menurutnya Taehyung terlalu akrab dengan Jungkook, yang notabenenya hanya pasien rumah sakit. Jungkook yang menyadari itu hanya menunduk sopan, menyapa gadis itu datar.
"Sepertinya aku akan kembali ke kamar rawatku saja, dokter Kim.. aku lelah ingin tidur siang" ujar Jungkook sambil berakting menguap, ia sebenarnya hanya ingin pergi dari situasi yang canggung ini. Lagipula melihat pasangan yang sok mesra itu membuatnya iritasi.
"Ooh..baiklah, biar aku mengantarmu Jungkook" tawar Taehyung, ia sebenarnya tidak enak juga dengan Jungkook yang sepertinya tidak nyaman dengan tatapan sinis dari Yerin. Jungkook hanya menggeleng "tidak usah dok..aku bisa kembali ke kamarku sendiri, lagipula tidak jauh dari sini kok"
"Ta-tapi.." baru saja Taehyung ingin menggapai pegangan kursi roda Jungkook, namun tangannya di pegang oleh Yerin.
"Tidak usah Taehyung, lagipula dia sendiri yang bilang kalau ia bisa pergi sendiri kan?!" ketus Yerin, berusaha menahan Taehyung. Jungkook hanya menatap mereka datar lalu berlalu pergi mengayuh kursi rodanya sendiri.
Setelah Jungkook pergi, Taehyung mengibaskan tangan Yerin dan menatap tajam wanita itu.
"kau tak sepantasnya bersikap kasar seperti itu Yerin!ia pasien di rumah sakit ini!" kesal Taehyung melihat kelakuan tunangannya yang menurutnya kekanakan dan mudah cemburu. Yerin menunduk dan berusaha memelas, ia juga sebenarnya tidak suka melihat Taehyung marah tetapi lelaki itu, Jeon Jungkook sepertinya selalu mencari-cari kesempatan untuk mendekati Taehyung.
"Tapi..ia terlihat ingin mendekatimu Taehyung! kau juga terlalu bersikap ramah kepadanya sebagai seorang dokter dan pasien, wajar kan aku sedikit cemburu melihat kalian! karena kau tidak memperlakukan pasien lainnya seperti kau memperlakukan Jungkook!" ceplos Yerin, karena ia sungguh tidak tahan di omeli dan di cap wanita pencemburu terus. Taehyung menghela nafas dan mengusap kepalanya kasar, ia benar-benar tidak mood untuk bertengkar dengan wanita itu, sudah cukup rasa lelah dan stressnya hari ini.
"uhmm..ya sudahlah, aku dengar dari Jimin kau belum makan siang kan?aku sudah menyiapkan bekal hari ini, kita makan bersama di taman yah?" ujar Yerin ceria, berusaha meredakan suasana tegang di antara mereka. Taehyung hanya mengangguk pasrah ketika Yerin menariknya ke taman rumah sakit, karena percuma melawan wanita itu hanya buang waktu dan energi saja.
*
"Apa yang kau lihat Jungkook?hmm.." tanya seorang suster yang baru saja memasuki ruang rawat Jungkook, ia cukup penasaran karena Jungkook sedari tadi menatap jendela seolah ada pemandangan menarik di balik jendela tersebut. Jungkook hanya tersenyum manis dan menggeleng, membiarkan suster tersebut mengganti infusnya. Suster yang penasaran itu pun ikut mengengok ke jendela, ternyata dokter Kim tunagannya sedang makan siang di taman rumah sakit.
"ah..mereka tampak serasi bukan?Yerin yang manja dan dokter Kim yang menyangi tunaganya, aku sampai tak mengira kalau mereka sebenarnya di jodohkan" ungkap suster tersebut.
"Ya, mereka terlihat cocok bersama..tapi aku penasaran kenapa mereka berdua di jodohkan?dokter Kim hanya dokter biasa di rumah sakit ini" Jungkook berusaha memancing informasi dari suster itu, menghabiskan waktu yang lama di rumah sakit membuat Jungkook cukup akrab dengan beberapa suster dan dokter yang bekerja. Jungkook juga sepertinya tertarik dengan gosip-gosip yang beredar di rumah sakit, anggap saja menghabiskan waktu bosannya.
"sebenernya belum bayak yang tahu, tapi dokter Kim Taehyung itu sebenarnya bukan dokter bedah biasa di rumah sakit ini, yang kudengar dia salah satu anak dari istri ke 2 direktur rumah sakit ini, makanya ia bisa di jodohkan dengan Jung Yerin karena dia memiliki potensi mewarisi kepemilikan rumah sakit ini" bisik suster tersebut. Jungkook mengaggut mengerti, memang direktur rumah sakit ini orangnya cukup misterius dan jarang terlihat di sekitar rumah sakit ini, jadi tak banyak orang-orang yang bekerja tahu tentangnya.
"hmm..begitukah noona?Jadi mereka di jodohkan karena urusan bisnis" ujar Jungkook menyimpulkan.
"Ya..bisa di bilang begitu, lagipula para suster dan dokter juga cukup terkejut ketika mendengar dokter Kim tiba-tiba bertunangan karena dokter Kim itu terlalu berdedikasi dengan pekerjaannya, bahkan seakan ia 24 jam di rumah sakit ini, seakan tidak punya waktu hanya untuk berpacaran" jelas suster tersebut melanjutkan. Jungkook juga mengangguk setuju karena selama ia di rawat dan bolak-balik rumah sakit, memang dokter Kim Taehyung selalu terlihat selalu sibuk.
"Begitukah?Tapi ia terlihat lebih santai dengan kehadiran Yerin" ungkap Jungkook, yang disetujui oleh suster itu.
"cah..sudah selesai mengganti infusnya, sepertinya noona harus keliling ruangan lain untuk mengecek keadaan pasien, baiklah Jungkook noona pergi dulu yah, kalau ada sesuatu cukup tekan bel di samping tempat tidur nanti ada suster dan dokter yang membantumu" pamit suster Lisa yang mencubit pipi Jungkook gemas dengan senyum kelinci lelaki itu, sebelum ia benar-benar pergi dari ruangan.
"Anak tiri di keluarga Kim yah..hmm, menarik" gunggam Jungkook, dengan mata yang masih memperhatikan kegiatan dokter Kim Taehyung dari jendela.
*
Pagi ini Taehyung terburu-buru ke rumah sakit, ia baru saja mendengar kabar fertigo Jungkook sempat kambuh dan membuat pemuda itu pingsan saat menjalani terapi. Jantungnya berdebar keras saat mendengar kabar tersebut dari salah seorang suster, memang ia bukan dokter yang bertugas untuk merawat Jungkook, tetapi ia merasa cemas dengan apapun yang terjadi kepada pemuda itu.
"Suster Lisa! Bagaimana keadaan Jungkook sekarang?" tanya Taehyung panik, ia sungguh tidak memperhatikan keadaanya yang tampak kacau.
"Dia sudah di periksa dan di suntik obat dokter.. sekarang ia sedang beristirahat, sepertinya sebentar lagi ia akan sadar" jawab suster Lisa, sambil menyelisik penampilan dokter Kim yang memakai kemeja berantakan dan sandal. Taehyung mengangguk lega, setidaknya Jungkook sudah ditangani degan baik oleh dokter Jimin, yang bertugas merawatnya.
"Aku akan mengecek keadaan Jungkook dan menunggu dia sampai sadar..tolong beritahukan kepada dokter Lee untuk mengantikanku menagani sampai siang ini" pesan dokter Kim sebelum masuk ke kamar rawat Jungkook, yang di respon anggukan oleh suster Lisa.
"Dokter Kim perhatian sekali dengan Jeon Jungkook, apa mereka ada sesuatu yah??"gunggam suster Lisa penasaran.
*
"enghh..dimana ini?" gunggam Jungkook melihat keadaan sekitarnya, kepalanya masih pusing dan berat. Ia mengedipkan matanya beberapa kali dan mulai ingat kalau tadi ia pingsan saat sesi terapi pagi.
"Kau sudah sadar Jeon Jungkook?Apa masih ada yang terasa sakit?" tanya dokter Kim yang sejak tadi duduk di samping ranjang Jungkook, menunggu lelaki manis itu sadar. Jungkook berusaha duduk saat menyadari ada dokter Kim di sampingnya, tetapi keseimbanganya hilang dan hampir jatuh dari tempat tidur, jika saja tangan dokter Kim tidak menahannya.
"Kau baru saja sadar Jungkook, jangan memaksakan dirimu cukup berbaring saja!" tegur dokter Kim, ia hampir saja jantungan ketika melihat Jungkook hampir jatuh. Jungkook hanya tersenyum kecil melihat dokter Kim yang begitu perhatian padanya.
"Aku sudah tidak apa-apa kok dokter Kim..ah ya, kenapa dokter Kim ada di sini? bukankah dokter harusnya ada shift kerja?" Jungkook agak penasaran juga melihat dokter Kim yang menunggunya hingga sadar. Dokter Kim hanya menghela nafas dan membelai rambut Jungkook lembut.
"Aku sudah meminta dokter Lee untuk mengantikanku, lagipula aku dengar dari dokter Park Jimin ada bocah manis yang kambuh feetigonya karena lupa meminum obat sebelum terapi" ucap dokter Kim lembut tetapi tetap menyindir Jungkook.
"Ak-aku kan lupa tadi pagi..habis tidak ada yang mengingatkan, su-suster Lisa juga" gerutu Jungkook dengan pipi mengembung dan bibir cemberut. Sungguh mengemaskan batin Taehyung.
"Ya sudah..Jika kau sudah baikan aku akan kembali bekerja dan jangan lupa untuk minum obatmu Jeon Jungkook!" perintah dokter Kim tegas, ia lalu mencubit pipi gemuk Jungkook sebelum melangkah keluar dari kamar. Jungkook menghela nafas setelah melihat dokter Kim pergi "Kau sungguh perhatian kepadaku hyung... sepertinya setelah ini aku tidak akan bisa mundur lagi" gungam Jungkook.
*
Siang ini sepertinya Taehyung harus membatalkan janji untuk makan siang bersama dokter Park Jimin sekaligus berdiskusi mengenai keadaan Jungkook. Karena nyatanya ia di bawa, atau lebih tepatnya di seret oleh tunaganya untuk makan siang bersama calon mertua.
"Bagaimana makanannya Taehyung? apakah enak?" tanya tuan besar Jung, ayah dari Yerin. Taehyung hanya mengangguk sopan dan menyesap sedikit wine untuk meredakan kecanggugan di situasi ini. Taehyung sebenarnya kurang menyukai makan di restoran yang sangat mewah ini, tetapi mengingat status keluarga Jung, ia hanya bisa pasrah mengikuti mereka.
"Bagaimana hubungan kalian selama ini?" tanya nyonya Jung penasaran.
"Hubungan kami baik, bahkan aku sangat bersyukur kepada Yerin yang begitu pengertian dan menjagaku..ia sering mengunjungi rumah sakit untuk membawakanku bekal di tengah-tengah kesibukan aktivitasku" ujar Taehyung tulus, yang membuat Yerin bersemu merah mendengar pujian dari tunaganya itu. Tuan dan nyonya Jung tersenyum lembut, mereka merasa lega karena putrinya dan calon menantu mereka terlihat bahagia dan menikmati hubungan mereka, walaupun sebenarnya mereka cukup ragu untuk menjodohkan putri mereka dengan Kim Taehyung tetapi melihat mereka sekarang sepertinya menghilangkan keraguan mereka. Mereka lalu melanjutkan makan dengan tenang dengan Yerin yang masih melirik malu-malu ke arah tunaganya.
"ah... bagaimana dengan tuan Kim? Apakah ia masih sibuk di London?sudah lama sekali kita tidak bertemu" ujar tuan Jung. Ketika mendengar nama ayahnya seketika ekspresi Taehyung menjadi sendu dan murung.
"Ayah masih bekerja dan merawat ibu di London, kemungkinan masih lama mereka bisa pulang ke Korea karena kondisi ibu masih kurang stabil" jawab Taehyung lesu, ia selalu merasa sedih bila mengingat tentang kedua orang tuanya, terutama ibu yang masih dalam keadaan koma setelah di diagnosis mengalami kanker otak dan tidak dapat di rawat di Korea karena penaganan yang terbatas. Yerin yang merasakan suasana menjadi murung dan cangung berusaha menghibur Taehyung, degan menggenggam lembut tangan lelaki itu.
"A-aku ingin memesan ice cream coklat untuk pencuci mulut, kau juga mau rasa vanilla kan Tae?" Yerin berusaha mengalihkan pembicaraan, ia tahu ice cream vanilla merupakan favorit tunaganya. Tuan dan nyonya Jung lalu pamit setelah menyelesaikan hidangan mereka, meninggalkan purti mereka dan tunaganya menghabiskan waktu berdua.
"Aku senang melihat Yerin begitu bahagia yeobo.. Taehyung begitu serasi dengan putri kita" bisik nyonya Jung yang di angguki tuan Jung.
*
"Ah...iya, hyung..kau juga harus menjaga dirimu! bye!" tutup Jungkook yang baru saja menelpon teman baiknya di Busan. Ia tersenyum ceria mendengar kabar kalau hyungnya sedang hamil, ugh! Jungkook tidak sabar melihat betapa mengemaskan bayi yang nantinya akan lahir dari hyungnya itu. Bertepatan degan itu, dokter Park masuk untuk melakukan pemeriksaan rutin. Melihat senyum ceria Jungkook setelah menyelesaikan teleponnya membuat mood dokter itu sedikit naik, bagai melihat kelinci bahagia karena baru mendapatkan wortel.
"Ada apa kau terlihat sangat bahagia Jungkook?" tanya dokter Park penasaran.
"ah..dokter Park! Tentu saja aku harus bahagia, hyungku baru saja memberi kabar kehamilanya" jawab Jungkook ceria, yang tentu saja membuat dokter Park ikut tersenyum.
"Kalau begitu selamat untuk hyungmu dan keluarganya" ucap dokter Park tulus. Jungkook tiba-tiba saja menjadi sedikit murung setelah mendengar ucapan dokter Park, karena ia teringat akan sesuatu.
"Hyungku tidak punya keluarga dokter Park..kami berdua hanya anak yatim yang tinggal bersama bagaikan saudara..namun hiks..hyungku hamil tanpa suami, lelaki yang menghamilinya menolak untuk bertanggung jawab" sendu Jungkook yang sudah terisak kecil. Dokter Park jadi merasa bersalah karena sudah tanpa sadar membuka kembali luka Jungkook yang hidup sebatang kara. Dokter Park, mengelus punggung Jungkook dan meminta maaf berkali-kali berharap bisa membuat Jungkook tidak bersedih lagi. Setelah beberapa saat, Jungkook sudah mulai tenang dan membiarkan dokter Park mulai memeriksanya.
"Aku berharap lelaki berengsek itu, menyesal setengah mati telah menyia-nyiakan hyungku dan anaknya!" gerutu Jungkook melampiaskan kemarahannya. Dokter Park hanya tersenyum maklum mendengar gerutuan dari Jungkook.
"Aku yakin akan seperti itu! lagipula lelaki pengecut seperti itu tak sepantasnya bersama hyungmu bukan?" balas dokter Park, berusaha memihak Jungkook.
"tentu saja!hyungku itu sangat cantik dan manis! lelaki berengsek itu tak sebanding dengannya! oh ya...kau mau lihat foto hyungku dokter Park?" celoteh Jungkook antusias. Dokter Park sebenarnya ingin menolak, karena menurutnya terlalu terlibat dalam urusan pribadi pasien tidak etis untuk seorang dokter, tetapi melihat mata Jungkook yang berbinar-binar membuatnya tak kuasa. dokter Park hanya mengangguk kaku. Jungkook yang seakan mendapat lampu hijau langsung mengeluarkan handphonenya dan menyodorkan foto terbaik dari sosok hyungnya. Wajah dokter Park berubah menjadi pucat dan takut setelah melihat foto hyung dari Jungkook, seolah ada suatu kenagan buruk tentangnya.
"Nama hyungku itu Min Yoongi..ia sekarang berum-" belum Jungkook menyelesaikan ucapannya sudah di potong oleh dokter Park yang membereskan peralatan untuk memeriksa.
"A-aku pergi dulu Jungkook..ada pa-pasien lain yang harus kuperiksa" pamit dokter Park buru-buru dan langsung pergi dari kamar rawat Jungkook.
"Hehehehe..ini menarik bukan hyung?tak kusangka target kita sedekat ini" kekeh Jungkook misterius.
tbc
