Character Masashi Kishimoto

.

.

I Don't Know

.

Story Rika.Riku14

.

Warning: OOC, Typo bertebaran, alur gak jelas, dan kekurangan lainnya.

.

Don't Like? Don't Read!

.

.

.

'Teng! Teng! Teng!'

"Baiklah. Pelajaran cukup sampai disini, jangan lupa mengerjakan tugas yang sudah diberikan. Selamat siang anak-anak." ucap Iruka mengakhiri pelajaran lalu beranjak pergi.

"SIANG SENSEI..." balas semuanya serentak.

Matsuri mulai membersihkan mejanya dan bersiap pulang. Matanya melirik Gaara yang belum beranjak dari tempatnya.

"Tidak pulang, Gaara-kun?" tanya Matsuri heran.

"Hn. Ayo pulang." Gaara langsung melenggang pergi setelah mengatakannya.

Matsuri mengedipkan matanya bingung tapi seperkian detik senyum manis tersungging dibibirnya.

"Tunggu aku Gaara-kun."

"Cepatlah!"

.

.

Mereka berdua jalan beriringan menuju loker tanpa berbicara apapun. Matsuri yang biasanya selalu cerewet dan tidak bisa diam, entah mengapa merasa agak canggung. Mungkin efek sudah lama tidak bertemu atau yang lain? Entahlah, Matsuri sendiri tidak mengerti. Sedangkan Gaara yang pada dasarnya pendiam tetap terlihat seperti biasa. Bahkan setelah sampai di depan loker masih tak ada satu pun yang bersuara. Hingga akhirnya muncul 6 cowok tampan bagai Boyband.

"Matsuri-chan~"

Matsuri reflek menoleh ke belakang begitu mendengar namanya dipanggil. Kening Matsuri sedikit mengkerut melihat tingkah Naruto yang berlari kecil sambil melambai tidak jelas padanya-bayangkan adegan india-. Sedangkan kelima cowok yang datang dengan Naruto hanya bisa sweatdrop.

"Kau mau pulang? Apa kegiatanmu nanti, Matsuri-chan? Bagaimana kalau kita jalan-jalan-ttebayo?"

Matsuri terkekeh pelan mendengar rentetan pertanyaan Naruto, "Pertanyaanmu terlalu banyak Naruto."

"Kau terlalu berisik, Dobe." cibir Sasuke sambil memasukkan barangnya ke dalam loker, tak jauh dari Matsuri.

Naruto mendelik kesal pada Sasuke, "Diam kau, Teme!"

"Diamkan saja, Matsuri. Tidak usah dijawab pertanyaan si bodoh itu, hahaha..." Kiba tertawa keras sambil tersenyum mengejek pada Naruto yang mulai kesal.

"Ya. diamkan saja dia, Matsuri." sahut Neji menyetujui perkataan Kiba tadi.

"Hn. Anggap saja itu angin lalu." sahut Gaara melanjutkan perkataan Neji.

"Pertanyaanmu tidak ada yang berbobot, Naruto." ucapan Sai beserta senyum palsu khas miliknya menambah bensin pada Naruto yang sudah kesal.

"Mendokusai~" kurasa kalian bisa tebak ini siapa.

"Argh! Aku bertanya pada Matsuri-chan bukan pada kalian, kenapa malah kalian yang heboh!" teriak Naruto kesal pada keenam temannya.

Matsuri kembali terkekeh mendengarnya tapi tak menyahuti perkataan Naruto. Mata dan tangannya sedang sibuk merogoh tas dan lokernya, mencari sesuatu.

Sedangkan mereka bertujuh melanjutkan perdebatannya, Matsuri terlihat berpikir keras, 'Kayaknya ada yang kurang? Apa ya?'

"Ah! Dompetku tertinggal di laci meja." seru Matsuri panik, dengan cepat dia kembali ke kelas tanpa memperdulikan teman-temannya yang terkejut.

"Oi! Mau kutemanin tidak?!" teriak Naruto pada Matsuri yang mulai menjauh.

"Tidak perlu! Kalian duluan saja." balas Matsuri agak kencang sebelum hilang dibelokan.

Naruto menatap teman-temannya, "Kalian mau langsung pulang?"

"Kita tunggu saja dia." balas Neji tenang, diikuti anggukan setuju dari Kiba, Sai, dan Gaara. Shikamaru dan Sasuke hanya diam tak beranjak dari tempat mereka.

"Oke."

.

.

.

Matsuri POV

Oh ya ampun, bisa-bisanya aku melupakan dompet. Kalau itu hilang yang ada aku bakalan kena semprot dengan Sasori-nii.

'Drap...drap...'

'Srek!'

"Ketemu! Oh, syukurlah kau masih ada."

aku mencium sekilas dompetku yang berwarna coklat tersebut. Oke, mungkin aku kelihatan berlebihan.

Aku berencana kembali ke loker tapi seseorang atau lebih tepat 4 orang cewek menghadangku diluar pintu kelas. Hhh... sepertinya ini tidak akan mudah.

Cewek berambut Blonde mendorongku keras hingga aku mundur ke belakang, kembali ke dalam kelas. Dapat kulihat mereka perlahan masuk ke kelasku dan menutup pintu kelas lalu menguncinya-eh? Menguncinya?

"Kau anak pindahan, bukan?" tanya cewek berambut Pink dengan nada angkuh.

Ukh, apa sekarang aku sedang dibully oleh mereka?

"Ya." jawabku tegas, menatap mereka satu persatu dengan tajam.

Dapat kulihat cewek Blonde yang mendorongku menyipitkan matanya kesal dan yang lain mendengus lucu. kulirik nametag yang ada di seragam mereka satu persatu.

cewek berambut Blonde dan wajah yang mirip dengan boneka itu bernama Yamanaka Ino. disebelah kanannya yang berambut Pink pendek dan bermanik hijau, bernama Haruno Sakura. kutatap sebelah kiri Ino, cewek bercepol dua, wajahnya terlihat auntentik Chinese itu bernama Liu Tenten. dan terakhir cewek berambut Blonde seperti Ino tetapi lebih panjang dan ekspresinya lebih datar dan dingin itu bernama Kato Shion.

'Tuk!'

"Daritadi apa yang kau lihat, eh?! Ck! Aku tidak suka tatapanmu. Menjijikan." ucap Ino melihatku seakan kotoran. Sakura bahkan mengkerutkan wajahnya jijik sambil tersenyum sinis. Tenten dan Shion tertawa angkuh.

Aku mendengus pelan lalu menatap mereka dingin.

"Lalu masalahnya denganku apa? Kalau kau jijik melihatku, tutup saja matamu itu. Dasar bodoh! Minggir aku mau pulang." balasku sengit dan tanpa memperdulikan tatapan syok mereka, aku langsung melengos pergi.

Heh, mereka pikir siapa yang sedang dilawannya. Aku ini adik dari Akasuna Sasori yang terkenal Savage dan sadis. Menghadapi kalian itu bukanlah hal sulit untukku. Pfft... lucu sekali mereka.

.

.

.

"SIALAN!!"

'Brak!'

kursi itu langsung tergeletak setelah ditendang oleh Ino yang mengamuk.

Sakura mendelik marah kearah pintu kelas yang terbuka, "Berani sekali anak pindahan itu bertingkah di daerah kita. Dasar jalang!"

"Heh! Sepertinya dia tak tahu kita siapa. Lihat saja nanti Ino, Sakura, Tenten. Kita akan membalasnya sampai dia tak bisa memohon ampun." senyum manis namun menakutkan merekah dibibir Shion.

Tenten terkekeh sambil bertepuk tangan, "Kau benar, Shion."

.

.

.

"Ketemu dompetmu?"

Matsuri tersentak kaget, menatap sekelilingnya yang ternyata teman-temannya masih menunggu di dekat loker mereka. Padahal tadi dia sudah menyuruh mereka untuk pulang duluan. Siapa sangka mereka lebih milih menunggunya?

Senyum manis Matsuri perlahan terlihat dan dengan riang dia mendekati teman-temannya yang sudah menunggu.

"Ya. Ayo pulang, minna~"

.

.

.

Yuhuuu~ aku kembali *joget poco-poco

Aku gak nyangka bakal lanjutin ini lagi-terharu- tahun ini benar-benar penuh cobaan untukku, mulai dari magang, UTS, UAS dan lainnya huhu bahkan setelah libur pun aku masih dipenuhi kesibukan. Karna itu hontou ni gomennasai minna *sujud

Untuk Unlimited Lost Works, terima kasih banyak udah meluangkan waktu buat membaca cerita gaje ini *terharu urang mah*

Yapp, segitu aja. Enjoy guys

So, readers? Mind to Review?