Disclaimer: All characters are not mine.

Naruto [Masashi Kishimoto] High School DxD [Ichiei Ishibumi] Mobile Legends Bang Bang [MOONTON] Amagi Brilliant Park [Shoji Gatoh]

Warning: Ini fanfiksi Multi-crossover!


~Opening: Date a Live by Sweet ARMS~


Chapter: Akhir Tugas Pertama.

Istana Horizon

Ruang Tahta.

"Dengan begini, Tugas pertama Naruto-sama berakhir disini," ucap gadis bersurai pirang mengenakan pakaian miko dengan aksen merah muda namanya, Shion. Teman di sebelahnya, menengok ke arah Shion yang nampaknya mulai beranjak pergi.

"Kau mau kemana, Shion?" tanya gadis itu. Namanya, Otsutsuki Kaguya. Gadis bersurai putih panjang itu menatap Shion dengan ekspresi wajah heran, karena temannya itu tiba-tiba pergi.

Shion menghentikan langkah sebentar, "Sudah waktunya aku kembali ke Glosarium aku tidak ingin membiarkan Hanabi terus-terusan berada disana dan mengacaukan perpustakaan besar."

"Lagipula, harusnya setelah ini kau menyambut kedatangan raja kita di Colloseum Kaguya."

Setelah mengatakan kalimat tadi, Shion kemudian melenggang pergi meninggalkan Kaguya sendirian di ruang tahta. Gadis yang memiliki rambut putih panjang dengan pakaian miko beraksen putih itu mendesah pelan mendengar jawaban sahabat lamanya itu.

"Setidaknya kau ikut juga, Shion," ujar Kaguya pelan.

Ia lalu mengalihkan kembali pandangannya ke arah bola kristal yang terlihat menampilkan pertarungan pedang dari dua pemuda dengan kemenangan dari si pemuda bersurai pirang jabrik.

"Tapi ya sudah, sepertinya ini memang sudah menjadi tugasku sebagai Sang Pengawas" ujar Kaguya juga mulai melangkahkan kakinya keluar dari ruang tahta.


Berjalan.

Setelah berhasil mengalahkan Guardian dari Lantai Kedua Belas Naruto kini menyusuri tangga yang menjadi penghubung dirinya dengan tempat yang dituju selanjutnya, yakni Colloseum. Sebuah tempat berupa bangunan berbentuk stadion besar berupa arena Gladiator.

Sesampainya Naruto disana. Sepuluh sosok gadis menyambut dirinya. Mereka berbaris secara horizontal, dengan satu gadis berdiri di depan sembilan gadis dibelakangnya layaknya seorang pemimpin. Naruto hanya mengenal satu orang saja dari sembilan gadis di depannya. Siapa lagi kalau bukan Otsutsuki Kaguya, gadis berambut putih panjang dengan pakaian miko berwarna putih yang saat ini berdiri di depan barisan sembilan gadis di belakangnya.

"Selamat datang kembali, rajaku, Naruto-sama," sambut Kaguya merendahkan sedikit tubuhnya. Tindakan Kaguya lantas diikuti oleh sembilan gadis dibelakangnya.

"Selamat datang, Naruto-sama."

Naruto menggangguk pelan, "Arigatou, karena sudah menyambutku."

"Kalian bisa mengangkat wajah kalian kembali."

"Ha'i," ucap mereka serentak dan menegakan tubuh seperti semula. Naruto kemudian memandang sembilan gadis dibelakang Kaguya, tampak raut wajah kebingungan tercetak di wajahnya. Terlihat jelas ia tidak mengenal kesembilan gadis tersebut. Tapi.

"Aku merasa seperti pernah mengenal mereka, tapi kenapa aku tidak bisa mengingat mereka?" batin Naruto dengan dahi mengkerut memandang kesembilan gadis tersebut.

"Naruto-sama?" Kaguya sepontan memanggil Naruto. Dia memiringkan sedikit kepalanya.

Dengan sedikit tersentak, Naruto menatap Kaguya.

"Ada apa, Kaguya?"

"Apa anda baik-baik saja?" tanya Kaguya cukup ambigu.

Mengerti dengan apa yang ditanyakan oleh Kaguya, Naruto mengangguk, "Aku baik-baik saja."

"Hanya saja, sepertinya beberapa ingatanku ada yang hilang."

"Mereka siapa, Kaguya?" tanya Naruto.

"Anda tidak mengingat mereka?" Naruto menggeleng sebagai jawabannya 'tidak.

"Baiklah, kalo begitu akan saya jelaskan," ucap Kaguya.

"Mereka adalah para gadis Spirit, yang ditugaskan untuk membantu dan melindungi anda, Naruto-sama. Sebutan mereka adalah Pleiades. Mereka merupakan gadis roh yang diutus oleh yang Mulia, Deus-sama yang menguasai dimensi Orion."

Di Sanctuary terdapat beberapa dimensi pararel yang diciptakan oleh Naruto. Setiap dimensi dihuni atau disini oleh satu ras makhluk, seperti; Elfatau peri, Spirit atau para roh dan juga sebagai tempat khusus, seperti; Ruang Harta Tak Terbatas yang hanya bisa dimasuki oleh Naruto seorang.

Sama halnya, Myth yang dihuni oleh Empat Dewa Peri dan peri kecil lainnya. Di Orion dihuni oleh para Spirit yang dipimpin oleh seorang ratu Spirit bernama Deus.

Deg!

Deg!

Setelah mendengar penjelasan Kaguya, kepala Naruto berdenyut sakit. "Ugh!" Satu tangan memegang surai pirangnya. Kaguya nampak panik melihat tuannya terlihat kesakitan.

"Na-Naruto-sama, apa anda baik-baik saja? Apa kepala Anda sakit? Apa perlu saya membawa anda ke Shion?" Beberapa pertanyaan beruntun keluar dari bibir Kaguya, dengan wajah panik, pertanda ia mengkhawatirkan tuannya.

"Da-daijobu, tenang saja," ujar Naruto.

"Ta-tapi,"

Kata-kata Kaguya terhenti begitu melihat tuannya yang bersusah payah menahan sakit di kepalanya. Kaguya perlahan menghela napas, mencoba mempercayai tuannya, walau ia masih ragu. Setelah beberapa saat, sakit di kepala Naruto sudah mulai mereda.

Naruto kemudian menghela napas lega, "Sepertinya satu ingatanku yang hilang sudah kembali."

"Apa anda yakin baik-baik saja, Naruto-sama?" ujar Kaguya bertanya. Nampaknya gadis bersurai putih panjang itu masih mengkhawatirkan kondisi tuannya.

Naruto tersenyum, "Jangan terlalu mengkhawatirkanku, Aku baik-baik saja."

"Arigatou, Kaguya."

Kaguya tersenyum lirih, "Sudah kewajiban saya mengkhawatirkan anda, Naruto-sama."

—Time Skip—

Kini Naruto dikelilingi oleh sembilan gadis yang dipanggil, Pleiades dengan Naruto berada di pusatnya. Kesembilan gadis itu berlutut menghadap Naruto. Sedangkan Kaguya berada tak jauh dari mereka semua.

Tampak, saat ini Naruto memejamkan matanya dengan telapak tangan kanannya terjulur kedepan. Bibir pemuda itu tampak melantunkan beberapa kalimat. Lalu muncul sebuah lingkaran sihir berwarna emas dibawahnya dan dibawah para gadis Pleiades.

"Dengan ini aku, Namikaze Naruto, bertanya kepada kalian Pleiades. Apakah kalian bersedia dan siap untuk menyerahkan hidup, jiwa, dan raga kalian hanya untukku?"

Mendengar kata-kata Naruto, sembilan gadis [Pleiades] itu mulai menjawab panggilan dari sang raja Sanctuary.

"Saya, Princess, dengan kekuatan Sandalphon dan Halvenhelev bersedia untuk membantu anda, Naruto-sama," ucap gadis bersurai ungu gelap, mengenakan gaun berwarna ungu.

"Ha-Hamba, Hermit, me-memenuhi panggilan anda, Na-Naruto-sama," ucap seorang gadis kecil yang membawa boneka kelinci di tangan kirinya.

"Kami pasangan kembar, Berserk, siap melayani anda, Naruto-sama," ucap dua gadis berambut oranye secara bersamaan.

"Saya, Efreet, akan selalu bersama anda, Naruto-sama," ucap gadis bersurai merah berpakaian kimono berwana merah dan krem.

"Saya, Diva, akan setia kepada anda, Naruto-sama," ucap gadis bersurai biru muda, dengan gaun berwarna kuning.

"Hamba, Witch, kekuatan sihir hamba akan hamba tunjukan kepada anda, Naruto-sama," ucap seorang gadis kecil berambut hijau dengan pakaian seperti seorang penyihir.

"Hamba, Angel, segala jiwa dan raga hamba akan hamba serahkan kepada anda, Naruto-sama," ucap gadis bersurai silver pendek, dengan gaun berwarna putih dan sebuah mahkota emas di atas kepalanya.

"Saya, Nightmare, seluruh waktu yang saya punya akan saya persembahkan untuk anda, Naruto-sama," ucap gadis bersurai hitam, dengan aksen gaun berwarna merah-hitam.

Setelah para Pleiades mengucapkan sumpahnya, seluruh tubuh mereka bercahaya bersamaan dengan lingkaran sihir dibawah mereka juga ikut bersinar. Kini mereka sudah menjalin kontrak dengan Naruto.

Naruto membuka mata, memperlihatkan iris emasnya, seraya mengucapkan beberapa rentetan kalimat.

"Dengan semua yang aku miliki, kekuatan, kekuasaan. Pleiades akan aku perlihatkan dunia tak terbatas kepada kalian."

"Celestial Spirit : Life Contract."

Bersamaan dengan ucapan Naruto, para gadis Pleiades tubuh mereka perlahan mengurai menjadi satu cahaya kecil. Kesembilan cahaya tersebut mulai menghitari Naruto, dan menjadi sebuah kalung dengan hiasan sembilan permata berwarna berwarna-warni.

To Be Continued.


~Ending: Last Promise by Erii Yamazaki~


Author Note: Apa kabar?

Dengan begini, tugas pertama Naruto sudah berakhir. Ada plot hole sih, pertarungan Naruto dengan Guardian lainnya tidak diperlihatkan. Tapi, tidak apa-apalah.

Hoho, ada yang tahu siapa saja gadis-gadis Pleades?