Disclaimer: All characters are not mine.

Naruto [Masashi Kishimoto] High School DxD [Ichiei Ishibumi] Mobile Legends Bang Bang [MOONTON] Amagi Brilliant Park [Shoji Gatoh] Date a Live [Koshi Tachibana]

Warning or Note: Ini fanfiksi Multi crossover!


~Opening: Clattanoia by Oxt~


Chapter: Pengumuman Sang Raja.

Naruto atau nama lengkapnya Namikaze Naruto.

Sang Raja Sanctuary kini sedang termenung di atas kasur. Saat ini ia berada kamarnya yang besar nan mewah, bernuansa emas dengan ukiran-ukiran kuno menghiasi dinding kamar. Naruto memandang langit-langit kamar.

Sudah beberapa hari berlalu semenjak ia terbangun dari tidur panjangnya dan melawan dua belas Guardian untuk mengembalikan kekuatannya yang tersegel.

Menguasai dunia?

Naruto mengingat itu. Saat terbangun, ia langsung mendeklarasikannya kepada semua penghuni Sanctuary. Naruto tahu, mereka semua menganggap serius ucapan Naruto. Yang sebenarnya ia tidak memiliki niatan untuk 'itu'. Heh, yang benar saja, menguasai dunia? Sanctuary sudah cukup bagi Naruto.

Hahh~

"Yare, yare aku terlalu berlebihan," ucapnya menepuk pelan kepalanya. Naruto mulai beranjak keluar dari kamarnya. Ia berhenti sejenak ketika melihat sebuah kamar yang berada di depan kamarnya. Itu adalah kamar milik saudarinya.

Mungkin setelah ini ia akan melakukan tugas selanjutnya.

Menjemput sang adik di Midgard.

—Time Skip—

Naruto tiba di sebuah ruangan megah.

Ruangan ini merupakan ruang tahta miliknya. Disana Naruto melihat sesosok perempuan berambut putih panjang yang sudah diketahui namanya, Otsutsuki Kaguya. Selain Kaguya, disana juga terdapat beberapa gadis berpakaian seorang maid atau pelayan.

Naruto mulai melangkah kesana.

"Selamat datang kembali, Naruto-sama," ucap Kaguya menunduk hormat kepada Naruto disertai juga para gadis maid disana ikut menunduk dan menyambutnya. Naruto tersenyum melihatnya sambil dirinya berjalan menuju mereka.

"Arigatou."

Begitu sampai dekat mereka. Naruto mengelus surai semua gadis disana. Baik Kaguya maupun gadis maid disana terkejut mendapat perlakuan dari tuan mereka. Semuanya merona merah di pipi. Terutama Kaguya, ia sedikit menitikan air mata.

"Sudah lama sekali," gumam Kaguya begitu pelan.

Naruto berjalan ke singgasananya.

"Apa mereka sudah kau panggil, Kaguya?"

"Ha'i!" jawab Kaguya, "sesuai dengan perintah anda."

Naruto duduk di singgasananya. "Hm, bagus."

"Kalo bisa saya tahu, kenapa anda menyuruh saya memanggil mereka?" tanya Kaguya.

"Ada sesuatu yang ingin kusampaikan kepada mereka," jawab Naruto mendapat anggukan paham oleh Kaguya. Dan setelah itupun pembicaraan menjadi hening.

Tak beberapa lama, tiga belas lingkaran sihir muncul. Lingkaran sihir tersebut mulai perlahan naik dan memunculkan tiga belas sosok yang dikenal sebagai Guardian. Kedua belas penjaga Sanctuary itu menunduk hormat.

"Guardian Lantai Pertama, Aries Hilda. Hadir," ucap perempuan bertubuh besar dengan rambut berwarna oranye.

"Guardian Lantai Kedua, Taurus Minotaur. Hadir," ucap makhluk besar berwarna merah dengan kepala banteng.

"Guardian Lantai Ketiga, Gemini Karina. Hadir," ucap perempuan berambut biru muda.

"Guardian Lantai Ketiga, Gemini Selena. Hadir," ucap perempuan berambut merah muda.

"Guardian Lantai Keempat, Cancer Zhask. Hadir," ucap makhluk bertubuh ramping berwarna hitam keunguan dengan empat mata berwarna merah.

"Guardian Lantai Kelima, Leo Badang. Hadir," ucap pria berambut hitam dengan berbadan kekar.

"Guardian Lantai Keenam, Virgo Odette. Hadir." ucap perempuan cantik berambut pirang dengan mengenakan gaun pendek berwarna putih.

"Guardian Lantai Ketujuh, Libra Lunox. Hadir," ucap gadis dengan berambut kuning emas dengan sedikit dibagian depannya berwarna hitam. Di bahu kanan dan kirinya, terdapat aksesoris seperti sayap berwarna hitam dan putih.

"Guardian Lantai Kedelapan, Scorpio Helcurt. Hadir," ucap makhluk berbentuk seperti kalajengking.

"Guardian Lantai Kesembilan, Sagitarius Irithel. Hadir," ucap perempuan berambut merah tua dengn ditemani oleh makhluk seperti macan berbulu putih lebat disampingnya.

"Guardian Lantai Kesepuluh, Capricorn Martis. Hadir," ucap pria berambut silver dengan dua tanduk di kedua bahunya.

"Guardian Lantai Kesebelas, Aquarius Aurora. Hadir," ucap perempuan berambut biru dengan pakaian gaun berwarna biru muda.

"Guardian Lantai Kedua Belas, Pisces Lancelot. Hadir," ucap pria berambut surai pirang sedikit bergelombang.

"Kami datang untuk memenuhi panggilan anda, Naruto-sama." Mereka semua berucap secara bersamaan.

Naruto mengangguk, "Baiklah karena sud—

Ucapan Naruto terhenti saat melihat seorang perempuan pirang yang baru saja datang."Aku melupakannya," batin Naruto.

Perempuan itu membungkukan badan. "Maaf atas keterlambatan saya, Naruto-sama. Ada beberapa hal yang perlu saya lakukan di Glosarium," jelas perempuan itu meminta maaf.

Naruto mengangguk. "Tidak masalah."

"Baiklah karena semuanya sudah datang. Aku akan langsung saja memberitahu tentang dua hal penting kepada kalian semua."

"Yang pertama, tentang keberadaan sebuah organisasi bernama Khaos Bridge. Sesuai informasi dari Zhask, organisasi ini berisikan orang-orang kuat yang dikumpulkan oleh ketuanya, Ophis si Ouroboros Dragon."

Semuanya mendengar penjelasan Naruto dengan seksama.

"Tujuan dibentuknya organisasi ini adalah untuk mengalahkan si Naga Penjaga Dimensi, Great Red. Walau secara tidak pasti, aku berasumsi hanya Ophis saja yang memiliki tujuan itu. Sementara anggotanya memiliki tujuan masing-masing."

"Maaf menyela, Naruto-sama," ucap Minotaur.

"Ada apa?"

"Apa organisasi bernama Khaos Bridge ini memiliki pengaruh besar terhadap Sanctuary?" Karena seingat Minotaur, tuannya itu tidak pernah menyinggung sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan Sanctuary.

Naruto tersenyum, "Hanya firasat."

"Maksud anda?"

"Aku hanya merasakan sesuatu yang entah kenapa membuatku gelisah dengan organisasi itu. Firasat tidak enakku mengatakan mereka akan melakukan sesuatu yang besar pada Sanctuary. Apalagi disana terdapat seseorang yang memiliki ambisi untuk melepas Trihexa."

Hampir semua orang disana terlihat cukup terkejut mendengar penjelasan Naruto di bagian akhir tentang Trihexa. Ada seseorang yang ingin melepas Trihexa? Siapa orang bodoh ini?

"Untuk itu aku akan menugaskan satu atau dua Guardian untuk mengawasi Khaos Bridge. Karena kemungkinan kalian akan berhadapan dengan Ophis," ucap Naruto.

"Lancelot, Odette. Kalianlah Guardian yang cocok untuk tugas ini. Mengingat kalian sudah pernah pergi ke Midgard," kata Naruto secara bergantian menatap dua Guardian didepannya, Guardian Pisces dan Guardian Virgo.

"Haik, sesuai perintah anda. Kami akan laksanakan tugas ini dengan baik," ucap Lencelot dan Odette bersamaan.

Naruto mengangguk. Lalu ia berdiri.

"Sate, sate, saateee."

"Untuk semua Guardian yang tersisa, aku ingin kalian memperketat pertahanan. Dan Lunox, mengingat dua Guardian tidak ada di Sanctuary untuk melaksanakan tugas yang aku berikan tadi, aku ingin kamu menjaga keseimbangan di Sanctuary," ucap Naruto.

Jika satu, atau dua Guardian tidak ada di Sanctuary. Hal ini akan menyebabkan Dua Belas Lantai Penjaga akan hancur, dikarenakan lantai yang dijaga sedang kosong. Namun ini bisa diatasi jika sang Raja, yakni Naruto—yang memiliki kekuatan dari dua belas Guardian—ada di Sanctuary.

Selain Naruto, ada Libra Lunox dengan kemampuan khusus yang dia miliki, Ballance.

"Ha'i, akan saya laksanakan, Naruto-sama."

"Apa ada pertanyaan?" tanya Naruto.

"Boleh saya bertanya, Naruto-sama?" ucap makhluk hitam seperti kalajengking dengan suara suara berat.

"Ya?"

"Untuk apa anda memerintahkan Lunox menggunakan kekuatannya? Bukannya dengan adanya diri anda disini sudah cukup untuk menjaga keseimbangan Dua Belas Lantai Sanctuary."

Semua orang disana terdiam sambil memikirkan kata-kata dari Guardian Ketujuh, Scorpio Helcurt. Benar sekali, jika Tuan mereka ada disini kekuatan Lunox tidak diperlukan.KecualiSemua memandang ke arah Naruto.

"Itu karena beberapa hari kedepannya aku sudah tidak ada di Sanctuary," ungkap Naruto membuat semua orang—para Guardian, Kaguya, Shion, dan para maid—disana tiba-tiba terdiam.

"Na-Naruto-sama?"

Naruto menoleh ke arah Kaguya. "Hm?"

"A-Apa anda akan pergi meninggalkan kami?" tanya perempuan bersurai putih itu.

"Meninggalkan kalian? Tidak. Alasan aku tidak ada di Sanctuary, karena aku akan menjemput Naruko di Midgard." Jawaban Naruto mendapat hela napas lega orang-orang disana.

"Jadi begitu. Maaf atas pertanyaan saya tadi," ungkap Kaguya.

Naruto mengangguk paham. Ia mengerti alasan Kaguya bertanya seperti itu, karena salah dirinya yang lupa menjelaskan ucapannya tadi. Naruto lalu kembali duduk ke singgasananya.

"Baiklah, kalian boleh kembali. Hanya dua itu saja yang aku beritahu kepada kalian," ucap Naruto.

"Ha'i!" ucap para Guardian lalu melenggang pergi dari ruangan itu—yang berisi Naruto, Kaguya, Shion, dan para gadis maid—lenyap bersama dengan lingkaran sihir dibawah mereka.

"Kaguya, Shion."

Naruto memanggil dua perempuan yang masih berada di ruangan ini. Keduanya menoleh ke arah Naruto.

"Selama aku tidak ada disini. Tanggung jawab Sanctuary, aku serahkan kepada kalian," ucap Naruto lalu berdiri.

"Ha'i!"

"Akan kami lakukan."

Kaguya dan Shion menjawab sambil membungkukan badan. Naruto tersenyum tipis, lalu menjentikan jarinya memunculkan lingkaran sihir berwarna emas di bawah kakinya.

"Hirashin."

Naruto lantas menghilang dengan meninggalkan berkas cahaya.

To Be Continued.


~Ending: L.L.L. by Myth and Roid~


Author Note: Konbanwa

Seperti yang diceritakan di atas. Naruto akan pergi dari Sanctuary untuk menjemput Saudarinya di Midgard. Oh, Midgard itu tempat tinggalnya Issei dkk.

Oke, ok. Next!