Disclaimer: All characters are not mine.
Naruto [Masashi Kishimoto]High School DxD [Ichiei Ishibumi] Mobile Legends Bang Bang [MOONTON] Amagi Brilliant Park [Shoji Gatoh] Date a Live [Koshi Tachibana]
Warning or Note: Ini fanfiksi Multi-crossover!
~Opening: Clattanoia by OxT~
Chapter: Midgard
Kota Kuoh
08 : 30 PM.
Sebuah lingkaran sihir berwarna emas muncul di sebuah atap gedung. Dari lingkaran sihir itu keluar tiga sosok. Yang pertama, seorang pemuda beriris blue shapire dengan rambut pirang emas. Lalu disamping pemuda itu, berdiri dua gadis maid bersurai hitam dengan manik mata sama-sama berwarna merah.
Pemuda yang bernama Namikaze Naruto itu mulai berjalan ke sisi gedung. Naruto memandangi takjub keindahan pemandangan kota Kuoh di malam hari.
"Jadi, ini Midgard?"
"Sudah lama sekali, ne."
"Ano, Naruto-sama. Apakah kita langsung mencari Naruko-sama?" ucap gadis maid yang memiliki tubuh pendek.
"Aku bisa merasakan auranya di sekitar kota ini. Jadi kupikir nanti saja. Yang pertama kali kita lakukan adalah mencari tempat tinggal," ucap Naruto lalu terjun kebawah gedung.
"Ayo, Akame, Kurome."
"Haik, Naruto-sama," ucao dua gadis maid itu mengikuti tuan mereka.
Di pagi hari.
Di sebuah kamar dengan nuansa kuning. Terlihat seorang gadis bersurai pirang emas masih terlelap di atas kasur sambil memeluk bantal guling disebelahnya. Tak berapa lama, gadis itu bangun dan mulai membuka mata.
"Ohayou," ujarnya.
Gadis itu kemudian beranjak dari tempat tidur. Ia merapikan tempat tidurnya—yang tidak berantakan—dengan wajah mengantuk. Setelah rapi, gadis itu pun mulai melangkah ke kamar mandi. Dimulai mencuci muka, mengosok gigi, dan barulah setelahnya gadis itu mandi.
Beberapa menit sudah berlalu. Kini gadis bersurai pirang itu sudah berpakaian pagi dengan seragam sekolah yang dikenakannya. Dia menepuk pelan pipinya, lalu berjalan keluar kamarnya. Namun, sebelum menuju ke ruang makan. Gadis itu terlebih dahulu ingin mengecek seseorang.
Ia berdiri di depan sebuah pintu kamar.
Tok! Tok! Tok!
"I-Issei-san, a-apa kamu sudah bangun," tanyanya dengan tergagap-gagap. Gadis itu menunggu jawaban dari orang di dalam kamar. Tidak ada jawaban, ia kemudian kembali mengetuk pintu dan memanggil nama si penghuni kamar.
"I-Issei-san...,"
"Ha'i, ha'i, Aku sudah bangun, Asia." Terdengar suara seorang laki-laki dari dalam kamar. Gadis yang bernama Asia itu menganggukan kepalanya pelan.
"Ba-baiklah, ka-kalau begitu. A-Aku a-akan menunggumu di-di meja makan," kata Asia dengan nada khasnya.
"Ha'i."
Asia lalu berjalan ke ruang makan.
Di ruang makan sudah ada dua sosok, berada disana. Satu, seorang pria berkacamata yang duduk di meja makan sambil membaca koran. Lalu yang kedua, wanita berambut coklat yang sedang menata makanan di meja makan.
Asia tersenyum. "O-Ohayou, bibi, paman."
Wanita berambut coklat menoleh dan tersenyum hangat ke arahnya. "Ara, ara ohayou, Asia-chan. Seperti biasa, kamu bangunnya pagi-pagi sekali."
"I-iya, bi," sahut Asia gagap.
"Issei dimana, Asia-chan?" tanya pria berkacamata sembari mengalihkan fokusnya ke Asia.
"E-etto, A-Asia t-tadi sudah memanggil I-Issei-san d-di kamarnya. D-dia ba-baru saja bangun." Asia menjawabnya dengan gugup. Pria berkacamata itu mengangguk paham mendengar jawaban Asia, ia lalu melanjutkan kembali aktivitas paginya—membaca koran.
Tak lama berselang pemuda laki-laki bernama Issei muncul dengan memakai seragam sekolah lengkap. Dia dan Asia pun memulai sarapan mereka.
—Time Skip—
Setelah selesai makan pagi.
Asia dan Issei mulai berangkat ke sekolah. Saat ini, mereka berdua sedang berjalan bersama dengan dua temannya Issei—Matsuda dan Motohama. Asia berjalan dibelakang ketiga pemuda di depannya yang tampak sedang asik membicarakan sesuatu.
Bruk!
Seseorang tiba-tiba menabrak Asia.
"Gomen, apa kamu baik-baik saja?" tanya orang itu.
"I-Iie, d-daijoubu," ucap Asia. Ia lalu menatap orang yang menabraknya tadi. Seorang pemuda yang memiliki surai pirang emas seperti miliknya dengan iris mata menawan berwarna biru. Sesaat Asia memandangnya diam.
"Asia!" panggil Issei tak jauh, menyadarkan Asia.
"Ha-Ha'i tu-tunggu aku, Issei-san," ujar Asia.
"Su-sumimasen." Asia membungkukan badannya ke pemuda tadi lalu berjalan menuju Issei yang sedang menunggunya. Pemuda itu menatap datar Asia yang sudah menghampiri teman berambut coklat.
"Jadi begitu ya."
Di sebuah hutan.
Berdiri sebuah rumah besar dan mewah. Disana terlihat seorang pemuda bersurai emas sedang duduk di teras rumah ditemani seorang maid di belakangnya. Pemuda itu sedang memandang diam alias melamun ke arah langit.
Ya, dia Namikaze Naruto.
Sang Raja Sanctuary.
Sejak kedatangannya ke Midgard beberapa hari yang lalu. Naruto memutuskan untuk menciptakan sebuah rumah dengan Sihir Penciptaan miliknya untuk ia tinggali.
Lokasi rumah ini berada di kawasan hutan yang cukup jauh dari perkotaan agar tidak ada seorang pun yang tahu tempat tinggalnya ini. Untuk jaga-jaga Naruto juga memasang sihir ilusi di sekitar pekarangan rumahnya.
"Ini minumannya, Naruto-sama. Silakan dinikmati," ujar sesosok maid bersurai hitam yang baru saja datang sambil membawa sebuah nampan lalu menaruh minumannya di atas meja.
"Arigatou, Akame."
"Sama-sama, Naruto-sama," jawab maid bernama Akame.
Naruto lalu mengambil gelas berisi teh hangat itu lalu menyeruputnya. Rasa manis yang pas. Ia menyukainya. Naruto mendesah lega lalu memandang kembali ke arah langit dimana sang surya sudah berada dipuncaknya.
Naruto teringat dengan kejadian tadi pagi.
Pertemuan dia dengan sang adik.
"Naruko memandangku seperti orang asing."
"Ini mungkin efek yang diterima setelah bereinkarnasi. Dia menjadi hilang ingatan," gumam Naruto lalu kembali menyesap tehnya.
"Apa anda yakin itu Naruko-hime, Naruto-sama?" tanya gadis maid yang memiliki tubuh pendek dibelakang Naruto.
"Ya," jawab Naruto singkat. "Dia memang Naruko."
Perempuan maid bernama Akame tampak ikut berbicara. "Lalu, apa yang akan kita lakukan setelah ini Naruto-sama?"
"Tujuan kita disini adalah menjemput Naruko. Tapi sebelum aku membawanya pulang, terlebih dahulu aku ingin ingatan miliknya kembali," ujar Naruto menjawab pertanyaan Akame.
"Apa di wilayah ini ada yang menjaganya?" tanya Naruto.
"Ha'i," jawab kedua maid dibelakangnya.
"Hoo, souka. Pantas saja aku merasakan keberadaan mereka tak jauh dari sini," ucap Naruto lalu tersenyum. "Mungkin tak lama lagi mereka akan datang untuk menemuiku."
"Hem, benar juga."
"Kurome, aku ingin memberimu tugas," ungkap Naruto.
Gadis maid bertubuh pendek menunduk. "Ha'i!"
"Tugasmu adalah untuk melindungi Naruko. Kau akan menyamar menjadi siswa baru disana dan melindungi Naruko dari balik bayangan," ujar Naruto lalu menyeruput teh terakhirnya.
Kurome menunduk. "Ha'i. Sesuai perintah anda, Naruto-sama."
"Bagus." Naruto berdiri. Ia lalu beranjak ke dalam sambil meregangkan kedua lenganya.
"Aku akan pergi mandi dulu," ucapnya. Tampak dua maid berjalan mengekor di belakang Naruto.
To Be Continued.
~Ending: L.L.L. by Myth and Roid~
Author Note: Uwahh!
Naruto sudah ada di Midgard dan sudah membuat rumah. Dan di chapter kali ini sudah diketahui siapa Saudarinya Naruto. Hm, tanpa aku omongin pun para pembaca sudah tahu. Mengingat tag namanya ada di story info.
