Dan kenalan yang dimaksud oleh Ryogo adalah bengkel di Yokohama. Kazuki memarkir trailer di depan bengkel. Dalam bengkel terletak kotak-kotak yang berisi spare part wanzer, dan wanzer usang.
"Disini selalu berantakan seperti biasa," kata Ryogo.
"Apakah ada orang di sini?" kata Kazuki.
Paman paruh baya berambut putih ikal menghampiri dengan alis mengkerut. "Kazuki! Ryogo! Apa yang telah kalian lakukan?"
"Huh? Apa?" kata Ryogo.
Aneh. "Apakah ada yang salah dengan kita?" kata Kazuki.
"Kalian ada di berita!" Paman memperlihatkan video berita di ponsel. Berita itu memuat foto Kazuki dan Ryogo.
Mata Kazuki membelalak. "Naikkan suara."
"Tersangka ledakan Pangkalan Yokosuka masih berkeliaran. Nama tersangka adalah Kazuki Takemura dan Ryogo Kusama. Mereka dipersenjatai dengan wanzer, dan berpotensi menimbulkan bahaya."
"Sekarang kita menjadi buronan?" kata Ryogo.
"Bagaimana dengan JDF? Kenapa kita yang disalahkan?" kata Kazuki. Ini tidak adil.
"Mereka membuat kalian sebagai kambing hitam," kata Emma.
"Tapi merekalah yang terlibat dalam ledakan!" kata Kazuki.
"Pada akhirnya, kita yang akan tertangkap," kata Ryogo.
"Aku akan bergabung dengan temanku dan meninggalkan Jepang untuk menginvestigasi kecelakaan. Bagaimana kalau kalian ikut dengan aku?" kata Emma.
"Kamu mau kita meninggalkan Jepang?" kata Kazuki. Dia tidak pernah keluar dari Jepang.
"Kalian akan ditangkap kalau terus di sini. Bagaimana kalau kita mengungkapkan kebenaran mengenai kecelakaan itu dan membuktikan bahwa kalian tidak bersalah?" kata Emma.
"Itu lebih baik daripada ditangkap…" kata Kazuki.
"Kamu masih belum menyerah dengan Alisa, kan?" kata Ryogo.
"Tentu saja tidak! Kita akan menyelesaikan masalah ini sampai tuntas!" kata Kazuki.
"Aku akan mendaftarkan kalian. Ayo kita keluar dari sini," kata Emma.
"Ayo kita bergegas ke Honmokufuto!" kata Ryogo.
Paman menggaruk kepala seakan merasa canggung dengan percakapan ini. Wajar karena buronan nasional ada di hadapan paman sekarang. "Hei, kalian pasti memiliki maksud baik. Aku akan memberi kalian diskon. Ryogo, aku akan mengajarimu bagaimana memilih produk yang bagus, menjadi pembeli yang bijak."
Paman menjelaskan bagaimana membeli spare part wanzer dan senjata.
"Aku juga menyediakan upgrade sederhana. Upgrade ini akan meningkatkan ketahanan wanzermu. Aku akan tunjukkan bagaimana melakukannya," kata paman.
Paman pun menjelaskan bagaimana meng-upgrade wanzer.
"Jangan lupa untuk mengisi ulang perlengkapan sesering mungkin. Bahkan kalau di sana tidak ada toko, kalian bisa membeli lewat online. Aku kasihkan link toko wanzer online. Bengkelku juga terdaftar di sana," kata paman.
"Terima kasih atas penjelasannya, Paman," kata Kazuki.
Paman tersenyum kemudian berkata," Mengapa kalian tidak mencoba berbicara dengan polisi?"
Err… Tadi pagi mereka sudah bentrok dengan polisi. "Kita tidak bisa… mungkin kalau sudah ada waktu yang tepat," kata Kazuki.
"Oke bawa ini untuk kalian," kata paman. Memberi secarik kertas.
"Apa ini?" kata Kazuki.
"Alamat website polisi. Mungkin akan membantu kalian," kata paman.
Kazuki tersentuh dengan kebaikan hati paman yang tidak dikenal. "Terima kasih."
"Jangan melakukan hal yang bodoh. Hati-hati, oke?" kata paman.
Kazuki mengangguk. Mereka bertiga meninggalkan bengkel. Berangkat ke destinasi selanjutnya. Honmokufuto.
