Kazuki mengendarai trailer. Setengah perjalanan menuju Honmokufuto. Lampu hijau menyala. Kazuki menekan pedal gas.

Dua trailer memotong jalan dari sebelah kiri.

Kazuki menginjak rem. Tubuhnya terdorong ke depan.

Ryogo membuka jendela mendongak. "Hei, hati-hati! Apakah kamu sudah gila?"

Dua kotak trailer terbuka. Tiap trailer berisi dua wanzer. Wanzer menembak ke arah mereka.

"Keluar dari sini!" kata Emma.

Kazuki memundurkan trailer, menekan tombol bagasi trailer.

Ryogo dan Emma turun dari trailer memasang wanzer.

Kazuki mengambil kunci mobil. "Mereka menembak di dalam kota! Apakah mereka sudah gila!"

Seakan tidak mendengar, wanzer musuh tetap tidak berhenti menembak.

"Mereka serius…" kata Ryogo. Sudah berada di dalam wanzer Kyojun hitam.

Kazuki turun dari trailer hendak naik ke wanzer Zenith Lev putih. "Mereka bodoh! Apakah mereka tahu akibat dari pertempuran di tempat seperti ini?"

"Ada apa, Kazuki! Siapkan wanzer!" kata Emma.

"Kazuki, kamu bisa merenungkan setelah kita menang, oke?" kata Ryogo.

Kazuki mengumpat. "Aku rasa kita harus bertarung!"

Dua wanzer Kasel melee dan dua wanzer Jinyo machine gun di hadapannya. Paling berbahaya adalah wanzer Kasel. Daya tahan tubuh yang tinggi serta daya hancur yang tinggi. Kazuki fokuskan diri untuk menyerang salah satu wanzer Kasel di hadapannya.

Emma menembak misil. Kena di tubuhnya. Kazuki menembak wanzer Kasel dengan shotgun. Headshot.

Wanzer kasel yang tersisa menghadapi Kazuki menghantam dengan melee.

Kazuki menghantam kembali. Emma melancarkan misil ke wanzer Kasel.

Kazuki mundur selangkah. Menembak dengan shotgun. Wanzer Kasel rusak tak bergeming.

Dia mengalihkan perhatian ke wanzer Jinyo.

Satu wanzer Jinyo tinggal sedikit lagi akan hancur. Kazuki menembak dengan shotgun.

"Hei, itu punyaku," kata Ryogo.

"Aku hanya ingin membantu," kata Kazuki.

"Bantulah aku dengan wanzer Jinyo yang satu lagi," kata Ryogo.

Dia bergegas ke wanzer Jinyo yang tersisa. Menghantam tepat di bagian tubuh. Beruntung. Wanzer Jinyo pun hancur. Pilot yang berhasil selamat kabur. Pilot itu memakai kacamata hitam dan Kazuki yakin itu bukan seragam JDF. Wanzer mereka berlambang logo Jepang berarti mereka adalah bagian JDF. Apakah mereka adalah unit khusus JDF?

"JDF sudah nggak waras lagi," kata Ryogo.

"Apakah mereka seniat itu untuk mengorbankan semuanya hanya untuk mencapai tujuan mereka?" kata Kazuki.

"Tunggu… itu bukan JDF," kata Emma.

"Apa maksudmu? Itu wanzer JDF," kata Ryogo.

"Lihat. Mereka tidak memakai seragam JDF. Lalu, plat nomor truk mereka bukan dari sini. Mereka memulai pertarungan di dalam kota. Itu bukan cara bertarung JDF," kata Emma.

"Siapa peduli? Sejauh yang kita tahu, mereka mengincar kita!" kata Kazuki. Menganalisis pihak asing selain JDF membuat Kazuki sakit kepala. Terlalu banyak pertanyaan. Jawaban yang terbatas.

"Kamu benar. Mari kita pergi sebelum ada pertarungan lagi di dalam kota," kata Emma.

"Oke, kita akan langsung menuju Honmoku! Kazuki, istirahatlah. Biarkan aku gantikan kamu mengendarai," kata Ryogo.

Kazuki terdiam. Sejak kapan Ryogo sangat baik? Tapi dia tidak bisa menolak kebaikannya. Dia butuh istirahat.

Sampai di Honmokufuto, maka dia akan meninggalkan Jepang.