Kazuki keluar dari gudang. Dia melihat beberapa wanzer hitam tak dikenal mengepung jalan keluar mereka.

"Apa? Antek lain lagi?" kata Kazuki.

"Bukan. Mereka orang sama yang mengejar kita. Dennis, apakah kamu mengenal asal wanzer itu?" kata Emma.

"Ada banyak variasi, tapi saya yakin mereka itu dari Da Han Zhong," kata Dennis.

Kazuki menyerngit dahi. "Apa urusan Cina ke sini?"

"Dennis, kamu pergi duluan. Kami akan menghadang mereka," kata Emma.

"Mengerti. Kalahkan mereka. Akan merepotkan untuk lepas landas kalau mereka tetap menembak," kata Dennis.

"Bro, ngomongmu aja yang gampang…" kata Ryogo.

"Kalian bisa tinggal di Jepang kalau tidak suka," kata Emma.

"Aww, jangan begitu. Kamu akan merindukanku ketika aku tidak ada…" kata Ryogo.

Pesawat terbang sudah keluar. Platform mengangkat pesawat terbang. Tersangkut. "Tch! Itulah mengapa kamu tidak bisa mempercayai orang Jepang…" kata Dennis.

"Dennis, apa yang kamu lakukan! Cepat ke atas!" kata Emma.

"Elevator rusak. Aku harus memperbaikinya. Beri aku waktu!" kata Dennis.

"Tidak mungkin, kamu pasti bercanda…" kata Ryogo.

Tidak ada pilihan lain selain baku hantam. Kazuki maju mendekati wanzer Jinyo di hadapannya. Menghantam dengan melee. Wanzer musuh mengalami gagal fungsi untuk sementara.

Kazuki terkena tembakan rifle dari ketinggian. Wanzernya sedikit berbeda. Kelihatannya dia bosnya.

"Oke!" kata Dennis.

Elevator naik lagi. Tersangkut.

Denis terdiam.

"Hei, jangan main-main!" kata Kazuki. Pikirnya Dennis adalah orang profesional, tapi kejadian sekarang menghancurkan kesan pertamanya terhadap Dennis.

"Aku sudah memutuskan, untuk tidak membeli produk Jepang lagi," kata Dennis seperti mengucapkan sumpah pemuda.

Ngaku saja dia nggak becus. Mau tak mau Kazuki harus fokus bertarung.

Setelah menghancurkan beberapa wanzer di hadapannya, tersisa wanzer bos tersebut. Bos tersebut berada di ketinggian yang menguntungkan sehingga dia tidak turun ke bawah. Terus menembak dari atas dengan riflenya. Untung Kazuki bisa menangkis beberapa tembakan meski juga menahan beberapa tembakan.

Tidak lama lagi. Kazuki akan naik ke atas untuk menghentikan sniper pengecut itu.

Kazuki dengan mudah menutup jarak antara mereka. Menghantam bos dengan melee. Serta didukung oleh misil Emma dan machine gun Ryogo. Wanzer bos pun tunduk.

Bos keluar dari wanzer yang meledak. "Kita telah meremehkan mereka…"

Syukurlah. Untuk sekarang mereka sudah menghancurkan musuh.

Tinggal menunggu Dennis memperbaiki elevator.

Elevator mengangkat pesawat terbang menghubungkan ke jembatan. Akhirnya!

Emma melingak linguk. "Aku pikir tidak akan ada bala bantuan lagi."

"Kita harus kabur sebisa kita," kata Kazuki.

"Aku rasa ini saatnya berpisah dengan Jepang!" kata Ryogo.

Dennis sudah berada di kokpit pesawat. " Masuk. Kita akan lepas landas!"

Kazuki memandang jembatan yang mengarah ke laut. "Apakah kamu yakin kita akan berhasil?"

"Kemana jiwa petualangmu! Jangan khawatir dia pasti akan terbang," kata Ryogo.

"Petualangan? Kenapa kamu tidak pernah serius?" kata Kazuki. Ini masalah hidup mati!

"Kazuki, cepat!" kata Emma.

Kazuki memutuskan menyerahkan masalah hidup matinya pada kedua orang Amerika ini. "Oke, baiklah!" Masuk ke dalam pesawat terbang. Memakai seatbelt.

"Ini akan sedikit kurang mulus. Semuanya, siapkan diri kalian!" kata Dennis.

Dengan demikian, pesawat terbang lepas landas meninggalkan Jepang.