Sepertinya mereka masih hidup. Siapa menyangka kalau Dennis bisa menerbangkan pesawat terbang? Agen FAI memang menakjubkan. Kazuki menatap ke luar. Pulau Jepang makin mengecil ditutupi oleh awan. Ah, email. Bisa jadi adiknya mengirim pesan kepadanya selama pertarungan.
Dia merogoh ponsel. Benar, ada satu pesan masuk. Bukan Alisa. Tapi bos.
Judul: Maaf
Nama: Kazuki
Pengirim: Koike
Kazuki, Ryogo.
Jangan balas kalau kamu mendapat email ini.
Kalian telah menjadi buronan atas pengeboman Pangkalan Yokosuka.
Aku tahu kalian bukanlah pelakunya.
Industri Kirishima tidak akan berbicara dengan polisi…
Mungkin akan ada tekanan dari JDF, atau mungkin akan ada persepakatan.
Aku memiliki istri dan anak.
Aku tahu ini hanyalah alasan, tapi kumohon mengertilah.
Apa maksudnya? Setidaknya Industri Kirishima berada di pihaknya. Itu cukup melegakan.
"Hei, Ryogo. Aku dapat email dari Pak Koike," kata Kazuki.
"Oh ya? Apa yang dia katakan?" kata Ryogo.
"Dia meminta maaf. Aku tidak tahu kenapa..." kata Kazuki.
"hmm… bagaimana kalau kita nulis balik ke dia" kata Ryogo.
Kazuki mengangguk. Setidaknya Kazuki dan Ryogo berhak mengetahui satu hal. Setidaknya buat draf dulu, lalu akan dikirim setelah mereka mendarat.
Judul: mengerti
Alamat: Koike 0730
Aku mengerti situasimu. Tapi kami ingin mengetahui apa yang diinginkan JDF,
Apakah kamu bisa mencari informasi di server Industri Kirishima?
"Pesawat akan mendarat, siapkan sabuk pengaman," kata Dennis.
Kazuki merasakan pesawat terbang turun. Di luar jendela sebuah kapal induk raksasa berumahkan berpuluh-puluh pesawat terbang di tengah Samudra Pasifik. Pendaratan berlangsung dengan lancar.
Kazuki menurunkan kakinya dari pesawat terbang. Tidak ada daratan yang terlihat. Hanya laut dan matahari terbenam. Kazuki merasa takjub. Dia pun mengikuti Dennis memasuki briefing room di kapal induk. Wow. Ada berapa banyak monitor di depan? Sangat rumit… dan keren seperti film hollywood.
Kazuki melihat Ryogo. Mata yang selalu menunjukkan kemalasan hidup terbuka. Mulutnya menganga. "Wow, kapal induk sungguhan! Lihat, Kazuki!" Ryogo melompat-lompat.
Kazuki hanya bisa menutup muka. "Hentikan, kamu membuatku malu."
"Kamu menyelamatkan kami, Kapten," kata Emma.
"Huh, tidak masalah. Itu pekerjaan kami. Jadi, apakah kamu sudah menemukannya?" kata kapten.
Kazuki tidak suka dengan senyum sombong kapten ubanan.
"MIDAS diselundupkan ke Jepang. Tapi kupikir kecelakaan itu hanyalah duplikat. Aslinya masih di tempat lain," kata Emma.
"Jadi kamu tidak dapat menemukannya. Sepertinya ini pekerjaan sulit untuk seorang wanita, eh?" kata kapten.
Emma terdiam.
Darah Kazuki mendidih. "Kamu pikir kamu siapa? Kamu tidak melakukan apa-apa?"
Kapten mengangkat alis. "Siapa kamu?"
"Mereka adalah agen yang kita sewa dari Jepang. Mereka akan bekerja dengan kita mulai dari hari ini," kata Emma.
Kapten terkekeh. "Aku tidak tahu kalau FAI bekerja dengan bocah ingusan."
"Apa?" kata Kazuki. Umur 19 tahun kamu bilang bocah ingusan?
"Mereka hebat. Umur bukanlah masalah kalau mereka bisa melakukan tugas mereka," kata Dennis.
"Tidak masalah asalkan mereka tidak menghalangiku. Jadi, apa rencananya?" kata kapten.
"FAI sedang mencari MIDAS. Kami ingin anda untuk bersiap," kata Dennis.
"Roger. Semoga mereka bisa menemukannya segera," kata kapten.
"Kapten, kita membutuhkan dua kamar," kata Emma.
"Pakai ruangan kosong yang ada. Jangan berkeliaran sembarangan!" kata kapten.
"Dia pikir dia siapa?" kazuki menggertak gigi.
"Dia pikir dia kapten," kata Ryogo.
Kazuki terdiam.
"Mari kita pergi dari sini," kata Emma.
Fix. Kapten itu sangat menjengkelkan. Kazuki tidak akan tahan bekerja di bawah kapten yang songong.
