Psycho pass (c) Amano Akira
Fanfiction by me
Pairing: Kougami x Makishima
Rating: T
Warn: ooc, yaoi, typo
Happy reading!
WEATHER
Matahari bersinar begitu cerah hari ini, yah hal semacam ini memang sudah lumrah terjadi dimusim panas seperti ini, hanya saja hari ini matahari terlihat lebih bersemangat untuk bersinar temperatur suhu pun menunjukkan 46 derajat celsius, Jepang tak pernah sepanas ini sebelumnya! (mungkin saja ini akibat pemanasan global, jadi mulai sekarang jagalah lingkungan!)
Seorang lelaki bersurai putih itu kini tengah berbaring terlentang dilantai kamarnya, tubuh mungilnya itu hanya terbungkus oleh kemeja putih kebesaran dan celana pendek sepaha. Keringat mengucur dari dahi hingga ke lehernya, bahkan kemeja itu telah basah oleh keringat ac diruangan tidak terasa dan kipas anginnya pun sedang rusak.
"Panas sekali hari ini" dia mengeluh kesal
"Diam lah Shougo, kau pikir kau saja yang sedang kepanasan huh?" balas si surai arang kesal, dia sudah kepanasan akibat cuaca hari ini dan telinganya juga ikut terasa panas karena mendengar keluh kesah laki laki dibawahnya itu.
"Kau tidak lihat ini, Shinya? Bahkan seluruh tubuhku sudah basah oleh keringat" si manik emas bangun dari tidurnya lalu mendelik kesal pada si manik biru tua itu. Shinya melirik ogah-ogahan kearah Shougo, mendapati dia tengah mengenakan kemeja putih kedodoran yang telah menjadi tembus pandang akibat keringat dan wajah kemerahan Shougo akibat cuaca panas ini. Setelah melihat Shougo, Shinya merasa suhu disekitarnya semakin panas dan entah kenapa celananya menjadi semakin sesak.
'Oh, ini semua salah Shougo'
"Apa!? Jangan melihat ku dengan tatapan seperti itu! Aku tidak mau suhu ruangan ini menjadi semakin panas!" teriak Shougo histeris
"Ini semua salahmu" ujar Shinya santai
"Tidak!"
ICE CREAM
Musim panas begini enaknya makan es krim sambil jalan bareng pacar, itu pun jika kalu punya pacar. Dan hal tersebut sedang dipraktekan oleh sepasang kekasih ini.
"Shougo, astaga kenapa kau mengajak ku keluar dicuaca seperti ini?" si raven menggerang frustrasi
"Oh, ayolah Shinya, dirumah mu itu sangat gerah, bahkan ac saja jadi tak terasa" si platina membela
"Tapi, diluar ini lebih panas" kata Shinya yang diabaikan oleh Shougo
"Ah! Aku punya ide, Shinya bagaimana jika kita makan es krim!" ajak Shougo, tanpa menunggu persetujuan Shinya, Shougo langsung menarik tangan Shinya, Shinya mau tak mau harus mengikutinya.
"Kau mau rasa apa, Shinya?" tanya Shougo
"Terserah kau saja" balas Shinya lelah
"Baiklah"
"Mbak, tolong dua es krim vanilla"
"Iya tolong tunggu sebentar, tuan"
Shougo berjalan mendekati Shinya dengan dua tangan yang memegang dua cup es krim vanilla, tak lupa dengan senyum andalannya.
"Ini satu untukmu" kata Shinya sembari menyerahkan satu cup es krim vanilla ditangannya.
"Hmm" Shinya menerimanya dengan senang hati
Shinya memperhatikan Shougo yang tengah memakan es krim nya hingga setetes es krim jatuh dari bibirnya dan turun hingga ke dagu.
"Shougo, es krim itu mengingatkan ku dengan kegiatan kita semalam" kata Shinya tersenyum miring
Shougo yang mendengarnya pun segera membersihkan lelehan es krim itu dengan tisu, lantas tangan kanan Shougo segera meluncur untuk memukul kepala Shinya
Plak
"Dasar mesum!"
HANABI
Malam ini tengah diadakan perayaan musim panas dan jalanan pastinya akan ramai tempat itu pasti akan dipenuhi oleh para penjuan dan tentu saja kembang api. menangnya diera psycho-pass masih ada perayaan seperti itu? anggap saja masih ada
"Shinya, kau payah sekali menangkap ikan kecil saja tidak bisa, hahaha" suara tawa dan ejekan terlontar dari bibir mungil si manik emas
"Aku tidak payah Shougo! Jaringnya saja yang terlalu tipis, mana bisa sebuah kertas bisa digunakan menjaring ikan" elak si manik biru tua
"Oh ayolah Shinya, jujur saja kalau kau memang payah haha" mendengar suara tawa Shougo, Shinya menjadi semakin kesal.
"Kalau begitu coba saja sendiri" tantang Shinya
"Baiklah" Shougo menerima jaring dari tangan Shinya
Percobaan pertama, gagal!
Shinya tersenyum mengejek disampingnya
"Ini baru percobaan pertama, Shinya"
Percobaan kedua, gagal!
Shinya menyeringai dibelakangnya
"Hmph!"
Percobaan ketiga, gagal!
Shinya Sudah tertawa terpingkal pingkal dibelakangnya
"Cih!"
"Baiklah siapa yang payah disini"
"Ck! Urusai!"Percobaan keempat, berhasil!
Shougo tersenyum kemenangan
"Kau lah yang payah, Shinya"
Shougo menerima kantung ikan emasnya, lalu mereka berdua pergi menuju tempat untuk melihat kembang api, dengan wajah Shinya yang tertekuk kesal sedari tadi berbeda dengan wajah Shougo yang tersenyum manis.
Mereka berdua duduk disebuah kursi sambil menatap langit malam yang dipenuhi oleh bintang.
JEDARR (anggap aja suara kembang api :D
Shinya menatap kembang api tersebut dengan pandangan datar, tak beberapa lama kemudian dia merasakan sebuah kepala menumpu dipundaknya.
"Shougo?"
"Shinya, apa kau sungguh mencintaiku?" tanya Shougo, jarinya bergerak menggambar bentuk bentuk abstrak didada Shinya
"Aku tak perlu menjawabnya, bukan?" kata(?) Shinya memeluk tubuh mungil Shougo
Cup
Shinya mengecup kening Shougo, dia menatap wajah Shougo yang berubah warna menjadi merah muda meski agak samar 'Imut sekali'
"Kau akan tetap mencintaiku bukan? Bahkan bila kita masuk neraka sekali pun" tanya Shougo tidak masuk akal menurut Shinya (menurutku pun begitu)
"Tentu, aku akan tetap mencintaimu apa pun yang terjadi, bahkan jika kita masuk neraka sekalipun. Tapi aku yakin jika kita akan masuk surga" kata Shinya lalu memeluk Shougo lebih erat
"Akun akan selalu mencintaimu, Shougo" lanjutnya
"Aku juga selalu mencintaimu, Shinya!" kata, bukan tapi pekik Shougo sebelum akhirnya mereka berciuman bersamaan dengan kembang api mekar.
-FIN-
terimakasih sudah membaca jangan lupa review ya!
...........Arigato gozaimasu!
