Short Story

From All Alone All Along

-o0o-

Terkadang, kita membutuhkan waktu sendiri untuk merenungi diri sendiri.

Mungkin Chanyeol pengecut karena sudah berlari ketimbang menghadapi masalah rumah tangga nya bersama Baekhyun.

Namun ia tak sembarang lari begitu saja. Ia juga tak melupakan kewajibannya sebagai seorang Suami.

Sudah seminggu sejak ia pergi dari rumah, inginnya ia pergi untuk beberapa minggu ke depan, namun kabar yang ia dengar hari ini, membuat ia memutuskan untuk pulang.

Baekhyun sakit.

Chanyeol menjadi resah dan semakin tak kuat untuk berlama-lama meninggalkan Istri tercinta nya.

Baekhyun yang tidak baik-baik saja adalah kelemahannya.

Meskipun ia tengah marah pada Istrinya itu, tapi jika mendengar Baekhyun sakit- ia tak setega itu untuk tak segera pulang dan melihat keadaan sang Istri.

Jadi, ia menelpon Xukun, dan meminta anak Sulungnya itu menjemput dirinya di Bandara Incheon.

Yeah, Chanyeol pergi ke Jeju selama seminggu ini. Menenangkan diri dan mengerjakan semua pekerjaannya dari jarak jauh.

Ia juga sekalian mengecek bisnis di Jeju yang sudah lama tak ia kunjungi dan tak ia periksa secara langsung.

Untungnya, tak ada masalah apapun. Semua pekerja nya bekerja dengan jujur dan tak ada yang membelot atau bahkan sampai Korupsi uangnya.

Resort miliknya aman dan lancar.

Setidaknya, pelariannya tidak ia pakai untuk melakukan hal yang negatif. Karena ia memang hanya butuh waktu untuk sendiri dan merenungkan banyak hal yang mengganggu pikirannya.

Sekarang, sudah saatnya ia kembali. Sudah saatnya ia memaafkan Baekhyun dan meminta maaf akan sikap nya juga yang sekiranya mungkin cukup keterlaluan dan kekanak-kanakkan.

Media sudah berhenti menyoroti permasalahan rumah tangganya. Tapi, mungkin jika kepulangannya ke Seoul hari ini di pergoki wartawan, Chanyeol yakin jika berita yang sudah seminggu ini berhenti di bicarakan- akan kembali menjadi topik hangat untuk di bicarakan.

Media dan netizen yang sok tahu akan masalah dalam rumah tangganya, semakin memperkeruh keadaan dengan terus membicarakannya, menggosipkannya, dan menuduhnya.

Chanyeol tidak seperti itu, dan ia tak akan pernah menjadi orang yang seperti mereka bicarakan.

Ia diam sebentar di depan rumahnya ketika ia sudah sampai. Xukun sendiri tengah membuka bagasi mobil dan membawa koper milik Ayahnya itu.

Pintu rumahnya ia buka perlahan, dan begitu ia masuk ke dalam rumahnya- ia di sambut si tampan L yang sebelumnya tengah berbaring di sofa bersama Zhenting.

"Daddy..." Bocah laki-laki itu berlari dan memeluk Chanyeol yang juga langsung memeluk dan mengangkat anak itu dalam gendongannya.

"Merindukan Daddy hmm?" Chanyeol menghujani L dengan ciuman, anak itu menangis karena merindukan dirinya.

Chanyeol nyaris ikut menangis karena tak kuasa melihat L yang menangis dalam gendongannya.

Xukun menghela nafas lega karena kini Ayahnya itu sudah pulang ke rumah.

Baekhyun yang semula tengah tiduran di kamarnya, berjalan keluar ketika mendengar keributan di ruang tengah rumahnya.

Dengan lemas, wanita itu mencoba menopang tubuhnya pada tembok rumahnya. Bulir air mata terjatuh di kedua pipi nya ketika melihat Suami nya pulang dan tengah menenangkan jagoan kecil mereka yang tengah menangis.

Chanyeol belum menyadari kehadiran Baekhyun, sampai akhirnya ketika Lelaki itu menoleh ke arah kamarnya- ia baru sadar jika Istri nya tengah menatap dirinya. Chanyeol lantas meminta Xukun untuk menjaga L, ia harus berbicara dengan Istrinya terlebih dahulu.

Menyelesaikan semua kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka berdua.

Chanyeol tersenyum seraya mengelus pipi Baekhyun, "Kenapa menangis hmmmm?" Ia angkat tubuh Baekhyun karena ingat jika Istrinya itu sedang sakit.

Ia bawa Baekhyun kembali masuk ke dalam kamarnya, kaki nya ia gunakan untuk menutup pintu kamarnya. Baekhyun masih menangis kala Chanyeol membaringkan tubuhnya di tempat tidur mereka.

".. Jangan pergi!" Pinta Baekhyun saat Chanyeol hendak beranjak.

Lelaki itu hanya ingin melepas pakaiannya. Tapi Baekhyun berpikir jika Chanyeol akan pergi meninggalkannya lagi.

".. Sayang..." Chanyeol usap kedua pipi Istrinya yang dipenuhi air mata "Aku hanya ingin berganti pakaian." Ia cium bibir tipis Istri nya yang sangat ia rindukan.

Rindu yang begitu menyesak. Rindu yang membuat ia sendiri nyaris tumbang karena tak kuat menahan rindu yang menggebu pada Istri nya.

"Tunggu sebentar, aku akan berganti pakaian terlebih dahulu!" Chanyeol melepas genggaman tangan Baekhyun, ia lantas berganti pakaian agar nyaman ketika ia menemani Baekhyun tidur.

Chanyeol tersenyum tipis seraya membuka kancing kemejanya, helaan nafasnya juga sesekali terdengar.

Rasanya begitu lega bisa kembali ke rumah.

Meski ia belum berbaikan sepenuhnya dengan Baekhyun, tapi ia akan segera berbaikan. Karena berada jauh dengan Baekhyun membuat tubuhnya lemah akibat menyimpan rindu yang menumpuk.

Memendam rasa rindu itu sangat menyiksa.

Baekhyun menunggu dengan was-was. Takut jika Chanyeol berbohong akan berganti pakaian, tapi ia tahu suaminya itu memang tengah berganti pakaian di walk in closet kamar mereka.

Dan ketika Chanyeol akhirnya muncul, Baekhyun baru bisa bernafas lega. Ia semakin lega karena akhirnya Chanyeol ikut berbaring dengannya di atas tempat tidur.

"... Aku merindukanmu, sweetheart!" Ucap Chanyeol seraya memeluk Baekhyun yang kembali menangis dalam pelukan hangatnya.

"M-maafkan aku! Aku bersalah!" Baekhyun meminta maaf atas sikapnya yang seperti anak kecil.

Menuduh Chanyeol berselingkuh sampai suaminya itu kecewa dan pergi meninggalkannya selama seminggu. Baekhyun rasanya ingin mati ketika Chanyeol tak berada di sampingnya.

"... Sstttt .. kau tak salah sweetheart. Aku yang salah karena tak bisa bersikap tegas pada mereka yang ingin menghancurkan rumah tangga kita. Maafkan suamimu ini, maafkan juga karena telah meninggalkanmu!" Chanyeol mengecup bibir Baekhyun berkali-kali.

Air matanya jatuh seiring dengan rasa bersalah dalam dirinya yang kembali menyeruak.

Mereka menangis bersama, Baekhyun dan Chanyeol berkali-kali mengatakan kata maaf untuk masing-masing karena mereka pikir- mereka memang bersalah.

Chanyeol yang langsung termakan emosi dan meninggalkan Baekhyun, sementara Baekhyun yang menuduh Chanyeol berselingkuh padahal suaminya itu begitu setia padanya.

".. Jangan sakit sweetheart, aku akan semakin merasa bersalah karena membuatmu sakit." Chanyeol mengelus pipi Baekhyun, lalu kembali mengecupi semua wajah Istrinya yang begitu ia rindukan.

"... Aku merindukan suamiku!" Baekhyun menyusup masuk ke dalam pelukan suaminya.

"Aku juga merindukanmu. Tapi sayang, apa kau sudah pergi ke Dokter?" Chanyeol mengelus punggung Istrinya agar Baekhyun merasa nyaman dalam pelukannya.

Baekhyun menggeleng. Ia memang belum memeriksakan dirinya ke Dokter karena ia malas dan ia tak ingin pergi ke Dokter tanpa Chanyeol yang menemani.

"Aku menunggumu pulang." Jawab Baekhyun pelan.

"Aku sudah pulang Sweetheart. Jadi, bagaimana kalau kita ke Dokter sekarang? hmmmm?"

Baekhyun terdiam sebentar sebelum akhirnya kembali menggeleng "Nanti saja, sekarang aku ingin tidur dulu sambil memelukmu!"

Chanyeol menghela nafas dan menuruti Istrinya dengan semakin mengeratkan pelukannya, tak lupa ia bersenandung kecil agar Baekhyun tidur.

Ia mengerti, Baekhyun sama halnya dengan dia. Merindukan satu sama lain, jadi ia mengerti kenapa sekarang Istri nya itu ingin ia peluk untuk waktu yang lama.

Pelukan yang penuh dengan kerinduan, pelukan yang keduanya dambakan karena seminggu tak bertemu, bahkan berbicara.

Kini keduanya sepakat untuk melupakan masalah itu, dan mulai kembali fokus pada keluarga kecil mereka.

-o0o-

"... Kau disini berapa hari?" Xukun dan Zhenting kini sudah berada di kamar milik Xukun dengan L yang tengah sibuk bersama Zhenting.

"Mungkin seminggu. Aku rindu Korea, dan dirimu." Zhenting sesekali menyuapi L dengan Kue yang ia bawa dari China.

Oleh-oleh untuk calon mertua, tapi ia tak tahu jika calon mertua nya tengah mempunyai masalah. Jadinya ia buka duluan kue yang ia bawa untuk menyuapi L.

Xukun tersenyum tipis mendengar gadis itu merindukan dirinya.

Ia juga merindukan gadis cerewet itu, jadi ia tak protes ketika kata rindu itu keluar dari bibir gadis nya.

Gadisnya? Owhhhh manis sekali percintaan anak remaja.

Zhenting memang sudah pindah ke China, namun sesekali ia juga suka berkunjung ke Korea ketika gadis itu merindukan Korea, dan juga Xukun.

Bukan kemauan ia untuk berjauhan dengan Xukun, tapi karena beberapa hal yang tidak bisa ia tinggalkan di China- jadi mau tidak mau Zhenting harus bersekolah di sana dan akhirnya berjauhan dengan Xukun.

"Apa kau tidak merindukanku?" Zhenting menoleh ke arah Xukun yang diam saja seraya memandangnya "Biar ku tebak, kau pasti tidak merindukanku. Benarkan?" Gadis itu memasang wajah kecewa sambil mempoutkan bibirnya.

Xukun terkekeh tanpa suara, lalu kemudian ia mendekat pada Zhenting. Dan saat L tengah sibuk dengan mainannya, pemuda itu mencuri satu kecupan di pipi Zhenting.

"Mana mungkin aku tidak rindu pada gadisku?" Lalu Xukun kembali melayangkan satu kecupan manis di hidung Zhenting.

Hmmmmmmmmm jika ada orang lain yang melihat adegan manis mereka, mungkin beberapa orang yang uwuphobia akan berteriak memprotes.

Zhenting tersenyum manis dan balas mencium pipi Xukun. Kedua remaja itu akhirnya tertawa, sementara L yang tidak tahu apa-apa hanya bisa memperhatikan keduanya dengan raut wajah bingung.

Anak kecil yang sudah duduk di sekolah dasar itu, belum terlalu mengerti dengan apa yang tengah terjadi dengan kakak laki-laki nya dan Noona cantiknya itu.

Mungkin nanti ketika L sudah tumbuh dewasa, ia akan mengerti.

Kakaknya sudah menjadi siswa SHS, L berpikir, mungkin saat itulah ia juga akan paham apa yang terjadi dengan Hyung nya itu.

"Noona, mana kue ku?" L membuyarkan romansa yang terjadi diantara dua anak remaja itu dengan kembali meminta Kue pada Zhenting.

"Kau sudah besar, kenapa tidak ambil sendiri saja?" Xukun sewot karena merasa di ganggu oleh L yang kembali meminta kue pada Zhenting.

Adik laki-laki nya itu malah meleletkan lidah nya dan kembali bermain. Sebenarnya L bukan bermain, anak laki-laki itu tengah menggambar.

Tugas dari sekolah sebenarnya, sebelum-sebelumnya dia malas mengerjakan nya karena tak mau meninggalkan Ibu nya yang tengah sakit.

Tapi sekarang Ayahnya sudah pulang, jadi L bisa mengerjakan tugas sekolahnya.

Karena sekarang ada Ayahnya yang akan menjaga Ibu nya. Jadi L tidak perlu khawatir jika Ibu nya kenapa-kenapa.

"Hyung juga sudah besar, kenapa minta di suapi pada Zhen Noona?"

Upsss, rupanya L lihat ketika Xukun di suapi kue oleh Zhenting.

Zhenting tertawa karena L yang balas mendebat Xukun. Keributan kedua kakak adik itu moodboster bagi Zhenting. Kapan lagi ia melihat L yang sudah bisa melawan balik Xukun jika anak itu di jaili kakaknya.

L sudah besar, tentu saja sudah bisa mendebat Xukun.

"Berhenti berdebat, kalian ini berisik sekali!" Zhenting menyumpal kedua kakak dan adik itu dengan kue yang ia suapkan ke Xukun dan L.

L yang masih merasa gemas dengan Hyung nya, akhirnya kembali menggoda Xukun dengan duduk di pangkuan Zhenting seraya meleletkan lidahnya kembali ke arah Xukun.

Xukun menatap tajam adik tampan nya itu, lalu memilih menggelitiki L karena gemas.

Dan tawa dari mereka bertiga akhirnya terdengar memenuhi kamar Xukun. L yang tertawa karena merasa geli di gelitiki Xukun, sementara Zhenting menertawakan keduanya yang sekarang mulai saling menggelitiki satu sama lain.

-o0o-

Baekhyun saat ini tengah di periksa oleh Dokter, sementara Chanyeol duduk di luar. Menunggu dengan khawatir akan kondisi Istrinya.

Sebelum mereka pergi ke rumah sakit, Baekhyun tiba-tiba saja tidak sadarkan diri. Istri nya itu jatuh pingsan sampai membuat ia begitu panik. Xukun dan L yang melihat Ibu mereka jatuh pingsan juga ikut panik.

Tapi kedua anak nya tidak ikut ke rumah sakit karena Chanyeol yang melarang mereka untuk ikut. Ia menyuruh kedua anaknya untuk diam di rumah dan menelpon Kakek dan Nenek mereka.

Chanyeol merasa butuh kedua orang tua nya untuk membantu mengurus kedua anaknya.

Sebenarnya orang tua Chanyeol baru saja pulang kemarin setelah menginap di rumah nya. Sejak ia pergi, Chanyeol meminta kedua orang tua nya untuk menginap karena tak ingin Baekhyun mengurus kedua anaknya sendirian.

Pintu ruangan itu terbuka, dan Dokter lelaki yang sebelumnya memeriksa Baekhyun tersenyum ketika Chanyeol bertanya dengan raut wajah panik.

"Tidak apa-apa tuan Park," Dokter itu menepuk bahu Chanyeol "Sebaiknya anda memeriksakan Istri anda ke Dokter kandungan!"

"Huh?" Chanyeol mengeryit tak mengerti.

"Ini baru dugaan saya, tapi sepertinya Istri anda tengah mengandung. Saya akan meminta Dokter kandungan untuk memeriksa Istri anda, tunggulah disini!" Jawab Dokter itu sembari berlalu setelah mempersilahkan Chanyeol untuk melihat Baekhyun yang ada di dalam.

Chanyeol yang sudah bukan lagi anak remaja, tersenyum begitu lebar karena paham ucapan sang Dokter.

Ia mengusap wajahnya dan berkali-kali mengatakan terima kasih pada Tuhan.

Rasa bahagia nya tak bisa ia di gambarkan dengan apapun. Tak bisa ia ungkapkan dengan hanya sebuah kata 'Aku bahagia'.

Hadiah indah itu hadir setelah berlalunya masalah dalam rumah tangga mereka.

Hadiah indah itu akan semakin penambah semangat dan pondasi Chanyeol agar tak lagi mengulangi kebodohannya meninggalkan Baekhyun.

Kini ia mengerti kenapa Baekhyun dulu bersikap seperti itu padanya. Bisa jadi Baekhyun begitu cemburu sampai begitu posesif padanya karena bawaan bayi yang tengah di kandung Istri nya itu.

Ok, dia mulai paham dan cukup menyesali kebodohannya karena tak sadar jika Istri nya tengah mengandung.

Adik untuk Xukun dan L akan segera hadir diantara mereka semua. Chanyeol akan menyambut bayi mungil itu, apapun jenis kelaminnya nanti.

Chanyeol masuk ke dalam ruang periksa sembari menunggu Dokter kandungan datang dam memeriksa Baekhyun.

Istrinya masih terlelap, belum sadar. Atau mungkin juga karena pengaruh obat, karena di tangan Baekhyun sudah ada jarum infus yang menempel.

Dokter memang memasang infus karena Baekhyun terlalu lemah dan juga memang kurang sehat. Tapi Dokter sebelumnya bilang, jika air infus itu sudah habis- Istri nya sudah bisa pulang.

Sekarang tinggal menunggu Dokter kandungan yang akan memeriksa Istri nya.

Chanyeol mengecup dahi Istri nya dengan begitu lembut dan penuh dengan perasaan senang, bahagia, dan penuh cinta.

Ia kecup berkali-kali punggung tangan Istri nya, dan juga pipi Baekhyun.

Ia elus pelan-pelan perut Istri nya sembari mengatakan "Anak Daddy, yang kuat ya! Dan jangan rewel, Daddy tidak ingin melihat Mommy mu sakit." Ujar Chanyeol seraya kembali mengecup punggung tangan Baekhyun.

Saat Dokter kandungan datang, ia keluar lagi dari ruangan itu. Membiarkan Dokter itu memeriksa keadaan Baekhyun.

Dan benar saja perkiraan Dokter sebelumnya, Baekhyun memang tengah mengandung dan Usia kandungan nya sudah memasuki bulan ke 2.

Chanyeol kembali mengucap kata syukur sebanyak-banyaknya termasuk mengucap terima kasih pada Dokter yang sudah memeriksa Baekhyun. Ia kemudian di beri resep obat yang harus di minum Baekhyun. Untungnya saja, bayi dalam kandungan Baekhyun kuat, jadi tak terjadi suatu apapun pada kandungannya.

Hanya saja, Dokter menyarankan agar Baekhyun tak terlalu kecapean, dan tak banyak pikiran. Karena takut membahayakan janin yang tengah di kandungnya.

Chanyeol duduk di kursi samping Baekhyun yang tertidur di atas tempat tidur rumah sakit. Ia tengah menelpon Xukun dan berbicara dengan Xukun dan L yang terus menanyakan keadaan Ibu mereka.

"Mommy baik-baik saja. Mungkin agak malam, Daddy dan Mommy baru bisa pulang!"

".. Daddy tidak berbohong kan? Mommy benar baik-baik saja?" L kembali bertanya karena takut jika Ayahnya itu tengah berbohong untuk menenangkan dirinya agar tak menangis.

"Tidak jagoan. Daddy tidak berbohong, Mommy baik-baik saja." Chanyeol melirik ke arah Baekhyun yang ternyata sudah sadar dan tengah mendengarkan obrolan ia dan kedua anaknya melalui sambungan telepon. "Sebentar, ini Mommy sudah sadar." Chanyeol memberikan Ponsel miliknya agar Baekhyun bisa berbicara dengan kedua anaknya.

"Xukun, L, kalian tidak perlu khawatir. Mommy baik-baik saja sayang!" Baekhyun berusaha meyakinkan kedua putra nya agar tak terlalu khawatir karena ia sudah baik-baik saja.

Sebelumnya ia memang jatuh tak sadarkan diri karena merasa begitu lemas dan pusing. Namun sekarang ia sudah baik-baik saja.

"Mom, kami akan menunggu Mommy dan Daddy- cepatlah pulang!" Xukun terdengar begitu khawatir padanya, dan Baekhyun tersenyum seraya mengangguk dan mengatakan 'Ya'.

Sambungan telepon itu berakhir setelah Baekhyun mengatakan akan segera pulang.

"Apa aku sakit parah?" Tanya Baekhyun pada Suaminya.

"Tidak sayang!" Chanyeol mengelus pipi Istrinya dan mencuri satu kecupan manis di bibir "... Terima kasih sudah memberiku hadiah yang begitu indah."

Baekhyun mengerutkan dahi nya tidak mengerti, lalu menunggu Chanyeol menjelaskan arti dari ucapannya.

"Disini..." Tangan besar Chanyeol mengelus perut Istrinya "... Ada adik bayi untuk Xukun dan L..." Lanjutnya seraya memagut bibir Baekhyun ke dalam sebuah ciuman panjang.

Baekhyun membulatkan kedua matanya di tengah-tengah ciuman yang tengah Chanyeol lakukan. Tapi kemudian ia tersenyum di sela-sela ciuman panas yang dilakukan suaminya, dan pasrah ketika suaminya semakin memperdalam ciumannya.

Chanyeol sampai naik ke atas tempat tidur rumah sakit dan mengungkung Baekhyun yang terbaring dibawahnya. Tenang saja, tempat tidur yang Baekhyun tempati tidak akan hancur karena ada ada mereka berdua.

Kedua bibir yang tak bertemu cukup lama itu saling memagut satu sama lain. Menggigit bibir masing-masing secara bergantian, dan kadang berperang lidah. Baekhyun cukup kewalahan meladeni Chanyeol yang tengah bernafsu mencium bibirnya.

Mereka berciuman cukup lama demi menyalurkan rasa bahagia karena akan kembali hadirnya bayi mungil dan lucu dalam keluarga mereka. Kebahagiaan yang semakin melengkapi keluarga kecil mereka.

Bayi mungil yang sudah di nantikan L karena anak laki-laki itu sudah lama meminta adik bayi pada Chanyeol dan Baekhyun.

Baekhyun dan Chanyeol melepas ciuman mereka, dan setelahnya saling menatap satu sama lain dalam diam. Sampai kemudian Chanyeol kembali meminta maaf pada sang Istri karena sudah meninggalkan Baekhyun di saat wanita itu tengah mengandung anaknya.

"Maaf karena sudah membuat air mata di kedua iris cantik ini mengalir, maaf karena sudah membuatmu sedih..." Chanyeol berbaring di samping Baekhyun seraya memeluk tubuh Baekhyun "... Ke depannya, aku tak akan lari lagi jika suatu saat nanti kita kembali mendapat masalah. Tapi aku berharap tak ada lagi masalah dalam rumah tangga kita." Chanyeol mengecupi jari-jari lentik Baekhyun "Aku mencintaimu, sekarang, besok, dan selamanya..."

Baekhyun tersenyum bahagia, ia membalas ucapan cinta suaminya dengan mencium penuh bibir suaminya.

"Aku juga mencintaimu... Suamiku..."

Mereka kembali berpagutan mesra, tanpa nafsu melainkan penuh perasaan mendamba dan penuh cinta akan keduanya.

Tapi itu tak berlangsung lama, karena Baekhyun menjadi pihak pertama yang meminta suaminya melakukan hal lebih padanya.

Chanyeol harus mengunci pintu ruangan tempat Baekhyun di rawat terlebih dahulu agar tak ada orang yang mengganggu kegiatan panas mereka.

Pasangan suami istri itu akhirnya saling berbagi desahan di atas tempat tidur rumah sakit dengan tubuh Baekhyun sepenuhnya telanjang, tapi Chanyeol hanya melepaskan kemeja nya dan membiarkan celana nya tetap ia pakai.

Baekhyun tidur menyamping, dan Chanyeol memulainya dengan perlahan dan hati-hati. Meski nafsu nya sudah ada di ubun-ubun, tapi ia harus hati-hati karena istrinya tengah hamil.

Perlahan tapi pasti, miliknya pun akhirnya masuk meski cukup sulit memasukkannya.

Baekhyun menjerit pelan kala milik suaminya masuk ke dalam kewanitaannya. Terasa begitu penuh, sesak, dan perih.

Meski bukan kali pertama, tapi rasanya tetap seperti pertama kali mereka melakukannya. Milik Chanyeol yang besar selalu bisa membuat dirinya menjerit menahan perih.

"Sayang... sweetheart, kau baik-baik saja?" Chanyeol memastikan Istrinya menerima miliknya tanpa membuat bayi dalam kandungannya terancam bahaya.

"... Bergeraklah, aku baik-baik saja!" Baekhyun meraih tangan kekar suaminya untuk kemudian ia pindahkan ke atas payudaranya.

Ah, itu kode agar Chanyeol memainkan dua gunung kembar kesukaan nya.

Chanyeol memulai dengan pelan, bergerak keluar masuk seraya tangannya bermain di atas puncak dada Baekhyun. Memelintir puting payudara Baekhyun dengan gerakan menggoda, ia kecupi juga leher sang Istri dengan sesekali memberikan tanda cinta di leher mulus itu.

Di bawah sana, ada yang bergerak pelan dan mulai berganti menjadi cepat kala nafsu sudah memuncak.

"... Ahhh ahhh... Chanyeol..."

Chanyeol rindu desahan merdu itu. Chanyeol rindu ketika Baekhyun merasa kehilangan akal saat ia menghujam miliknya dengan cepat dan kasar.

Dan saat ini ia tengah membuat rindu nya itu tak lagi hanya sebuah angan.

Karena ia kini tengah membuat Baekhyun mendesah kan namanya dengan merdu dan menggoda.

Ia nikmati Istrinya dengan penuh cinta. Yang semula bergerak pelan, kini mulai tak ingat apapun dan bergerak sesuai keinginan nafsu dan gairah.

Chanyeol meraba dari atas sampai bawah tubuh Istrinya.

Bunyi kedua tubuh yang saling beradu itu terdengar menggema di ruangan itu.

Geraman Chanyeol juga sesekali terdengar pelan, Lelaki itu menikmati kenikmatan yang ia ciptakan bersama Istrinya.

Tangannya ia gunakan untuk menggoda kewanitaan Istrinya, semakin membuat Baekhyun kehilangan akal dan kewarasannya.

Ia mendesah merdu, sesekali menjerit saat suaminya menusuk semakin dalam.

Sebuah perasaan aneh yang Baekhyun rasakan, rasa ingin menjerit semakin kencang, rasa ingin meminta lebih pada sang suami, mulai membuat akal sehatnya hilang.

Yang ia rasakan saat ini adalah kenikmatan yang kerap mereka sebut dengan, surga dunia.

Baekhyun ikut bergerak, mengetatkan kewanitaannya saat ia merasa sesuatu dalam dirinya seperti akan meledak.

Dan ia meledak. Benar-benar meledak. Sampai pada puncak kenikmatan yang Suaminya berikan.

Chanyeol memberikan jeda untuk Baekhyun agar bisa meraup udara, ia menikmati pelepasan sang Istri dengan mencium bahu Baekhyun dan meremas puncak dada Baekhyun dengan keras.

Dan miliknya kembali bergerak setelah membiarkan Baekhyun sampai pada puncak pelepasannya. Ia juga harus segera menyelesaikan apa yang ia mulai.

Miliknya sudah terasa penuh dan sesak, pertanda jika ia akan segera menyusul Baekhyun.

Sementara Chanyeol menghentak semakin dalam dan cepat, Baekhyun menjerit dan mendesah meneriakkan nama suaminya.

"... Chanyeol... Ahhhh ... Lebih cepat!..."

Maka sesuai dengan keinginan sang Istri, ia bergerak cepat dan dalam.

Sampai kemudian Baekhyun merasakan Chanyeol menghentak semakin dalam dan berhenti karena akhirnya suaminya itu sampai pada puncak pelepasannya. Menumpahkan semua cairan sperma yang jumlahnya banyak itu di dalam rahimnya.

Seharusnya Chanyeol tak mengeluarkannya di dalam, tapi tak apa. Ini bukan kehamilan pertama Baekhyun. Ia tak terlalu khawatir karena berkaca dari kehamilan L, mereka bahkan sering melakukannya dan L baik-baik saja sampai L lahir.

Deru nafas keduanya memburu, meraup udara begitu rakus seakan-akan jika mereka tak segera bernafas, mereka akan mati dalam kenikmatan.

Chanyeol melepas tautan tubuh mereka setelah menumpahkan semua sperma miliknya di dalam. Ia merapikan kembali celananya, dan mengambil tisu untuk membersihkan sisa-sisa sperma miliknya yang keluar dari kewanitaan Baekhyun.

Ia juga memakaikan kembali pakaian Baekhyun dan merapihkan rambut Istrinya yang berantakan.

Chanyeol ikut berbaring, merasa lemas setelah mencapai puncak orgasme yang selalu indah selama ia melakukannya dengan Baekhyun.

"Terima kasih sweetheart!" Untung saja cairan infus Baekhyun belum habis, jadi ada sedikit waktu untuk mereka berdua beristirahat sebentar sebelum mereka pulang.

Baekhyun menelusup ke dalam peluksan suaminya. Ia peluk erat tubuh suaminya dan ia kecup dada bidang suaminya sebelum kemudian ia mulai terlelap. Begitupun Chanyeol yang tengah memeluknya.

Dalam lamunannya sebelum jatuh terlelap, Baekhyun berpikir tentang banyak hal. Baekhyun akan menjadikan kejadian kemarin menjadi pelajaran untuk ia kedepannya agar tak lagi mengulangi hal yang sama.

Ia harus lebih dewasa menyikapi setiap masalah yang kemungkinan berpotensi merusak rumah tangganya dengan Chanyeol.

Tapi ia tentu selalu berharap pada Tuhan jika tak akan ada lagi masalah yang menerpa rumah tangga mereka.

Karena siapapun tak ingin mempunyai sebuah masalah.

Kini baik Chanyeol maupun Baekhyun, akan fokus pada orang-orang mereka sayangi dan menyayangi mereka.

Dan Baekhyun akan bersikap tegas pada siapapun yang berani mendekati suamianya, begitupun Chanyeol sebaliknya.

Oh iya, Chanyeol mungkin akan membatasi diri mulai sekarang.

Ia tak akan lagi mau banyak berhubungan dengan wanita-wanita ular yang berpotensi merusak keluarganya.

Dari awal, ia memang tak pernah tertarik pada siapapun kecuali pada Istrinya. Jadi, orang-orang sudah salah paham dan salah menilai dirinya.

Karena Chanyeol hanya akan setia pada Baekhyun seorang. Tak akan ada yang bisa menggantikan Baekhyun di hidupnya.

Jadi, siapapun wanita ular yang berniat merebut dia dari Baekhyun, sebaiknya berkaca dulu dan berpikir terlebih dahulu.

Apakah kecantikanmu sudah melebihi Baekhyun? Dan akankah kepribadianmu sudah lebih baik dari Baekhyun? Dan apakah kamu siap jika nanti Baekhyun melakukan sesuatu hal gila padamu?

Jika tidak bisa melebihi Baekhyun dan tidak siap menghadapi Baekhyun, maka sadar dirilah dan segeralah mundur perlahan dan menjauh dari Chanyeol.

Karena Baekhyun bisa saja menjadi orang gila yang akan melakukan hal di luar kendali jika ke depannya ada yang mendekati Chanyeol, suaminya.

"Cinta, kadang aku berpikir aku salah karena telah jatuh cinta. Tapi, setelah aku berpikir kembali... Ternyata jatuh cinta itu begitu indah- meski terkadang harus berkorban demi orang yang kita cintai."

.

.

.

.

.

- END –

09 Oktober 2020

SEQUEL ALL ALONE ALL ALONG BERAKHIR SAMPAI DISINI. TERIMA KASIH SEMUANYA, UNTUK CINTA YANG KALIAN BERIKAN. I LOVE YOU from Aybaekxing.