WHO IAM?
.
.
.
Hai hai bertemu lagi dengn Hee. Sebelumnya Hee minta maaf karna jarang up soalnya laptop Hee baru bener dan semua file dilaptop ilang semua, padahal banyak ffnya . Dan sekarang malah muncul bikin ff Chanbaek, maaf banget. Tapi gatau kenapa ya rasanya Hee tuh pengen banget nulis cerita ini. Dan ini pertama kali Hee bikin ff BL, semoga aja bagus. Walaupun ini Chanbaek tapi tenang aja Kaisoo masih ada kok didalam cerita ini tapi maap kalo nanti Kyungsoonya bikin gondok wkwkwk. Sekian Terima Kasih.
Oh iya sekalian saran, enaknya Kyungsoo gs atau tetep jadi cowok?
.
Sekedar info I Love You, I Remember You akan Hee up insyaallah besok. Buat yang di wattpad gatau deh Hee masih galau soalnya lupa sama ceritanya wkwk tapi Hee usahain up.
Yang Tanya Wattpad Hee silahkan follow MyHee8812
.
.
Happy Reading!
.
.
.
Suara ombak serta semilir dingin angin malam yang menusuk hingga ketulang membuat semua orang memilih untuk tinggal di dalam rumah. Namun hal tersebut berbeda bagi dua orang yang tengah menyusuri pesisir pantai.
Seorang laki-laki tinggi tengah berjalan dengan seorang laki-laki yang berada digendongannya. Laki-laki itu tampak lebih mungil dari laki-laki yang sedang menggendongnya. Ia menopang dagunya pada pundak laki-laki itu dan menatapnya.
"Apa aku berat?" Tanyanya pada laki-laki itu.
"Tidak, kau sangat ringan." Jawab laki-laki itu dengan datar.
"Chanyeol-ah, bagaimana kalua kita bermain di sana?" Tanyanya pada sosok laki-laki yang bernama Chanyeol dengan menunjuk sebuah karang besar berbentuk seperti gua.
Chanyeol menatap ke arah tempat yang tengah ditunjuk oleh sosok yang tengah digendongnya.
"Bagaimana jika ada yang melihat?" Tanya Chanyeol.
"Tidak ada orang di sini." Jawab sosok itu dengan santai yang disertai senyuman.
"Sesekali bermain ditempat umum tidak apa-apa kan." Lanjutnya.
"Sudah malam, sebaiknya kita pulang." Ucap Chanyeol dengan senyumannya.
Sosok yang berada digendongan Chanyeol kini memilih untuk turun dari gendongan dan berdiri di depan Chanyeol.
"Sedang menjaga hati ya?" Tanya sosok itu dengan menatap Chanyeol.
"Aku hanya tidak ingin menyakiti Kyungsoo." Jawab Chanyeol dengan membelai pipi gembil milik laki-laki itu.
"Lalu bagaimana denganku?" Tanya sosok itu dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Baek…" Panggil Chanyeol.
"Apa kau tidak pernah memikirkan bagaimana perasaanku?" Tanya sosok itu lagi dengan nada bergetar.
Baekhyun, nama dari laki-laki mungil yang saat ini berada di depan Chanyeol.
"Sekarang aku sudah punya Kyungsoo." Ucap Chanyeol yang mencoba memberi pengertian pada Baekhyun.
"Aku tau itu!" Kata Baekhyun dengan perasaan kesalnya.
Ia menarik nafas sebelum kembali melanjutkan perkataannya. Sedangkan Chanyeol hanya diam menatap Baekhyun tanpa berkata apapun padanya.
"Mengapa tidak ada seorang pun yang perduli denganku?!" Lanjutnya dengan nadanya yang meninggi dan air mata yang mulai mengalir membasahi pipinya.
Chanyeol menatap iba sosok di depannya. Melihat Baekhyun menangis membuat hatinya terasa sakit. Chanyeol segera menarik tangan Baekhyun lalu mendekapnya erat.
"Maafkan aku." Ucapnya dengan mengecup kening Baekhyun.
"Kenapa semua orang tidak pernah perduli denganku?" Tanya Baekhyun dengan air mata yang terus membasahi pipinya.
"Ssttt…" Bisik Chanyeol dengan terus mengecup kening Baekhyun.
"Kenapa tidak ada yang perduli denganku?" Tanya Baekhyun pilu dengan tangisannya.
"Maafkan aku." Sesal Chanyeol.
Baekhyun terus menangis dalam dekapan Chanyeol tanpa menjawab ucapan laki-laki itu.
"Jangan menangis." Ucap Chanyeol dengan mengusap air mata yang membasahi pipi gembil milik Baekhyun.
"Kenapa kau melakukan ini padaku?" Tanya Baekhyun dengan nada bergetarnya.
"Maaf." Hanya kata itu yang terucap dari mulut Chanyeol.
Chanyeol tak tahu lagi harus berkata apa. Ia terlalu menyesal dan merasa bersalah pada Baekhyun hingga tak tahu harus mengucapkan apa pada Baekhyun.
"Maafkan aku." Gumam Chanyeol dengan mengecup kening Baekhyun.
"Aku sudah tidak memiliki siapapun." Ucap Bakhyun dengan senyum getirnya.
"Kau memilikiku." Kata Chanyeol dengan mengusap pipi Baekhyun.
"Kau milik Kyungsoo sekarang." Balas Baekhyun masih dengan senyum getirnya.
Chanyeol hanya terdiam saat mendapat balasan dari Bakhyun. Bakhyun menarik nafasnya dalam-dalam berusaha menekan sakit pada hatinya. Lalu setelahnya ia tersenyum ceria dengan menatap Chanyeol.
"Ayo pulang, di sini dingin." Kata Baekhyun sambal mengusap kedua lengannya yang terbalut jaket.
Baekhyun masih tersenyum pada Chanyeol sebelum ia memutuskan berbalik membelakangi Chanyeol.
Chanyeol terus menatap Bakhyun, ia menarik tangan kurus milik Bakhyun sebelum laki-laki itu berbalik. Alhasil Baekhyun yang hendak memunggunginya kini berhadapan dengan dirinya. Chanyeol membelai pipi milik Baekhyun dan menatapnya dalam.
"Aku menyayangimu." Ungkap Chanyeol dengan membelai pipi Baekhyun.
Baekhyun menatap ke dalam mata Chanyeol. Dan membuat keduanya saling bertatapan dalam.
"Aku juga sangat menyayangimu." Jawab Baekhyun.
Chanyeol menangkup kedua pipi Bakhyun dengan mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun. Baekhyun memejamkan matanya saat melihat Chanyeol mulai mendekatkan wajahnya.
Chanyeol memejamkan matanya saat bibirnya bersentuhan dengan bibir milik Bakhyun dan Bakhyun mengalungkan tangannya pada leher Chanyeol. Mereka berciuman tanpa ada nafsu di dalamnya. Dengan lembut Chanyeol mulai melumat bibir pink Baekhyun, dan Baekhyun membalas lumatan itu tak kalah lembut.
Entah apa yang terjadi ciuman itu justru terasa sangat menyakitkan bagi Baekhyun. Tanpa ia sadari air matanya jatuh begitu saja. Ia berharap ini bukan ciuman perpisahan dengan laki-laki itu dan bukan pula sebuah akhir dari kisah cinta mereka. Ia tidak ingin kehilangan sosok laki-laki itu. Bagaimanapun hanya Chanyeol satu-satunya alasan ia bertahan dengan semua keadaan yang dialaminya. Dan hanya Chanyeol satu-satunya semangat dalam hidupnya.
"Aku harap ini bukan akhir dari semuanya." Batin Baekhyun.
.
.
.
NEXT/END?
.
.
'Dongvil'
