Summary:

Pada pertempuran akhir PDS 4, Naruto dan Sasuke gugur akibat terkena jutsu Tomogoroshi no Haikotsu milik Kaguya. Masa depan dunia shinobi kini berada di tangan Kakashi, Sakura dan Obito selaku penyintas manusia hidup satu-satunya dari Mugen Tsukuyomi.

Author's Note:

Seperti peringatan terlampir, 'possible multi pairing' yang dimaksud berarti membuka kemungkinan para karakter dalam fic ini memiliki pairing biasa (F/M) maupun slash (M/M), bukan harem. Kedua jenis pairing tersebut tentu akan bergantung pada masing-masing karakter dan akan menyesuaikan dengan perkembangan cerita kedepannya. Oh, dan karena genre fanfic ini tergolong general adventure, cerita akan lebih menonjolkan pada sisi petualangan dibanding adengan romansanya, okay? Lanjut~


.-~[•••••]~-.

"Rewind"

Story by ShapeShifter365

Disclaimer: Naruto belongs to Masashi Kishimoto

Rating: T

(13+)

Genre: Adventure

Warning: Possible Multi Pairing (F/M & M/M)

[Not Harem]

Don't Like, Don't Read

Enjoy,


Chapter 1

"Syuut!"

Tomogoroshi no Haikotsu; salah satu jutsu paling letal milik Kaguya -hasil modifikasi tulang yang merupakan level teratas dari yang digunakan Kimimaro- tersebut tengah melesat cepat kearah Naruto dan Sasuke.

"Naruto!" "Sasuke!"

Seruan dari kedua anggota lain tim 7 hanya sebatas teriakan semata akibat Naruto dan Sasuke yang masih kesulitan menggerakkan tubuh mereka di dimensi tinggi gravitasi sang Ootsutsuki.

"Swoosh,"

Tampaknya Dewi Fortuna masih berpihak pada -sisa- aliansi Shinobi sebab bidikan sang Dewi Kelinci yang meleset dari sasaran.

"Tsk!"

Mendecih marah, Kaguya kembali menyiapkan jutsu Tomogoroshi no Haikotsu-nya kepada kedua sasaran yang sama.

Meski mereka tidak punya kesempatan jika dihitung dari jarak dan kecepatan jutsu sang Ootsutsuki, Obito dan Kakashi tetap bergerak sekuat tenaga untuk menghadang jalur bidikan jutsu mematikan tersebut.

"Jleb!"

Sayangnya perhitungan tersebut benar adanya. Sebuah bilah kecoklatan telak mengenai masing-masing tubuh sang anak dalam ramalan; Uzumaki Naruto dan satu-satunya penyintas pembantaian klan Uchiha; Uchiha Sasuke.

"Tidak!"

Seruan parau dari ketiga orang berbeda terdengar jelas di area tersebut.

"Sasuke, Izanagi!" seru Obito yang masih tak mau menyerah segera mencoba Kinjutsu klan Uchiha tersebut kepada sang Uzumaki.

"Deg!"

"Ugh!"

Geram bersamaan kedua Uchiha sembari menyentuh Mangekyo -berdarah- mereka yang berkedut menyakitkan.

"Obito!"

"Sasuke!"

Mengetahui usaha para manusia di hadapannya gagal, Kaguya bersama Zetsu hanya menyeringai senang sebelum mengaktifkan jutsu Amenominaka miliknya dan berpindah dimensi.

"Cih!" decak Obito melihat kepergian sang Dewi Kelinci.

"C-chakraku," gumam Sasuke dengan tubuh yang semakin memucat.

Naruto yang melihat kondisi rekannya hanya dapat menghela nafas; menenangkan dirinya yang tampak akan menjumpai ajal tak lama lagi.

"Sepertinya kita harus beralih ke recana B," ucap sang Uzumaki sembari memandang keempat sosok di dekatnya.

"Tidak!" seru Sakura mengetahui apa yang dimaksud rekan -sahabat- nya itu.

•••

Flashback

Kagebunshin Naruto bersama Obito, Sakura dan Kakashi sedang memikirkan cara untuk menemukan Sasuke yang terjebak dalam dimensi lain milik Kaguya.

"Hei, Sakura."

"Hm?"

"Bagaimana kalau kita juga menyusun rencana B?" tanya -bunshin- Naruto pada sosok di dekatnya tersebut.

"Apa maksudmu?" tanya sang Haruno tampak bingung.

"Well.. Seperti jika aku dan Sasuke gagal menyegel Kaguya dan mungkin juga tewas-"

Sorotan tajam Sakura berhasil memotong -sesaat- ucapan sang Uzumaki.

"-jika kami mati terkena salah satu jutsu Kaguya, aku akan memberi chakra para Bijuu kepada Kakashi-sensei. Kau sebagai satu-satunya medis harus mentransplantasikan kedua mata Sasuke agar Obito memiliki Eternal Mangekyo dan Rinne-Sharingan sehingga kesempatan kalian melawan Kaguya semakin tinggi."

Ucapan Panjang lebar Naruto berhasil membungkam ketiga sosok di sekitarnya.

"Kau- apa?" gumam Obito tidak memercayai pendengarannya.

"Kau adalah satu-satunya Uchiha tersisa jika Sasuke-"

Naruto tampak menelan ludahnya sebelum kembali berkata.

"Tanpa bermaksud menyinggung, tapi kau tahu Sharingan biasa saja cukup menguras chakra Kakashi-sensei. Berarti kau satu-satunya kandidat yang cocok untuk menerima transplantasi mata Sasuke, bukan?"

Saat Obito ingin kembali membantah, Kakashi segera memegang pundak sang Uchiha.

"Kita tak punya banyak waktu," ucap sang Hatake sembari melihat Naruto -asli- yang makin kesulitan menahan Kaguya.

"Kuharap rencana itu tak pernah direalisasikan," balas Sakura dengan sorotan tajam -namun khawatir- pada sang Uzumaki.

Flashback End

•••

"Sakura!"

Seruan dari Naruto yang tampak sekarat berhasil menyadarkan lamunan sang Haruno.

"Rencana B," lanjutnya lagi.

"A-ah, baik."

Sakura hanya dapat membalas singkat sembari dengan tangan gemetar mendekatkan diri pada Sasuke.

"S-Sasuke-kun," gumam Sakura dengan nada bergetar; berusaha menahan isakan yang tampak akan keluar.

"Tidak! Aku adalah Haruno Sakura, murid dari ninja medis terkuat dan salah satu legenda sannin; Senju Tsunade. Aku tidak boleh menangis!" batin Sakura memantapkan dirinya.

Sasuke yang menerima tatapan penuh arti dari sang rival; Naruto segera memahami maksud sang Uzumaki.

"Kau bisa, Sakura."

Mendengar ucapan semangat lirih dari Sasuke berhasil membuat celah pada pertahanan mentalnya, sehingga beberapa tetes air mata kini tampak mulai mengalir di wajah pucat sang Haruno.

"M-maafkan aku," balas Sakura dengan suara parau kepada kedua sahabat sekaratnya sebelum bergegas untuk memulai prosedur tersebut.

•••

Di sisi lain.

"Hei Kakashi, mau menerima kembali hadiah dariku?" tanya Obito pada sang Hatake di sampingnya.

"Hm?"

"Kembalilah menjadi Kakashi no Sharingan," lanjut sang Uchiha sehingga membuat Kakashi semakin melebarkan matanya.

Tak ingin semakin terlarut dalam emosinya yang telah berkecamuk akibat ketiga -mantan- anak didiknya, Kakashi hanya dapat tersenyum dan mengangguk lemah.

"Baiklah,"

•••

Di saat-saat terakhir mereka, Naruto berhasil mentrasfer seluruh pecahan chakra Bijuu yang dimilikinya kepada Kakashi. Dengan bantuan Sakura, transplantasi kedua mata Sasuke kepada Obito juga sukses tanpa kendala.

"Tou-chan, Kaa-chan, maaf tidak sempat menepati janjiku untuk menjadi Hokage." Batin Naruto yang tampak meneteskan sedikit air mata di wajahnya, namun dengan senyuman lega di bibirnya.

"Maaf Kurama. Kuharap kau -kalian- dapat akur dengan Kakashi-sensei," lanjut sang Uzumaki dalam mindscape-nya.

"Sebuah kehurmatan untuk dapat mengenal dan hidup bersamamu, Uzumaki Naruto." Balas sang Bijuu berekor sembilan pada satu-satunya sahabat manusianya. Senyuman penuh kelegaan dan sedikit air mata yang sama juga tampak di wajah sang rubah.

"Aku akan segera menyusulmu, nii-san."

Sasuke hanya membatin singkat sembari dengan kedua kelopak mata tertutup menghadapkan wajahnya ke langit dan tersenyum samar.

"Maaf Minato-sensei, Itachi. Aku gagal melindungi putra dan saudara kalian,"

Kakashi hanya dapat dengan hormat menundukkan kepala saat melihat tubuh kedua anak didiknya yang semakin rapuh sebelum ajal menjemput mereka.

•••

Dan begitulah akhir perjalanan dari seorang Uzumaki Naruto dan Uchiha Sasuke. Tubuh mereka telah berubah menjadi butiran debu, mengakibatkan hampir mustahil untuk sekedar menggunakan edo-tensei pada mereka. Tanpa batu nisan, tanpa kuburan, tanpa monumen, tanpa waktu duka, kedua sosok tersebut tetap akan selalu Sakura, Kakashi dan Obito kenang sebagai sahabat, saudara dan penyelamat dalam hati mereka masing-masing.

Masa depan dunia shinobi kini berada di tangan ketiga sosok penyintas Mugen Tsukuyomi tersebut.

"Sekarang bagaimana?" tanya Kakashi pada siapapun yang memiliki jawabannya, karena dapat dipastikan kalau mereka tidak akan -dan tidak dapat- menyerang Kaguya dalam waktu dekat akibat kapasitas chakra yang makin menipis.

"Untuk sementara ini lebih baik kita memulihkan diri di dimensi Kamui-ku dahulu," saran Obito yang masih merasa takjub dengan mata barunya.

Bagaimana tidak? Obito sebenarnya tidak terancam kebutaan oleh Mangekyo biasanya akibat sel Hashirama, namun penggunaannya tetap saja memakan banyak chakra. Ini berbeda dengan Eternal Mangekyo yang lebih kuat dan efisien, apalagi ditambah Rinne-Sharingan yang ditopang oleh sel Hashirama.

Well, dengan kedua mata ini dirinya percaya dan yakin dapat mengalahkan Uchiha Madara dalam pertarungan satu lawan satu pada kondisi prima mereka.

Yah, meski sayangnya hal itu tidak lagi mungkin terjadi berkat tubuh sang senior -hantu- Uchiha yang telah menjelma menjadi Dewi -alien- Ootsutsuki jahat yang ingin mengambil dan menyatukan seluruh chakra di muka Bumi.

Lupakan.

Mendapat persetujuan kedua sosok di dekatnya, Obito segera mengaktifkan jutsu andalannya tersebut. Dengan pusaran familiar yang berpusat pada matanya, mereka bertiga mulai terhisap menuju dimensi milik sang Uchiha -yang kini mungkin menjadi tempat teraman di Bumi selama si alien Ootsutsuki belum dikalahkan- hingga tidak meninggalkan jejak apapun selain kedua tumpukan debu -jasad- rekan mereka di dimensi itu.

TBC


Author's Note:

Ohayo minna~

Berjumpa lagi dengan author -yang labil upload fanfic- ini, hehe.

Bagaimana kabar readers-tachi? Author harap kalian baik-baik saja selama masa pandemi ini.

Fyi, Obito is still my fav chara. Jadi jangan terkejut kalau si Uchiha -penyintas tindihan batu besar- jadi semacam karakter utama di fic ini :p

Kembali mengingatkan, author menerima segala bentuk kritik & saran yang dapat membuat fanfic ini berkembang kearah yang lebih baik.

The last but not least, ingat untuk #StaySafe dengan mengikuti segala prosedur kesehatan yang ada, okay?

Sekian.

Author,

24 Juli 2020

*Chapter 2 dari fanfic "Rewind" ini akan diupload pada 31 Juli 2020 mendatang.*