Namaku Uzukiro Azura dan aku akan menceritakan sebuah kisah.

Uzukiro Azura... ya benar, itulah namaku. Sebenarnya nama itu tidak begitu melekat pada diriku, terdengar sangat asing ketika orang-orang memanggilku dengan nama itu. Tetapi tidak bisa ku hindari, karena aku terlahir dengan nama itu di dunia ini. Dunia kedua di kehidupanku.

Dunia kedua di kehidupanku. Terdengar sangat aneh, tetapi itulah yang aku alami. Aku mengingat kehidupanku di dunia lain, dunia yang bernama bumi, dunia yang memiliki teknologi canggih, gedung tinggi yang menjulang ke langit, layar lebar yang bisa memunculkan gambar bergerak dan mengeluarkan suara. Dunia yang menghasilkan karya-karya gambar animasi yang bergerak, dunia yang menghasilkan karya fiksi yang menceritakan tentang dunia kedua di kehidupanku.

Aku ragu, aku yakin yang aku alami ini adalah sebuah mitos atau kepercayaan yang dikenal dengan sebutan reinkarnasi. Tapi aku tidak percaya akan hal itu. Mungkin ini hanya sebuah ilusi yang menganggu pikiranku. Aku tidak tahu, aku tersesat. Hal terakhir yang ku ingat di dunia pertamaku adalah sebuah pohon yang menimpaku lalu pandanganku menjadi hitam, beberapa saat kemudian aku merasakan seseorang membopong tubuhku dan aku mendengar sebuah teriakan seperti tangisan anak bayi yang berasal dari mulutku. Pengalaman aneh itu terasa sangat nyata.

Jadi aku memutuskan untuk hidup melewati pengalaman aneh yang terasa sangat nyata ini. Jika itu palsu atau halusinasi yang mengganggu pikiranku, maka aku tidak bisa berbuat apa-apa.

Alasan bahwa pengalaman ini sangat sulit untuk dipercaya adalah bahwa dunia ini, dunia yang pernah aku dengar sebelumnya. Atau lebih tepatnya, aku sudah membacanya di komik fiksi dan sudah menontonnya di TV di dunia kehidupan pertamaku.

Bahwa aku terlahir di dunia Naruto dengan kekuatan Ghoul yang seharusnya tidak ada di dunia ini tetapi ada di dunia anime Tokyo Ghoul.

Ya. Bayangkan betapa terkejutnya aku mengetahui hal tersebut.

Apakah ini adalah sebuah lelucon? Sebuah lelucon yang Tuhan berikan kepadaku? Aku terlahir ke dunia fiksi dengan kekuatan dari dunia fiksi yang lain? Mengapa? Apakah ini sebuah hukuman yang diberikan Tuhan kepadaku?

Aku yakin aku tidak pernah melakukan kejahatan atau dosa besar di kehidupan pertamaku. Aku hanyalah seorang remaja biasa berusia enam belas tahun, tidak ada yang spesial di kehidupanku, aku hanya anak sekolah biasa dan memiliki keluarga yang biasa. Benar-benar tidak ada yang spesial.

Tetapi mengapa aku dilahirkan kembali? Mengapa aku mengalami pengamalan yang sangat aneh ini?

Dan aku tidak mendapat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Semua yang aku inginkan adalah jiwaku bisa beristirahat di surga atau sesuatu seperti itu, aku tidak ingin terlahir kembali di dunia yang aneh dan asing seperti ini. Aku adalah seorang remaja biasa, yang punya kehidupan biasa saja, tidak ada hal istimewa atau hal buruk yang pernah menimpaku, selain kematian.

Aku frustasi, mengapa Tuhan memberikanku kesempatan ini?

Apakah ini bukan hukuman melainkan hadiah dari Tuhan? Hal yang akan membuatku bahagia?

Aku rasa tidak.

Dunia ini begitu keras, kematian di mana-mana, orang-orang harus membunuh atau dibunuh. Di dunia ini anak-anak dilatih untuk menjadi pembunuh.

Dan kau tahu apa yang terburuk? Aku harus memakan daging manusia, dan aku mencintai setiap bagian, aroma, gigitan dari itu.

Di kehidupan baruku, aku mempunyai Ayah dan Paman. Ayahku bernama Uzukiro Kazumi dan Pamanku bernama Uzukiro Hideyoshi. Tentu saja mereka sangat berbeda dari kehidupan pertamaku karena mereka adalah Ghouls. Dan di mana Ibuku? Dia sudah meninggal, karena dia mengandung ku, anak setengah ghoul.

Sangat menyedihkan, yang aku ketahui informasi tentang ghoul dari memori kehidupan lamaku bahwa jarang sekali anak terlahir sebagai setengah ghoul. Biasanya anak dari campuran manusia dan ghoul akan meninggal jika mereka lahir, tapi tidak, ibuku lah yang meninggal. Aku merasa cukup bersalah, karena setiap Kazumi memandang mataku, aku merasakan aura kesedihan dari dirinya, tapi apa yang bisa kulakukan? Seorang anak yang terlahir bukanlah salah anak itu sendiri. Seorang anak tidak bisa mengontrolkan dirinya untuk dilahirkan atau tidak dilahirkan.

Sebelum aku menyadari bahwa aku adalah makhluk setengah ghoul, saat aku bayi aku selalu merasakan ada yang salah pada mata kiri ku. Mata kiri ku lebih tajam dan kuat daripada mata kanan. Ada suatu energi atau sel asing dari tubuhku, dan aku bisa merasakan itu. Seperti ada senjata yang tersimpan ditubuhku, dan itu selalu membuatku lapar dan liar.

Dan ada juga energi lain, yang biasa disebut dengan chakra, rasanya begitu asing. Darah memiliki chakra, tetapi chakra juga bagian dari energi mental dan energi spiritual, ada kumparan chakra dalam tubuhku, dalam kehidupanku sebelumnya aku tidak memiliki kumparan chakra atau energi asing lainnya.

Semua yang aku tahu adalah ada sesuatu di dalam diriku dan sekitarku yang belum pernah ada sebelumnya. Itu bukan hanya chakra pada diriku saja, tetapi chakra ada dimana-mana, termasuk udara yang aku hirup. Kadang-kadang, ketika aku terbangun dari tidur nyenyak, aku akan batuk dan tersedak karena menghirup sesuatu yang asing, padahal yang aku hirup hanya oksigen.

Kazumi membawa ku ke rumah sakit. Petugas medis menyimpulkan bahwa aku adalah seorang 'chakra hipersensitif'. Secara harfiah, rasa sakit ku disebabkan oleh reaksi tubuhku yang sulit menerima sistem chakra itu sendiri. Gejala itu bisa berakibat fatal untuk menjadi ninja, tetapi jika aku terbiasa merasakan dan menggunakan chakra dengan perlahan-lahan dan terus-menerus, dan juga berlatih untuk membiasakan diri dengan chakra, maka itu akan baik-baik saja. Yang sangat ditakuti bahwa bagaimana aku akan menanggapi chakra tidak biasa seperti chakra nya biju.

Itu pada usiaku empat bulan, saat Kyuubi menyerang. Aku merasakan energi asing, dahsyat, dan sangat menakutkan. Disaat itu aku masih tidak tahu asal energi itu. Aku sangat takut, gelisah, aku tidak berhenti menangis, bahkan bernafas pun sangat susah. Aku bisa merasakan paru-paruku menyempit, detak jantungku tidak terkendali, mata sebelah kiri ku terasa perih, disaat itu aku pikir aku akan mati, bahwa kehidupan keduaku akan berakhir.

Tetapi disaat itu, aku merasakan tubuhku dipeluk hangat oleh seseorang, energi dari tubuhnya sangat akrab bagiku, dan aku menyadari bahwa orang itu adalah Ayahku, Kazumi. Aku merasa terlindungi, dan aku bertarung untuk bisa bertahan hidup sampai energi dahsyat dan menyeramkan itu tidak ada. Disaat itu juga, aku berjanji akan melakukan apa saja untuk melindungi Kazumi, membalas perlindungan dari Kazumi. Awalnya sangat canggung bagiku karena aku tidak begitu dekat dengan sosok Ayah di kehidupan pertamaku, tetapi semenjak kejadian itu, aku sangat termotivasi untuk menjadi kuat agar bisa melindungi Kazumi.

Sebagian besar waktuku sebagai bayi hanya ku habiskan untuk tidur, dan bermain dengan chakra ku setelah Kazumi memberikan ku sebuah pil dari rumah sakit untuk mengatasi penyakit 'chakra hipersensitif'. Pil itu meredakan kepekaanku terhadap chakra. Disaat itu aku masih tidak tahu energi apa yang kumainkan, aku tidak tahu bahwa itu adalah chakra.

Aku sangat membutuhkan sesuatu untuk melakukan apapun disaat aku tidak bisa berinteraksi dengan dunia asing di sekitarku. Pada awalnya aku sangat berhati-hati dengan mempermainkan energi asing di dalam tubuhku, tetapi ketika aku sadar bahwa tidak ada efek samping untuk memanipulasi energi itu, aku semakin berani.

Pandanganku tidak sepenuhnya berkembang sampai usia enam bulan. Ketika pandanganku terhadap sekitar sedikit jernih dan saat itulah aku mulai menyadari persis di dunia mana aku berada. Aku mencium bau sesuatu, bau yang sangat menggoda, aku menoleh darimana asal aroma itu, aku melihat Kazumi memakan mayat seperti hal itu sudah biasa dan lumrah baginya.

Disaat itu juga mata kiriku mengejang dan saat melihat Kazumi memakan mayat itu membuatku terasa sangat lapar. Kazumi melihat ku dan tersenyum seperti predator, matanya berpupil merah dan bersklera hitam, sesuatu yang muncul di memoriku...ghoul, kagune, apa itu...Kakugan! dia mengatakan sesuatu dalam bahasa Jepang yang tidak bisa aku mengerti.

Dan setelah aku pikir-pikir lagi, Kazumi selalu memberikan sesuatu seperti darah tetapi pada saat itu aku pikir itu adalah susu, sesuatu yang menjijikan tapi sangat lezat.

Disaat itulah aku berpikir aku lahir di dunia Tokyo Ghoul.

Pada usia delapan bulan, saat pita suaraku dan lidahku sudah cukup untuk berbicara, kata pertama ku adalah 'Tou-san' yang membuatnya bahagia dan bangga terhadapku. Aku juga belajar membaca, aku meminta Kazumi membacakan buku padaku. Aku tidak memiliki aksen dan aku sangat bersyukur akan hal itu.

Pada saat aku berumur satu tahun, hampir bisa berjalan, aku masih sedikit penasaran, ada energi yang aku rasakan dimana-mana, di tubuh ku, di tubuh orang lain, bahkan udara, tanaman. Aku pikir itu sihir, mungkin aku terlahir di dunia Tokyo Ghoul dengan sedikit sihir, karena ketika menonton anime Tokyo Ghoul, manusia biasa dapat melompat ke setiap bangunan dengan mudah, itu benar-benar membuatku bingung dan berkesimpulan mungkin mereka cukup atletis atau memang ada sedikit sihir di dunia ini.

Pada suatu hari yang cerah, aku berumur dua tahun, Kazumi membawa mayat lagi, aroma nya sangat menggiur dan lezat. Aku yakin bahwa aku berada di dunia Tokyo Ghoul, menjijikkan bahwa aku harus makan daging manusia. Awalnya aku takut dan merasakan bahwa itu adalah hal yang jijik dan tidak lazim. Tetapi lama-kelamaan aku terbiasa bahkan perlahan-lahan aku menyukai hal itu. Aku juga benar-benar tidak keberatan terlahir ke dunia ini, aku bisa bebas menjadi diriku sendiri, aku yakin aku bisa berpura-pura menjadi manusia selama sisa hidupku, menghindari konflik yang akan datang, menghindari berinteraksi dengan karakter-karakter Tokyo Ghoul, dan bersembunyi dari CCG.

Tapi semua itu salah, semua perkiraanku salah.

Disaat Kazumi mengatakan di mana kita tinggal, tentang klan Uzukiro, dan pekerjaannya.

Dimulai ketika aku menanyakan pertanyaan yang sederhana. "Tou-san, mengapa kita makan manusia lain? Kenapa kita tidak menikmati makanan seperti buah atau daging hewan?"

Dia tahu bahwa aku bukan anak biasa. Tapi dia meringis ketika aku bertanya itu padanya.

Aneh. Karena Kazumi orang nya sangat tenang dan pandai menyembunyikan emosi nya dengan mudah.

Kazumi mengambil nafas panjang dan mengacak-acak rambutku dengan lembut.

"Aku tahu kamu pintar Azura-chan, tapi aku tidak mengira kamu akan bertanya tentang ini secepat mungkin." Kazumi bergumam dan menopang tubuhku di lengannya, dia berjalan menuju pintu.

Aku tidak pernah pergi keluar rumah, pernah ke rumah sakit saat aku masih bayi, tapi aku tidak ingat seperti apa, bagaimana keadaan sekitar, dan dimana persisnya kita tinggal.

Saat aku dan Kazumi sampai diluar, aku bisa melihat pohon-pohon besar, gedung-gedung besar tetapi tidak ada gedung modern yang ditayangkan di anime, seperti desa yang pernah aku lihat di film animasi. Disaat itulah aku melihat batu besar berukiran empat wajah yang sangat ku kenal, terlihat seperti-

"Pertama, aku akan memberitahu mu di mana kita tinggal." Ayahku berbicara dengan tenang. "Kita tinggal di Negara Api, tepatnya di desa Konohagakure."

-Hokage.

Ternyata aku lahir di dunia Naruto dan aku memiliki kekuatan ghoul.

Fuck!