Naruto owned by and belongs to Masashi Kishimoto. I didn't owned any of the characters below.

Juli 2019

Paris Fashion Week

Perhelatan pergelaran busana dari desainer-desainer ternama di dunia, telah berakhir malam ini, di Paris, Prancis. Paris Fashion Week menjadi jadwal terakhir dari empat fashion week terbesar, dimulai dari New York, London, Milan dan berakhir di Paris.

Sebagai salah satu kota dimana menjadi pusat dari banyaknya brand serta desainer ternama di dunia, Paris Fashion Week menjadi Fashion Week yang paling sibuk diantara ketiga Fashion Week lainnya. Sebut saja brand ternama seperti Christian Dior, Chanel, Louis Vuitton, Givenchy, and others, you name it, yang memiliki base di Paris.

Setelah menghadiri show Balmain, yang mana kali ini ia menjadi tamu undangannya, bukan berjalan untuk Balmain, Ino Yamanaka, duduk dengan santainya sambil menyesap vodka nya disalah satu meja bar di sebuah club elit di Paris. Ino merupakan seorang model papan atas yang sedang menjadi favorit beberapa desainer, bahkan rumah mode seperti Yves Saint Laurent sedang menjadikannya muse dari brand tersebut.

Perjalanan karir Ino dalam dunia modelling terbilang begitu mulus, menandatangani kontrak dengan sebuah agency di London –tempat tinggalnya. Lalu di Fashion Weeknya yang kedua, beberapa rumah mode memintanya untuk membuka dan menutup show mereka. Ibunya, Mitchell Fontanne, merupakan seorang supermodel ditahun 90an yang sangat terkenal. Dengan nama besar Ibunya, juga membantu Ino berkarir dengan mulus di dunia modelling.

Ayahnya merupakan orang berdarah Jepang, yang menikah dengan Ibunya Ino yang berdarah Prancis. Inoichi Yamanaka, bertemu dengan Mitchell Fontanne saat menghadiri sebuah pesta yang diselenggarakan rekan bisnis ayahnya di London pada tahun 1994. Sejak saat itu, keduanya menjadi dekat dan memutuskan untuk menikah setelah 6 bulan pertemuan mereka. Ibunya Ino sekarang adalah seorang sosialita yang terkadang masih mendapat tawaran dalam dunia modelling karena nama besarnya dulu, sementara Ayahnya merupakan pewaris dari perusahaan keluarganya yang bergerak dibidang pembuatan wine, serta merupakan investor.

Ino yang sekarang berumur menuju 23 tahun, memiliki rambut pirang panjang yang merupakan warisan dari Ayahnya, dengan mata birunya yang merupakan warisan dari Ibunya. Orang-orang menyebutnya seperti boneka barbie hidup. Beberapa bahkan membandingkannya dengan Jessica Stam, supermodel yang terkenal dipertengahan tahun 2000an karena memiliki paras yang seperti boneka barbie juga.

Mini dress berwarna merah marun tanpa lengan dengan potongan terbuka di bagian dada atas tampak memeluk tubuh Ino yang ramping dengan sempurna. Rambut pirang panjangnya ia gerai dengan sedikit diblow. High heelsnya yang berwarna emas dengan clutch kecil berwarna hijau, melengkapi penampilannya malam itu.

"Ino!"

Ino menengokkan kepalanya ke arah belakangnya. Berdiri seorang laki-laki yang nampak seumuran dengannya, dengan ciri-ciri yang sama persis seperti dirinya, berambut kuning pirang dengan mata biru, dengan seorang perempuan berambut merah muda.

"Salut!"*

Ino tersenyum menanggapi sapaan dari gadis berambut merah muda itu.

"Sakura! Apa kabar?" pekik Ino, lalu keduanya berpelukan dengan ekspresi senang diwajah mereka masing-masing.

"Cih, padahal aku duluan yang menyapa. Kenapa malah Sakura duluan yang disapa balik?" gerutu pemuda itu.

Ino tersenyum miring, "Aku sudah terlalu sering melihat mu, Naruto. Sampai bosan. Sementara aku kan jarang bertemu Sakura."

Naruto memutar matanya lalu mendengus kesal. Padahal Ino sendiri yang memintanya untuk datang ke club ini. "Dasar sepupu menyebalkan!"

Kakek Ino dari pihak Ayah merupakan adik dari Nenek Naruto dari pihak Ibunya, dengan itu keduanya mempunyai hubungan saudara sepupu. Naruto mendapatkan rambut pirang dan mata birunya dari Ayahnya, Minato Namikaze yang orang tuanya merupakan keturunan Inggris, Prancis dan Jepang. Sementara gadis berambut merah muda bernama Sakura Haruno tersebut merupakan teman masa kecilnya ketika mereka semua bersekolah di sebuah sekolah dasar di London, sebelum Sakura dibawa oleh kedua orang tuanya untuk kembali ke Jepang, karena kedua orang tuanya sudah menyelesaikan sekolah S3 kedokterannya di Inggris.

Sakura sendiri sedang menempuh Pendidikan koasnya di St Thomas Hospital, setelah menempuh Pendidikan dokternya di Edinburgh Univeristy, Skotlandia. Sementara Naruto Namikaze, merupakan seorang mahasiswa magister manajemen internasional di Imperial College London, setelah menyelesaikan sekolah manajemennya di London School of Economics and Political Science. Sementara sebelumnya, Ino menempuh Pendidikan fashion designnya di ESMOD Paris, sambil menjalankan pekerjaannya sebagai model. Dengan tempat tinggal yang terpisah-pisah dan menempuh Pendidikan ditempat yang berbeda, membuat mereka jarang bertemu. Terkecuali Naruto yang merupakan sepupunya, maka keduanya sering bertemu diacara keluarga mereka.

"Hey, aku mengajak teman ku untuk bergabung, tidak apa-apa kan?" tanya Sakura.

"Siapa?" tanya Naruto.

"Sabaku Gaara."

Naruto dan Ino langsung memelototkan matanya begitu mendengar nama yang Sakura sebut.

"Yang benar saja Jidat! Vokalis band terkenal itu teman mu? Bagaimana kau bisa mengenalnya?" tanya Ino heran.

"Ternyata Ibunya bersaudara cukup jauh dengan Ibuku. Aku saja kaget waktu tahu. Kami jadi berteman deh, lumayan dekat sih. Tapi jarang bertemu. Semalam dia bilang kalau dia sedang menghadiri undangan dari Balmain untuk acara fashion shownya. Aku ajak saja dia kesini," jawab Sakura.

"Balmain? Aku baru menghadiri show mereka!"

"Ah! Itu dia!" ucap Sakura sambil menunjuk pintu masuk yang terlihat jelas dari tempat mereka duduk.

Seorang laki-laki berambut merah yang cukup berantakan, dengan tato kanji ai di dahi kirinya, dengan kemeja merah maroon yang lengannya digulung sampai siku dan 2 kancing teratasnya yang tidak terkancing dan celana hitam yang melengkapi penampilannya malam itu.

Siapapun tidak akan membantah kalau Gaara merupakan pemuda yang sangat tampan. Dengan posisinya yang menjadi seorang vokalis dari band aliran Alternative Rock yang terkenal, membuatnya memiliki banyak fans dari kalangan remaja dan pemuda pemudi yang seumuran dengannya.

Sakura melambaikan tangannya dengan penuh semangat ke arah Gaara. Dia tidak mungkin meneriakkan nama Gaara di club ini, bisa-bisa orang-orang akan heboh dengan kedatangannya. Gaara yang menyadari rambut berwarna merah muda Sakura, lalu menghampirinya dengan tatapan datarnya.

Naruto tersenyum lebar ke arah Gaara, sementara Ino hanya tersenyum kecil saat Gaara sampai dihadapan mereka.

"Gaara! C'est Ino et c'est Naruto, mes amis."**

Gaara tersenyum tipis ke arah mereka berdua. "Salut."

"Kau berbicara Bahasa Prancis?" tanya Ino dalam Bahasa Inggris.

"Sedikit," jawabnya singkat. Lalu beralih dan memesan minumnya pada bartender. Lalu pandangannya teralih kepada Ino, menatapnya dengan sedikit penasaran. "Kau terlihat familiar."

"Ino seorang model terkenal, tidak heran kalau kau familiar dengannya," jawab Naruto.

"Hm, pantas."

Ino hanya membalasnya dengan tersenyum kecil.

"Kau bilang kalau kau habis menghadiri show Balmain ya? Ino juga baru dari sana," kata Sakura.

"Kau berjalan?" tanya Gaara.

Ino menggeleng, "Hanya menghadiri. Olivier Rousteing*** kali ini ingin aku duduk di barisan depan, dibanding berjalan untuknya."

"Jadi bagaimana duduk dibarisan depan, dengan Anna Wintour?" tanya Sakura sambil tersenyum jahil.

"Hey! Aku belum sampai sehebat itu sampai bisa duduk dengan Anna Wintour dibarisan depan. Aku duduk jauh dari Anna Wintour kalau kau mau tahu," sergah Ino.

"Ino, kau ikut ke Milan ya minggu depan. Ibu ingin aku fitting dengan Ermenegildo Zegna untuk pesta perusahaan Ayah September nanti," ucap Naruto.

"Ku pikir kau jadi memakai Hugo Boss?" tanya Ino heran.

"Ibu dan Ibumu lebih senang dengan Zegna. Lagipula Ibumu bilang dia sudah menghubungi, siapa itu, desainer Zegna?" tanya Naruto

"Alessandro Sartori."

"Iya dia, dan dia bertanya apakah harus ke London untuk fitting. Tapi Ibumu lebih memilih ke Milan saja, karena katanya kau harus ke Versace juga," lanjut Naruto, lalu meneguk vodkanya. Ino menganggukkan kepalanya mengerti.

"Sepertinya pesta yang seru," imbuh Gaara.

"Bukannya kau diundang? Maksud ku, keluarga mu diundang bukan?" tanya Sakura heran. Karena Ibunya mengatakan kalau Ayah Gaara, yang merupakan pendiri perusahaan teknologi yang terkenal di dunia, juga turut diundang dalam pesta tahunan Namikaze Enterprise milik keluarga Naruto.

"Ibu belum mengabari apa-apa," kata Gaara lalu menghabiskan cairan alkohol dalam gelasnya.

"Makanya pulang!" ujar Sakura lalu menjitak dahi Gaara.

Gaara mengaduh kesal lalu menatap Sakura tajam, sementara Ino dan Naruto tertawa puas melihatnya.

Malam itu berlanjut dengan obrolan ringan mereka, berusaha untuk mengakrabkan diri dengan Gaara, begitupun dengan Gaara yang berusaha mengakrabkan dirinya dengan Naruto dan Ino, meskipun dirinya bukanlah seorang yang pandai dalam memulai pembicaraan. Namun sifat Ino dan Naruto yang sama-sama cerewet sepertinya memberi keuntungan pada Gaara dalam membawa obrolan mereka menjadi lebih santai. Dan juga ia lebih senang karena Naruto dan Ino tidak memperlakukannya seperti Gaara adalah seorang superstar terkenal, meski kenyataannya adalah seperti itu.

"Holy Mother of God."

Mereka bertiga menoleh ke arah Sakura. Melihat Sakura yang memusatkan pandangannya kepada salah satu sofa dipojok club yang sedang ramai dengan beberapa laki-laki. Lalu ketiganya saling berpandangan, bingung dengan maksud tatapan Sakura.

"Itu Sasuke Uchiha, kan?"

Naruto dan Gaara langsung mengacuhkan Sakura begitu saja, merasa bukan urusannnya untuk tertarik pada objek pandangan Sakura. Berbeda dengan Ino yang mulai memusatkan perhatiannya kepada objek pandangan Sakura. Berusaha mencari seseorang yang Sakura sebut Sasuke Uchiha tersebut.

"Si Sex God!"

Naruto hampir menyemburkan vodkanya mendengar ucapan Sakura. Sementara itu Ino sudah mendapatkan pandangannya pada sosok yang Sakura maksud. Seorang aktor terkenal, yang juga merupakan pewaris dari kekayaan keluarga Uchiha. Dengan profesinya menjadi seorang aktor terkenal, mudah bagi Ino mengenali sosok itu.

Saat ingin menyudahi pandangannya, tetiba saja sosok Sasuke menoleh ke arahnya, mata hitamnya menatap lekat ke arah Ino lalu tersenyum miring. Ino tidak menanggapinya, dan langsung beralih kepada Gaara yang memanggilnya.

"Sakura julukkan macam apa itu?" protes Naruto.

Sakura berjengit kesal, "Hey, bukan aku yang membuat julukkan itu. Fans-fansnya yang membuat julukkan seperti itu padanya."

Ino yang mulai bosan dengan percakapan mereka, langsung menarik ketiganya menuju lantai dansa. Glad You Came milik The Wanted berkumandang dengan cukup kencang. Naruto yang memang senang menari di club tidak menolak ajakkan Ino begitu saja. Berbeda dengan Gaara yang memilih tetap berada di meja bar, memutuskan untuk memerhatikan mereka bertiga saja.

You cast a spell on me, spell on me

You hit me like the sky fell on me, fell on me

Sakura, Ino dan Naruto mulai berdansa dengan semangat sambil ikut menyanyikan lagu yang diputar. Gaara memperhatikan mereka bertiga, khususnya Ino, dengan pandangan yang cukup intens. Dirinya seperti tersihir melihat Ino berdansa dengan riang dan semangatnya, sambil ikut bernyanyi. Gaara sendiri ikut bergumam lagu yang sedang diputar. Lalu dirinya mulai tersenyum kecil ketika lagu sampai pada lirik yang menarik perhatiannya. Tatapannya tidak putus pada Ino, seperti sedang ingin menunjukkan lirik lagu tersebut kepada gadis pirang itu.

My universe will never be the same, I'm glad you came.

*: Halo secara informal dalam Bahasa Prancis.

**: Gaara! Ini Ino dan ini Naruto, teman-teman ku. (dalam Bahasa Prancis)

***: creative director brand Balmain