Maki berdiri sembari bersiul untuk mengurangi kebosanannya, ia saat ini sedang menunggu seseorang, gadis itu ingin berbicara dengan orang yang ia panggil tadi. Senyuman manis itu tak luntur dari wajah cantiknya saat beberapa Mahasiswa di tempat itu berjalan melewati dirinya, hatinya saat ini tengah berbahagia.
"Maki, ada apa kau memanggilku?"
"Naruto-sensei!" Maki sedikit tersentak saat Naruto tiba-tiba datang. "Kau mengejutkanku."
"Dan kau jangan memanggilku Sensei, kau boleh memanggilku kakak jika kau mau."
Maki kembali dibuat tersenyum, kemudian ia menatap Naruto dengan serius, ada dua rona merah di kedua pipi tembemnya. "A-aku mau bilang sesuatu!"
Naruto mengangkat sebelah alisnya. "Katakan saja!"
"A-aku...uhhh...Akumenyukaimu!" Maki langsung berlari pergi meninggalkan Naruto yang masih berdiri dengan wajah bingungnya.
"Hah!?"
..
.
Di kantin, Naruto berkutat dengan Laptop miliknya, ia sedang membuat beberapa soal untuk kuis yang akan diberikan pada kelasnya Maki. Ngomong-ngomong soal Maki, ia sedikit bingung dengan ucapan yang diterimanya tadi pagi. Sambil meminum jus miliknya, ia terus membuat pertanyaan untuk kuis tersebut.
Tiba-tiba, Maki duduk tepat di depan Naruto. Ia meletakkan beberapa makanan dari vending machine. "Kak Naruto."
Naruto langsung menoleh ke samping, ia melihat Maki yang membawa beberapa buah makanan. "Maki? Ada apa?" tanya Naruto yang agak bingung akan kelakuan dari sepupunya itu. "Tadi pagi aku sedikit bingung, kau berbicara apa tadi?"
Maki melirik kanan-kiri, kedua pipinya mulai diselimuti oleh rona merah. "A-aku..." Maki mendecih kecil, ia kemudian beralih mendekati Naruto dengan cara duduk di samping pemuda itu. Bibir plum miliknya mendekat ke telinga Naruto. "Kak, aku menyukaimu," bisik Maki yang membuat Naruto merinding disertai rona merah yang menyelimuti pipi pemuda itu.
"A-apa!?"
Maki mengangguk kecil sambil menyunggingkan sebuah senyuman manisnya.
"Se-sejak kapan?"
Maki terlihat berpikir sejenak, kemudian ia berkata. "Sejak aku masih kecil," cicit Maki, ia kemudian mencium pipi Naruto, lalu mengambil makanannya.
Naruto tak menyangka jika sepupunya yang satu ini menyukai dirinya sejak kecil. "Tapi kita masih sepupu, apa tak masalah?"
"Tidak, lagipula Ayah sudah merestuiku denganmu kak."
"..." Naruto tak membalas, ia langsung menepuk jidatnya saat itu juga. Kepala keluarga Nishikino ini sedikit nyeleneh dalam memberikan kewenangan kepada Maki. "Paman memang aneh orangnya."
"Apa?"
"Uh, tidak ada apa-apa kok."
"Okay, kita jadi sepasang kekasih kan?"
Naruto meneguk ludahnya dengan susah payah saat mendapatkan sebuah pertanyaan seperti itu dari sang sepupu.
..
.
Naruto by Masashi Kishimoto
Love Live School Idol Project by Kimino Sakurako.
..
.
