setelah dua tahun berlalu, aku baru sadar klo tulisanki jelek banget di chap awal, jd aku memutuskan untuk ngedit chap ini dan beberapa chap kedepan....

With love

Disclaimer:masashi kishimoto

Warning:typo,gaje,abal,alur kecepetan,ooc,dll

Summary:hanya kisah cinta biasa,kisah tentang anak yang tak sengaja berjumpa.

.

.

.

Gadis bersurai pirang itu tersenyum cerah ketika didepan gerbang konoha high school, ini hari pertamanya secara resmi menjadi murid sekolah elit itu.

"Naru-chan~"

Sebuah panggilan membuat gadis bersurai pirang bernama naruto itu menoleh.

"Yo ino-chan" balas naruto melambaikan tangannya pada gadis yang tengah mengatur nafasnya tersebut.

"Mou~kau tidak menungguku?" ino menggembungkan pipinya kesal.

"Aku tidak sabar ino,ini hari pertamaku masuk sma dan 'lepas dari nama namikaze" ucap naruto dengan sedikit memelankan suaranya pada empat kata terakhir. Ino membentuk mulutnya membentuk o tanpa suara begitu mendengar penjelasannya.

"Kenapa kamu ingin lepas dari nama namikaze naru? bukannya menyenangkan ya lahir dari keluarga super kaya?" tanya ino tak faham dengan jalan pikir naruto, ino sudah mengenal naruto sejak kecil karena orang tuanya merupakan kepala main keluarga namikaze.

"Kau taukan selama ini aku mendapat title 'namikaze yang tak diketahui'?" tanya naruto dengan suara serendah mungkin, ino mengangguk.

"Aku sudah menjalankan banyak bisnis tou san diluar negeri, dan dari pengalamanku mereka selalu mendekatiku karna aku pewaris namikaze corp dan segala antek anteknya. aku ingin melewati masa sma ku dengan mereka yang menganggapku benar benar naruto bukan karna aku namikaze" ucap naruto panjang dan lebar.

"lagipula ini satu satunya masa sekolahku, aku tak mau menghabiskan waktuku dengan para penjilat itu" tambahnya, naruto menghela nafas panjang. ino mengangguk memaklumi karna ia sudah mengetahui kehidupan sahabat dari kecilnya itu.

"Walau aku tak faham kenapa tou san memasukkan ku lagi kedalam sma padahal kan aku sudah lulus dua tahun lalu" ucap naruto mengerang frustasi, kelakuan ayahnya memang akdang tak bisa ditebak.

"memang apa kata namikaze sama ?" ino menatap naruto penuh rasa penasaran.

.

Flashback

namikaze naru yang saat ini menggunakan nama uzumaki naruto merupakan anak kedua pasangan namikaze minato dan mendiang uzumaki kushina

dibesarkan sebagai ahli waris karna sang kakak aka namikaze kurama tak ingin menjalankan bisnis keluarganya yang sangat banyak dan memilih menjadi peneliti di luar negeri.

naru lahir dan dibesarkan didalam manshion namikaze, terlahir sebagai jenius mengikuti orang tuanya.

seluruh pendidikannya telah selesai dan sekarang menjalankan sebagian bisnis keluarga namikaze yang berada luar negeri, dan namanya telah dimuat di berbagai media namun tak ada yang mengetahui bagaimana sosoknya.

Naruto yang saat ini tengah duduk di depan meja kerjanya sembari mengecek beberapa proposal yang menumpuk harus menoleh ketika sang ayah aka namikaze minato mendobrak begitu saja ruang kerjanya.

"tou chan, kau bisa merusak pintu ruang kerjaku lagi" ucap naruto menghela nafas mengingat pintu ruang kerjanya yang rusak tahun lalu karena ulang minato.

"Naru mulai besok kau masuk konoha high school" ucap minato atau lebih tepatnya perintah yang tak mungkin ditolak oleh naruto.

'WHAT THE!?' batin naru menjerit tak senang. bagaimana tidak? dirinya yang tengah menikmati pekerjaannya mengecek ratusan kertas penting tiba tiba dipaksa masuk kedalam taman kanak kanak (bagi naru)

"Maksut tou san?" tanya naruto memastikan pendengarannya tidak salah.

"Mulai besok kau terdaftar secara resmi sebagai murid sma konoha high school" ucap minato memelankan tempo perkataannya nyaris membuat naruto pingsan ditempat.

"Tou san bercanda" pekik naruto tak percaya

"Tidak naru tou san tidak bercanda, tou san barusaja menyadari kesalahan tou san. sebagai tou sanmu selama ini kau terjebak didalam manshion besar ini tak pernah keluar selama belasan tahun" ucap minato dengan suara penuh penyesalan.

"dan kau tak punya teman selain ino, kau dari lahir hingga saat ini mengabdikan hidupmu untuk namikaze corp dibalik meja kerja di dalam manshion ini"

"tou san baru sadar kau tak memiliki masa kecil sebagai anak anak jadi tou san putuskan agar kau memiliki masa remaja" ucap minato melakonlis dalam satu tarikan nafas.

"Tou san aku sudah lulus 2 tahun lalu"rengek naruto tak terima.

ia tak terima dengan keputusan sepihak yang tidak pernah ia bayangkan itu. uh, naruto ingin menangis saja rasanya.

"Well itu bukanlah masalah. toh konoha highschool itu milik namikaze corp"ucap minato santai.

"Aku tidak mau"ucap naruto memijap keningnya pusing

"Tak ada penolakan"ucap minato mutlak

"oh ayolah tou sann... "ucap naruto merengek tak senang.

"tidak ada kata tidak naru"

naruto menatap minato dengan pandangan memelas, ia benar benar tak mau jika harus kembali ke sma.

"dan itu final" tambah minato mutlak. naruto mendesis kesal, biasanya minato akan luluh jika ia memasang wajah memelas, namun ternyata minato tak tergoyahkan sama sekali.

"uhhh...baiklah tapi aku tak akan memakai nama namikaze naru aku akan memakai nama uzumaki naruto" ucap naruto mengajukan persyaratan berharap ayahnya akan menarik perintah gila itu.

"Deal" ucap minato puas dan melangkah keluar dari ruangan naruto. naruto menjambak rambutnya kesal tak menyangka minato akan menerima syarat yang diajukannya, padahal ia berharap ayahnya tak akan rela jika putrinya hidup tanpa kekayaan.

"Jaa ne, ingat jangan kabur"ucap minato sebelum benar benar menutup pintu ruangan naruto.

'Bagaimana mau kabur keluar saja tidak pernah' dengus naruto sebal.

Flashback end

.

Tawa ino meledak mendengar cerita panjang naruto,membuat naruto mendengus sebal sembari menggumamkan gerutuan gerutuan yang tak sempat didengar ino.

"Namikaze sama aneh"gumam ino setelah berhenti tertawa

"yeah aku tau itu"ucap naruto memutar bola matanya malas

ino tertawa hingga puas, tak memperdulikan jika banyak muris lain yang menatapnya aneh karena tertawa didepan gerbang sekolah.

"Naru berarti kau terdaftar jalur beasiswa jika tidak memakai nama namikaze?" tanya ino pelan setelah teringat hal tersebut, ia menghentikan tawanya.

"Ya tentu saja,tak masalah kan kau juga dikirim kesini oleh tou sanku untuk menemaniku" ucap naruto merangkul ino dan berjalan melewati gerbang dan berjalan menuju kelas mereka.

"Bagaimana jika nanti kita dibully?aku tak pernah masuk sekolah elit seperti ini naru" ucap ino takut karna memang dia hanyalah orang biasa,hanya putri pelayan keluarga namikaze yang tinggal didalam manshion itu.

"Tenang saja kita akan menghadapinya bersama,toh kita hanya perlu bersabar selama tiga tahun" ucap naruto menenangkan

"Tiga tahun itu lama naru"

"Tenanglah kan ada aku"ucap naruto tersenyum lebar membuat ino tak tahan untuk tak ikut tersenyum, senyum naruto memang sangat menenangkan.

"Lagipula mereka akan segera kuakhiri setelah kita lulus,cukup hentikan kerja sama dan mereka pasti bangkrut,namikaze corp kan memegang 50% kendali pasar jepang dan 25% pasar dunia"ucap naruto menggerakan tangannya naik turun seolah itu adalah grafik.

"Kau membuatku takut"ucap ino melenggang masuk begitu mereka sampai di pintu kelas.

"Hieee!?"

.

.

.

hari pertama berjalan dengan baik, naruto berhasil menjalani hari dengan baik. tak ada hal yang mengganggunya sejauh ini, ia rasa ia tak perlu khawatir bagaimana menjalani tiga tahun di KHS jika tak ada masalah yang terjadi.

"Naru chan! Sini sini!" teriak ino melambaikan tangannya pada naruto yang baru memasuki kantin.

"Ino chan!" ujar naruto menghampiri ino sembari membawa kotak bekalnya, matanya dengan cepat bergulir menatap sosok disamping ino.

'Hyuuga hinata, putri keluarga hyuuga hmm, look well' nilai naruto memandang hinata.

"Ne naru kenalkan ini hyuuga hinata,hinata ini uzumaki naruto"ucap ino dengan cepat. naruto tersenyum, inilah kelebihan ino yang berbeda dengannya, ino bisa dengan mudah akrab dengan orang lain sementara naruto masih harus berlatih bersosialisasi.

"Salam kenal hyuuga san"ucap naru tesenyum cerah.

"Panggil hinata saja uzumaki san" ucap hinata malu malu.

"Oke panggil aku naruto" ucap naruto.

'Kelihatannnya anak baik,pemalu,dan sopan' pikir naruto mencoba membaca karakter hinata.

"Nata chan,boleh kupanggil begitu?" tanya naruto tersenyum hingga matanya menyipit. hinata mengangguk cepat.

"Nata chan kau mau?" ucap naru menawarkan telur gulung didalam kotak bekalnya, hinata mengangguk membuka mulutnya menerima telur gulung yang disuapkan naruto, anggap saja naruto sedang berlatih sosialisasi saat ini.

"Hmmm oishi" puji hinata jujur.

"Benarkah?kau mau juga ino chan?" tanya naruto sumringah.

"Aku mau" jawab ino dengan cepat menerima suapan dari naruto.

"Hmmm kau benar hinata, oishi" jawab ino.

"Ku membuatnya sendiri naru?"tanya hinata.

"Yup"

"Rasanya seperti buatan restoran meski hanya telur" ucap hinata. ino mengangguk membetulkan.

"Arigatou...keliahatannya aku berbakan menjadi chef" canda naru mengundang gelak tawa dari keduanya.

"kau cocok naru"ucap ini mengacungkan dua jempol pada naruto.

.

empat sosok yang tengah duduk disalah satu sudut kantin itu nampak hening, lelaki berambut coklat nampak asik megobrol dengan lelaki berambut merah dengan wajah baby face, sementara dua yang lainnya fokus pada hp masing masing, tak memperdulikan sebagian gadis dikantin itu tengah menatap mereka berempat dengan tatapan memuja.

"Haish...namikaze grup lagi lagi meluncurkan desain baru" gumam lelaki berambut merah dengan mata yang nampak seperti panda.

"Yeah mereka benar benar menguasai pasar dunia" gumam lelaki yang menggunaka kaca mata hitam.

"Namikaze dan anaknya itu benar benar merepotkan kan sasuke?" ucap lelaki berambut coklat.

"Hn"

"Shit" gerutu lelaki berambut coklat itu

"Oh tenanglah kiba kau seperti tak tahu sasuke saja" ucap sasori.

"Yeah uchiha dan segala emo nya" gumam gaara.

kiba mengangguk membetulkan ucapan gaara. namun tak lama kemudian kiba nampak sibuk mencari seseorang diantara keramaian kagetaria.

"ahhhh hinata chan selalu cantik" ucap kiba lebih seperti gumaman sembari menatap kearah hinata yang sedang duduk bersama ino dan naruto, sontak mebuat keempat temannya menoleh bersamaan menanggapi ucapan kiba.

"siapa maksutmu?" tanya gaara tak mengerti.

"Hyuuga hinata adiknya neji" ucap shino menjawab pertanyaan gaara sambil menunjuk dengan dagunya kearah hinata

"lihatlah sahabatku itu sedang dimabuk cinta" ucap sasori melihat kiba tak habis pikir.

"Kawai" ucap kiba pelan.

"kau harus siap menghadapi neji" ucap shino cuek.

"Kalau dua yang disampingnya?" tanya gaara.

"Entahlah kurasa jalur beasiswa aku tak pernah lihat mereka sebelumnya di konoha junior high school" ucap shino menatap keduanya.

"Aku sekelas dengan keduanya,uzumaki naruto dan yamanaka ino" ucap sasori.

"Uzumaki naruto itu kuakui memang pintar,t tapi yamanaka standar" ucap sasori begitu ketiganya menatap kearangnya.

"Manis" gumam shino pelan.

"NANI!kau bilang apa barusan shino bukannya kau tak pernah memuji perempuan?" pekik kiba horror

"Tapi dia memang manis kok, kulit putih senyum lebar, mata biru kelihatannya perempuan yang menyenangkan" ucap gaara membetulkan, nyaris membuat kiba jatuh dari tempat duduknya. seorang gaara yang terkenal dengan sifat dingin nya memuji seorang gadis denga kata manis.

"Kau suka uzumaki itu shino?"tanya sasori penuh rasa penasaran.

"Tidak,aku hanya mengakui dia manis" ucap shino menggeleng pelan.

"Kau gaara?" tanya kiba sementara yang ditanya justru hanya diam mengangkat bahu misterius, jawaban yang ambigu.

.

.

.

"Kyaaa~suke senpai~"

"Shino sama~"

"Kiba senpai kyaa~"

"Gaara senpai daisuki"

Naruto menutup kedua telinganya yang berdenging karna teriakan nyaris seluruh perempuan dikelasnya ketika empat sosok remaja tampan memasuki kelasnya.

"Haishh,siapa mereka mengganggu saja" gerutu naruto tak senang.

"Kau tidak tahu mereka naru?" tanya ino yang duduk disamping naruto,naruto menggeleng pelan dia tak tahu siapa mereka, bagaimana caranya dia bisa tahu apabila selama hidupnya dia hanya ada didalam manshion namikaze bersama dengan ino yang menyandang gelar Ratu gosip semasa smp nya.

"Mereka casanova KHS naru, satu tingkat diatas kita kecuali sasori san yang baru masuk sma, uchiha sasuke pewaris uchiha corp, sabaku gaara pewaris sabaku corp, inuzuka kiba pewaris inuzuka corp, dan aburame shino pewaris aburame corp,dan akasuna sasori pewaris akasuna corp"jelas ino panjang lebar

"Owh" gumam naruto tak peduli, jika dipikir pikir lagi sepertinya naruto pernah mendengar nama mereka dari berita berita di televisi.

"Dia tampan kan naru chan?" tanya ino sontak membuat naruto menoleh kaget menatap gadis berambut pirang pucat yang matanya kini berbinar.

"Yang mana?" tanya naruto

"Suke senpai,yang rambutnya melawan gravitasi itu yang matanya onyx" ucap ino penuh kekaguman. naruto memperhatikan sosok itu hingga tiba tiba mata onyx itu menoleh kearahnya, saphire bertemu onyx dengan cepat naruto mengalihkan pandangannya.

"Yang rambutnya pantat ayam itu?" tanya narut

"Jangan seperti itu naru,dia tampan lho" bela ino.

"Biasa saja" ucap naruto kembali fokus pada buku yang dibacanya,mungkin ino harus periksa mata pikir naruto.

.

.

.

Naruto baru saja keluar dari kamar mandi dan merebahkan tubuhnya di atas kasur ketika ponselnya berdering. dengan malas naruto bangkit dari atas kasurnya mengangkat handphonenya diatas meja karna benda mungil itu terus berdering Dan mulai terasa mengganggu.

"Moshi moshi" ucap naruto mendekatkan handphonenya ke telinganya.

"Naru chan~"

"Kurama onii chan?" tanya naruto memastikan.

"Do you forget my beautiful voice?"tanya kurama narsis

"Kenapa onii chan menelfonku?" tanya naruto

"Kudengar kau kembali masuk sma di khs naru benarkah itu?" tanya kurama memastikan

"tau dari mana?" Tanya naruto kaget.

"aku tau dari mana itu tidak penting, berarti kau benar benar kembali ke sma?"

"hmmm, tou san memaksaku masuk kesana"

"Hati hati dalam memilih teman naru" nasihat kurama.

"Ha'i"

"Tiga bulan lagi onii chan akan pulang, onii chan ingin memastikan kau baik baik saja"

"Ha'i, o nii chan boleh aku bertanya sesuatu" tanya naruto gugup

"Sure"

"Kenapa onii chan pergi dari manshion dan memilih hidup biasa saja?" tanya naruto ragu ragu.

"Karna aku tidak mau jadi pembisnis dan hanya hidup di dalam manshion itu" jawab kurama asal.

"Begitu"

"aku ini Cinta kebebasan naru, mana bisa aku dikurung dalam manshion itu"

"yeah aku tau" hal itu terlihat jelas dimata naruto, kakaknya yang susah diatur ini mana mau tinggal didalam manshion selamanya.

"kurasa sudah cukup, aku hanya ingin bilang jika aku akan segera kesana" ucap kurama.

"hai"

"Jaa ne naru"

"Jaa ne"

setelah memutuskan sambungan naruto memilih mengerjakan dokumen dokumen yang dikirim minato sore ini hingga larut malam.

ia memilih untuk tinggal di apartemen sederhana demi masa sma yang tenang.

.

.

.

"Naru chan kau kenapa terlihat lesu begitu?" tanya hinata setelah beberapa saat mereka duduk dikantin dan naruto hanya menatap sekitarnya dengan pandangan menerawang.

"Tidak ada masalah apa apa" ucap naruto lesu, entah kenapa sejak menerima telefon kurama kemarin moodnya menjadi jelek.

"Kau bisa cerita padaku" ucap hinata.

"Kurasa yang harusnya cerita tentang masalah itu kau hinata" ucap naruto terkekeh pelan.

"He?" gumam hinata bingung.

"Matamu bengkak kau tahu, kau pasti sedang ada masalah"

"Ah ini bukan apa apa"ucap hinata,sontak menyentuh matanya.

"Pasti masalah keluarga"tebak naruto, hinata tersenyum kecut mendengarnya.

"Kau pintar menebak naru chan"

"Jadi kau ada masalah apa?"

"Sebenarnya bukan masalah besar, hanya saja membuatku tertekan" ucap hinata pelan membuat naruto memajukan wajahnya untuk mendengar lebih jelas.

"Memangnya apa?" tanya naruto pelan

"Tou san menyuruh neji nii san mengawasi tingkahku di sekolah dan semua yang kulakukan harus mendapat izin darinya" ucap hinata menunduk. naruto hanya bisa menatap simpati, dia tahu rasanya karana dia terkurung di dalam manshion selama 15 tahun, tapi dia masih bebas melakukan apa saja yang dia mau sementara hinata pergerakannya benar benar tidak bebas, dan pastinya itu menyebalkan.

"Neji nii san kakakmu?" tanya naruto

"Sepupu" ucap hinata pelan.

"Hinata sama, keberatan bila saya bergabung?" sebuah suara membuat naruto dan hinata menoleh bersamaan, menatap laki laki berambut panjang indah bak iklan shampo -naru kira awalnya dia perempuan- yang sudah berdiri disamping meja naruto dan hinata.

"E eh,y ya silahkan neji nii" ucap hinata gugup, yang entah kenapa kegugupannya hilang bila sedang bicara pada naruto dan ino. neji pun duduk disalah satu kursi yang kosong dimeja itu.

"E eh ne neji nii san kenalkan ini uzumaki naruto temanku" ucap hinata memperkenalkan neji. naruto menatap neji dalam dalam, mendadak sekelebat ingatan datang ke kepalanya.

"Naru, apa kurama ada?"

Naruto mematung ketika sekelebat ingatannya melintas begitu saja di dalam pikirannya, dirinya mengutuk setengah mati tentang dunia yang begitu sempit. ia ingat lelaki berambut panjang ini meski sudah begitu lama dia tak bertemu.

Neji menyipitkan matanya memastikan yang dilihatnya tidaklah salah, sementara naruto nampak masih merutuki sempitnya dunia nampaknya tak sadar jika naeji tengah menatapnya.

"Kau bukannya adiknya..." belum selesai kata kata neji naruto telah memotong terlebih dahulu.

"Ahh...iya aku adiknya uzumaki kyuubi, ah sudah lama ya neji nii" potong naruto menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, memberi kode singkat berupa kedipan mata agar neji tidak membocorkan identitasnya. neji mengerutkan keningnya berfikir sejenak tentang kode yang diberikan naruto, berusaha mencerna setiap kalimatnya sebelum akhirnya ia paham.

"Ya sudah lama" ucap neji mengikuti permainan naruto.

"Eh kalian sudah saling kenal?" tanya hinata bingung menatap keduanya bergantian.

"Ya dulu ketika aku masih kecil aku sering bermain bersama kakaknya naru chan" jelas neji

"Aku juga ikut bermain" ucap naruto tidak terima seolah olah dia dilupakan begitu saja, tentu saja ia sering ikut, karena itulah dia dapat mengenali neji setelah sekian lama tidak bertemu.

"Yeah, dan kemudian kau jatuh dan menangis kemudian kyuu memarahiku karna mmebuatmu menangis" ucap neji sarkastik

"Mou... itukan karna kau menghalangi jalanku" balas naruto tak mau kalah.

"Hn"

"Wah,kalian ternyata sudah dekat ya" ucap hinata tak menyangka jika kakaknya merupakan teman naruto.

"tentu nata chan,neji nii sudah seperti onii chan kedua ku, ya kan neji nii?"ucap naruto, neji hanya tersenyum dan mengangguk.

"Naru chan,bisa aku titip hinata padamu?aku tak bisa mengawasinya terus mensmenerus karna aku cukup sibuk" ucap neji membuat mata hinata bersinar senang karna setidaknya ia bisa sedikit bebas dari kendali neji.

"Hee...kenapa aku?" tanya naruto bingung.

"Aku percaya padamu,.lagi pula kau lebih sering bersama hinata sama dari pada aku" jelas neji, naruto menatap hinata yang memasang tampang memelas pada agar ia menerima permintaa neji.

"baiklah neji nii san" ucap naruto setuju.

"Bagaimana kabar kyuu?"t anya neji menanyakan kabar sahabat lamanya. wajar bila neji tak tahu,karena ia terakhir bertemu kurama saat masih sama sama di sekolah dasar sebelum akhirnya kurama lompat kelas dan akhirnya pergi keluar negeri sana.

"Baik, katanya dia akan pulang beberapa bulan lagi" ucap naruto, sementara hinata hanya mampu menjadi pendengar diantara dua orang yang tengah bernostalgia.

"Oh ya?"

"Yeah,neji nii bisa datang keapartemenku nanti bila dia sudah di Jepang"tawar naruto.

"Aku pasti datang"ucap neji tersenyum tipis.

"Naruto, ino kemana? kenapa dia tidak ke kantin" tanya hinata.

"Enghh, katanya dia sedang ada urusan dan aku disuruh pergi ke kantin saja"

"Ooh" gumam hinata melanjutkan makan siangnya

"padahal kan tidak seru bila tak ada ino" ucap naruto cemberut

.

.

.

Entah apa yang ada dipikiran naruto malam ini,tiba tiba saja dirinya berjalan keluar dari komplek apartemennya yang disewannya selama masa sma.

padahal biasanya selepas pulang sekolah dia akan menikmati waktu senggangnya terlepas dari seluruh berkas yang selama ini harus dikerjakannya.

Jalanan begitu lengang hari ini, tanpa naruto sadari dia sudah duduk didalam cafe dengan secangkir kopi menatap orang berlalu lalang dibalik jendela sementara pikirannya sedang berkelana jauh kemasa lalu.

"Okaa san, okaa san, apa tou san ikut?" tanya naruto kecil pada wanita berambut merah panjang.

"Tidak, hanya ku, okaa san dan mikoto baa san oke"

"Yahh"

Sebuah dialog dari masa lalu itu melintas begitu saja membuatnya kembali teringat pada tragedi itu, darah, suara teriakan, suara sirine, senyum kushina.

Kecelakaan mobil delapan tahun lalu yang merengut nyawa ibunya. penyebab utama minato menutup dunia luar dari naruto, naruto jelas mengerti alasan minato mengurungnya, minato takut naruto akan ikut pergi seperti kushina, naruto tahu itu.

"Uzumaki san?" sebuah suara memecah lamunan naruto membuat gadis itu mendongak keasal suara.

"Ha'i, sabaku senpai? apa aku salah" tebak naruto melihat sosok berambut merah dengan tato ai di dahinya. naruto ingat laki laki ini, ia pernah melihatnya bersama sasori

"Kau benar, apa aku boleh bergabung?" tanya gaara. naruto mengangguk mempersilahkan gaara duduk disampingnya dan ikut menatap keluar jendela kaca.

"Kau sendirian senpai?" tanya naruto yang tak tahan dengan keheningan diantara mereka. melihat gaara yang nampak tak akan membuka percakapan maka naruto memilih bertanya.

"apa kau harap aku datang dengan sasuke? ucap gaara tanpa mengalihkan perhatiannya dari orang yang berlalu lalang dibalik kaca, naruto menggeleng cepat.

"Kau sering kesini?" tanya naruto

"Lumayan, kau?" tanya gaara balik, naruto menggeleng

"Tidak ini pertama kali"

"Sering seringlah datang,mungkin kita bisa menghabiskan waktu ngobrol dari pada tak ada kerjaan dirumah" ucap gaara. naruto tertawa, gaara salah, dia tidak pernah tidak punya kerjaan mengingat pekerjaannnya di manshion yang menggunung.

"Disini tenang sekali" ucap naruto membuat gaara menoleh namun gaara memilih diam tak menjawab cukup mendengarkan.

"Melihat orang orang diluar kaca berlalu lalang sambil merapatkan jaket menghindari dingin, sementara kita tak perlu khawatir dingin, padahal kita masih ditempat yang sama hanya dipisahkan okeh kaca"ucap naruto menyentuh kaca didepannya.

"Hm"gumam gaara tak jelas.

"Kau dingin sekali" gerutu naruto mendapati ocehannya hanya ditanggapi gumaman pelan.

"Dan kau hangat sekali" gumam gaara namun masih bisa didengar naruto.

"Hangat darimananya?" tanya naruto bingung, gaara mengangkat bahu tak peduli

"Entah pikirkan saja sendiri" ucap gaara cuek membuat naruto mendengus memilih untuk ikut diam.

"Aku suka duduk diam seperti ini dan jatuh dalam pikiranku sendiri" ucap gaara membuka percakapan.

"Memang kau punya pikiran?"tanya naruto dengan tampang sok polos

"Tentu saja aku punya"ucapa gaara datar nampak tak terganggu dengan tampang sok polos naruto.

"Mungkin kau bisa cerita padaku" ucap naruto meminum kopinya.

"Memang aku mau bercerita" Ucap gaara masih tak terganggu

"Ok lanjutkan"

"Aku punya dua kakak,perempuan dan laki laki dan entah kenapa aku merasa mereka tak pernah menganggapku ada" ucap gaara datar

"kenapa begitu?" tanya naruto menatap gaara intens.

"Sepertinya karna tou sama memilihku menjadi pewarisnya bukan kakaku yang lebih tua" ucap gaara mengedikkan bahu cuek.

"Ah begitu, bisa jadi itu memang penyebabnya bila mereka menginginkan bagian ahli waris" ucap naruto

"Atau ada hal yang mungkin kau tidak tahu" sambung naruto,natuto melirik jam dipergelangan tangannya,sudah cukup lama dia duduk disana.

"kenapa kau menceritakan hal ini padaku?" tanya naruto.

"kau terlihat seperti orang yang tidak akan ikut campur" jawab gaara mengangkat bahunya dan menoleh pada naruto.

naruto tersenyum kecil, selama hal itu tidak mempengaruhinya ia memang tidak akan ikut campur.

"Kurasa aku harus pulang senpai" ucap naruto bangkit dari duduknya.

"apa kau akan datang lagi?" tanya gaara menatap naruto dalam, naruto berfikir sejenak.

"siapa yang tahu" naruto tersenyum jahil.

"tunggu saja sabaku senpai" lanjut naruto.

"Tak bisakah kau memanggilku gaara saja" ucap gaara yang nampak tak senang dipanggil senpai oleh naruto.

"Ha'i gaara kun?" ucap naruto, gaara tersenyum melepas syal merah tebal dilehernya.

"Pakailah ini diluar dingin" ucap gaara menyodorkan syal merahnya.

"Eh, kau bisa hangat juga ternyata" goda naruto menerima syal tersebut.

"Aku masih punya hati" ucap gaara sedikit tersipu dengan ucapan naruto.

"Baiklah, jaa ne gaara kun, sampai jumpa disekolah" ucap naruto melenggang pergi membiarkan gaara menatap punggungnya.

"Jaa ne" Gumam gaara pelan menatap sosok yang nampak begitu ceria dari balik kaca.

.

.

.

Akhir pekan, biasanya naruto akan menghabiskan waktu menginap di manshion namikaze.

namun tidak untuk minggu ini, naruto memilih menginap di manshion uzumaki yang terletak di kyoto. sudah begitu lama dari terakhir kalinya naruto berkunjung. terakhir kali dia datang berkunjung adalah saat kushina yang merupakan putri tunggal pemimpin klan uzumaki meninggal.

dulu ketika kushina masih hidup, naruto sering kali diajak berkunjung ke manshion uzumaki ini mengunjungi neneknya uzumaki mito.

Naruto menghentikan langkah tapat didepan gerbang manshion itu, sekilas hatinya merasa ragu, cukup lama anak itu terpaku hingga penjaga gerbang itu menghampirinya.

"Maaf, anda ada keperluan apa?" tanya lelaki berbadan besar itu tajam

"Aku mau bertemu mito obaa san" ucap naruto mengangkat dagunya tinggi merasa diremehkan oleh lelaki berbadan besar itu.

"Heh,tidak sopan sekali kau bocah" ucap penjaga itu sengit.

"Heh apanya dia memang obaa san ku" ucap naruto menaikkan volume suaranya sebal.

"Jangan mengaku ngaku,kau fikir aku bisa dibohongi" bentak penjaga itu menatap naruto dari atas ke bawah.

'rambut pirang seperti itu tidak mingkin anggota uzumaki' pikir penjaga ith menatap naruto tajam, hal itu wajar karena biasanya keluarga uzumaki berambut merah terang.

'Astaga mau masuk saja susah' batin naruto sebal.

"Ada apa ini" ucap seseorang menginterupsi perdebatan naruto dan penjaga itu.

"Dia mengaku ngaku cucu mito sama, uzumaki sama" ucap penjaga itu melempar senyum mengejek pada naruto sementara naruto hanya berdiri santai sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dada.

"Naru?" gumam lelaki berambut merah darah itu nampak bingung.

"Yo nagato nii" sapa naruto tersenyum kecil balik senyum mengejek kepada penjaga yang nampak bingung sekarang.

"Aku hanya mau menemui obaa san kenapa penjaga ini membuatnya susah" ucap naruto berjalan menghampiri nagato.

"Padahal kan aku putri disini"ucap naruto cemberut mengamit lengan nagato manja.

"Kau! dasar tidak sopan bertingkah begitu pada hime sama," ucap nagato tajam mebuat penjaga itu membungkuk meminta maaf.

"Besok lagi tolong kau kenali dia ini cucu kedua mito sama, putri keluarga ini." ucap nagato tajam

"Ha'i"ucap pria itu patuh memucat, perempuan yang ia kira berbohong ternyata nona muda keluarga uzumaki.

"Aku mau ketemu mito obaa san" ucap naruto menarik nagato membuat nagato menoleh kemudian tersenyum.

"Mari saya antar hime sama" ucap nagato mmebawa naruto pergi sementara naruto nampak senang bertemu dengan nagato. ketika masih ada kushina, nagato yang merupakan cucu dari adik uzumaki mito sering berkunjung kerumah untuk menemani naruto bermain, itu membuat keduanya begitu dekat layaknya kakak adik meskipun sebenarnya nagato merupakan sepupu jauhnya.

"Manshion ini bertambah luas" ucap naruto riang.

"Dan manshion ini akan jadi milik hime sama" ucap nagato tersenyum.

"Tapi sama saja bila aku memiliki manshion ini aku tak pernah datang kemari" ucap naruto menggembungkan pipinya sebal mengingat tumpukan pekerjaanya di tokyo yang membuatnya tak sempat untuk sekedar mampir kesini, juga ayahnya yang tak mengijinkan naruto pergi. nagato tertawa melihat ekspresi naruto yang menurutnya begitu menggemaskan.

"Tak masalah hime sama" ucap nagato menghentikan tawanya.

"Mou~jangan memanggilku hime" ucap naruto kesal karna nagato selalu memanggilnya hime.

"Tapi kau memang hime, hime sama" ucap nagato tertawa pelan,membuat naruto makin kesal karna terlahir terlalu 'spesial'

"Aku tak suka, itu membuatku seperti anak manja" ucap naruto menatap nagato tajam.

"Kau memang manja" ucap nagato menyeringai kecil melihat naruto mendengus kesal.

"Apa uzumaki sama ada?" tanya nagajto begitu sampai didepan kediaman utama kepada maid, yang berdiri didepan pintu.

"Ha'i" ucap maid itu setelah memberi salam hormat.

"Tolong katakan ada tamu spesial" ucap nagato. maid itupun masuk memberi tahu mito, perlu menunggu beberapa saat hingga akhirnya pintu jati besar itu terbuka mmeperlihatkan mito yang berdiri anggun dengan kimono nya.

"Siapa yang menca...naru!" ucap mito setengah menjerit melihat cucu perempuan satu satunya berdiri didepannya.

mito memeluk naruto erat dan menghujani wajah naruto dengan ciuman, bohong bila mito bilang dia tak merindukan sosok cucunya, setelah kehilangan kushina mito selalu merasa sendiri karna suaminya telah meninggal dan putrinya pun ikut menyusul, hanya naruto dan kurama lah yang mito miliki namun keduanya pun amat jarang berkunjung.

"Ayo masuk naru, kamu pasti lela, mandilan aku akan menyiapkan pakainmu" ucap mito menarik naruto dan menyuruh nagato untuk kembali kekediamannya.

"Ha'i ha'i" ucap naruto mengikuti mito setelah melempar senyum kecil kepada nagato yang melambaikan tangannya kemudian melenggang pergi.

Beberapa saat kemudian naruto melangkah keluar kamarnya dengan langkah anggun selayaknya perempuan terhormat, naruto menggunakan kimono berwarna biru muda dengan corak bunga matahari yang telah disiapkan oleh mito sendiri. keluarga uzumaki masih merupakan keluarga bangsawan Jepang, sehingga sangat wajar jika keluarganya masih banyak menggunakan adat tradisional.

Naruto berjalan menuju ruang kerja mito setelah diberitahu bahwa dirinya ditunggu mito di ruang kerjanya.

"Ada apa baa san?" tanya naruto tiba tiba tanpa mengucapkan salam sekalipun.

"Duduklah naru" ucap mito pelan, naruto melangkah duduk di depan meja meja kecil itu.

"Berapa umurmu sekarang?" tanya mito membuat naruto tersentak, dia tahu arah pembicaraan ini.

"15" ucap naruto pelan mengalihkan pandagannya.

"Naru chan, dua bulan lagi aku berniat untuk pensiun, aku berniat untuk memberikan seluruh jabatanku kepadamu" ucap mito to the point.

naruto menunduk, dirinya sudah cukup berat mengemban jabatan keluarga namikaze sekarang harus ditambah mengemban jabatan keluarga uzumaki? Naruto bisa gila, meski bisnis keluarga uzumaki tidaklah sebesar keluarga namikaze tapi itu tetaplah tanggung jawabnya.

"Tapi baa san?" ucap naruto merajuk.

"Tak ada tapi naruto, tidakkah kau kasihan pada wanita tua ini? aku sudah terlalu tua mengurus bisnis keluarga kita naru" ucap mito pelan berusaha membujuk naruto membuat gadis berambut pirang itu menunduk. naruto tahu bahwa cepat atau lambat dia akan memegang jabatan neneknya dan juga sebagai kepala keluarga uzumaki, tapi dia tak yakin sanggup dengan semua ini.

"ha'i baa san" ucap naruto setelah mengalami perang batin sejenak membuat senyum mito mengembang di wajah tuanya.

naruto menghela nafas kecil melihat mito yang tersenyum senang, pada akhirnya ia terlalu menyayangi neneknya dna tak bisa menolak.

"jadi bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya mito.

"baik, tou san memasukkanku lagi kedalam khs, padahal kan aku sudah lulus dua tahun lalu baa san" ucap naruto merengek sebal mengingat kelakuan ayahnya itu.

"bukankah itu bagus? kau bisa merasakan kehidupan remaja yang menyenangkan?" ucap mito heran melihat cucunya nampak tak senang.

"mou baa san~ aku seperti masuk ke taman kanak kanak" ucap naruto menggembungkan pipinya sebal.

"kalau tidak salah, sepupumu juga ada yang masuk kesana,uzumaki karin" ucap mito mengingat ingat Putri dari sepupunya.

"yah, aku tidak dekat dengannya kami beda golongan" ucap naruto mengingat sosok berambut merah yang cukup terkenal di sekolahnya.

"apa perlu baa san suruh agar di menemanimu?" ucap mito menatap dalam naruto dengan penuh rasa khawatir.

"jangan! jangan lakukan itu baa san, aku tak mau ada yang tahu siapa aku sebenarnya karna aku disana bukan sebagai namikaze naru tapi uzumaki naruto" ucap naruto mencegah mito melakukan hal itu.

"he? kenapa begitu?" tanya mito heran.

"aku tak mau mereka mamandangku karna keluargaku baa san, aku ingin mereka dekat denganku karna itu aku" ucap naruto berapi api membuat senyum mito melembut.

"baiklah, aku mengerti naru chan, bagaimana kabar kurama? dia juga tak pernah datang sama sepertimu" ucap mito mengingat cucunya yang satu lagi.

"katanya dia akan pulang sebentar lagi baa san, nanti kalau dia datang aku akan membawanya kemari" ucap naruto tertawa.

"kau harus memastikan dia kesini naru" ucap mikoto ikut tertawa

.

.

.

"wajahmu itu kenapa suram sekali?" ucap gadis berambut bublegum itu kepada gadis berambut merah yang nampak sedang sebal itu.

"diam saja kau sakura" ucap gadis berambut merah itu galak.

"kau ini kenapa heh?" tanya gadis berambut pirang pucat disebelah sakura.

"argghh, aku sebal sekali, kalian tahukan akhir lekan ini harusnya aku kembali ke manshion uzumaki?" tanya karin kepada kedua temannya yang dibalas anggukan cepat itu.

"harusnya aku kesana akhir pekan ini dan berusaha merebut hati uzumaki sama agar aku bisa jadi ahli warisnya,tapi cucunya yang tak pernah terlihat itu justru kembali dan seluruh keluarga besar ku disuruh memberi salam kepadanya,wanita tua itu gila tentu saja aku kabur" karin mendengus sebal.

"wanita gila" gumam sakura.

"memang siapa cucunya itu?" tanya shion penasaran.

"kalian tahu namikaze maru si pewaris keluarga namikaze?" tanya karin, shion menutup mulutnya kaget faham dengan maksut karin.

"kau bersaudara dengan gadis kaya itu?" ucap sakura tak percaya.

"saudara jauh, ibunya namikaze san itu pewaris tunggal" ucap karin sebal.

"astaga dia sudah sangat kaya tapi masih mendapatkan warisan uzumaki? rakus sekali" ucap sakura tajam.

"kau benar, harusnya dia sedikit berbagi. kau harus mendapatkan hak ahli waris karin" ucap shion tak kalah pedas,dia tak mau bila harus berteman dengan orang miskin dan apabila karin gagal berarti dia tak pantas bagi shion, begitu pula pikiran sakura.

"kau benar" ucap karin menyeringai.

"bukannya ada murid dengan marga uzumaki juga? si uzumaki naruto itu" ucap shion.

"yah, tapi aku tak pernah mendengar namanya dikeluargaku" ucap karin mengedikkan bahu tak peduli.

"rambutnya juga pirang bukan merah seperti kebanyakan uzumaki" ucap sakura.

"mungkin, anak haram"ucap shion terkikik pelan.

"ah mungkin mungkin" ucap sakura tertawa mengejek.

"aku tak suka anak itu" ucap karin tajam

"aku juga,dia tak ada anggun anggunnya sama sekali dan tidak kaya" ucap sakura.

"kemarin kau lihat dia berjalan kaki ke stasiun, astaga dia miskin sekali hingga harus berjalan kaki"

"benar kenapa dia masuk khs ya?" ucap karin mengejek.

"dia itu hanya menang otak dia itu nerd" ucap sakura menghina.

ketiganya tertawa menertawakan sosok yang sebenarnya lebih dari mereka duga

.

.

.

naruto melangkahkan kakinya menapaki tangga, tubuhnya lelah karena perjalanan dari kyoto. naruto memutuskan membolos jam pelajaran dan pergi keatap untuk sekedar tidur siang.

angin menyapu lembut wajah naruto begitu membuka pintu menuju atap, naruto melebarkan tangannya menikmati angin yang berhembus lembut menerbangkan anak anak rambutnya. naruto melangkahkan kakinya kepinggir pagar menatap sekumpulan anak yang tengah bermain bola di lapangan.

"tak kusangka seorang anak teladan sepertimu ternyata bisa membolos juga" naruto menoleh menatap sosok berambut raven yang tengah menatapnya tajam.

"dan kenapa pangeran sekolah ini ada disini?" ucap naruto sarkastis, ia tak mengharapkan ada orang lain disini.

"minggir, itu tempatku"ucap sasuke tajam.

"oh? apa ini ada namanya? kurasa aku tak melihatnya" ucap naruto mengejek, tak disangkanya bila pangeran sekolah uchiha sasuke itu ternyata amat menyebalkan.

"hn" gumam sasuke tak jelas berjalan kearah naruto hingga dia sampai dihadapan gadis pirang itu, menunjukkan betapa tinggi dirinya hingga naruto harus mendongak.

"minggir kau dobe" ucap sasuke membuat naruto terbakar emosi.

"a apa!?" ucap naruto tak percaya.

"dobe" ucap sasuke tajam mengejek.

"apa maksutmu teme!" balas naruto emosi.

"Ternyata selain dobe kau juga tuli" ucap sasuke mendengus.

"dasar pantat ayam"

"pirang"

"mayat"

"gosong"

"menara"

"kerdil"

"gyahhh! berhenti membalasku teme" ucap naruto sebal memilih mengambil jarak dari sasuke dan kembali menatap kebawah, membiarkan keheningan menyeruak diantara mereka hingga beberapa saat naruto tak mendengar suara apapun. naruto menoleh dan tak mendapati siapapu disisinya sasuke telah pergi entah kemana.

Sementara itu dilain tempat terlihat sosok berambut oranye dengan kaca mata hitam bertengger diatas hidung mancungnya nampak sibuk menggeret kopernya diantara banyak orang.

"aku datang naru chan~"

.

.

.

Tbc

haiiiiiii!

gaje ya?kecepetan?tolong kasih reviewnya ya~soalnya ami chan masih baru kalo soal nulis,kalau soal baca sih udah dari lama.

nah silahkan ditebak pairnya~apakah gaanaru?atau sasunaru?atau malah shinaru?wkwk

sesuar para reader juga kok...kalau banyak yang setuju pair lain mungkin aja alurnya dirubah hehe jadi silahkan divoting

namikaze naru aka uzumaki naruto

namikaze kurama aka uzumaki kyuubi

author sering bingung ketika nulis ini semua kana sering ketuker tuker TT

with love,ami

dont forget review ok!