Disclaimer : Naruto [Masashi Kishimoto] And High School DxD [Ichie Ishibumi]
"Talk"
"Inner"
"Monster Talk"
"Inner Monster"
Di sebuah hutan lebat, terlihat ada sebuah cahaya kuning yang menyinari penuh hutan itu, cahaya kuning mulai memudar setelah ada sebuah robekan dimensi di atasnya dan mengeluarkan seorang pemuda berambut pirang, pemuda itu tidak memakai baju dan hanya memakai celana panjang, membiarkan badan berotot dan sixpacknya terlihat jelas.
"Uurrgghh. Apa yang terjadi? Kenapa aku disini?" dia bergumam setelah bangun di tempat asing menurutnya.
"Aibo kau sudah sadar, ternyata teknik tadi berhasil membuat kita melarikan diri," suara orang dewasa dan agak serak terdengar di pikiran pemuda itu.
"Draven? Kaukah itu?" dia membalas suara misterius itu.
"Yah, ini aku sobat. Bagaimana dengan keadaanmu sobat?"
"Cukup baik, bahkan aku bisa menghajar beberapa orang pengecut,"
"Heh. Dasar, kau tidak berubah sama sekali" pemuda itu bisa mendengar bahwa suara misterius dalam pikirannya sedang terkekeh.
"Kita ada dimana Draven? Bukankah aku sedang bertarung dengan Great Red tadi," pemuda itu melihat sekitarnya.
"Kita berada di hutan, tapi aku tidak tahu hutan ini Negara darimana."
"Cih, kenapa kau memindahkanku kesini, padahal aku ingin sekali mengalahkan Great Red dan menggucangkan semesta bahwa ada yang bisa mengalahkan si merah itu," pemuda itu mendecih kesal.
"Seharusnya kau berterimakasih padaku, karena nyawamu masih bisa terselamatkan. William"
"Huh, jangan panggil aku dengan nama itu. Nama itu hanya sebuah samaran saja,"
"Baiklah Naruto, setelah ini kita kemana?"
Draven, sebuah nama yang sedang berbicara dengan pemuda bernama Naruto. Draven adalah naga hitam Ilahi yang berbentuk ular (seperti naga China kuno).
"Entahlah. Tujuanku yang utama mengalahkan Great Red, tapi sepertinya kekuatanku belum cukup untuk mengalahkannya." Naruto memasang wajah datar.
"Meskipun kau seorang mantan raja serigala, kekuatanmu belum cukup untuk mengalahkannya karena Great Red adalah naga terkuat selain Trihexa/666 Apocalyptic Beast Emperor. Wajar saja kau belum cukup mengalahkannya"
Apa yang di katakan Draven ada benarnya juga, Great Red adalah naga Impian yang menjaga celah dimensi. Bahkan rumornya Tuhan bible pun berpikir dua kali untuk menyerangnya, walaupun begitu Naruto adalah mantan raja serigala atau sering di panggil werewolf.
Naruto adalah raja paling muda dalam sejarah werewolf. 16 tahun ia menjabat sebagai raja werewolf, dulunya Naruto adalah seorang pemuda yang sangat berbakat dalam segi bertarung, Naruto di jabat sebagai raja setelah raja werewolf mati karena peperangan werewolf dan vampire. Pada saat itu belum ada kandidat yang pantas untuk menggantikan raja werewolf dan pada saat itulah Naruto adalah werewolf terkuat karena dalam segi bertarung dan pikirannya.
Naruto menyamarkan namanya menjadi William, lebih tepatnya Rasheikar William. Nama Rasheikar nama marga depannya namun yang di samarkan hanya William saja, karena ia tidak terlalu percaya pada siapapun meskipun itu rasnya sendiri. Karena dunia ini banyak sekali tipu muslihat, sebab itulah Naruto menyamarkan namanya, yang tahu nama aslinya hanyalah orang tuanya dan Draven saja.
"Mungkin aku harus berlatih lagi untuk mengalahkannya. Tunggulah Great Red, aku pasti bisa mengalahkanmu dengan cara menggulingkanmu. GEAHAHAHA" Naruto tertawa keras di bawah malam bulan purnama merah.
"Kau sangat berambisi untuk mengalahkan Great Red layaknya Ophis, kudengar dari salah satu anak buahku dia sedang membentuk sebuah organisasi untuk menggulingkan Great Red, dari celah dimensi. Lalu kenapa kau tidak bergabung saja dengannya?"
"Huh! Maaf saja. Aku akan mengalahkan Great Red dengan tanganku sendiri, tidak perlu di bantu oleh siapapun" Naruto mendengus pelan.
"Huff. Dasar serigala" batin Draven sambil menghela nafas.
"Mari kita pergi Draven," ajak Naruto pada partnernya.
"Mari aibo, kita pergi dari sini" balas Draven.
Naruto pun pergi dengan cara melompat pohon-pohon di dekatnya, terlihat kilat hitam saat Naruto melompat. Setelah Naruto pergi terlihat ada beberapa orang muncul disana.
"Kemana energi tadi. Aku yakin energi kuat itu ada disini tadi," seorang laki-laki berambut pirang dengan memakai tuxedo.
"Hmm... Ini bau werewolf nyaan~" seorang perempuan hitam panjang, dengan memakai kimono hitam dan memiliki telinga seperti kucing.
"Apakah kau yakin kucing anggora?" seorang laki-laki yang memakai baju tempar emas, dengan memegang sebuah tongkat emas.
"Tentu saja. Penciuman kucing dan anjing itu sangat tajam, aku juga sangat mengenal ciri khas bau makhluk supranatural dan berhenti memanggilku kucing anggora, aku ini nekoshou saru" perempuan itu memandang tajam laki-laki yang memegang tongkat emas itu.
"Dasar kucing anggora"
"Dasar p*nis kecil"
"Apa kau bilang, akan kuhajar kau dorobo neko."
"Grrrr, sini kau saru. Biar kau merasakan senjutsu milikku"
"Akan kuhajar dengan tongkat kebangaanku,"
Setelah itu pertikaian layaknya anak kecil terjadi pada kedua youkai itu, sementara yang lainnya hanya menghela nafas.
"Arthur nii-sama, sebaiknya kita melaporkan energi itu pada Ophis-sama" seorang perempuan berambut pirang dengan berperawakan kecil dan memakai pakaian ala penyihir, memandang laki-laki berambut pirang itu.
"Kau ada benarnya juga Le Fay-chan. Kita harus memberi tahu ini pada Ophis-sama tentang energi agak kelam tadi, aku yakin dia pasti tertarik dengan informasi yang kita dapat ini," balas laki-laki bernama Arthur itu.
–oOo–
-Change Scene-
Terlihat Naruto sedang melompat-lompat pepohonan, kini dia sudah memakai sebuah jaket kulit merah dengan kaos coklat yang menutupi tubuhnya, sementara bawahnya memakai celana hitam panjang dan alas kaki sepatu coklat.
"Untung saja aku membawa beberapa pakaian di dalam sihir penyimpanan, jika pakaian ku hancur" gumam Naruto.
"Bilang saja, kau tidak mampu membeli pakaian lagi. Dasar mantan raja miskin" ejek Draven.
"Siapa yang kau bilang mantan raja miskin, kuro?" terlihat urat-urat tebal tercetak di jidat Naruto.
"Heh. Tentu saja kau inu"
"Cih, dasar naga hitam tidak tahu diri"
"Sudahlah. Kita akan kemana sekarang? Apakah kau akan kembali pada kerajaan werewolf? Kau kan belum punya keturunan, saranku sebaiknya kau cari wanita dan buat dia menjerit keras dalam permainan. Itu pasti sangat menyenangkan, khukhukhu"
"Hmm... Soal mencari pasangan aku tidak terlalu memikirkannya, lagipula aku lebih baik begini daripada mengurusi rumah tangga," Naruto menghentikan lompatannya di dahan salah satu pohon.
"Lalu kita akan kemana? Kau harus mempunyai tujuan jelas supaya tidak labil, baka"
"Mungkin, aku berpetualang dulu dan mencari lawan-lawan yang kuat untuk kuhajar," setelah mengatakan itu Naruto tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai.
"Bodohnya aku. Dia pasti akan bilang begitu, mengingat dia sangat gila akan peperangan dan pertarungan" batin Draven merutuki kebodohannya.
CIIIIIUUUUUUU
Sebuah energi hitam berbentuk bola sebesar bola basket, melesat cepat ke arah Naruto. Sementara Naruto yang merasakan serangan yang mendekat ke padanya langsung saja menepis dengan kekuatan fisik yang ia selama latih bertahun-tahun.
TUNG
BLAAAARR
Setelah Naruto menepis bola energi hitam itu, bola hitam itu meledak setelah menyentuh tanah membuat hutan di sekitarnya hancur dan terbakar.
"Siapa yang menyerangku?" Naruto melihat sekitarnya, untuk melihat pelaku siapa yang berani menyerangnya.
Prok prok prok
"Hahahahaha, reflek dan ketangkasan bagus, werewolf"
Terdengar suara tepokan tangan dan suara tawa di gendang telinga Naruto. Mantan raja werewolf itu mendongak ke atas, ia bisa melihat bahwa ada sesosok yang terbang dengan pakaian aneh menurutnya.
"Siapa kau?" Naruto melihat sosok itu, ia adalah seorang wanita seksi dengan rambut hitam panjang lurus dan memakai gaun hitam indah, ia juga memiliki mata onyx hitam.
Naruto harus mengakui bahwa wanita di depannya ini adalah wanita sangat cantik yang pernah ia lihat, tapi kecantikan wanita itu tidak bisa menaklukan hati Naruto. Karena Naruto melihat beberapa wanita cantik, bahkan ada lebih cantik dari wanita di depannya ini.
"Panjang umur, baru saja aku membicarakan pertarungan musuh langsung saja datang pada bocah ini," batin Draven.
"Kau bisa memanggilku Echidna, werewolf-kun" wanita itu memperkenalkan dirinya dengan senyuman di wajahnya.
"Tunggu. Echidna!?" Draven tiba-tiba terkejut.
"Kenapa Draven? Apakah ada yang salah dengan nama wanita ini?" Naruto berbicara pada Draven melalui telepati.
"Echidna, ia adalah Ibu para monster"
"Ibu para monster?" Naruto memasang wajah bingung.
"Echidna, adalah Ibu para monster dari Yunani. Kau tahu anjing kesayangan Hades, Cerberus?" tanya Draven.
"Yah, tentu saja aku tahu. Memangnya kenapa?" tanya Naruto balik.
"Cerberus adalah anak dari Echidna, ia juga melahirkan beberapa monster yang membuat para dewa kesusahan melawannya, contohnya; Hydra, Ladon, Sphinx, Orthrus dan Scilla. Echidna sering di juluki Mother Of Monster" jawab Draven.
"Begitukah. Tampaknya ini sangat menarik, Geahahaha" Naruto menyeringai tipis.
"Nee, siapa namamu werewolf-kun?" Echidna bertanya pada Naruto.
"William, namaku William." jawab Naruto, dengan berbohong.
"Ara, aku tidak menyangka bahwa aku bertemu dengan seorang mantan raja werewolf disini, kukira mantan raja werewolf William berwajah tua, tapi tak kusangka kau memiliki wajah yang sangat tampan" Echidna tersenyum bermaksud menggoda Naruto.
"Lalu kau mau apa jika kau sudah mengetahuiku?" Naruto menatap datar Echidna.
"Buatlah anak denganku, ku dengar kau adalah werewolf terkuat dari pengdahulumu. Kau bahkan membunuh Dracula dan beberapa makhluk kuat lainnya, ayo bersetubuhlah denganku dan jadilah suamiku, kau akan menjadi rajaku di mansionku. Aku yakin anak kita menjadi keturunan terkuat sepanjang masa, bahkan lebih kuat dari Hydra dan Cerberus" Echidna tiba-tiba memasang wajah menggoda.
Dimana Echidna menatap sayu Naruto, dengan pose sexy yang membuat pria manapun akan tergoda jika melihatnya.
"Untung saja ini bukan hari kawin, jika itu terjadi hari ini mungkin saja aku sudah memperkosannya" batin Naruto mengingat hari kawinnya.
Setiap hari kawin Naruto selalu menjauh ke hutan yang sepi supaya tidak memperkosa wanita, terkadang para werewolf tidak bisa mengendalikan nafsunya jika hari kawin tiba. Maka sebab itu Naruto selalu menghindar jika hari kawin itu terjadi, karena ia tidak mau bertanggung jawab dan mengurusi rumah tangga, sebelum mengalahkan beberapa orang yang sangat kuat. Lagipula Naruto tidak terlalu mengerti apa yang namanya cinta.
"Maaf saja aku tidak tertarik, lagipula bukankah kau masih mempunyai suami? Yaitu Typhoon," Naruto menatap serius Echidna.
"Ahh, aku sudah melupakannya sejak aku dan dia tertangkap Zeus serta dewa Olympian, maka dari itu aku menawarimu menjadi suamiku. Dan melahirkan beberapa keturunan terkuat yang tak terkalahkan, aku tak peduli bentuk wajahnya. Mau itu menjijikan yang pernah orang lihat sekalipun, asal dia kuat itu tidak mengapa" Echidna tersenyum kepada Naruto.
"Mengapa kau sangat ingin menjadikanku suamimu? Bukankah ada yang makhluk kuat yang lainnya selain aku. Kenapa tidak dewa kehancuran Shiva saja yang menjadikanmu suamimu, bukankah dia kuat? Bahkan kekuatannya setara dengan naga kiamat Trihexa/666" Naruto menatap bingung Echidna.
"Hmm... Aku lebih tertarik padamu, karena kau sangat berambisi mengalahkan Great Red Apocalypse, maka dari itu aku ingin kau menjadi suamiku, rupanya tujuanmu lebih gila daripada Typhoon yang hanya ingin menggulingkan para dewa Olympian, itulah yang kusukai darimu nfufufufufu" Echidna tertawa halus.
"Tapi sayangnya aku harus pergi dulu, karena sesuatu urusan penting yang sangat darurat. Aku akan menunggu jawabanmu nanti William-kun, jika kau menolakku aku akan bersikeras mengejarmu sampai kau benar-benar menerimaku nanti raja-ku" Echidna tersenyum tipis pada Naruto, sebelum dia pergi dengan kabut asap hitam di sekililingnya.
Kepergian Echidna membuat Naruto terdiam, Naruto bingung kenapa Ibu para mosnter itu ingin sekali menjadikannya suaminya. Apakah itu karena memiliki sifat brutal dan keji sehingga Echidna sangat menyukai dirinya, selama Naruto menjadi raja Naruto mendidik keras para prajurit dan bawahannya, sehingga banyak werewolf takut padanya. Ia juga semakin di takuti setelah membunuh Dracula dalam peperangan abadi antara werewolf dan vampire, apalagi ia telah membunuh beberapa makhluk kuat. Bahkan namanya saja sudah terdengar dari berbagai kalangan.
"Sepertinya wanita monster itu tergila-gila padamu, Naruto. Sehingga ia terus mengejarmu meski kau menolaknya beberapa kali," Draven angkat bicara setelah menyimak pembicaraan hostnya dan Echidna tadi.
"Terkadang aku bingung dengan pikiran seorang wanita. Draven," Naruto bergumam pelan.
"Apakah kau akan menerimanya jika dia kembali lagi?" tanya Draven.
"Entahlah, aku juga bingung Draven. Seharusnya tujuan mengalahkan Great Red adalah rahasia, tapi mengapa dia tahu soal ini?" Naruto memandang bulan purnama merah.
"Aku juga tidak tahu, partner" balas Draven.
"Daripada aku pusing memikirkan tadi, lebih baik kita melanjutkan perjalanan kita Draven" ajak Naruto.
"Baiklah, ayo partner"
–oOo–
Di sebuah tempat yang cukup gelap dengan pencerahan beberapa lilin saja, di tempat itu terlihat seorang pria berambut putih dengan memakai jubah bangsawan yang sedang duduk di singgasana.
"Alucard. Akhir-akhir ini selalu kau melamun, apakah ada yang menggangu pikiranmu itu?" seorang wanita berambut pirang dengan memakai dress putih, menatap datar pria berambut putih berkulit putih pucat itu.
"Aku hanya memikirkan Gasper saja, Seras." jawab singkat pria itu.
"Kau jangan berbohong padaku, aku tahu jika Gasper di bawa oleh kelompok iblis, membuatmu marah pada Sirzechs Lucifer," wanita bernama Seras menatap datar pria bernama Alucard.
"Cih, jangan menyebutnya Lucifer. Ia tak sekedar Maou palsu yang memakai marga Lucifer, begitu juga dengan ke-3 raja iblis lainnya." mata Alucard berubah menjadi merah darah yang menyala.
"Meski begitu kekuatan mereka tidak bisa di pandang remeh, Maou Lucifer itu memiliki Power Of Destruction yang hanya di miliki klan Bael dan Lucifer, dia juga memiliki mode True Form, mode kekuatan terkuat Sirzechs Lucifer" jelas Seras.
"Terserah kau saja Seras, akhir-akhir ini kekuatan vampire melemah setelah peperangan abadi dengan werewolf, dulu vampire lah yang unggul. Tapi sejak Rasheikar William yang memimpin, vampire kalah telak. Banyak sekali klan-klan hebat punah oleh werewolf, Rasheikar William juga membunuh Ayahku. Dracula" Alucard mengepalkan kedua tangannya dengan erat.
"Rasheikar William, raja termuda werewolf. Ia werewolf terkuat dari para pengdahulunya, sejak umur 16 tahun ia di angkat menjadi raja werewolf, dalam masa pemerintahannya banyak sekali orang yang takut padanya karena William brutal dan keji, ia di takuti oleh rasnya sendiri. William juga di takuti oleh beberapa Fraksi, dan kita adalah salah satunya," jelas Seras.
"Kekuatan Rasheikar William, tidak bisa di anggap remeh. Bahkan ia bisa mengalahkan Ayah yang memiliki kekuatan menghentikan waktu, seperti Sacred Gear Forbidden Balor View. Yang di miliki Gasper, kekuatan kita melemah apalagi kita telah kehilangan Gasper yang di ambil oleh iblis merah licik itu, Valerie sangat terpukul atas kepergian Gasper membuat ia mengurung diri di kamarnya selama beberapa hari, Valerie juga sedang di incar oleh iblis putih tua itu karena Sacred Gear Holy Graal miliknya" Alucard menghela nafas sejenak dan bangun dari singgasananya.
"Seras. Aku tugaskan kau untuk menemui Carmila yang sedang di mansion Rumania, aku ingin membicarakan sesuatu dengannya. Aku juga ingin mengembalikan kejayaan vampire seperti amanah Count Dracula kepadaku sebelum kematiannya," Alucard berjalan pergi dari ruangan singgasananya.
Seras terdiam setelah kepergian Alucard, ia terdiam dengan wajah stoicnya. Seras mengerti bahwa gurunya stress karena masa depan bangsa vampire, pekerjaan seorang raja juga tidak main-main.
–oOo–
Di sebuah hutan, terlihat Naruto sedang memakan hewan rusa mati, rusa itu mati karena di mangsa oleh Naruto, dan sekarang Naruto sedang memakan langsung rusa itu.
"Ahh. Nikmat sekali, selain mengeyangkan ini juga mengembalikan tenagaku yang terkuras setelah melawan biawak merah itu," terlihat mulut Naruto penuh bewarna merah kental, alias darah dari rusa itu.
SREK
Sebuah robekan dimensi tercipta di depan Naruto, Naruto yang melihat itu menghentikan makannya. Robekan dimensi itu mengeluarkan seorang perempuan berambut hitam dengan berperawakan kecil dan memakai pakaian gothic wanita bewarna pink.
"Siapa kau chibi!? Kau menggangu waktu makanku saja," Naruto menatap kesal perempuan yang memasang wajah datar dan kosong.
"Ophis." jawabnya dengan datar.
"Ophis? Tunggu, tunggu, maksudmu kau adalah Ophis. Sang naga tak terbatas itu. Wuahahaha, aku tidak percaya bahwa wujudmu seorang perempuan loli dengan wajah mayat," Naruto tertawa agak keras.
Ophis hanya diam dengan ekspresi kosong, walaupun mantan raja werewolf itu mengejeknya beberapa kali.
"Apakah kau yang bernama Rasheikar William?" tanya Ophis dengan ekspresi kosongnya.
"Oh, kau benar lalu kau mau apa?" Naruto menyeringai tipis.
"Bergabunglah denganku,"
"Maksudmu Chaos Brigade?"
Ophis mengganguk pelan dengan wajah datar dan stoicnya.
"Bagaimana kalau aku menolak? Kau mau apa Ouroboros Dragon?" wajah Naruto seakan menantang Ophis untuk bertarung.
"Naruto, kau jangan gegabah dulu. Ingat dia adalah salah satu makhluk terkuat di alam semesta," Draven angkat bicara melalui linknya dengan Naruto.
"Huh. Persetanan dengan semua itu, Draven."
Ophis terdiam atas perkataan Naruto tadi, tidak lama kemudian sebuah kobaran api ungu muncul di sekitar Ophis, membuat suhu menjadi panas seketika.
"Maka aku akan menghabisimu Rasheikar William,"
Naruto terkekeh pelan mendengarnya, lalu laki-laki itu meregangkan tangan dan otot tubuhnya, yang menghasilkan suara.
Kretek kretek
"Itu asal kau bisa Ouroboros Dragon,"
TBC
Nama Asli : Naruto
Nama samaran atau supranatural : William
Note : Sudah lama tidak update malah buat cerita baru lagi, eissshh. Sebenarnya ini remake cerita dari Sky Dragon Of Madness, padahal udah nge ramake satunya lagi malah remake lagi.
Aku memang sengaja nge remake cerita ini karena ceritanya ambyar, karena alurnya terlalu memaksa dan kecepatan, itu sih alasanku remake cerita ini, aku remake ganti alurnya menjadi kebalikan ras dari vampire. Jika kalian kecewa mohon maaf :).
Kalian bisa berkomentar apapun sesuka kalian, karena yang ngetik kalian bukan aku wkwkwkwkwkwk.
Mungkin itu saja yang saya sampaikan, peace :).
